Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 88


__ADS_3

"By, aku kangen," Britney memeluk Daniel.


"Aku juga kangen sayang, aku tersiksa sekali tidak melihat mu dalam beberapa waktu belakangan ini!"


"Kau merasa lebih baik by sekarang?"


"Iya, aku merasa jauh lebih baik! Kau cantik sekali sayang,"


"Ih masih saja gombal!"


"Duh momy sampai dilupain ini!" Angeline menyindir.


"Mom, aku juga merindukan mu terimakasih sudah berada disini,"


Angeline pun memeluk putranya dengan erat.


"Momy tidak peduli berapa lama harus berada di rumah sakit, yang terpenting momy bisa terus melihat mu hidup nak!"


"Bagaimana mom, apa aku sudah boleh pulang?"


"Iya, tunggu sebentar El sedang mengurus untuk kepulangan mu," Angeline melepaskan pelukannya.


Setelah selesai mengurus ke bagian administrasi, Elrald menuju ruangan Daniel dan melihat atasannya itu sudah lebih baik kondisinya.


"Tuan Niel, senang kau berangsur membaik!"


"Terimakasih El, kau sudah banyak membantu ku dan keluarga ku!"


"Memang sudah menjadi tugas ku Tuan!"


"Nyonya semua sudah beres, kita sekarang bisa membawa pulang Tuan Niel,"


Seorang suster membawakan kursi roda untuk Daniel, meskipun Daniel merasa dia bisa berjalan tapi Britney ingin Daniel beberapa hari menggunakan kursi roda saja sampai keadaannya benar-benar lebih sehat.


Mereka akhirnya tiba di rumah malam hari, di sana Sierra yang sedang menonton televisi pun langsung memberikan sambutan untuk Daniel.


"Niel, akhirnya kau pulang juga dari rumah sakit!"


"Kenapa kau disini Sierra?" Daniel kebingungan.


"Sudah bawa masuk dulu Danielnya El, nanti kita jelaskan didalam Niel!" perintah Angeline.


"Baik Nyonya!"


Sementara Britney menatap jijik pada Sierra yang so imut didepan Daniel.


Angeline akhirnya menjelaskan kenapa Sierra bisa berada disini! Hal itu tentu saja membuat Daniel terkejut bukan maen sambil menatap wajah Elrald yang tertunduk malu.


"El kenapa bisa?"


"Iya Tuan, maaf jika sudah mengganggu kenyamanan mu,"


"Tidak juga si, hanya heran saja dengan selera mu!" Daniel bicara pelan.


"Loh Joanna mana ya?" Britney tidak mendapati Joanna ada di rumah.


"Sejak sore tadi memang dia tidak ada di rumah!" ucap Sierra.


"Biar aku akan mencarinya nona!"


"Baiklah, aku khawatir Joanna kenapa-kenapa soalnya!"


Bukan hanya Britney yang khawatir tapi juga Elrald sangat cemas Joanna tidak ada di rumah sejak siang tadi.


"Aduh, aduh aw perutku kram!" teriak Sierra.

__ADS_1


Membuat Elrald langsung panik dan menghampiri Sierra karena khawatir dengan keadaan bayi yang dikandungnya, padahal itu adalah trik agar Elrald tidak pergi mencari Joanna.


"Sierra, kenapa kandungan mu? Apa sakit sekali, kita ke Dokter ya!" Elrald sangat khawatir.


"Tidak El, aku mungkin hanya stres saja perlu istirahat!"


"Dasar drama!" kesal Britney.


"Aku akan mengantarmu ke kamar!" Elrald membawa Sierra menuju ke kamarnya.


Setelah Elrald dan Sierra pergi kedalam kamarnya.


"By kau lihat itu si ratu drama, dia pasti sengaja tuh biar kak El engga mencari Joanna,"


"Wanita itu tetap tidak berubah! Kok bisa El menanam benih sembarangan begitu,"


"Momy engga nyangka loh Sierra sejahat itu! Tapi apa benar Sierra mengandung anak dari El?" tanya Angeline.


"Itu mau Brit cari tau mom, bisa saja kan dia hamil anak laki-laki lain," kata Britney.


"Bisa juga dia engga hamil," kata Angeline.


"Iya juga si mom Sierra kan liciknya minta ampun!"


"Ya sudah kau bawa Daniel ke kamar untuk istirahat! Sierra malam ini biar jadi urusan momy,"


"Asik, makasih ya mom! Pokoknya buat agar kak El bisa mencari Joa,"


"Beres sayang!"


Britney membawa Daniel ke dalam kamarnya.


"Sayang aku bosan didalam ruangan seperti ini, di rumah sakit aku hanya tidur terus!"


