Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 32


__ADS_3

Daniel terpaksa harus beranjak dari atas ranjang dan berjalan menuju pintu, untuk membukakan pintu.


"Hai Niel, aku boleh masuk kan?"


"Sierra ada apa?" Daniel masih enggan mempersilahkan Sierra untuk masuk kedalam dengan hanya membuka pintu seperempatnya saja.


"Kita kan belum membahas tentang sponsor untuk proyek terbaru kita ini Niel, aku sudah mendapatkan beberapa email masuk kita harus pilih mana saja yang akan kita gaet untuk menjadi sponsor prodak kita ini!"


"Yasudah besok saja Ra, aku sedang sibuk!"


"Ayolah Niel, besok kan kita langsung ke dua daerah untuk survei tempat! Setelahnya kita langsung balik ke kota, gak akan sempat Niel,"


Britney yang kesal dengan suara Sierra yang tidak tahu malunya merengek-rengek terus terhadap Daniel, segera melepaskan beberapa kancing pakaiannya, lalu mengacak-acak rambutnya sendiri, dan menyingkap rok tersebut sekalian membuka separuh resletingnya.


"Perfect!" Britney segera berjalan menuju kedepan pintu.


Setibanya didepan pintu, Sierra langsung mendelik kearah Britney karena melihat keadaan Britney seperti seseorang selesai melakukan kuda-kudaan.


"Sayang, by kok lagi nanggung ditinggal si," Britney langsung gelendotan pada tubuh Daniel.


Sierra pun langsung pergi meninggalkan kamar tersebut dengan menahan amarah dihatinya, segera dia masuk kembali ke kamarnya sendiri.


"Apa Daniel sudah melakukannya pada gadis itu? Tidak mungkin, tidak, aku tidak rela jika Daniel menyentuh gadis ingusan itu. Lihat saja Britney, aku tidak akan membiarkan kau tetap bersama dengan Daniel."


Daniel pun menutup pintu kamarnya kembali! Sementara Britney sudah membetulkan kancing bajunya, dan juga roknya yang tersingkap.


"Kenapa kok dikancingkan lagi?"


"Tadi itu kan hanya acting!" Britney melenggangkan kaki menuju ranjang.


"Acting tapi bikin terongnya bangun loh Brit, kangen katanya!"


Britney hanya menyunggingkan senyum dibibirnya, sementara Daniel melepaskan pakaiannya satu persatu untuk mandi terlebih dahulu.

__ADS_1


"Aku mandi dulu ya, kalau mau ikut pintunya engga aku kunci kok," Daniel mengedipkan matanya lalu masuk kedalam kamar mandi.


"Kenapa si dia itu suka sekali memakai handuk sepinggang begitu! Kan jadi ngiler," Britney melepaskan pakaiannya sendiri.


Daniel yang seharian ini sudah panas-panasan sangat butuh sekali kucuran air shower untuk menyegarkan tubuhnya kembali! Tubuh kekar berkulit putih bersih itu, semakin terlihat mempesona saat air dari shower membasahinya.


Dari arah belakang, Britney melingkarkan kedua tangannya ditubuh Daniel, entah kapan gadis belia itu melepaskan seluruh pakaiannya lalu menyelinap masuk kedalam kamar mandi ini, yang jelas Daniel sangat senang saat kedua tangan mungil itu melingkar ditubuhnya.


Tubuh Britney pun sudah basah terkena guyuran air shower yang mengalir deras, kedua labu importnya kini melekat sempurna pada punggung Daniel yang sama-sama sudah basah.


"Aku tau kau pasti akan masuk kesini!"


"Kenapa bisa tau?" Britney menciumi punggung Daniel.


"Karena aku sudah menjadi candu untukmu kan?"


"Kau sangat kekar by, tubuhmu aku suka sekali aku sudah kecanduan oleh tubuhmu by," Britney terus menciumi punggung Daniel ditengah derasnya kucuran air shower.


"Ah, kenyal sekali Brit," Daniel merasakan kedua labu import itu menempel dan membuatnya merasakan kenyal kenyal tak bertulang.


