
Tapi sebelum pintu kamar mandi itu ditutup, Joanna menahan pintu tersebut hingga membuat kedua mata Jazz melotot.
"Apa yang kau lakukan Joanna? Singkirkan tanganmu!" Jazz membentak.
"Sudah cukup kau memperlakukan aku seperti sampah Jazz, aku muak dengan mu! Ceraikan aku sekarang juga!" teriak Joanna.
"Oh kau sudah berani melawan ku rupanya,"
Jazz kembali keluar dari dalam kamar mandi.
"Joa sudah jangan lagi kau bicara dengan dia," bisik Sierra.
Tapi Joanna tidak gentar kali ini dia sudah sangat muak dan tidak mau lagi diperlakukan semena-mena oleh Jazz.
"Kau tidak sadar juga kalau kau itu sampah Joanna? Sampah yang dipakai oleh orangtuamu demi ayahmu agar tidak masuk penjara karena tidak bisa membayar hutang-hutangnya!"
"Itu urusan mu dengan orangtuaku! Sekarang cepat ceraikan aku dan biarkan aku keluar dari vila terkutuk ini!"
Cuih...
Jazz meludahi wajah Joanna sambil tertawa meledek.
Hahahaha...
"Siapa kau bisa memerintahkan aku? Kalau kau mau bercerai dariku suruh orangtuamu membayar semua hutang-hutangnya, termasuk uang yang selalu mereka minta selama kita menikah! Lagipula aku menikahi mu tidak untung sama sekali,"
Saat ini Jazz sangat emosi pada Joanna hingga menggulung baju dilengannya pertanda akan melakukan sesuatu.
"Aku mau menikahi mu karena kau jaminan agar orangtuamu kelak mati dan rumah serta asuransi mereka ahli warisnya adalah kau! Jadi dengan mudah aku bisa merampasnya nanti, satu lagi jangan berlagak seperti korban kau saja bukan perawan untuk apa kau so jual mahal?"
Didorongnya terus menerus tubuh Joanna oleh Jazz hingga Joanna pun terjatuh keatas ranjang sepertinya Jazz akan kembali memper kosa Joanna, ditindihnya tubuh Joanna oleh Jazz namun Joanna melawan saat Jazz berusaha mencium bibirnya Joanna menggigit lidah Jazz hingga berdarah.
Aaaaaa...
Ditendangnya alat kejantanan Jazz oleh Joanna hingga laki-laki itu pun roboh ke lantai.
Bughhtt...
"Jangan pernah meremehkan aku keparatt!"
Aaaaa
"Pelayan cepat panggilkan pengawal ku!" sambil memegangi alat kejantanan dan juga lidahnya.
"Ba-baik Tuan!" Sierra tidak memiliki pilihan selain memanggil kedua pengawal yang berjaga didepan.
__ADS_1
Mendengar teriakkan Jazz wanita gundikk yang sejak tadi menunggu di kamar mandi pun keluar.
"Tuan Jazz oh my God lidah mu berdarah, ayo aku bantu Tuan!"
Sementara Joanna merasa sangat puas karena telah mencederai alat kejantanannya dan juga lidah Jazz hingga berdarah. Tak lama kedua pengawal datang.
"Bawa aku ke rumah sakit!"
Karena Jazz terus merintih kesakitan akhirnya mereka membawa Jazz keluar pulau agar bisa berobat ke rumah sakit. Sierra masih setia berada didalam kamar menemani Joanna sementara ada dua penjaga lagi yang berjaga didepan kamar.
"Aku akan tutup pintu dulu, kau tunggulah disini!"
Joanna pun mengangguk sambil duduk disofa dekat troli makanan. Setelah menutup pintu kamar itu, Sierra kembali menghampiri Joanna yang terlihat lega sudah melupakan emosinya.
"Harusnya tadi aku bawa pistol sekalian kau tembak saja itu terong import milik laki-laki gila itu!"
"Iya rasanya aku tadi belum puas ingin sekali aku injak-injak sekalian terong miliknya,"
Hahahaha...
Setelah sekian lama akhirnya Joanna bisa lagi merasa bahagia dan tertawa karena Sierra.
"Oke sekarang aku harus mengeluarkanmya dari troli!"
"Mengeluarkannya? Apa maksudmu Sierra?"
Setelah Joanna mengangguk Sierra pun membuka gorden yang menutupi bagian bawah troli makanan itu, sebuah wajah yang telah lama Joanna rindukan kini muncul dihadapannya.
