
Cara kerja pengobatan Radiopharmaceutical, dokter akan menyuntikan obat dengan senyawa radioaktif ke tubuh pasien melalui ve na. Kemudian, obat tersebut akan menuju ke area yang terinfeksi dan memberi radiasi sehingga sel kanker akan mati.
Sayangnya, meskipun terapi ini dapat bertahan beberapa bulan, tetap ada efek samping yang ditimbulkan sama seperti pengobatan pada umumnya. Beberapa efek samping yang akan dialami oleh pasien diantaranya bisa infeksi, pendarahan, hingga terkadang rasa nyeri yang muncul tiba-tiba.
Mendengar penjelasan dari Dokter, membuat Daniel dan yang lainnya semakin optimis bahwa Daniel pasti bisa lepas dari kangker otak yang dideritanya, meskipun Dokter bukan hanya melakukan pengobatan dengan cara Radiopharmaceutical, namun juga akan dilakukannya kemoterapi pada Daniel karena sel-sel kangker itu sudah terlanjur menyebar.
(Note : Bagi penderita kangker pengobatan kemoterapi tidak disarankan untuk kangker yang tidak menyebar ya dalam artian kangker yang masih stadium awal dan sel kangker itu masih disatu titik).
"Baiklah Dok, lakukan yang terbaik untuk anak kami!" ujar Damian.
Untuk membagi tugas dalam keadaan seperti ini, Tuan Lan dan Larisha akan mengurus pengajuan pindah kuliah untuk Britney, karena pengobatan Daniel membutuhkan waktu bukan bulanan lagi tapi bisa setahun atau bahkan bertahun-tahun untuk bisa sembuh total.
"Sayang apa kau tidak masalah jika harus pindah kuliah disini? Kau harus jauh dengan teman-teman mu?"
"Tidak apa-apa kok by, sejak dulu malah aku memang ingin kuliah di Kanada!" Britney berbohong padahal didalam hatinya Britney sangat sedih dia tidak akan lagi bisa jalan-jalan sore sepulang dari kampus, tidak akan lagi bisa nongkrong dan ngemall bareng-bareng dengan para sahabatnya.
Tapi semua kesedihan itu berhasil disembunyikan oleh Britney dihadapan Daniel, bagi Britney kesehatan Daniel adalah yang paling utama lagipula pindah kuliah adalah jalan terbaik Britney ingin melewatkan masa kehamilannya bersama dengan Daniel.
"Ya sudah Brit, Dady akan urus secepatnya! Mungkin Dady dan momy akan berkunjung sesekali untuk menengok kalian, karena perusahaan juga kan tetap harus Dady urus!"
"Sayang, kau tidak apa menjaga Daniel sendiri?" tanya Larisha.
"Aku akan tinggal di Kanada!" sahut Angeline.
"Apa benar mom, kau mau pindah kesini?" tanya Damian.
"Iya benar, aku tidak mungkin membiarkan anak kita dan menantu kita hanya berdua saja disini,"
"Tapi Dady tidak bisa menetap disini, karena harus mengambil alih perusahaan Daniel selama dia menjalani pengobatan disini!"
"Yasudah tidak apa-apa Dad, momy dan Britney bisa kok menjaga Daniel berdua iya kan Brit?"
"Iya mom, aku dan momy Angeline akan bekerjasama untuk kesembuhan hubby!"
"Kalau begitu aku akan kirim Elrald kesini untuk membantu kalian mengurus segala sesuatunya, bagaimana menurut mu mom?" tanya Tuan Lan pada Larisha.
"Ide bagus, kalau ada Elrald kan tenang kita dad!"
Mereka akhirnya menemukan kesepakatan, Tuan Lan, Larisha dan Damian kembali ke negaranya! Sementara Britney dan Angeline akan menetap di Kanada menemani Daniel, tambahan Elrald akan menyusul nantinya.
__ADS_1
Keesokan harinya Angeline dan Dokter Fred mengantarkan Tuan Lan dan yang lainnya ke bandara untuk kembali ke negaranya. Setelah itu Angeline akan ditemani oleh Dokter Fred untuk membeli sebuah rumah untuk tempat tinggal selama disini.
