Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 80


__ADS_3

Entah harus marah atau bahagia saat merasakan bibirnya dengan bibir Elrald saling berpagutan satu sama lain, meskipun Joanna masih membuka lebar kedua matanya dan bibirnya hanya pasrah saja ketika Elrald semakin liar melum at bibir bawahnya menariknya kemudian menye sapnya kuat.


Joanna masih engga untuk membalas ciuman mesra itu, tapi permainan bibir Elrald membuat Joanna semakin lama semakin menikmati ciuman itu, dilihatnya kedua mata El sudah terpejam menikmati setiap kelembutan bibir Joanna, dan akhirnya Joanna pun ikut terhanyut hingga memejamkan kedua kelopak matanya.


Dibalasnya setiap lum atan yang dilakukan oleh Elrald dengan perlakuan yang sama, Joanna melum at bibir bawah Elrald lalu melum at bibir bagian atas Elrald. Keduanya semakin memperdalam ciumannya hingga Elrald memegangi ceruk leher Joanna dan menekannya agar lebih dalam lagi melakukan ciuman pertama mereka.


"Kak, tunggu!" Joanna kehabisan nafas.


"Maaf kau tidak bisa bernafas ya?"


"Iya kak," Joanna menundukkan wajahnya.


Entah situasi macam apa ini, kenapa tiba-tiba Elrald mencium bibirnya, dalam hati Joanna penuh tanda tanya dan tidak tau harus bagaimana menghadapi situasi seperti ini, sementara diantara keduanya belum memiliki hubungan sama sekali.


Diraihnya dagu Joanna oleh Elrald dan tatapan itu sungguh masih sama dengan tatapan saat tadi Elrald menjatuhkan ciumannya secara tiba-tiba.


Disentuhnya bibir Joanna yang masih basah akibat sisa-sisa saliva perbuatan Elrald terhadapnya. Saat ingin kembali meraup bibir Joanna, Joanna menghindar.


"Kenapa?" tanya El.


"Apa begini kebiasaan mu, kau bebas menciumi bibir wanita manapun tanpa ada ikatan apa-apa?"


"Joa, aku minta maaf! Kita selalu bersama dan itu membuat perasaan ku terhadap mu berbeda," Elrald menundukkan wajahnya dihadapan Joanna.


Tanpa diduga Joanna justru berjinjit dan meraup bibir Elrald membuat hasratt El semakin membuncah mendapatkan kesempatan yang langka ini, dengan memperdalam ciumannya Elrald membawa Joanna keatas ranjang miliknya.


Tubuh Elrald saat ini sudah berada diatas tubuh Joanna, dan keduanya masih betah saling berpagutan satu sama lain. Namun tiba-tiba muncul bayang-bayang surat dari Sierra yang mengatakan bahwa dia telah hamil.


Seketika Elrald pun langsung mengakhiri ciumannya, Elrald merasa jadi laki-laki bajingann ketika Sierra dan calon anaknya saja belum ditemukan kini malah hampir melakukan hal-hal yang tidak-tidak pada Joanna.


Sementara dirinya sendiri belum yakin dengan perasaan yang dia miliki untuk Joanna, Elrald duduk dibibir ranjang dan Joanna pun kebingungan melihat ekspresi penyesalan diwajah Elrald.


"Kau menyesal?"


"Tidak, bukan begitu Joa! Aku hanya merasa aku harus membereskan terlebih dahulu masalahku, sebelum aku melakukan ini padamu,"


"Maksudmu apa?"

__ADS_1


"Aku tidak bisa bersamamu saat ini Joa, maafkan aku sudah lancang terhadap mu, aku akan mencari lilin untuk menyalakannya di kamarmu,"


Elrald pergi meninggalkan Joanna yang masih dalam kondisi kesal dan kecewa karena sikap Elrald yang tiba-tiba berubah drastis.


Di dapur Elrald segera mencari lilin untuk menerangi kamar Joanna agar dia tidak ketakutan lagi, namun lagi-lagi bayang-bayang Sierra, dan bayang-bayang kehamilan terus menghantuinya.


Dirogohnya handphone dari saku celana untuk menelpon orang suruhannya.


"Halo,"


"Halo Tuan El,"


"Kau sudah menemukan Sierra? Atau ada perkembangan kah tentang keberadaanya?"


