Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 65


__ADS_3

Setelah melakukan perdebatan cukup panjang bersama kedua sahabatnya untuk menentukan waktu yang pas menyelidiki Daniel, mereka sepakat untuk mengintai Daniel dipagi hari sebelum masuk kampus.


Daniel dan Elrald yang baru saja tiba di kantor setelah tadi pagi melakukan kemoterapi pada Daniel di rumah sakit, kembali berkutat dengan aktivitas pekerjaan! Tapi ada yang mencuri perhatian Daniel.


"Kenapa kau terus menguap aku perhatikan?"


"Kapan aku menguap Tuan? Hoam!" Elrald kembali menguap.


"Nah kan itu baru saja, dan sejak tadi di rumah sakit kau terus menguap!"


"Aku hanya kurang tidur,"


"Memang ada pekerjaan yang belum kau selesaikan sehingga begadang?"


"Tidak Tuan, em anu aku sekarang punya peliharaan,"


"Kau punya peliharaan? Apa itu?"


"Namanya Sirro!"


"Sirro?"


"Iya Sirro dia sejenis hamster yang lucu!" Elrald berbohong.


Sirro adalah plesetan dari nama Sierra karena Elrald tidak mungkin mengatakan pada Daniel kalau dia sekarang tinggal bersama dengan Sierra dan semalam Elrald tidak bisa memejamkan kedua matanya.


Bagaimana bisa Elrald tidur bila sekarang dia harus berbagi ranjang dengan Sierra, dan parahnya lagi Sierra selalu memakai baju tidur seksi yang membuat terong milik Elrald itu terus meronta-ronta sepanjang malam dan membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.


"Mungkin kapan-kapan aku akan berkunjung ke apartemen mu dan melihat Sirro, aku yakin Britney akan menyukai peliharaan mu itu!"


Elrald pun menggaruk-garuk kepalanya, merasa bersalah pada dirinya sendiri karena menganggap Sierra adalah seekor hamster.


Siang harinya!


"Tuan permisi!" Elrald mengetuk pintu ruangan Daniel.


"Masuk!"


Elrald masuk sambil membawa beberapa berkas untuk ditandatangani oleh Daniel.


"Silahkan ditanda tangani Tuan!" Elrald memberikan beberapa lembar berkas penting.


"Sudah? Apa ada hal lain yang ingin kau sampaikan?"


"Baru saja aku menerima telepon dari rumah sakit, jadwal kemoterapi anda tidak lagi pagi hari Tuan!"


"Kenapa?" Daniel menghentikan sejenak tangannya yang sejak tadi menandatangani berkas satu persatu.


"Dokter menyarankan untuk siang hari saja! Tapi jika anda keberatan aku akan sampaikan!"


"Tidak masalah, yasudah siang saja setelah jam istirahat!"


"Baik Tuan!"


Ketika sudah keluar ruangan Daniel, Elrald langsung merutuki dirinya sendiri.


"Aduh bodohnya kenapa aku bilang Sierra adalah hewan peliharaan?? Kalau sampai wanita itu tau, bisa-bisa habislah dia marah-marah." Gumam Elrald.

__ADS_1


Sore harinya pekerjaan Daniel sudah lumayan santai, Daniel pun memutuskan untuk menelpon Britney.


Kring..


Sebuah panggilan masuk membuat Britney yang masih ada kelas itupun meminta izin ke toilet pada dosen yang sedang mengajar. Setelah berhasil keluar kelas, Britney buru-buru mengangkat teleponnya.


"Hallo by, ada apa?"


"Kau pulang jam berapa hari ini?"


"Jam 16.00 sore by, sebentar lagi!"


"Aku jemput ya?"


"Memang kau tidak sibuk hari ini?"


"Iya tidak sibuk kok, nanti aku jemput!"


"Iya by,"


Panggilan telepon itu pun berakhir, Britney merasa kecurigaannya terhadap Daniel itu berlebihan sepertinya Daniel tidak selingkuh mungkin Daniel hanya kecapean saja kemarin.


Jam pelajaran sudah selesai, Britney memasang wajah sumringah dihadapan Felicia dan Joanna.


"Cih tadi pagi aja udah kaya toge layu, sekarang dia senyum-senyum sendiri gitu aneh engga si Jo?" sindir Felicia.


"Fel kali ini aku rasa tebakan mu salah, Daniel engga selingkuh buktinya dia masih perhatian dan sekarang mau jemput aku!"


