Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 60


__ADS_3

Sierra yang baru saja terbangun dari tidurnya masih merasakan pusing akibat terlalu banyak mabuk semalam. Diingat-ingatmya kembali peristiwa semalam meski mabuk namun Sierra merasa melihat sosok Elrald memapah dirinya.


"Dasar brengsek, Sierra kau bodoh sekali bisa-bisanya kau merasa laki-laki brengsek itu datang semalam." Gumam Sierra sambil memijit kepalanya sendiri.


"Tunggu!"


Sierra celingak-celinguk melihat seluruh isi didalam ruangan ini.


"Dimana aku?"


Sierra tidak mengenali dalam apartemen milik Elrald karena tidak pernah sekalipun dia masuk ke dalam apartemen Elrald, ditambah lagu tidak ada foto Elrald satupun didalam ruangan ini.


Sierra melototi seluruh tubuhnya, takut-takut dia menjadi korban pelece han atau penculikan.


"Tapi tidak ada bekas sayatan, berarti ginjal ku aman tidak dijual oleh manusia yang membawa ku kesini! Kalau tidak salah ini seperti unit di apartemen ku??"


Ceklek..


"Kau sudah bangun?"


Suara berat seorang laki-laki membuat Sierra sedikit terkejut laki-laki itu perlahan semakin berjalan mendekat kearah ranjang dan kedua bola mata Sierra memutar mengetahui siapa yang saat ini menghampiri dirinya.


"Kau! Brengsek, pergi dari hadapan ku!" Sierra langsung membuang muka.


"Kenapa harus aku yang pergi? Kenapa tidak kau saja yang pergi? Ini kan apartemen ku!" Elrald melepaskan jaket dan menaruh tas kerjanya diatas meja.


"Jadi semalam itu bukan halusinasi ku, kau yang membawaku kesini?" Sierra langsung beranjak dari tempat tidur milik Elrald.


"Mau kemana?"


"Aku tidak Sudi tidur diranjang laki-laki brengsek seperti mu, kau adalah hal yang paling aku benci di dunia ini!" Sierra pergi dari hadapan Elrald.


"Jika tidak punya tempat tinggal, kau bisa tinggal disini lagipula pemilik apartemen yang kau sewa sudah menitipkan koper yang berisi barang-barang mu padaku!"


"Mana koper ku? Dan jangan pernah kau berpikir aku akan berterimakasih padamu, cih aku tidak akan sudi bertemu dengan mu lagi!"


Elrald mengambilkan koper milik Sierra lalu diberikannya pada Sierra.


"Ini koper mu!"


"Jangan pernah lagi muncul dihadapan ku!"


Sierra pergi sambil menyeret kopernya membuka pintu apartemen itu lalu menutup pintunya dengan kencang.


Brag..


Hah...

__ADS_1


Elrald menarik nafas panjang menerima perlakuan Sierra yang tidak ramah sekali, tapi Elrald memaklumi itu semua karena dirinya lah Sierra kehilangan segalanya belum lagi kedepannya tidak akan ada perusahaan yang menerimanya bekerja karena namanya sudah diblacklist dari seluruh perusahaan di negara ini.


Sierra pergi terburu-buru sambil terus menyeret kopernya tanpa tau kemana dia akan pergi sekarang, saat tiba di loby apartemen beberapa penagih hutang itu melihat Sierra karena hutang-hutang keluarga Sierra sudah jatuh tempo.


"Itu orangnya!" salah seorang menunjuk kearah Sierra.


Sierra lantas kembali putar badan dan segera kembali ke lantai atas apartemen Elrald.


Didalam lift Sierra sangat ketakutan karena pasti penagih hutang itu akan marah besar akibat Sierra tak bisa membayar sisa-sisa utangnya.


"Bagaimana ini, aku sangat takut kenapa nasibku semakin hari semakin buruk?"


Ting..


Pintu lift terbuka, rupanya para penagih hutang yang berbadan tinggi besar itu tidak berhenti mengejar Sierra, mereka memakai lift yang lainya dan turun dilantai yang sama dengan Sierra.


"Nah, mau kemana kau?"


"Mau kabur?? Bayar cepat!! Bayar hutang-hutang mu sudah jatuh tempo!"


Sierra dikelilingi oleh beberapa orang bertubuh besar yang menyeramkan itu, tanpa tau harus menjawab apa mereka pasti tidak akan mau pergi sebelum mendapatkan uang dari Sierra.


