Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 79


__ADS_3

Keesokan harinya!


Pagi-pagi sekali Angeline, dan Elrald harus membawa Daniel ke rumah sakit karena hari ini diadakannya kembali jadwal kemoterapi, sementara Britney dan Joanna akan menyusul siang nanti karena harus daftar kuliah terlebih dahulu.


"Aduh Joa, perutku sakit!"


"Astaga Brit, apa bayinya nendang-nendang makanya kau jadi sakit?"


"Kau ini ada-ada saja, usia kehamilan ku kan baru berapa Minggu mana ada bayinya udah nendang-nendang,"


"Lalu kau kenapa? Duduk dulu deh!"


"Aku kecapean kayaknya, sejak tadi keliling kampus aku kan jalan kaki,"


"Benar juga, maaf ya Brit harusnya aku menyiapkan kursi roda agar kau tidak perlu cape berjalan,"


"Untuk apa minta maaf, aku memang tidak boleh manja! Sekarang aku tidak boleh dikit-dikit ngeluh, kasihan hubby kalau aku sampai harus kemana-mana pakai kursi roda dia akan khawatir,"


"Kau sayang sekali pada Daniel ya?"


"Iya, aku sangat menyayanginya Joa! Cepatlah menikah agar kau tau rasanya menyayangi suami sendiri itu seperti apa,"


"Nanti, kalau aku temui yang setampan kak Elrald,"


"Kalau begitu nikahi dia!"


"Ngawur dia sudah ada yang punya Brit,"


"Tikung saja," Britney menaikkan alisnya.


"Sembarangan, aku tidak mau menyakiti hati wanita lain lebih baik aku cari saja laki-laki lain,"


"Yakin bisa? Masalah hati loh ini Joa,"


Hah..


Joanna menarik nafas panjangnya, keduanya selesai dengan urusan kampus lalu mengendarai mobil menuju rumah sakit.


Setibanya di rumah sakit Joanna melirik kearah Elrald yang sedang diam membisu, sementara Britney menemui Dokter bersama dengan Angeline untuk mengetahui perkembangan sel-sel kangker yang ada ditubuh Daniel.


Elrald melirik kearah Joanna begitu juga Joanna yang kebetulan tengah meliriknya.


"Bagaimana kapan mulai kuliah?"


"Hari Senin, sudah mulai!"


"Hmm begitu, sudah makan?"


"Kenapa memangnya?" Joanna memasang wajah judes agar tidak terlena sikap manis Elrald terhadapnya.


"Aku akan beli makan siang, kau mau ikut?"


"Tidak!"


"Ya sudah aku akan pergi sendiri!"


"El, tunggu!" Angeline memanggil Elrald.


"Ada apa Nyonya?"


"Sebaiknya kau dan Joanna pulang saja ke rumah, Dokter bilang Daniel harus menginap disini sehari atau dua hari karena kesehatan Daniel memburuk,"


"Tidak apa aku akan temani Tuan Niel di rumah sakit,"

__ADS_1


"Tidak perlu, saya dan Britney yang akan menjaga Daniel tapi mobil tinggalkan satu disini ya! Kau pulang pakai mobil yang dibawa Joanna saja,"


"Tapi bi, aku,"


"Kau mau menginap di rumah sakit? Katanya ga suka dengan bau rumah sakit bikin ga nafsu makan?"


"Iya si,"


"Dan kau El, kau mau membiarkan Joanna di rumah sendirian?"


"Tidak Nyonya, kalau begitu aku akan pulang dengan Joanna,"


"Yasudah hati-hati ya jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya,"


"Dah bibi!" Joanna melambaikan tangannya.


Elrald dan Joanna pulang berdua dengan saling diam. Joanna merasa sikap baik Elrald karena dia memang orangnya tidak enakan, makanya dengan siapapun Elrald akan bersikap baik, Joanna meyakinkan dirinya bahwa Elrald hanya sebatas peduli karena dia adalah sahabat istri bosnya.


Tiba di rumah, Joanna langsung keluar mobil dan masuk kedalam kamar sedangkan Elrald mengekor dari belakang.


"Joa!"


"Apa?"


"Ganti baju habis itu ikut denganku makan diluar,"


"Aku tidak lapar kak,"


Kruyukk...


Bunyi perut Joanna membuat Elrald senyum menyeringai.


"Ya sudah aku akan mandi dan ganti baju dulu!"


"Memalukan!"