"Kemarin saya sempat menemukannya Tuan tapi saya kehilangan jejak, saat itu dia sedang berbelanja disalah satu supermarket, dan sudah dua hari ini saya terus berada disekitar supermarket ini berharap nona Sierra muncul kembali,"


"Baiklah terus berjaga disana bila perlu tambah orang untuk mencarinya, nanti aku transfer bayaran mu lebih banyak lagi,"


"Baik Tuan, kami yakin anda pasti sangat mencintai wanita ini sampai-sampai kau sangat gigih sekali mencarinya,"


Elrald menutup teleponnya, mengingat perkataan dari anak buahnya, jika saat itu Elrald memang jatuh cinta pada Sierra tapi setelah menemukan Joanna, entah kenapa perasaan untuk Sierra tak lagi sama, hanya saja anak yang dikandung Sierra adalah darah dagingnya dan sampai kapanpun Elrald akan mencari Sierra demi anak yang dikandungnya.


Dia coba membuka pintu kamar Joanna, namun rupanya Joanna mengunci pintu kamarnya itu.


"Joa, aku bawakan lilin untukmu!"


Tok.


Tok.


Tok.


"Joa, kita perlu bicara! Keluarlah!"


"Pergilah aku butuh sendiri," teriak Joanna dari dalam kamarnya.


"Baiklah, lilin aku taruh didepan kamarmu!"

__ADS_1


Setelah menaruh lilin didepan kamar Joanna, Elrald pergi kembali ke dalam kamarnya disatu sisi Elrald paham betul apa yang dirasakan Joanna saat ini pastilah kecewa karena sebagai seorang wanita butuh kepastian setelah mendapatkan ciuman seperti tadi.


"Maafkan aku Joa, tapi saat ini aku memang hanya ingin fokus mencari Sierra dan calon anakku yang tengah dikandung oleh Sierra, mungkin perasaan ini cukup aku simpan didalam hati!"


Didalam kamarnya Sierra merenung didalam kegelapan malam, karena listrik pun tak kunjung menyala dan petir yang terus-menerus nyaring terdengar. Air matanya menetes secara perlahan, rasanya baru saja Elrald mengajaknya terbang menembus angkasa dan sekarang Elrald menghempaskannya begitu saja tanpa peduli sakit yang dia rasakan.


"Cih, harapan palsu! Kenyataannya dia memang sudah memiliki kekasih dan tadi aku hanyalah pelampiasannya saja!"


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Joanna kembali ke rumah sakit dengan membawa mobil sendiri! Joanna sengaja berangkat sangat pagi sekali agar tidak bertemu Elrald lagi.


Setibanya di rumah sakit, terlihat Britney dan Angeline saling memeluk dan menangis bersama.


"Britney, bibi, ada apa?"


"Joa," Britney memeluk Joanna dan terus menangis.


"Brit katakan apa yang terjadi?"


"Sel-sel kangker itu justru semakin menyebar, dan kondisi Daniel semakin lemah! Aku harus bagaimana Joa, tolong bantu aku untuk menyembuhkannya, aku minta tolong!"


Hiks.


Hiks.


Hiks.


Joanna memeluk sahabatnya dengan erat, dan membiarkan Britney puas menangis didalam pelukannya.


"Kau tau, aku mengenal mu sebagai gadis paling cerewet gadis paling ceria dan aku rasa Daniel membutuhkan mu dengan sosok yang seperti itu, bukan sosok yang ikut lemah dan menangis seperti ini,"


"Aku marah pada Tuhan, aku benci pada semesta! Mereka tidak mendengar doa ku, mereka tidak mau membantu ku untuk kesembuhan Daniel, aku capek, aku capek!"


Britney terus mengeluarkan keluh kesahnya dalam pelukan Joanna, rasanya baru kemarin melihat Britney berbahagia dengan suaminya. Kini melihat Britney penuh kesedihan seperti sekarang, membuat Joanna ikut merasakan sakitnya menjadi seorang Britney.


♥️♥️♥️


Hai hai maak mau minta maaf ya up-nya cuma sebiji itupun lama dan konfliknya slow banget belum ada penyelesaiannya. Mulai besok akan dipercepat konfliknya biar jedag jedug dan upnya pastinya sekaligus buanyak ya!!!

__ADS_1


Jadi mohon dukungannya terus untuk tetap like🙏🙏🙏


__ADS_2