Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 74


__ADS_3

Melihat sang istri semakin tinggi hasrattnya Daniel pun mengakhiri aktivitasnya itu!


"Sudah,"


Terlihat Britney yang masih sangat mengharapkan aktivitas itu tetap dilanjutkan tapi mengingat ini di rumah sakit, Britney dapat mengerti memang bukan waktu yang tepat untuk saat ini saling menginginkan sebuah penyatuan, tapi hormon kehamilan memang membuat hasratt Britney lebih tinggi dari biasanya.


"Aku suapin ya by!"


"Iya sayang, kau juga sarapan ya,"


"Iya,"


Britney menyuapi Daniel sarapan, setelah sarapan itu tandas Britney mengambilkan air putih dan beberapa obat-obatan untuk Daniel meminumnya! Obat-obatan itu harus setiap hari dikonsumsi oleh Daniel hingga 3 kali setiap setelah makan.


Bahkan untuk membersihkan tubuh Daniel, Britney memutuskan melakukannya sendiri tanpa bantuan perawat di rumah sakit ini, beruntung usia kehamilannya yang masih muda membuat Britney belum merasakan mual ataupun pusing akibat kehamilannya saat ini.


"Oh ya by, kapan kak El akan kesini?"


"Besok sepertinya!"


"Kasihan Joanna,"


"Memang kau memberitahu Joanna tentang Elrald yang akan pindah ke sini selama aku sakit?"


"Iya, dia bahkan sangat sedih sekali dari nada bicara ditelepon, sepertinya dia lebih sedih kak El pindah kesini dibandingkan sedih karena aku pindah kesini,"


"Ada-ada saja Joanna,"


Saat sedang asik mengobrol, Dokter dan beberapa perawat masuk kedalam ruangan.


"Selamat siang Tuan Daniel,"


"Selamat siang Dokter!"


"Dok apa mau mulai kemo?"


"Besok baru dijadwalkan untuk kemo, tapi sebelumnya saya tidak ingin pasien stres berat atas efek samping akibat pengobatan yang kedepannya akan dijalani jadi demi kebaikan, rambut Tuan Daniel saya izin untuk cukur habis ya Tuan, bagaimana?"


"Ke-kenapa begitu Dok?"


"Begini nyonya mungkin nanti efek samping akibat kemo rambut Tuan Daniel akan rontok parah, jadi sebaiknya dipangkas habis agar nanti Tuan Daniel tidak shock atau tidak jadi beban pikiran!"


"Ba-baiklah Dok lakukan jika itu untuk kebaikan suamiku!"

__ADS_1


"Mohon izin Tuan Daniel, sus silahkan dipangkas rambutnya dengan hati-hati ya!" ujar Dokter laki-laki itu.


Sementara Daniel hanya pasrah ketika alat cukur itu perlahan memangkas rambutnya, tapi memang benar pasien disini tidak akan dibiarkan stres ketika mulai menjalani kemoterapi atau pun Radiopharmaceutical. Melihat rambut sendiri rontok dengan drastis hanya akan membuat pasien panik akan penyakitnya.


Kini Daniel sudah tidak memiliki rambut sekali, hati Britney pilu melihat suaminya yang terbiasa saat didalam kamar sering berkaca sambil menyisir rambutnya karena menurut Daniel rambutnya membuatnya terlihat jauh lebih tampan, tapi kini rambut itu harus dipangkas seluruhnya.


Tanpa disadari oleh Daniel dan yang lainya, Angeline yang melihat Daniel digunduli dari balik pintu menangis tersedu-sedu dan ditenangkan oleh Dokter Fred.


"Sabar Angel, ini baru awal kedepannya kau pasti akan melihat hal lebih lagi yang terjadi akibat efek samping pengobatan itu kau harus kuat!"


"Kenapa harus Daniel, dia anak baik dia suami yang baik! Dia tidak pantas menerima penyakit ini Fred,"


"Aku tau, Daniel adalah anak paling baik yang pernah aku temui dia penurut dia penyayang dan tidak pernah sekalipun dia membangkang orangtuanya, jadi Tuhan sangat menyayanginya dengan musibah ini,"


Setelah memangkas habis rambut Daniel, Dokter memberitahukan bahwa besok pagi jadawal Daniel kemoterapi kemungkinan 2-3 jam, setelahnya akan dilanjutkan oleh pengobatan radiasi. Dokter dan suster pun pergi meninggalkan ruangan itu.


"Apa aku jelek sekali saat ini Brit?"