"Kak El," lirih Joanna.
Elrald keluar dari dalam troli lalu menghampiri Joanna, duduk disamping gadis itu dan langsung memeluk Joanna.
"Kak aku tidak menyangka kau ada disini! Ini seperti mimpi, aku bisa melihat mu lagi," Joanna menangis dipelukan Elrald.
"Aku merindukan mu Joa, maafkan aku terlambat datang! Kau pasti sangat tersiksa selama ini, maaf Joa,"
"Hadeuh sudah cukup dramanya kalian pikir kalian ini sedang syuting adegan film Titanic apa peluk-peluakan begitu!" sindir Sierra.
Membuat Joanna dan Elrald pun melepaskan pelukan hangat mereka.
"Maaf Sierra aku terlalu bahagia terimakasih banyak Sierra," Joanna sangat terharu.
"Sekarang saatnya kita susun rencana agar kalian berdua bisa keluar dari pulau ini!" Sierra duduk di sofa.
Tadi Sierra sempat berbohong pada penjaga didepan bahwa malam ini dia ditugaskan menjaga Joanna semalaman didalam kamarnya karena Jazz yang memintanya, sehingga kedua penjaga didepan tidak mempermasalahkan Sierra yang tak kunjung keluar kamar.
__ADS_1
"Kita berdua? Tidak Sierra kau juga harus ikut!" tegas Elrald.
"Aku lebih suka tinggal disini, disini lebih tenang dan aku dapat uang,"
"Tidak Sierra kami tidak akan pergi tanpa mu! Kau harus ikut,"
"Ah sudahlah tentang ku itu nanti kita pikirkan sekarang yang terpenting kau harus tau El bahwa setiap hari Jumat, akan ada kapal yang menjemput beberapa pelayan untuk berbelanja kebutuhan pokok ke kota!"
"Sepertinya aku yang akan ditugaskan untuk pergi, lalu bagaimana cara ku membawa kalian?"
"Aku akan membawa Joa memakai troli ini, tapi setiap keluar kamar troli ini akan diperiksa jadi kau harus menyingkirkan dua penjaga itu El dan berikan aba-aba dengan mengetuk pintu jika dua penjaga sudah kau singkirkan!"
"Oke hanya dua kan, aku bisa menghadapinya!"
"Selanjutnya kita akan menyingkirkan para penjaga di rute menuju kapal dan itu jumlahnya sangat banyak, kau tidak akan mampu El bagaimana ya?"
Elrald dan Joanna ikut berpikir keras bagaimana menghadapi penjaga yang jumlahnya banyak di rute yang menuju kapal. Tiba-tiba terbesit satu ide dikepala Joanna.
"Bagaimana kalau memberikan mereka minuman yang dicampur obat tidur?"
"Ide bagus tapi kan kita tidak memiliki obat tidur Joa!" ungkap Sierra.
"Kita memang tidak punya, tapi Jazz memilikinya!"
"Benarkah? Dimana?"
Joanna melirik laci didekat tempat tidurnya kemudian Elrald pun pergi mengambilkan obat tidur milik Jazz, ternyata benar ada banyak pil obat tidur didalam satu tempat.
"Nanti urusan minumannya aku yang akan urus sebelum datang membawakan sarapan ke kamar ini!" kata Joanna.
"Semoga aja laki-laki brengsekk itu belum kembali dari kota,,"
"Kau yang sabar ya Joa hanya tinggal beberapa hari lagi kau akan bebas dari sini," Sierra menepuk pundak Joanna.
"Iya Sierra aku berharap tidak pernah lagi bertemu laki-laki seperti Jazz, dia tidak memiliki hati nurani sama sekali,"
"Sekarang aku ngantuk Joa, apa boleh aku tidur diranjang mewah itu," Sierra melirik ranjang yang menurut Joanna bukan ranjang mewah.
"Boleh tidurlah disana, lagipula bagiku itu bukan ranjang mewah tapi ranjang menjijikkan milik Jazz!"
"Ya apa boleh buat, El sekarang kau yang bertugas menghibur Joanna aku tidur dulu!"
Sierra melangkah menuju ranjang besar dan mewah lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang itu.
"Hah empuknya,"
__ADS_1
Belum lama Sierra merasa nyaman tiba-tiba tangannya menyentuh sesuatu yang lengket diatas ranjang itu.