Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 109


__ADS_3

Setelah pulang dari Playground dan Liam sampai tertidur sepanjang perjalanan pulang ke apartemen, tiba di apartemen Liam pun masih tidur didalam pelukan Britney bocah laki-laki itu sangat aktif jadi begitu bermain dia akan semangat dan ketika kelelahan maka tidur nyenyak solusinya.


Digendongnya Liam oleh Daniel hingga sampai kedalam apartemen mereka, sementara Britney memijit-mijit tangannya yang kebas. Setelah menidurkan Liam didalam kamar miliknya sendiri, Daniel menghampiri Britney yang sedang memijit tangannya.


"Pegal ya?" sambil meraih tangan Britney.


"Lumayan! Liam sekarang sudah berusia 3 tahun berat badannya bertambah banyak sekali gendong setengah jam saja tangan ku kebas by,"


"Maaf ya sayang aku hanya bisa menggantikan peran mu mengasuh Liam saat libur kerja saja! Itupun kalau engga ada urusan kerjaan di hari libur bisa santai, tapi kalau sedang sibuk banget kadang aku membawa kerjaan ke rumah dan tidak membantu mu mengurus Liam!"


Daniel masih dengan telaten memijit tangan Britney.


"Iya tidak apa-apa by, besok paling aku harus ke kampus karena ada ujian yang tidak bisa dilakukan virtual nanti Liam aku titip ke rumah momy saja!"


"Ya sudah sebelum ke kantor aku akan mengantarmu ke rumah Dady Lan,"


"Makasih by, ngomong-ngomong kau bisa menghubungi orang untuk segera berangkat ke Kanada kan by?"


"Maunya aku telpon sekarang!"


"Iya agar orang itu besok bisa berangkat dan Kak El bisa segera pulang kesini!"


"Kalau buru-buru berarti ada bayarannya kan?"


"By kau itu pamrih sekali katanya demi istri bahagia rela melakukan apapun eh ini malah minta bayaran!"


Daniel pun mendekati Britney lalu satu tangannya memeluk pinggang Britney.


"Mumpung Liam udah tidur yuk sebentar aja!"


"Mana ada sebentar? Pasti ku meminta sampai pagi!"


"Pengen banget sayang tuh udah keras," dengan nada memanja.


"Telpon dulu orangnya oke! Selesai aku mandi kau sudah harus selesai meminta orang itu besok ke Kanada setuju?"

__ADS_1


"Baiklah mandinya jangan lama-lama ya!"


"Iya!"


Britney melepaskan tangan Daniel dari pinggangnya dan segera masuk kedalam kamar mandi. Seharian mengajak Liam jalan-jalan membuat tubuh jadi lengket, dan hanya guyuran air shower yang dapat menyegarkan tubuh.


Daniel menepati janjinya dengan menelpon seorang anak buah kepercayaannya untuk besok menemui Elrald di Kanada dan menggantikan Elrald sementara waktu. Setelah selesai menelpon, Daniel merebahkan tubuhnya diatas ranjang menunggu Britney keluar kamar padahal sejak tadi terong import miliknya sudah menegang meminta untuk dipuaskan.


Hampir satu jam Britney baru selesai mandi dengan hanya mengenakan handuk didadanya Britney keluar dari dalam kamar mandi dan rambutnya masih basah, Britney tersenyum pada Daniel lalu duduk dimeja rias untuk menyalakan hairdryer dan mengeringkan rambutnya.


Saat sedang mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer Daniel datang menghampiri menaruh tangannya di kanan dan kiri bahu Britney, menunggu wanita itu selesai mengeringkan rambutnya.


Setelah rambutnya dirasa cukup kering Britney mematikan hairdryer itu, sementara Daniel melakukan pinatan-pijatan kecil disekitar bahu Britney tapi tangan Daniel semakin turun dan semakin turun hingga akhirnya menelusup kedalam handuk yang dikenakan oleh Britney.


Diraihnya kedua pepaya import milik Britney hingga membuat Britney mengigit bibir bawahnya saat jari telunjuk Daniel memainkan pucuk berwarna coklat miliknya.


"Ah by emth!"