Daniel membuka kedua tangan Britney yang melingkar ditubuhnya, lalu tubuh Daniel pun berbalik sehingga berhadapan dengan tubuh Britney. Dilihatnya wajah Britney yang sedang basah namun justru menambah kecantikan wajahnya saat ini.


Daniel langsung mencengkram tulang pipi sebelah kiri dan kanan Britney oleh kedua tangannya, lalu dilu m atnya bibir gadis belia itu dengan lemah lembut saling men ye sap dan saling membelitkan kedua lidah mereka.


Daniel sangat menikmati bibir Britney yang manis dan lembut seperti buah anggur merah yang membuatnya tidak bisa berhenti me lum at dan menggigitnya pelan, kedua tangan Britney berpegangan kebelakang yang merupakan dinding kaca yang sudah basah akibat terciprat air dari shower.


Puas dengan menikmati bibir Britney, ciuman Daniel menjalar menuruni leher jenjang Britney, Daniel menjulurkan lidahnya untuk menikmati inci demi inci leher jenjang itu hingga membuat si empunya mulai gelisah.


"Ammmttt ah hubby,"


Ciuman itu terus menuruni dari leher kepundak Britney, digigitnya kulit pundak Britney kiri dan kanan hingga membuat Britney harus meringis.


"Ssstt ah,"

__ADS_1


Daniel yang sudah sejak tadi memperhatikan kedua labu import milik Britney menggantung sempurna tanpa ada penghalang sedikit pun, sudah tidak sabar untuk menikmati pucuk dari labu import milik Britney.


Usianya yang sudah sangat matang, membuat naf su Daniel gampang terpancing dan butuh mendapatkan kepuasan melalui apapun itu yang ada ditubuh Britney.


Diraihnya kedua labu import yang sintal dan berukuran besar itu oleh kedua tangan Daniel, di re m asnya kedua labu import milik Britney berputar-putar terus menerus seperti sedang membuat suatu adonan, yang memerlukan kekuatan kedua tangan untuk mengolahnya.


Dan sekali hap, satu labu import itu berhasil masuk kedalam mulut Daniel, dihi sapnya oleh Daniel hingga membuat Britney menyandarkan tubuhnya pada dinding kaca, Daniel seperti bayi yang sedang butuh ASI karena dia melahap labu import itu sangat rakus hingga sesekali memainkan oleh ujung lidahnya pucuk labu import milik Britney.


"Ah geli by, by Ah,"


Britney menekan wajah Daniel hingga wajahnya terbenam sempurna dan kesulitan bernafas karena diapit oleh kedua labu import milik Britney, Britney semakin merasakan nikmat saat wajah Daniel benar-benar tenggelam disela-sela labu import miliknya dengan begitu Daniel akan lebih melahap habis kedua labu import miliknya dengan penuh naf su.


Rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata saat Daniel terus menghi sap labu milik Britney, yang bisa dilakukan Britney hanya menge rang dan menekan wajah Daniel agar tetap melakukan hal itu karena Britney menyukainya.


Terong Belanda itu pun sudah menunjukkan taringnya saat ini,.dia mengembang sempurna dan mengeras sempurna dibawah sana.


Puas dengan labu import milik Britney, Daniel pun melepaskan his apannya dari kedua labu import itu! Dipandanginya tubuh polos Britney, gadis belia itu sangat menarik bir a hi Daniel karena tubuh dan wajahnya yang begitu menawan.


"Sudah berdiri tegak by,"


"Kau mau Brit?"


"Iya by mau,"


Britney segera meraih terong Belanda milik Daniel, membuat kedua mata Daniel terpejam merasakan tangan Britney bermain dibawah sana.


"Britney, ah,"


Britney terlihat memainkan terong Belanda yang sudah mengeras seperti tongkat besi, begitu besar dan panjang digenggaman kedua tangan Britney yang memang mungil.


"Britney kau nakal sekali sayang! Ah," Daniel segera meraih bagian bawah istrinya itu hingga membuat Britney harus meregangkan kedua pangkal pahanya agar tangan Daniel bisa bergerak leluasa.


__ADS_1


♥️♥️♥️


Niel kok kamu nakal banget si Niel, othor ga rela loh kamu jadi ternodai begini 😭


__ADS_2