Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 117


__ADS_3

Pintu kamar itu ditutup oleh Sierra lalu El keluar dari dalam troli, melihat Sierra dan Elrald datang Joanna yang sudah bersiap untuk melarikan diri dari vila yang selama ini memenjarakan dirinya merasa lega karena sejauh ini rencana mereka berlangsung mulus.


"Kau sudah siap kan?"


"Iya Sierra,"


"Ayo El kau harus bisa membekuk kedua penjaga itu!"


"Beres Sierra,"


Sierra pun membuka daun pintu kamar itu, sementara Joanna dan Elrald bersembunyi disamping kiri dan kanan daun pintu yang dibuka.


"Nyonya Joanna sepertinya kabur dia tidak ada didalam kamar ini!"


"Ah tidak mungkin pelayan, kami berjaga dengan ketat mana bisa dia keluar dari dalam kamar tanpa melewati kami!"


"Kalau begitu periksa saja sendiri kalau tidak percaya,"


Kedua penjaga itu pun masuk untuk membuktikan perkataan Sierra, lalu Elrald dan Joanna yang sudah standby dengan kantong plastik besar membekap keduanya. Buru-buru Sierra menutup pintu kamar itu dan Elrald menghajar satu persatu penjaga yang kepalanya sudah tertutup kantong plastik hingga mereka sulit melakukan perlawanan.


"Joa ambilkan tambang!"


"Iya Sierra," Joanna berlari mengambil tambang yang biasanya tambang itu digunakan untuk mengikat dirinya oleh Jazz.


Diberikannya tambang itu pada Sierra lalu Elrald yang sudah berhasil membuat tubuh kedua penjaga itu ambruk kelantai, langsung mengikat kedua tangan dan kaki penjaga-penjaga itu.


"Joa kau masuklah kedalam troli aku takut didepan masih ada penjaga yang memergoki!"


"Iya Sierra!" Joanna masuk kedalam troli.


Mereka bertiga akhirnya keluar dari dalam kamar Joanna yang sudah mereka kunci terlebih dahulu untuk mengurung dua penjaga kamar itu.


Sierra berjalan lebih dulu sambil mendorong troli sementara Elrald berjalan dibelakang guna menjaga jarak agar pelayan yang berlalu lalang tidak merasa curiga.


Ketiganya berhasil turun kelantai dasar disana ada beberapa penjaga yang sedang berdiri tegak, namun tidak menaruh curiga sama sekali karena pelayan membawa troli itu hal biasa, ditambah Elrald terlihat tengah membaca sebuah catatan untuk belanja bahan pokok agak jauh dari Sierra membuat penjaga tidak ada alasan untuk mencurigai mereka.


Kini sampailah di rute untuk keluar dari vila itu, dilihatnya para penjaga yang tadi pagi menenggak kopi sudah ada yang tidur pulas sementara beberapa laginya sudah tidak fokus akibat rasa kantuk yang luar biasa, membuat para penjaga tersebut lalai dan tidak mengecek troli yang dibawa sampai ke gerbang depan vila.


Elrald dan Sierra tersenyum bahagia keduanya bahkan melakukan TOS karena berhasil lolos dari semua penjagaan itu.


"Yes kita berhasil El, mulus!"


"Iya Sierra kau memang handal jika urusan seperti ini,"

__ADS_1


"Tentu saja siapa dulu dong, Sierra,"


Joanna yang mendengar percakapan Sierra dan Elrald, bahwa sejauh ini kita sudah berhasil hanya tinggal berjalan ke bibir pantai untuk menuju kapal.


"Kita berhasil keluar vila Sierra?" tanya Joanna dari dalam troli.


Sambil mendorong troli Elrald dan Sierra tiba-tiba menghentikan langkah kakinya saat sudah sampai dibibir pantai! Seharusnya hanya ada satu kapal saja dibibir pantai, tapi ini ada 3 kapal yang berada dibibir pantai itu artinya salah satu kapal itu pasti milik Jazz yang telah kembali.


Benar saja dugaan Sierra, Jazz dan ke lima orang penjaganya turun dari kapal. Jazz yang melihat Sierra serta Elrald berada dibibir pantai dengan menggunakan troli merasa ada yang tidak beres. Kemudian dihampirinya Sierra dan Elrald oleh Jazz serta ke lima penjaganya.


"Wah ada apa ini? Dua orang pelayan membawa troli yang tertutup sampai kebibir pantai aku penasaran apa isi dibalik troli itu!" Jazz semakin mendekat.


