
Daniel dan Britney sudah sangat geregetan karena Domanick masih belum selesai juga melakukan hal tidak penting itu! Setelah selesai memakai sanblock, Domanick mengambil sunscreen untuk diaplikasikan kewajah tampannya.
"Astaga kak Nick sudah cukup cepat lah kita harus turun dari kapal dan menolong mereka!"
"Brit bisa tidak kau jangan ganggu konsentrasi kakak, diam lah aku perlu melindungi kulit wajahku dari sinar matahari di pulau ini, bisa-bisa kulit wajahku gosong kalau tidak pakai sunscreen.
"Oh my God kenapa aku bisa memiliki saudara kembar seperti dia by?"
Daniel hanya mengu lum senyum saat istrinya terus-menerus berdebat dengan saudara kembarnya. Bahkan tidak berhenti sampai disitu saja Domanick meraih sisir lalu menyisir rambutnya.
"Kak Nick kau pikir aku membawa mu ke pulau ini untuk foto shoot? Kau itu akan bertarung kenapa menyisir segala?"
"Sutt, aku tidak mau lawanku lebih tampan dari pada aku! Nah, begini sudah tampan!" Domanick tersenyum pada pantulan wajahnya sendiri didepan cermin.
"Sabar sayang yang penting kak Nick mau menolong mereka!"
"Ya Tuhan benar-benar malang sekali nanti wanita yang akan menjadi istrinya,"
Britney sampai mengusap-usap perutnya sendiri agar kelak jika dia hamil lagi jangan sampai anaknya seperti Domanick. Meskipun tingkah Domanick memang menyebalkan karena selalu mementingkan penampilannya bahkan disaat genting begini, tapi Domanick rela meninggalkan pekerjaannya yang super padat karena mendengar Britney menangis ditelepon.
Kemarin Britney menangis tersedu-sedu pada Domanick, mengadu bahwa sahabatnya Joanna dalam bahaya! Britney juga menceritakan semua kejadian yang menimpa Joanna, seketika Domanick yang mengetahui bahwa sejak dulu Joanna memang sahabat dekat Britney langsung pulang ke negara ini karena tidak bisa melihat kembarannya itu menangis sedih.
"Ayo kita turun dari kapal aku sudah selesai!" seru Domanick.
Britney, Daniel dan Domanick turun dari kapal, mereka melihat Sierra dan Elrald yang ambruk diatas pasir, sementara Jazz terus mencoba mendorong kepala Joanna agar mau mengu lum kejantanannya dihadapan semua orang.
"Tidak aku tidak mau!" Joanna terus meronta dan meminta dilepaskan, tapi tangan Jazz malah semakin menekan kepala Joanna agar Joanna mengu lum kejantanannya.
"Joa!" panggil Britney.
Mendengar ada yang memanggil Joanna, para penjaga Jazz dan juga Jazz sendiri berbalik melihat siapa yang sudah berani datang ke pulau pribadinya dan mengganggu kesenangannya.
"Astaga, menjijikkan sekali kau Jazz! Pakai celana mu, apa kau tidak malu memiliki terong sekecil itu lalu ditunjukan dihadapan semua orang?" ledek Domanick sambil berjalan menghampiri Jazz.
Diraihnya tangan Joanna agar Joanna berdiri dan menjauh dari Jazz, kemudian dihapusnya air mata Joanna oleh Domanick.
"Jangan menangis Joa, laki-laki keparatt ini makin senang nantinya!"
Prok.
__ADS_1
Prok.
Prok.
Jazz bertepuk tangan melihat kedatangan keluarga group Limson, bahkan pewaris group Limson sampai rela datang ke pulau ini tanpa diundang.
"Ada apa ini? Seorang Cassanova sekaligus pewaris group Limson datang tanpa diundang, dengan tidak tau malunya ke pulau milikku?" menaikkan resleting celananya.
"Yah apa boleh buat, ada yang sudah berani membuat Britney ku menangis! Maka aku akan melenyapkan sumbernya!"
"Dengar Nick aku tidak memiliki urusan dengan group Limson, atau dengan orang yang kau sebutkan tadi, Britney? Aku tidak ada urusan dengannya,"
"Setahuku group Limson tidak akan mengusik lebih dulu jika tidak diusik! Jadi pergilah sebelum aku menghabisi mu!"
