
Merasa dirinya sangat bodoh karena percaya Elrald akan menyelesaikan masalahnya kemudian akan kembali padanya! Tapi apa yang dia dengar saat ini, sudah cukup membuatnya mengambil keputusan untuk mengakhiri perasaannya terhadap Elrald.
Rasanya memang sakit, orang yang kita cintai dan orang yang memberikan harapan seluas samudera kini justru orang yang menorehkan luka sedalam lautan. Joanna pergi dari tempatnya bersembunyi untuk menguping pembicaraan Elrald dan Sierra lalu kembali duduk bersama Britney dan Angeline.
Tatapan kedua mata Joanna kosong, wajahnya memucat tapi hatinya yang terlalu sakit, bahkan tidak bisa Joanna utarakan seberapa besar rasa sakit itu saat ini hingga membuatnya bahkan sampai tidak bisa menangis.
"Joa, kau kenapa?"
"Aku pulang ke rumah tidak apa-apa Brit?"
"Pulanglah, kau seperti sudah kelelahan istirahat di rumah!"
"Bi, Joa pulang dulu ya!"
"Iya sayang, kami mungkin akan pulang sore nanti setelah Daniel menjalani pengobatan metode baru,"
"Iya mudah-mudahan lancar ya Bi, dan Daniel segera membaik!"
"Iya, kau hati-hati ya mengemudikan mobilnya!"
"Iya Bu," Joanna memutuskan untuk pulang ke rumah karena keadaannya sungguh tidak baik-baik saja saat ini.
Britney yang sadar bahwa Joanna pasti terluka dengan kedatangan Sierra, memutuskan untuk mengejarnya.
"Joa!"
"Iya Brit!"
Britney memeluk Joanna, hingga air mata yang sejak tadi tertahan tidak dapat keluar pun kini membanjiri pipi Joanna.
Hiks.
Hiks.
"Aku tidak mau lagi mencintainya Brit, aku tidak aku lagi mengharapkannya!"
"Aku tau Joa! Menangis lah, kau berhak menangis tapi setelah ini buang semua yang membuat mu terluka!"
"Sierra hamil Brit, dan dia sedang mengandung anak dari Elrald!"
"Apa?" Britney benar-benar terkejut dan tidak percaya Elrald sampai menghamili Sierra.
Pantas saja Joanna sampai menangis seperti ini, tapi Britney yang mengetahui Sierra itu sangat licik jadi penasaran ingin menanyakannya secara langsung soal kehamilan itu pada Sierra.
"Pulanglah dan istirahat! Soal kehamilan Sierra nanti aku akan cari tau,"
__ADS_1
"Tidak perlu Brit, aku akan melupakannya! Masih banyak laki-laki baik dan tampan untukku, aku tidak akan mengharapkannya lagi!"
"Itu terserah padamu Joa, tapi mencari tau kebenarannya tetap akan aku lakukan karena aku tidak rela laki-laki sebaik kak El jatuh kedalam kandang singa!"
"Tadi serangga sekarang singa!"
"Karena Sierra itu selain pengganggu juga berbahaya dan mematikan kalau kita tidak pintar-pintar menghadapinya!"
"Kau benar! Aku tidak mau terlihat lemah dihadapan wanita macam Sierra," kata Joanna.
Setelah mengungkapkan sesak dihatinya Joanna pulang lebih dulu ke rumah sementara Britney kembali ke dalam rumah sakit karena hari ini akan dilakukan pengobatan menggunakan metode baru imunoterapi untuk mematikan sel-sel kangker ditubuh Daniel.
Sedangkan Sierra masih betah berlama-lama didalam pelukan Elrald.
"Sierra aku pasti akan memenuhi kebutuhan mu dan calon anak kita! Aku akan bertanggungjawab penuh untuk bayi mu!"
"Lalu kapan kita akan menikah El?"
Elrald pun melepaskan pelukannya dari Sierra.
"Sierra sebenarnya ada hal penting yang harus aku bicarakan padamu!"
"Apa itu?"
"Aku memang akan bertanggungjawab penuh atas kehamilan mu dan juga semua kebutuhan mu dan bayi kita, tapi Sierra aku mencintai wanita lain,"
Hati Sierra bergemuruh ingin rasanya dia menampar Elrald karena berani-beraninya dia mengatakan mencintai wanita lain, tapi Sierra tidak ingin skenario yang sudah susah payah dia bangun rusak akibat emosi sesaat, karena tujuannya memang bukan Elrald tapi kembali mendekati Daniel dengan berpura-pura menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
"Maksud mu?"
