Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 115


__ADS_3

Apa tidak apa memandangi laki-laki yang bukan suami sah seperti ini? Pandangan yang penuh cinta, kasih dan sayang sejak dulu hingga kini. Laki-laki yang berhasil membalut luka dihati hingga perlahan luka ini tak lagi terasa.


Hanya tinggal berpasrah diri dan berharap semesta akan mendengar jeritan hati yang memintanya sebagai pemilik diri ini! Laki-laki yang berada dihadapannya adalah sosok pemberani yang tidak berpikir dua kali untuk memutuskan terjerumus kedalam bahaya yang entah bisa saja akan mencelakainya nanti.


Kedua kelopak mata yang berkedip mengandung arti sebuah rasa yang diiringi oleh ketulusan cinta yang tak memandang status, bermimpi setinggi langit bahwa kelak suatu hari nanti bisa bersama-sama dalam sebuah ikatan suci.


Sebuah ungkapan isi hati Joanna yang sulit dia katakan pada Elrald, sehingga hanya dengan menatap kedua bola mata Elrald Joa merasa telah menyampaikan segala isi dalam hatinya.


"Joa aku rindu," Elrald meraih kedua tangan Joanna duduknya bergeser semakin dekat dengan Joanna.


Wajah Elrald semakin condong mendekati wajah Joanna dengan masih saling menatap. Deru nafas keduanya bisa sama-sama mereka rasakan, tidak ada yang berubah dengan perasaan Elrald pada Joanna meskipun kini status Joanna adalah istri laki-laki lain.


"Aku istri orang lain kak,"


"Aku tau itu Joa tapi tidak akan ada yang berubah dengan perasaan ku terhadap mu, kau tetap pemiliknya sejak dulu hingga sekarang!"


"Aku ingin memilikimu kak,"


"Begitupun aku ingin sekali aku menjadikan mu hanya milikku! Tidak ada yang bisa menyentuh tubuhmu kecuali aku,"


Satu tangan Elrald menyentuh pipi tirus Joanna dibelainya pipi dari wanita yang sangat dia cintai dengan lemah lembut. Sentuhan Elrald sangat memanjakan Joanna sangat jauh berbeda dengan perilaku kasar Jazz suaminya, Jazz hanya memberikan tamparan demi tamparan dipipi Joanna..


"Apa boleh aku mengharapkan mu malam ini menikmati tubuh ku?"


Setelah mengatakan hal itu Joanna tertunduk malu rasanya sangat menjijikkan mengatakan hal seperti ini pada laki-laki yang bukan suaminya, sementara dirinya memiliki seorang suami tapi yang diharapkan adalah laki-laki lain untuk menjamah tubuhnya.


"Haruskah aku melakukannya saat ini? Karena aku pun sangat menginginkan mu Joa," Elrald menempelkan hidungnya dengan hidung Joanna.


Bibir keduanya mulai mengembang tersenyum manis karena sama-sama saling menginginkan. Tangan Elrald membelai lembut kedua mata Joanna lalu turun menyentuh hidungnya sampai dititik dimana bibir Joanna yang lembab merasakan sentuhan jari jemari Elrald pada bibirnya.


Deru nafas keduanya semakin menggebu-gebu sangat terasa dorongan akan naf su yang telah lama tersimpan kini meluap kepermukaan diri masing-masing, saling menuntut dan saling menginginkan.

__ADS_1


Disentuhnya bibir Joanna oleh jari-jari Elrald sambil El rasakan aroma nafas yang khas seperti harum mint dari nafas Joanna, diraba-rabanya bibir seperti kapas milik Joanna oleh jari-jari tangan Elrald.


Tanpa disadari Joanna telah membuka mulutnya membuat Elrald memasukkan jari jemarinya kedalam rongga mulut Joanna. Dirasakannya oleh El betapa dingin dan gelinya saat jari tangannya mengabsen didalam rongga mulut Joanna.


"Ah,"


Joanna mengu lum jari-jari Elrald didalam mulutnya membuat sesuatu dibawah sana sangat iri karena Joanna antusias untuk mengu lum jari jemari Elrald sementara dibawah sana menganggur sejak tadi.


Bibir Elrald berbisik ditelinga Joanna.