Sementara Joanna hafal siapa orang yang baru saja berbicara, Joanna benar-benar ketakutan didalam sana bagaimana kalau sampai Jazz membuka gorden troli ini??


Elrald dan Sierra pun tidak tau harus berbuat apa, jantung mereka dag dig dug.


"Tuan kau sudah pulang?"


"Aku tanya bodoh! Apa yang kau sembunyikan dibalik gorden troli itu!" teriak Jazz sontak saja membuat Sierra keringat dingin.


Jazz berjalan lalu meraih gorden tersebut dibukanya dengan cepat gorden bawah tersebut, betapa memuncaknya amarah Jazz saat melihat sosok Joanna yang ada didalam troli tersebut.


Rupanya kedua pelayan ini berencana untuk membawa kabur Joanna dari pulau menggunakan kapal untuk membeli kebutuhan pokok ke kota.


Dipelintirnya tangan Elrald oleh Jazz hingga membuat Elrald meringis kesakitan.


Aaa....


"Kalian akan mati disini!"


Melihat tangan Elrald dipelintir oleh Jazz hingga Elrald terus meringis kesakitan, Joanna segera keluar dari troli lalu bersimpuh dibawah kaki Elrald.


"Jazz, aku mohon jangan sakit kak El lepaskan dia! Kau boleh membunuhku Jazz tapi jangan sakiti dia!"


Jazz membanting tubuh Elrald kepasir pantai.


Bug..


Prok.


Prok.


Prok.

__ADS_1


Hahahaha...


"Joanna si gadis ja langku! Rupanya ini laki-laki yang kau cintai itu? Kau menghubungi laki-laki payah ini untuk membawa mu keluar dari pulau milik ku?"


"Jangan mimpi Joanna, kau sudah membuat ku sangat murka! Bagaimana kalau sekarang kita sedikit bersenang-senang kau mau?"


"A-apa maksud mu Jazz?" Joanna semakin ketakutan karena dibalik bahasa santai yang dikatakan oleh Jazz justru tindakannya akan lebih menakutkan.


Jazz menarik tangan Joanna untuk berdiri.


"Hei laki-laki payah, bagaimana kalau aku mencum bu tubuh wanita ja lang ini dihadapan mu? Bukankah akan sangat menyenangkan?"


Hahaha...


Perkataan Jazz jelas melukai perasaan Joanna.


"Brengsek, bajing an!" Elrald maju lalu hendak memukul Jazz tapi kaki Jazz lebih dulu menjangkau dada Elrald hingga tubuh Elrald kembali ambruk diatas pasir putih tersebut.


Bug..


"Kau lihat itu pacar mu itu sudah tidak berdaya, aku punya ide untuk kita bersenang-senang sekarang! Bagaimana kalau kau mengu lum kejantanan ku dihadapan kekasih mu itu ja lang, kau mau kan?"


Hahahaha...


Joanna terus menangis karena perkataan Jazz membuatnya sangat merasa dilecehkan. Jazz bahkan menurunkan resleting celananya disambut gelak tawa dari kelima penjaganya, didorongnya tubuh Joanna agar membungkuk diantara pangkal paha Jazz.


Tak tahan dengan sikap kurang ajar Jazz, Sierra akhirnya berani maju dan menampar Jazz yang sedang sibuk menekan kepala Joanna agar mau mengu lum kejantanannya.


Plak..


"Sit pel a cur sialan!" Saat tangan kanan Sierra menampar pipi Jazz.


"Jika aku memang pela cur maka aku tidak akan sudi meng u lum terong mu yang kecil seperti curut itu!"


Mendengar hinaan dari mulut Sierra membuat Jazz mencengkram leher Sierra lalu membanting tubuhnya hingga tubuh Sierra ambruk diatas pasir.


Aaaa...


Sierra meringis kesakitan akibat pinggangnya menghantam pasir. Sementara di kapal ketiga, seorang laki-laki sibuk membalurkan sanblock ketangan dan kakinya, tak lupa kaca besar dihadapannya untuk menampilkan ketampanan wajahnya.


"Apa yang sebenarnya dia lakukan? Kita harus buru-buru menolong mereka?"


Sementara keduanya hanya bisa menepuk jidat disaat seperti ini dia malah sibuk memakai sanblock terlebih dahulu karena takut kulitnya gosong di pulau ini.

__ADS_1


__ADS_2