"Iya, sekitar rumah saja!"


"Baiklah, tapi pakai baju hangat dulu ya by sebentar aku ambilkan!"


Daniel melihat Britney mencarikannya pakaian hangat, syal, dan mantel tebal agar Daniel tidak kedinginan sementara untuk dirinya sendiri Britney tidak terlalu memperhatikannya.


"Sini aku pakaikan by,"


"Aku tidak lumpuh sayang, aku bisa sendiri kok!" Daniel bangun dari kursi roda lalu memakai pakaian hangat tersebut.


"Kenapa turun dari kursi roda?"


"Karena aku bisa jalan, aku ingin jalan-jalan sambil menggandeng tanganmu!"


"Baiklah, tapi jika kau merasa,"


Belum sempat Britney menyelesaikan perkataannya, Daniel sudah menyambar bibirnya menciuminya dengan penuh hasratt.


Britney yang sudah merindukan Daniel karena beberapa hari Daniel fokus pada pengobatannya di rumah sakit, ikut menikmati ciuman yang dilakukan oleh Daniel secara tiba-tiba itu.


Tubuh Britney bereaksi menginginkan lebih hingga keduanya saling melu m at, dan membelitkan lidah.


"Sudah, nanti lagi!"


"Aku sudah rindu sayang,"


"Katanya mau jalan-jalan?"


"Iya deh, besok ya?"


Britney pun tersenyum mendengar Daniel merengek meminta jatah yang sudah lama keduanya tidak lakukan. Setelah selesai memakai pakaian hangat, keduanya pergi keluar rumah untuk berjalan-jalan santai dan saling bergandengan tangan.

__ADS_1


Menyisakan Angeline, Elrald dan Sierra didalam rumah. Bahkan rengekan Sierra dapat terdengar dari dalam kamarnya.


"Aduh El perutku kram terus, aduh,"


"Aku tidak mengerti Sierra apa yang harus aku lakukan!"


Tok.


Tok.


Tok.


"Sierra kau masih kram?" tanya Angeline.


"Astaga ganggu sekali si bibi Angeline ini," dalam hati Sierra.


"Sudah agak mendingan kok bi,"


"Kau sudah beli susu hamil belum Sierra?"


"Em belum bi, tapi nanti aku akan beli,"


"Eh tidak boleh ditunda-tunda, El kau ini ayah yang buruk masa tidak dibelikan susu untuk ibu hamil kasihan Sierra dan ibunya! Sana beli dulu!"


"Baik Nyonya,"


"Tapi aku tidak mau ditinggal El,"


"Kan ada bibi, lagipula bibi sudah lama tidak ngobrol denganmu Sierra,"


"Aku pergi dulu!" Elrald pergi meninggalkan kamar Sierra.


Menyisakan Angeline dan Sierra berdua didalam kamar. Membuat Sierra kesal karena ulah Angeline Elrald jadi pergi dari kamarnya.


"Sierra nanti lusa kan Brit ada jadwal USG dengan Dokter langganan kami, kau ikut saja biar kalian berdua USG bareng!"


"Tapi bi sebelum tiba di Kanada, Sierra sudah USG kok, dan bayinya baik-baik saja!"


"Tidak apa, nanti kan kau dapat vitamin juga! Memangnya kau sudah punya vitamin dari Dokter?"


"Ada kok bi,"


"Coba bibi lihat,"


Sierra pun mengambil tas yang tergeletak diatas meja samping ranjang lalu merogoh kedalam tasnya.


"Sepertinya ketinggalan bi vitaminnya,"


"Nah makanya nanti kau ikut saja ya!"


"Wanita tua sialan, ikut campur terus kedalam kehidupan ku! Lama-lama kesal juga kalau dia selalu ikut campur!" dalam hati Sierra.


Tiba-tiba tercium aroma bau didalam kamar Sierra, yang membuat Sierra sampai ingin muntah. Dilihatnya Angeline tengah menutupi hidungnya dengan tangan.


"Bi, apa kau mencium sesuatu? Bau apa ini ya? Seperti bau bangkai,"


"Maaf Sierra tadi bibi kentut, kirain engga akan bau!"


Seketika amarah Sierra kian tersulut, ingin rasanya dia memaki-maki Angeline. Tapi mengingat Angeline adalah ibu dari laki-laki yang dia incar, Sierra pun meredam amarahnya itu.


"Tidak apa-apa kok bi, lain kali kalau sudah tidak tahan mending ke toilet saja dulu bi,"


"Sial sialan, kok bisa Daniel memiliki ibu seperti Angeline yang super menyebalkan ini," dalam hati Sierra.


__ADS_1


__ADS_2