"Saudara kembar ku menangis karena sahabatnya menjadi korban keker asan dalam rumah tangga! Group Limson tidak akan tinggal diam jika ada anggota keluarganya yang menangis!"
Jazz hendak meninju wajah Domanick, namun tangan Domanick sigap menepis lalu kelima penjaga itu dengan kompak hendak mengeluarkan pistol, tapi kalah cepat dengan tangan Domanick yang kini sudah menempelkan pistol dikepala Jazz.
"Bergerak sedikit saja aku ledakan kepala Tuan kalian!"
Jazz melirik kearah para penjaganya, memberikan kode agar tidak ada yang bergerak karena takut akan ditembak oleh Domanick, Jazz sangat mengenal Domanick dia tidak pernah main-main dengan pistol, jika dia mengatakan akan menembak bila ada yang bergerak lagi pasti akan benar-benar menembak.
Hahahaha...
"Apa begini keahliaan pewaris group Limson menodongkan senjata untuk mencari aman? Pengecut, bertarung dengan tangan kosong denganku, maka aku akan membebaskan mereka!"
"Aku tidak bertanya apa kau akan membebaskan mereka atau tidak! Aku kesini untuk menjemput dan kau tidak berhak mengatakan omong kosong itu!"
"Kau takut bertarung dengan tangan kosong denganku?"
"Cih," Domanick meludah kewajah Jazz.
"Sit sial! Jika aku menang tinggalkan wanita ja lang dan dua pelayan itu!" Jazz menawarkan kesepakatan.
"Sebenarnya aku tidak tertarik tapi orang bermulut besar seperti mu memang perlu aku beri sedikit luka! Aku pastikan setelah ini kau akan membusuk di sel tahanan!" ancam Domanick.
Domanick mengeluarkan kaca dari saku celananya, dia menatap wajahnya masih tampan dan sunscreen tadi tidak luntur.
"Brit ambil senjata mereka semua,"
__ADS_1
"Baik kak, by bantu aku,"
"Iya sayang!"
Daniel dan Britney mengambil senjata para penjaga itu begitu juga dengan Jazz yang turut digeledah dan diamankan senjatanya. Setelah memastikan semuanya tanpa senjata barulah Domanick memberikan pistol miliknya pada Britney dan Daniel.
Kini akan dimulai pertarungan satu lawan satu dengan menggunakan tangan kosong. Domanick bisa membawa mereka semua tanpa harus repot-repot bertarung terlebih dahulu, tapi melihat tingkah konyol Jazz yang sudah merendahkan Joanna didepan umum, Domanick rasa perlu memberikan sedikit perhitungan pada Jazz.
Hiya...
Jazz maju dengan agresif tapi langkah kakinya terhenti saat telapak tangan Domanick memberikan kode untuk berhenti.
"Tunggu!"
"Ada apa?"
"Jangan pukul dibagian wajahku, aku ada kencan nanti malam!"
"Ah persetan dengan kencan mu," teriak Jazz yang amarahnya sudah menggebu-gebu.
Hiya...
Hiya..
Buk, bak, buk, suara-suara perkelahian antara Domanick dan Jazz tempo perkelahian itu sangat cepat Jazz agresif menyerang bagian wajah Domanick tapi Domanick berhasil menghindar lalu melakukan serangan balik dengan meninju bagian dagu Jazz hingga membuat gigi bawah Jazz ada yang patah.
Aaa..
"Domanick brengsekk,"
Hiya...
Jazz melayangkan pukulan dan mengenai bagian perut Domanick hingga Domanick sempat mundur agar tidak terkena pukulan lagi.
Hingga akhirnya keduanya saling membalas pukulan membuat Domanick meringis sakit saat pukulan Jazz berhasil mengenai bagian lehernya, beruntung wajahnya selalu bisa menghindar sehingga masih terlihat tampan tanpa celah.
Hingga serangan balasan dilakukan oleh Domanick saat sama-sama maju Domanick menghantam pipi Jazz dengan bogem mentah disusul tendangan bara api yang membuat tubuh Jazz terpelanting kebelakang lalu jatuh ke pasir
Bug..
__ADS_1