"Tidak by kau masih tampan, memangnya memangkas rambut bisa membuat wajah mu berubah, wajahmu tetap sama sayang!"


"Kalian ini romantis sekali si, waw kau jauh terlihat lebih fresh tanpa rambut begitu Niel,"


"Mom, kau darimana saja?.Hai Dokter Fee,"


"Momy sudah dapat rumah, besok setelah pengobatan kita pulang ya, bolak balik saja ke rumah sakit, disini kau juga bosan kan?"


"Iya mom, aku kasihan juga dengan Brit di rumah sakit dia kurang istirahat,"


"Mom, Paman Fred, aku titip suamiku dulu ya mau keluar sebentar!"


"Mau kemana sayang? Aku ant," Daniel lupa kalau dia sekarang sakit keras dan bersikap seperti orang normal ingin mengantar istrinya.


"Tidak usah by, cuma sebentar!"


Britney pergi keluar ruangan, sementara Daniel mulai emosinya tidak stabil karena sebagai seorang suami mengantar istrinya keluar saja dia tidak bisa.


"Aku muak mom,"


"Niel, jangan bicara begitu!"


"Aku ingin menjadi suami yang bisa diandalkan oleh Britney, tapi momy lihat kab baru saja bahkan hanya sekedar mengantar dia keluar aku tidak mampu mom!"


"Niel, kau bisa melakukan banyak hal itu nanti setelah sembuh karena itu semangat mu harus semakin dipupuk! Kau mau kan bisa mengantar istrimu kemana pun dia pergi, jadikan itu sebagai bara api untuk mendorong semangat mu agar bisa sembuh!" kata Fred.

__ADS_1


Sepanjang jalan Britney menangis tersedu-sedu, hanya ketika berada diluar seperti inilah dia bisa mengeluarkan semua rasa sesak didadanya karena kondisi Daniel, Britney melihat disekitaran jalan raya dekat rumah sakit terdapat danau besar dengan pepohonan disepanjang danaunya.


"Aaaaaaaaaa, aaaaaaaa, aku benci aku benci kangker!!"


Britney berteriak mengeluarkan uneg-uneg yang selalu dia tahan demi kesembuhan Daniel. Tapi teriakannay ditempat ini membuat hatinya bisa sedikit lega.


"Rasanya lega bisa berteriak, rasanya lega bisa menangis hingga puas!"


Setelah mengeluarkan sesak dihatinya, Britney melanjutkan langkah kakinya untuk pergi mencari toko yang menjual kupluk dan topi untuk Daniel pakai agar dia percaya diri dan tidak fokus pada kepalanya yang plontos.


Akhirnya Britney menemukan toko yang menjual berbagai macam topo dan kupluk dengan aneka macam warna yang menarik.


"Kayanya warna abu dan hitam, putih juga boleh deh cocok untuk hubby!"


Britney membeli 5 kupluk dan 5 topi dengan berbeda warna, setelahnya Britney segera kembali ke rumah sakit.


"Sayang darimana saja malam begini baru sampai?"


Daniel tidak tau saja kalau Britney harus melepaskan uneg-uneg dalam hatinya agar lebih kuat ketika dihadapan Daniel, dan sekarang Britney jauh lebih baik.


"Taraaaa," Britney menunjukkan topi dan kupluk itu.


"Kau membeli untuk ku?"


"Bagaimana bagus?"


Angeline pun merasa terhibur dengan keceriaan Britney, terlihat Daniel tersenyum lebar karena Britney membelikan kupluk serta topi yang banyak untuknya.


"Coba pakai ya by, aku juga beli cermin ini tadi ditoko sebelahnya!" Britney memegangi cerminnya agar Daniel bisa berkaca didepannya.


Daniel pun mencoba kupluk berwarna abu-abu dan melihat dirinya didepan cermin, namun bukannya tersenyum bahagia Daniel justru melihat wajahnya yang terlihat pucat dan tulang pipi yang semakin terlihat.


"Lihat kau tampan sekali,"


"Sudah Brit, aku tidak mau berkaca lagi!" Daniel tersenyum semu.


"Oke, tapi pakailah kupluk itu, bikin hangat juga kan by!"


"Iya sayang, terimakasih ya!"


"Mom, momy pulanv ke rumah saja besok baru kesini lagi pas kemo!"


"Tapi kau kan belum istirahat Brit, kau saja yang pulang!"

__ADS_1


"Tidak mom, aku lebih suka tidur disini bisa seranjang dengan Daniel,"


__ADS_2