Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 36


__ADS_3

Bab-Bab yang sangat tidak disarankan untuk yang masih bocil atau jomblo!


Hihihi..


Ini novel ga ada faedahnya ya, ini murni untuk hiburan semata karena banyakan adegan terong ketemu donatnya daripada konfliknya😅😅 kalau suka tinggal tekan Like, Komen, Vote, hadiah, kalau engga suka juga ga apa-apa dikomen pedas pun maak terima sing penting kalian sudah berkenan baca🙏🙏


Berdekatan dengan Britney seperti ini selalu saja membuat bir a hi Daniel memuncak, tidak peduli sedang berada dipinggir jalan dan didalam mobil terong Belanda miliknya sudah mengalirkan sinyal kesekujur tubuh Daniel untuk memangsa Britney.


Daniel terus mendekap erat tubuh Britney, namun Britney kekeh memalingkan wajahnya dari Daniel dan terus mendorong tubuh Daniel, namun sekuat apapun Britney mendorong Daniel tenaganya tidak akan kuat untuk melawan Daniel yang sudah tersulut bir a hinya, bahkan dilihatnya oleh Daniel wajah Britney yang semakin seksi saat sedang menolak dirinya.


Daniel meraih tengkuk leher Britney lalu menye sap bibir ranum Britney, seperti layaknya vacum cleaner sedang menye dot sesuatu! Karena masih kesal dengan Daniel, Britney pun ogah melayani ciuman Daniel dan malah menggigit bibir bawah Daniel, hingga membuat Daniel melepaskan sejenak ciumannya.


"Ssttt ah," aku suka kau gigit begitu Brit, Daniel tersenyum dan kembali menarik tengkuk leher Britney hingga bibir keduanya menyatu.


"Emthh, emthhh," ditengah bibirnya yang sedang di sedot oleh bibir Daniel tanpa ampun, Britney terus memukul-mukul dadaa bidang suaminya itu karena masih kesal.


Naf su Daniel semakin tinggi saat bibirnya menye sap bibir Britney yang manisnya mengalahkan manisnya buah anggur. Daniel menggunakan satu tangannya untuk mengangkat baju yang dikenakan oleh Britney hingga diatas dadaanya, sementara satu tangannya masih mengunci rapat pergerakan tubuh Britney agar tidak dapat kabur dari dekapan tubuhnya.


Daniel memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Britney, hingga Britney pun kesulitan untuk bernafas karena Daniel menekannya hingga memenuhi rongga mulutnya, saliva Daniel sudah tercecer disekitaran bibir Britney, dan Daniel masih belum puas untuk itu


Semakin Britney menolak dan meronta-ronta, has rat Daniel kian meningkat tajam dan semakin menginginkan kepuasan didalam mobil ini. Cuaca diluar saat ini cukup terik, namun didalam mobil dinginnya AC membuat Daniel ataupun Britney tidak kepanasan.

__ADS_1


Daniel yang sudah berhasil mengangkat baju Britney hingga naik diatas dadaanya, sehingga muncullah dua buah labu import kesukaannya yang langsung Daniel rem as keduanya oleh satu tangan saja, Daniel pun mengakhiri ciumannya dibibir Britney, lalu menurunkan ciuman itu dileher Britney membuat Britney menggeliat geli.


"Ah," satu des ahan lolos dari bibir Britney.


Padahal sekuat tenaga Britney menahan agar de sa han itu tidak keluar, tapi dasarnya tubuh tidak bisa diajak kompromi karena tubuhnya justru menyukai hal yang dilakukan Daniel.


Daniel terus meny e sap leher Britney dan meninggalkan bekas kissmark dimana-mana, laki-laki berusia 36 tahun itu semakin hari semakin liar dan ganas mungkin karena baru merasakan nikmatnya tubuh seorang wanita, jadi Daniel sedang candu-candunya dengan tubuh Britney, apalagi Britney selalu memakai pakaian yang kurang bahan, sehingga bongkahan kedua labu import itu selalu tercetak diluar baju, begitu juga dengan kedua paha mulusnya yang selalu membuat terong Belanda gelisah setiap kali melihatnya.