Saat ini hanya Britney yang menemani Daniel di rumah sakit, digenggamnya tangan Daniel sambil sesekali diciumi punggung tangannya oleh Britney. Daniel masih tertidur pulas, efek obat-obatan yang dia minum memang membuatnya lebih sering tertidur.
Britney anteng saja memandangi wajah suaminya itu, Daniel pun menggeliat terbangun dari tidurnya.
"Sayang, kau masih disini?"
"Kok sudah bangun by? Aku disini dan akan terus disini menemanimu by!"
"Tapi kau belum istirahat sejak kemarin sampai, kau belum tidur Brit,"
"Aku tidak ngantuk aku lebih suka memandangi wajah tampan suamiku dibandingkan harus memejamkan kedua mataku!"
Daniel beralih posisi untuk duduk bersandar pada headboard ranjang pasien miliknya!
"Sini, naik kepangkuan ku!"
Britney menurut dan naik keatas ranjang bahkan naik keatas pangkuan Daniel, Britney melingkarkan kedua tangannya pada pundak Daniel lalu menyandarkan kepalanya pada dada Daniel.
"Mau jalan-jalan disekitar sini?"
"Kalau momy Angeline, kemana dia?" Daniel melingkarkan kedua tangannya pada pinggul Britney.
"Mau beli rumah untuk kita by, jadi kau tidak perlu menginap terus di rumah sakit ketika ada jadwal pengobatan kita akan bolak-balik ke rumah sakit,"
"Wah, aku tidak menyangka akan memiliki rumah di Kanada dan menetap disini!"
"Sementara sampai kau sembuh,"
"Terimakasih Brit, aku mencintaimu!" Daniel menatap wajah Britney lekat.
Begitu juga Britney yang mendongakkan wajahnya dan menatap wajah Daniel.
"I love you too by!"
Daniel kembali melum at bibir Britney begitu juga dengan Britney yang membalas ciuman Daniel dengan keduanya saling melu mat bibir satu sama lain.
Satu tangan Daniel bahkan sudah berada mere mas pepaya Bangkok milik Britney, membuat Britney mende sah akibat dire mas kuat oleh tangan Daniel.
__ADS_1
"Ah,"
Daniel terus memperdalam ciumannya, hingga ciuman itu beralih keleher Britney menciuminya setiap inci bahkan menye sapnya hingga meninggalkan jejak-jejak merah pada leher Britney.
"Sayang, ah!"
"Pengen bales menggigit lehermu!"
"Ini," Daniel mendekatkan lehernya pada mulut Britney.
"Tidak mau, kau kan akan sering diperiksa oleh Dokter malu nantinya!"
"Kenapa harus malu, wajar saja cepat lakukan," sambil merem as satu pepaya Bangkok milik Britney.
"Ih engga mau sayang, nanti aja kalau sudah pulang ke rumah! Sekarang kau sarapan dulu oke!" Britney hendak turun namun kedua tangan Daniel tetap mencekal tubuhnya agar tetap dipangkuannya.
"By,"
"Sarapannya minum susu ya?"
"Yasudah aku ambilkan!"
"Mau yang ini!" Daniel melihat kearah kedua pepaya Bangkok itu.
"By ini masih di rumah sakit nanti ada Dokter atau suster yang masuk, bagaimana!"
"Sebentar aja, please!" Daniel memanja.
"Sebentar ya janji?"
"Janji!"
Britney pun membuka kancing pakaiannya satu persatu hingga tiga kancing kemeja itu dia buka dan mulai terlihat kedua pepaya Bangkok yang menyembul keluar.
Daniel menyelusupkan kedua tangannya kedalam pakaian Britney dan meraba mencari pengait braa milik Britney untuk dia lepaskan, pengait br a itu pun sudah dilepaskan oleh Daniel membuat kedua pepaya import itu kini bebas dia nikmati.
Dihis apnya pucuk pepaya import milik Britney untuk beberapa saat Daniel seperti seorang bayi menghis ap pepaya import itu kiri dan kanan secara bergantian.
Membuat Britney harus menggigit bibir bawahnya saat Daniel memainkan lidah pada ujung pucuk pepaya import miliknya hingga membuat hasratt itu membuncah semakin tinggi.
__ADS_1