Tanpa terasa handuk itu kini telah terjatuh ke lantai menyisakan tubuh Britney yang benar-benar polos dengan kedua pepaya yang digenggam oleh kedua tangan Daniel.


"By ah,"


Daniel membalikkan tubuh Britney dengan posisi masih duduk dikursi meja rias setelah Britney berbalik kearahnya, Daniel bersimpuh dihadapan Britney sehingga wajah Daniel kini berhadapan dengan pepaya import Britney yang menggantung besar sempurna.



Kembali dia rem as kedua pepaya import milik Britney, sambil sesekali jari telunjuknya memainkan pucuk coklat milik Britney diputar-putarnya oleh jari telunjuk Daniel hingga membuat gadis itu men de sah penuh nikmat.


"Ah,"


Seolah tak puas jika hanya mer mas dan memainkan pucuk coklatnya, Daniel melahap pepaya import sebelah kanan hingga memenuhi rongga mulutnya, sampul di hi sap Daniel juga memainkan lidahnya pada pucuk coklat milik Britney hingga tubuh gadis itu sekarang bergetar seperti terkena sengatan listrik.


"Ah by geli banget by emtth diapain pucuknya oleh lidahmu?"


Hasratt dalam tubuh Britney kini semakin memuncak saat Daniel menarik lembut pucuk coklat milik Britney kemudian kembali menghi sapnya secara bergantian kiri dan kanan.

__ADS_1


Hanya men de sah yang bisa dilakukan oleh Britney padahal dia sudah berusaha menahan agar suara-suara surgawinya tidak lolos keluar bisa-bisa Liam akan terbangun dari tidurnya, tapi kenikmatannya membuat Britney lupa akan segala hal.


Daniel sangat pintar memainkan titik kelemahannya disitu hingga Britney bertubi-tubi dihinggapi rasa geli yang bercampur dengan rasa nikmatnya.


Ditekannya kepala Daniel agar semakin tenggelam dipepaya import yang sedang dia his ap membuat Britney kini menjerit puas.


Setelah puas meng hisap kedua pepaya import itu Daniel pun melepaskannya. Digendongnya tubuh Britney menuju ranjang, Daniel mencium bibir Britney sambil satu tangannya menyusuri setiap inci tubuh Britney hingga satu tangan Daniel berada ditengah-tengah pangkal paha Britney.


Diusap dengan lembutnya area kesukaan Daniel, hingga dimasukkannya jari tengah Daniel kedalam lubang milik Britney, membuat Britney melepaskan ciumannya lalu mende sah keras saat jari tengah Daniel mulai bergerak maju mundur didslam sana.


"Ah by hentikan ah,"


"Sutt jangan terlalu kevang teriaknya sayang, nanti Liam bangun,"


"Emth tidak bisa by ah,"


Daniel kembali menyumpal mulut Britney dengan mulutnya sementara tangannya masih bergerak memainkan area yang kini sudah semakin kebasahan.


Daniel menggerakkan jari tengahnya semakin cepat hingga Britney nenger ang panjang pertanda dirinya mencapai pelepasan pertama. Wajah Britney menengadah keatas sementara tubunya bergetar hebat, Daniel pun mengeluarkan jarinya dari dalam sana.


"Sayang kau membuatku tidak tahan lagi!"


Daniel melepaskan seluruh pakaiannya hingga sama-sama polos seperti Britney, tak lagi bisa membendung hasrattnya lebih lama dari ini Daniel buru-buru mengarahkan terong import miliknya pada milik Britney.


Ditekannya sambil memejamkan kedua mata merasakan terong import miliknya mulai memasuki area milik Britney, membuat Britney mele nguh dan kedua tangannya mencengkram dada bidang Daniel.



Pinggul Daniel mulai bergerak maju mundur begitu juga dengan tering import yang mengikuti gerakan pinggul Daniel maju mundur memberikan gesekan demi gesekan pada area dibawah sana.


"Ah by emmmh,"


"Britney kau selalu nikmat sayang ah puaskan aku Brit,"


Suara-suara surgawi dari keduanya terdengar disepanjang ruangan kamar tidur milik mereka tanpa peduli apakah suara berisik mereka akan membangunkan Liam dari tidur nyenyaknya di kamar sebelah.

__ADS_1



__ADS_2