"A-ampun tapi aku tidak punya uang sekarang Tuan, tolong beri aku waktu satu Minggu!"


"Enak saja! Satu Minggu katamu? Kalau begitu rampas saja tasnya!"


"Jangan! Jangan!"


"Hei hentikan!" Elrald berjalan mendekati Sierra dan para penagih hutang itu.


"Siapa kau?"


"Berapa hutangnya yang harus dibayar sekarang?"


"Ini!" memberikan catatan hutang keluarga Sierra yang jumlahnya ternyata sangat fantastis, dan setiap bulannya Sierra harus membayar hutang-hutang itu berikut bunganya.


Elrald pun tidak mungkin dapat melunasi semua hutang keluarga Sierra, tapi jika membayar cicilan bulan ini Elrald akan membayarnya.


Elrald mengeluarkan handphone miliknya lalu mentransfer sejumlah uang ke rekening yang tertera didalam map yang berisi catatan hutang keluarga Sierra.


"Sudah aku transfer tagihan bulan ini!" Elrald menunjukkan transferan sesuai tagihan nominal bulan ini.


Akhirnya para penagih hutang itu melepaskan Sierra setelah memberikan peringatan bahwa Sierra tidak boleh sampai telat lagi membayar hutang-hutang itu.


Elrald melihat wajah lelah Sierra, pantas saja wanita itu selalu menghalalkan segala cara untuk hidup lebih baik dari sekarang ternyata beban yang dia pikul itu sangat berat, apalagi Sierra adalah seorang wanita sejatinya makhluk yang lemah.


"Jangan menatapku penuh kasihan seperti itu, aku tidak butuh dikasihani!"

__ADS_1


"Masuklah kedalam apartemen ku, diluar tidak aman untukmu!"


"Kau pikir kau berjasa setelah melunasi tagihan hutang ku bulan ini? Tidak, kau tidak lebih dari laki-laki brengsek yang menghancurkan hidupku dan masa depanku!"


"Maki-maki aku didalam saja! Sambil kita sarapan! Memaki-maki orang juga butuh tenaga banyak Sierra" Elrald meraih koper milik Sierra.


Sierra hendak menolak tapi perutnya benar-benar tidak bisa diajak kompromi saat ini.


Kriukkk... Kriukkk.


"Tuh perut mu sudah bunyi! Kebanyakan marah-marah cepat lapar ya Ra?" goda Elrald sambil tersenyum.


"Jangan tersenyum! Aku benci melihat itu!"


Sierra masuk kedalam apartemen Elrald, dan Elrald menyusulnya dari belakang. Setelah menaruh koper didekat lemari, Elrald meraih satu tangan Sierra meskipun langsung ditepis oleh Sierra.


"Jangan sentuh!"


"Iya maaf! Ayo duduk, ini sarapan untukmu!" Elrald menyodorkan sarapan pada Sierra.


Perut Sierra sangat lapar tapi dia terlalu gengsi untuk memulai melahap sarapan itu dihadapan Elrald.


"Kau tidak lapar?"


Sierra hanya diam saja, dan menatap sarapan dipiring itu.


"Aku akan ambilkan susuu untuk mu!"


Elrald menuju kitchen set lalu membuat dua gelas susuu untuk Sierra dan untuknya sendiri.


Ketika menengok ke meja makan, sarapan dipiring Sierra sudah raib entah hilang kemana, membuat Elrald kebingungan.


"Sarapan mu hilang Ra, apa kau sudah memakan sarapannya?"


"Aku tidak lapar!" Sierra membuang muka.


"Aneh aku ingat sekali sudah menaruh makanan itu dipiring mu juga, Sierra aku akan ambilkan lagi makanan untukmu!"


"Memang seharusnya begitu kan, hidupku hancur karena kau memang seharusnya kau sekarang yang menanggung hidupku!" ketus Sierra.


"Iya aku akan membantu agar kau bisa bangkit kembali, dan selama proses itu aku akan memberikan semua kebutuhan mu termasuk mencicil hutang mu!"


Entah kenapa mendengar perkataan Elrald yang begitu halus ditelinga membuat rasa benci dihati Sierra itu perlahan seperti mulai terkikis walaupun sedikit.


♥️♥️🔥


Si paling judes..

__ADS_1



__ADS_2