Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 6


__ADS_3

Keesokan harinya, Britney masih libur sekolah sementara Daniel ingin pergi untuk sekedar mengunjungi perusahaan yang akan dia ambil alih nantinya! Britney terbangun dari tidurnya saat cahaya matahari yang masuk dari jendela kamarnya mengusik kedua matanya.


Tak lama kemudian, Daniel keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut yang masih basah menetes ke tubuh kekarnya, Daniel juga hanya mengenakan handuk sepinggang saja membuat otot-otot diperutnya dapat terlihat jelas oleh Britney, hingga membuat Britney menelan salivanya.


"Jangan dipandang terus, nanti pengen loh!"


"Ih dasar, siapa juga yang mandangin Paman terlalu percaya diri banget jadi orang! Harusnya Paman itu malu cuma pakai handuk sepinggang begitu didepanku!"


"Untuk apa aku malu, kau kan istriku!"


"Tapi aku tidak mau melihatnya Paman,"


"Kalau begitu dipegang aja jangan dilihat!"


"Ngapain kurang kerjaan pegang-pegang Paman," Britney beranjak dari ranjang sambil mengucek-ngucek matanya untuk menuju ke kamar mandi.


"Oh jadi semalam itu lagi kurang kerjaan ya?"


Langkah kaki Britney terhenti, karena tidak mengerti dengan yang dikatakan oleh Daniel.


"Semalam? Memang semalam aku ngapain?"


"Kau meraba-raba dibalik selimut dan memegangnya loh!"


Deg..


Britney teringat kembali akan peristiwa semalam saat tak sengaja memegang terong Belanda milik Daniel yang besar dan panjang hingga membuat bulu kuduk dipundaknya merinding.


"Paman, kau benar-benar pria mesumm. Menyebalkan!" Britney lantas menahan rasa malunya dan buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.


Didalam kamar mandi, Britney mengangkat satu tangannya yang dia pakai semalam memegang terong Belanda milik Daniel. Sementara Daniel hanya tersenyum saja melihat Britney yang kedua pipinya langsung memerah karena malu.


Daniel dan Britney turun ke lantai utama untuk sarapan bersama dengan keluarga mereka!


"Menantu momy sudah bangun, sudah wangi lagi!" goda Angeline.


"Iya mom," Britney mengukir senyum semu lalu duduk di meja makan.


"Britney layani suamimu ambilkan roti dan isi dengan selai kesukaannya!" kata Larisha.


Britney hendak menolak, tapi saat ini semua mata tengah memandang kearahnya bisa-bisa jika dia tidak mau Larisha akan mengomelinya tanpa henti.


"Iya mom, kau mau selai apa Paman?"


"Kalau kau sukanya selai apa?"

__ADS_1


"Ditanya malah tanya balik!" ketus Britney.


"Britney!" Tuan Lan menatap tajam kepada Britney.


"Aku suka selai kacang Paman, kau mau juga aku isi rotinya dengan selai kacang?"


"Tentu, pasti enak rasanya!" Daniel tersenyum pada Britney.


Disela-sela sarapan keluarga besar itu, Angeline membuka obrolan.


"Niel, setelah mengantar kami ke bandara kau mau kemana hari ini?"


"Aku akan ke kantor mom, sebelum mulai mengambil alih aku ingin mempelajari beberapa hal tentang perusahaan kita itu!"


"Ajak Britney juga Niel, dia kan masih libur sekolah!" Tuan Lan menimp.


"Nah benar tuh, istri harus ikut suaminya!" ledek Domanick.


Rasanya semua orang dimeja makan ini senang sekali menyerang Britney secara bersamaan, terkecuali Bright yang hanya tersenyum dan menyimak obrolan semua orang.


"Oh ya Niel, Dady dengar Sierra balik ke negara ini dan ingin menjadi sekertaris mu lagi katanya! Lebih baik nanti kau terima, susah loh cari sekertaris sekompeten Sierra!" kata Damian.


"Iya Dad, tapi Sierra belum mengabari ku!"


Britney menyimak obrolan Daniel dan kedua orangtuanya, sepintas dalam hatinya bertanya-tanya siapa Sierra? Namun pikiran masa bodo terhadap kehidupan Daniel, membuat Britney tidak terlalu peduli.