"Oh ya Brit? Nah kan bener, jadi istri itu jangan berpikiran macam-macam Brit," kata Joanna.


(Maaf aku tidak bisa jemput ada pekerjaan penting).


"Daniel!!!!" teriak Britney saking Britney kesal karena Daniel tidak jadi menjemput.


"Kenapa Brit?" tanya Feli dan Joanaa.


Britney menggigit buku yang sejak tadi dia pegang.


"Brit, ih jorok banget si gigitin buku!" Felicia meraih buku itu agar Britney tak lagi menggigitnya.


"Daniel fix selingkuh, dia pasti mau menemui selingkuhannya makanya dia ga jadi jemput!" Britney kesal bukan main.


"Brit tenang sabar, belum tentu begitu!" Joanna menenangkan.


"Kalian, cepat ikut aku!"


Britney, Felicia dan Joanna memutuskan untuk pergi ke perusahaan D.E skin untuk menyelidiki tentang Daniel. Setibanya di lobby kantor, Britney segera menemui resepsionis perusahaan itu.


"Apa Tuan Daniel ada di ruangannya?"


"Maaf nona, Tuan Daniel sudah pulang sejak tadi!"


"Pulang? Apa dia bersama seorang wanita?"


"Untuk itu saya tidak tau nona!"


"Jadi dia tidak ada pekerjaan di kantor lagi saat ini?"

__ADS_1


"Tidak ada nona, Tuan Daniel sudah meninggalkan kantor!"


Britney langsung menggebrak meja resepsionis saking kesalnya.


Brug...


"Daniel!!!!!!! Sial brengsekk, aku benci dia aku benci!"


"Tahan emosi dong Brit, itu semua orang melihat kearah kita!" Joanna coba menenangkan Britney.


"Aku capek, aku mau pulang masa bodo dengan Daniel dan selingkuhannya!" Britney pergi meninggalkan perusahaan Daniel bersama dengan kedua sahabatnya.


Didalam mobil, Britney menangis meraung-raung karena sekarang yakin bahwa Daniel memang memiliki wanita idaman lain.


"Tenang Brit, kalau memang Daniel selingkuh Tuhan pasti ngasih petunjuk!"


Hiks..


Hisk...


"Siapa wanita itu? Apa dia lebih cantik dariku? Atau lebih kaya dariku? Momy Dady!" Britney terus menangis meraung-raung didalam mobil.


Bahkan sampai di kediaman Tuan Lan pun, Britney bergegas masuk kedalam kamarnya agar Larisha dan Tuan Lan tidak melihat kedua mata sembabnya.


Malam harinya, Daniel belum juga kembali ke rumah rasanya hati Britney sangat sakit dibohongi oleh Daniel. Hingga keesokan harinya Daniel pun tidak juga pulang ke rumah membuat kemarahan dihati Britney semakin membesar.


Britney bahkan tidak keluar kamar sama sekali, dia juga tidak makan ataupun berangkat kuliah. Larisha dan Tuan Lan yang khawatir dengan keadaan putrinya itu terus menggedor pintu kamar Britney.


"Britney, jangan seperti anak kecil kau kan sudah dewasa buka pintunya Dady bilang!"


"Iya Brit, bagaimana kami bisa membantu jika kau saja tidak bicara seperti ini!"


Hingga sore harinya Tuan Lan dan Larisha tidak bisa membujuk Britney untuk keluar kamarnya. Daniel yang baru saja tiba di kediaman Tuan Lan setelah diantar oleh Elrald segera masuk kedalam rumah.


Rumah tampak kosong dan begitu tiba didekat kamar Britney, Tuan Lan dan Larisha sedang berada didekat pintu.


"Mom, dad, kalian sedang apa disini?"


"Niel kau darimana saja si?"


"Ada pekerjaan mendadak mom,"


"Istrimu tidak keluar kamar sejak kemarin!"


"Apa? Itu berarti Britney belum makan?"


"Belum, makanya kami terus membujuk!"


"Biar aku coba membujuknya mom, dad!"


"Ya sudah, kami berharap kau berhasil membuat anak manja itu keluar dari kamarnya!"


Larisha dan Tuan Lan pun pergi meninggalkan Daniel sendirian.


"Sayang, aku pulang! Maaf aku ada pekerjaan mendadak diluar kota jadi menginap semalam!"


__ADS_1


__ADS_2