Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 54


__ADS_3

Sierra bergerak diatas tubuh Elrald sesuka hatinya, menggerakkan pinggulnya dengan liar hingga membuat Elrald terus menge rang penuh kenikmatan, wanita diatas tubuhnya ini sepertinya memang haus akan belaian hingga begitu bertemu terong dia sangat menikmatinya hingga suara-suara surgawi itu lolos begitu saja menggema didalam ruangan ini.


"Ah! Ah! Ah!"


Elrald berkali-kali mencapai puncak kenikmatan akibat ulah Sierra, namun Sierra tak kunjung menyerah dia masih terus menginginkan Elrald.


"Sierra kau kuat sekali!" lirih Elrald.


"El aku masih menginginkan mu puaskan aku El!"


Sierra kembali menghantam Elrald hingga Elrald harus menge rang panjang berkali-kali barulah Sierra ambruk diatas tubuhnya.


Bagi El tidak masalah malam ini dia menjadi budak s ek s Sierra yang penting wanita ini kelelahan dan tertidur pulas. Benar saja dugaan El, setelah berkali-kali mengarungi puncak kenikmatan Sierra akhirnya kelelahan dan tertidur sangat lelap.


El mengangkat tubuh Sierra dan perlahan menjatuhkan tubuh Sierra disebelahnya. Setelah menarik selimut agar Sierra tidak kedinginan, Elrald segera memunguti pakaiannya yang berserakan dilantai bahkan bajunya robek-robek akibat Sierra menarik paksa bajunya saking tidak sabaran.


"Sierra kau benar-benar memperkosaa ku!" Gumam Elrald mendapati bajunya robek-robek begini.


Elrald segera menuju meja kerja Sierra didekat jendela apartemennya! Dicarinya flashdisk yang dimaksud oleh Sierra menyimpan data-data prodak serum buatan perusahaan Daniel, beruntungnya laptop Sierra tidak menggunakan password.


Elrald menemukan beberapa flashdisk dan dia harus mengecek satu persatu dimana Sierra menyimpan data-data itu! Setelah hampir 4 flashdisk dicoba oleh Elrald, akhirnya data-data itu ditemukan kini tinggal mencari map berisi proposal yang Sierra curi, agar memperkuat bukti bahwa perusahaannya yang sekarang melakukan plagiat dan Sierra melakukan penyalahgunaan data.


Elrald melakukan pekerjaannya dengan santai karena Sierra sudah KO dan tidak mungkin bangun lagi. Setelah mencari-cari diatas meja Elrald melanjutkan mencari proposal itu dilaci-lacinya.


"Yes ketemu!"


Elrald berhasil mendapatkan semua yang dia cari! Saat hendak pergi meninggalkan apartemen Sierra, Elrald menyempatkan diri dulu untuk menge cup bibir wanita itu.


"Sierra kau itu cantik dan menarik, semoga kelak kau bisa berubah! Maaf aku harus melakukan ini, terimakasih atas kenikmatan malam ini." bisik Elrald.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Daniel harus segera berangkat ke kantor setelah mendapatkan pesan dari Elrald bahwa bukti sudah ada.


Daniel buru-buru turun dari kamar menuju meja makan, di sana sudah ada Larisha dan Tuan Lan yang juga sudah rapi hendak pergi bekerja.

__ADS_1


"Loh Niel, Britney mana?"


"Masih tidur mom,"


"Anak itu kebiasaan sekali, istri itu kan harus bangun lebih pagi daripada suaminya!"


"Tidak apa-apa mom, Britney sedang kelelahan aku tidak tega membangunkannya!"


"Wah Dady curiga nih, jangan-jangan Britney kelelahan karena semalam kalian?"


Tuan Lan tersenyum penuh tanya pada Daniel, membuat Daniel yang sedang menikmati sarapannya sampai tersedak.


Uhuk..uhuk..


"Dad kasihan Daniel terus saja kau goda begitu!"


"Maaf mom, kan Dady hanya penasaran betul tidak tiap malam,"


"Dad, mom, aku berangkat sekarang ya ada urusan soalnya!"


"Iya hati-hati ya Niel!"


Sementara Britney yang saat ini masih berada dalam dunia mimpinya, bermimpi kalau dia sedang berada dibawah rintikan air hujan dan bertemu sesosok peri wanita cantik yang berwajah mirip dengan Larisha..


"Peri? Kenapa kau mirip dengan momy ku?"


"Aduh hujannya semakin deras nih! Ehh kok makin deras airnya!" teriak Britney yang membuatnya terbangun dari tidurnya.


Dilihatnya Larisha berada dihadapannya sambil menyipratkan air, rupanya mimpi hujan itu berasal dari Ibunya sendiri yang menyipratkan air kewajah Britney.


"Momy ih, basah tau!"


"Aku bukan momy, tapi aku ini peri yang akan menyiram wajah anak malas seperti mu! Ayo bangun!"

__ADS_1


"Ah momy engga asik deh, masih pagi mom,"


"Pagi darimana? Itu suamimu sudah berangkat kerja loh Brit!"


"Hah?" Britney menengok kearah samping dan mendapati Daniel sudah tidak ada diranjang.


"Hah hah hah, buruan bangun kasihan suamimu kalau pagi engga kau layani!"


"Yang penting kan malam dilayani mom!"


"Eh anak ini nakal sekali sekarang,"


"Lagian Daniel kok berangkat pagi banget si mom? Dia bilang tidak?"


"Katanya ada urusan mendadak dan penting!" Larisha menyisir rambut acak-acakan Britney.


"Yah, padahal Brit kan minta hari ini beli handphone baru katanya janji hari ini, malah ngantor!"


"Sabar nak, mungkin urusannya itu penting dan tidak bisa ditinggal! Nah rambutnya udah rapi, anak momy cantik sekali padahal mau jadi ibu,"


"Ish momy, belum mom kan Brit belum hamil!"


"Tapi kan kata Dady, kau dan Daniel sudah sepakat untuk punya anak secepatnya, momy bangga sekali nak padamu!"


Britney pun memeluk erat Larisha, bahagia rasanya hidup bersama kedua orang tua yang selalu menyayanginya dan ditambah lagi kini ada suami yang memanjakannya, Britney merasa hidupnya sangat sempurna.


♥️♥️♥️


Iya Brit hidupmu indah dan sempurna tapi sayangnya perjalanan hidup itu tidak selalu mulus dan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan kita! Bohong jika ada orang yang mengatakan hidupnya bahagia terus, pastilah ada lika liku kerikil kecil kerikil besar yang dihadapinya.


Namanya juga hidup ya Brit, nanti kalau ada ujian harus kuat dan tabah ya Brit, inget pesan othor yang satu ini hidup ga selamanya bahagia terus dan ga selamanya sedih terus.


__ADS_1


__ADS_2