"Britney, momy dan Dady ada acara penting dengan teman bisnis Dady mu, nanti kau ikut saja dengan Niel ke perusahaannya daripada bete di rumah,"


"Tidak bete kok mom, lagian untuk apa aku ikut Paman ke perusahaannya membosankan!"


Daniel pun mendekatkan wajahnya ke telinga Britney.


"Kau menolak untuk ikut, berarti nanti malam aku akan memberikan konsekuensinya!" bisikan Daniel ditelinga Britney membuatnya takut jika nanti malam Daniel akan melakukan sesuatu terhadapnya.


"Aku akan ikut denganmu Paman!"


Larisha dan Tuan Lan pun senang sedikit demi sedikit Britney bisa nurut dengan Daniel, mereka tidak tau saja bahwa Daniel menggunakan trik khusus. Daniel dan Britney pun pergi ke perusahaan kosmetik milik keluarga Daniel yang sudah lama diurus oleh orang kepercayaannya.


Setibanya di perusahaan, semua karyawan wanita memandang kearah Daniel! Betapa pria yang sudah tidak lajang itu mampu menarik perhatian para wanita-wanita yang ada di kantornya. Britney yang melihat Daniel menjadi pusat perhatian, hanya bisa mengekor dibelakannya.


Daniel membuka pintu ruangan kerjanya, dan saat pintu ruangan kerjanya dibuka.


"Surprise," seorang wanita cantik, dan manis berpakaian layaknya seorang sekertaris berada didalam ruangan kerja Daniel.


Membuat Britney bertanya-tanya, siapa wanita itu? Kenapa dia bisa langsung masuk ke dalam ruangan kerja Paman Daniel.

__ADS_1


"Sierra!" Daniel segera menghampiri Sierra, wanita cantik itu lantas memberikan pelukan hangat pada Daniel.


Membuat Britney sedikit sebal dengan tingkah wanita yang so akrab itu.


"Niel aku minta maaf sekali tidak sempat datang ke pernikahan mu dengan istrimu. Ngomong-ngomong istrimu tidak kau ajak?"


"Ini Britney istriku, Sierra!" Daniel yang semula menghalangi tubuh Britney kini memberikan jalan untuk Britney agar terlihat oleh Sierra.


"Oh ini, hai kau cantik sekali! Tapi sepertinya kau masih sangat muda ya?" sapa Sierra sambil mengulurkan tangannya.


"Hai Sierra kenalkan aku Britney Limson, aku memang sangat muda karena itu kami tidak cocok," ketus Britney.


"Tidak cocok? Okey, Niel aku baru pertama kali mendengar ada wanita mengatakan tidak cocok denganmu!"


"Kami masih tahap pengenalan Ra, aku senang kau kembali menjadi sekertaris ku disini!"


"Ya, karena hanya aku sekertaris yang cocok untukmu Niel! Kalau begitu aku keluar dulu ya, banyak yang harus aku pelajari juga!"


Sierra pun pergi meninggalkan ruangan Daniel, menyisakan Daniel dan Britney didalam ruangan itu. Daniel langsung duduk di kursi dan membuka layar laptop diatas meja kerjanya, Britney pun mendekati Daniel.


"Paman dia siapa, kenapa terlihat akrab sekali denganmu?"


"Kau cemburu?"


"Ih pede banget, aku cuma tanya ya!"


"Dia sekertaris ku di Jerman, kami berteman sejak aku pindah ke Jerman,"


"Sudah hanya itu saja?"


"Dia mantan gadis yang dijodohkan denganku oleh momy dan Dady sebelum kita menikah!"


"Apa? Lalu kau menolak gadis secantik Sierra?"


"Tentu saja, tidak mungkin aku menerima dua sekaligus perjodohan itu kan," Daniel tetap fokus pada layar laptopnya.


"Kenapa kau tidak memilih perjodohan dengan Sierra saja?"


"Karena aku tidak menyukainya!"


"Kau tidak menyukai Sierra? Tapi, apa kau menyukaiku?" tanya Britney semakin penasaran.


Daniel pun menghentikan sejenak aktivitasnya dengan layar laptop dihadapannya. Kedua mata Daniel dan Britney kini beradu pandang, Daniel menatap wajah Britney dengan tatapan teduh.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Kenalan sama Sierra dulu maak, sekertaris seksi.



__ADS_2