"Joa aku menginginkan mu aku mohon," Elrald mengeluarkan jari-jarinya dari dalam rongga mulut Joanna.


Saat keduanya hampir menyatukan kedua bibir tiba-tiba Sierra terusik.


"Hmmpt,"


Tangan dan kaki Sierra bergerak seperti hendak bangun dari tidurnya, sontak saja Joanna mendorong dada Elrald hingga membuat keduanya berteman dengan jarak.


"Kak itu Sierra bangun,"


Tapi kedua mata Sierra masih terpejam dan tubuhnya juga sudah anteng tidak ada gerakan lagi seperti tadi, Elrald merasa lega dan duduk kembali disamping Joanna.


"Bagaimana kak? Apa Sierra melihat kita tadi?"


"Dia tidur, mungkin saja tadi hanya gerakan data tidur karena ada nyamuk atau serangga kecil!"


"Apa iya kak? Aku takut Sierra pura-pura tidur,"


"Kedua matanya betul-betul terpejam! Sudah jangan khawatir Joa," kedua tangan Elrald kembali memegangi kedua tangan Joanna.


Tapi pikiran Joanna tidak seperti tadi yang diselimuti seluruhnya oleh hawa naf su, kali ini Joanna terus melirik kearah Sierra dia sangat malu kalau sampai Sierra memergoki dirinya sedang melakukan hal-hal aneh bersama Elrald saat Sierra ada didalam kamar ini.

__ADS_1


Sadar Joanna terus melirik kearah Sierra yang saat ini masih tertidur anteng, satu tangan Elrald meraih dagu Joanna dan membuat Joanna kembali menatapnya.


"Sampai dimana tadi kita?" tanya Elrald.


"Kak El ditunda saja aku tidak mau,"


Dipeluknya oleh Elrald tubuh Joanna karena malam ini El merasa tidak bisa menahan gejolak hasrattnya, apalagi setelah melakukan kemesraan seperti tadi dengan Joanna, rasanya dia tidak sanggup bila harus menunda.


"Aku mencintaimu Joa,"


Keduanya masih berpelukan satu sama lain, dan Joanna sangat bahagia mendengar pernyataan cinta dari Elrald untuknya. Dilepaskannya pelukan itu, kemudian kedua tulang pipi Joanna ditahan oleh Elrald.


Elrald kemudian mendekatkan bibirnya dengan bibir Joanna tapi kali ini Joanna memalingkan wajahnya.


"Kenapa Joa?"


"Biarkan aku mengurus perceraian ku dulu kak! Aku tidak ingin melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Jazz padaku bercinta dengan orang lain padahal status kami adalah suami istri,"


"Baiklah aku tidak akan melakukannya sekarang aku akan tunggu sampai semua badai ini berakhir! Tapi izinkan aku menyentuh ini sekejap saja!" Elrald meraba bibir Joanna dengan tangannya.


Joanna tak lagi bisa menolak keinginan Elrald, keduanya semakin mendekat tanpa mereka sadari ada Sierra yang begitu tersiksa sejak tadi karena harus diam-diam melirik aksi keduanya.


"Ya Tuhan apa mereka tidak bisa menahannya setidaknya sampai keluar dari pulau terkutuk ini?" dalam hati Sierra.


Bibir Elrald dan bibir Joanna semakin mendekat.


"Sial kenapa aku harus membuka kedua mataku dan diam-diam mengintip? Apa aku gila? Tapi sumpah lebih baik aku menonton video anuan daripada harus menyaksikan live seperti ini!" Sierra membuka setengah matanya dan tetap lanjut mengintip.


Saat ini bibir Elrald dan Joanna saling berpagutan satu sama lain, saling menye sap dan saling memberikan celah untuk mengeksplor rongga mulut masing-masing.


Bunyi kecapan yang ditimbulkan dari ciuman liar Joanna dan Elrald membuat tubuh Sierra semakin bergetar hebat, bodohnya lagi kedua matanya malah semakin terbuka lebar untuk mengintip aksi Joanna dan Elrald yang saat ini saling membelit lidah.

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Sierra mending kamu ngunciin pintu di kamar mandi deh daripada harus tersiksa nonton live orang lagi enak-enakan 😂😂😂


__ADS_2