"Aku mencintai wanita lain Sierra, tapi aku akan tetap bertanggungjawab untuk anak kita hingga dia dewasa, bisakah hubungan kita hanya sebatas itu?"
"Siapa wanita itu? Apa aku mengenalnya?"
"Dia Joanna, sahabat Britney! Aku sangat mencintainya dan aku juga sudah berjanji untuk membereskan terlebih dahulu masalah ini,"
"Joanna, gadis itu! Tapi El, aku sedang hamil anakmu saat ini dan aku membutuhkan banyak perhatian darimu! Bisakah kau tahan dulu hubungan mu dengan Joanna, agar perhatian mu hanya fokus untuk calon anak kita? Aku janji tidak menuntut untuk dinikahi!"
"Baiklah Sierra, aku akan tunggu hingga anak itu lahir! Aku hanya mengingatkan sekali lagi padamu Sierra, aku mencintai Joanna apapun itu nanti bentuk perhatian ku itu semata-mata karena bayi itu,"
"Iya El, aku mengerti!"
Setelah memutuskan sebuah kesepakatan, Sierra dan Elrald kembali menemui Britney dan Angeline.
"Nona Britney dan Nyonya Angeline, aku minta maaf mungkin aku tidak akan tinggal di rumah kalian lagi karena harus menjaga Sierra dan kehamilannya!"
__ADS_1
"Hah kau hamil Sierra? I-itu bayi Elrald?" tanya Angeline sementara Britney hanya menyoroti tajam wajah Sierra dan tak percaya.
"Iya Bi, sudah memasuki 2 bulan!"
"Kalau begitu sama dengan Britney, ya ampun kita memiliki dua wanita hamil El!"
"Iya Nyonya, karena itu aku akan membeli rumah untuk Sierra selama tinggal disini bersamaku!"
"Tidak usah pisah rumah, tinggal di rumah kami saja iya kan mom?" Britney memberikan kode pada Angeline dengan mencolek lengan Angeline.
"Tidak usah nona, aku bisa bolak balik!"
"Eh kak El kita kan sudah dekat seperti keluarga lagipula kamar kosong kan masih banyak di rumah, pokoknya ini perintah!" Britney ngotot.
Enak saja mau dibelikan rumah, berasa Nyonya banget nantinya Sierra jika dibelikan rumah sayang uangnya, terlebih jika tinggal berdua saja dengan Sierra bisa-bisa Elrald akan semakin terjerumus kedalam kebusukan Sierra. Lebih baik jika Sierra tinggal di rumah yang dibeli Angeline, jadi Britney bisa mengawasi sambil menyelidiki apa yang sedang direncanakan oleh ular betina itu.
"Iya sayang lebih baik aku tinggal bersama Britney, kan kita sama-sama sedang hamil jadi bisa sharing dan berbagi pengalaman, iya kan Brit?"
"Tentu,"
"Aku juga ingin meminta maaf untuk kesalahan ku yang sudah-sudah padamu, maaf ya Brit aku berharap kita bisa berteman baik mulai sekarang!"
Britney pun berdiri lalu memeluk Sierra, dan menepuk-nepuk pundak Sierra.
"Iya Sierra, aku bahkan sudah lupa kalau dulu kita punya konflik!"
Dalam hati Sierra, merasa menang karena Britney berhasil dia bodohi dengan berpura-pura baik.
Sementara dalam hati Britney, dia akan berpura-pura bodoh dan mengikuti permainan Sierra hingga nantinya bisa dengan mudah Britney membongkar kebusukannya.
"Nah, kalau begini kan damai ya!" kata Angeline.
Britney pun melepaskan pelukannya, lalu melirik kearah perut Sierra.
"Wah kita sama-sama tengah mengandung dua bulan, tapi perut mu sangat rata sekali ya Sierra!" Britney mengelus-elus perut Sierra.
"Iya Brit, kau juga masih sangat rata perutnya!"
"Iya aku tidak sabar menunggu masa kehamilan ini ingin cepat melihat perut besar ku!" kata Britney.
"Iya aku juga, dan aku rasa El juga tidak sabar ingin mengelus perut besar ku, iya kan El?" tanya Sierra.
Namun Elrald sama sekali tidak mendengarkan Sierra dia menyadari bahwa Joanna tidak ada di rumah sakit.
"Dia pasti pulang! Maafkan aku Joa, gara-gara kesalahan masa lalu ku, hubungan ini harus tertunda dulu!" dalam hati Elrald.
__ADS_1