Hari sudah sore Elrald dan Joanna sudah mandi dan berganti pakaian hendak pergi makan diluar bersama, keduanya keluar dari dalam kamar masing-masing.


Elrald menatap sekilas Joanna, kemudian langsung memalingkan wajahnya.


"Cih ada apa dia menatapku kemudian setelah itu memalingkan wajahnya, apa aku sangat jelek sampai membuatnya tidak betah menatap wajahku lama-lama?" Gumam Joanna.


"Kau sudah siap?"


"Iya sudah,"


Baru saja kaki keduanya melangkah sebuah petir terdengar menggelegar.


"Astaga petir kak," Joanna mendekat kearah Elrald dan Elrald spontan memegangi tangan Joanna agar dia tidak takut.


"Sorry," buru-buru melepaskan tangannya saat Joanna menatapnya dengan ketus.


Hujan deras tiba-tiba melanda seluruh kota membuat Elrald dan Joanna mau tidak mau membatalkan jadwal makan diluar, karena malas hujan-hujan begini keluar rumah.


"Duduklah, aku akan buatkan makanan untukmu!"


"Kakak mau masak apa?"


"Hanya spaghetti, karena aku tidak terlalu pandai memasak,"


"Memangnya enak," dengan wajah meragukan.


"Nanti dicoba dulu ya nanti dinilai sendiri!"

__ADS_1


Dua piring spaghetti sudah disiapkan oleh Elrald, dua gelas minuman juga sudah tersedia diatas meja.


"Cobalah!" kata Elrald.


Joanna mulai menyendok spaghetti itu dan dimakannya.


"Bagaimana? Apa tidak enak?" tanya Elrald penasaran.


"T O P, enak banget," Joanna tersenyum manis pada Elrald.


Membuat Elrald pun ikut tersenyum melihat tingkah gadis muda yang menurutnya ribet tapi ternyata sangat menyenangkan. Setelah kenyang Joanna memutuskan untuk kembali kedalam kamarnya karena tidak ingin ada interaksi lebih lanjut lagi dengan Elrald.


Tau sendiri itu tidak akan baik untuk kesehatan jantungnya jika berlama-lama dekat dengan Elrald. Malam harinya hujan turun lebih deras lagi dan petir terus terdengar menggelegar, hingga satu sambaran petir besar mengenai instalasi listrik membuat daerah disekelilingnya mengalami padam listrik.


"Aaaaaa, kak El, kak gelap!! Aduh mana si handphone ku!" Joanna mencari-cari handphone miliknya agar mendapatkan cahaya.


"Nah ini dia!" Dinyalakannya bagian senter handphone miliknya, namun saat diarahkan sebuah wajah muncul dihadapan Joanna secara tiba-tiba.


"Aaaaaaa, hantu!"


Ditariknya pinggul Joanna oleh Elrald dan diarahkannya tangan Joanna yang sedang memegangi handphone agar cahayanya mengenai wajah Elrald.


"Apa ada hantu setampan aku?"


Glek.


Berdekatan dengan sedekat ini dengan Elrald membuat jantung Joanna tidak beraturan detak jantungnya, apalagi posisi tangan Elrald masih berada dipinggul Joanna sementara kedua mata keduanya saling beradu pandang.


"Kak lepaskan aku!"


"Kenapa?"


"Tidak apa-apa, hanya tidak mau sedekat ini,"


"Karena kau menyukai ku?"


"Darimana kau tau?"


"Siapapun bisa melihat jika kau menyukaiku,"


"Tapi itu dulu, sekarang sudah tidak kok,"


Bunyi petir kencang kembali nyaring terdengar dan mengagetkan Joanna hingga dia pun replex memeluk tubuh Elrald dengan erat.


"Aaaaa, petir sialan!"


Sadar kini keduanya saling berpelukan, membuat Joanna buru-buru melepaskan pelukannya dari tubuh Elrald.


"Maaf kak, aku tidak sengaja,"


Namun tubuh Joanna kembali ditarik oleh Elrald, hingga bibir keduanya saling menyatu, Joanna membelalakkan kedua bola matanya saat bibirnya untuk pertama kali saling beradu dengan bibir Elrald.


Elrald memegangi pinggul Joanna dengan kedua tangannya, sementara bibirnya melum at bibir bawah Joanna.


♥️♥️♥️


Ayo sosor El, sebelum negara api menyerang nantinya 😄




__ADS_1



__ADS_2