Britney terus menolak Daniel karena hatinya masih kesal dengan perhatian Daniel terhadap Sierra, namun Daniel yang seperti vampir sedang meng his ap darah dileher manusia, terus meng hi sap lehernya hingga bekas kissmark itu tidak terhitung lagi berapa banyak dileher Britney.


"Ah, tidak mau emthh tidak ah hentikan by aku ah,," pikiran kesalnya menolak tapi tubuhnya merespon sebaliknya, dengan tidak tau dirinya tubuh Britney menginginkan lebih dari ini.


Daniel masih terus menjelajah leher Britney dan sekarang turun kepundak Britney, lalu satu tangannya sudah berhasil membuka pengait b r a dibelakang punggungnya Britney, sehingga tersembul lah kedua labu import berukuran 40 C itu dihadapan Daniel.


Dilepaskannya sejenak pucuk labu import itu dengan cara sedikit digigit lalu ditarik oleh Daniel membuat Britney meringis.


"Ahhhh, sssttt,"


"Kau seksi sekali Brit, puaskan aku Britney." Lirih Daniel yang pikirannya sudah diselimuti oleh has rat yang menggebu-gebu dan tidak dapat dia hentikan.


Tidak peduli saat ini keduanya tengah berada ditempat terbuka dan bisa saja akan ada orang yang melihat mobil terparkir di pinggir jalan, tapi semua itu tak lantas memukul mundur has rat Daniel, justru has ratnya semakin memuncak melihat tubuh istrinya setengah polos seperti saat ini.

__ADS_1


"Lepaskan, aku tidak mau melayani mu!" kesal Britney yang terus meronta-ronta.


Daniel segera mencengkram kedua tangan Britney dan menaruh kedua tangan Britney dibelakang pinggulnya dengan, sementara mulut Daniel sudah asik mengu Lum pucuk labu import milik Britney kiri dan kanan secara bergantian, seperti bayi baru lahir Daniel meng hisapnya tanpa ampun.


Tubuh Britney bergetar setiap kali Daniel menghi sap pucuknya dengan kuat, rasanya tubuh Britney tak lagi mampu melakukan penolakan terhadap Daniel, lemas, nikmat, dan menginginkan lebih dari ini itulah yang dirasakan Britney saat ini.


Perlahan Daniel melepaskan kedua tangan Britney dan seperti dugaan Daniel, Britney sudah kehabisan bahan bakar untuk meronta-ronta dan melakukan penolakan, tubuh Britney sudah lunglai dan ditahap pasrah mau diapakan juga oleh Daniel.


Deru nafas Daniel dan Britney masih saling bersahutan, Daniel menatap tubuh istrinya yang semakin menaikkan bir a hinya, kedua labu import yang sudah dipenuhi oleh sisa-sisa saliva Daniel, serta kedua pangkal paha mulus Britney yang belum dia nikmati.


Britney dan Daniel saling bertatapan, dan perlahan tapi pasti kedua tangan Daniel sudah meliuk-liuk di sekitar pangkal paha Britney, membuat Britney sekejap memejamkan kedua matanya untuk merasakan setiap usapan lembut tangan Daniel dikedua pangkal pahanya.


Tubuh Britney menggeliat kekiri dan kekanan saat kedua tangan Daniel terus menggerayangi kedua pangkal pahanya, memijat pelan area didekat donat Britney, hingga membuat Britney mele nguh.


"Ahh, oughttt mmmmthh,"


Kedua tangan Britney mencengkram kuat labu importnya sendiri sambil menggigit bibir bawahnya, membuat Daniel semakin terpancing untuk melakukan lebih dari ini. Diraihnya resleting rok mini Britney, lalu diturunkannya resleting itu hingga rok itupun dengan mudahnya tak lagi menutupi bagian bawah Britney.


Tanpa basa-basi lagi, Daniel melepaskan penutup terakhir dari donat milik Britney, hingga tubuh tubuh gadis itu polos dibagian bawah sementara dibagian atasnya masih menyisakan baju yang tersingkap hingga diatas dadaanya.


Daniel melepaskan baju itu dan b r a yang masih bergelantungan, agar tubuh istrinya itu benar-benar polos saat ini. Britney masih terus setengah terpejam sambil mer em as kedua labu importnya sendiri sambil kembali menggigit bibir bagian bawahnya.

__ADS_1




__ADS_2