Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 50


__ADS_3

Arah perjalanan pulang Daniel menyetir hanya dengan satu tangannya sementara tangannya yang lain ia gunakan untuk terus menggenggam tangan Britney, sesekali Daniel melayangkan ciuman pada punggung tangan istrinya itu.


Hingga setengah perjalanan berlalu, suara dering dari handphone Daniel terdengar, dan dengan berat hati Daniel harus melepaskan genggaman tangan Britney.


"Siapa by?" Britney penasaran.


"Selingkuhan." ledek Daniel.


"Apa? Ih, mana sini handphonenya!" Britney berusaha merebut handphone Daniel hingga Daniel pun melepaskan handphonenya dan membiarkan istrinya itu yang mengangkat telepon masuk dihandphone miliknya.


Britney melihat kelayar handphone dan mendapati satu nama yang tak lain dan tak bukan bertuliskan "Papa Mertua".


"Cih, laki-laki tua ini kenapa lebih sering menelepon menantunya dibandingkan anak sendiri?" Gumam Britney.


Sementara Daniel hanya tersenyum saja mendengar perkataan istrinya, Britney pun mengangkat telepon dari Tuan Lan.


"Hallo Dad,"


"Loh, kok yang angkat bukan Daniel?"


"Dad aku ini anakmu, kenapa kau tidak pernah menelpon ku dan malah menelpon suamiku terus?"


"Ah sudahlah! Dady ingin bicara dengan Daniel, berikan ponselnya pada Daniel!"


"Katakan saja padaku! Nanti akan aku sampaikan pada menantu kesayangan mu yang tampan ini,"


"Suruh Daniel menginap di rumah Dady, ada bisnis baru yang harus Dady bicarakan dengan Daniel!"


"Maksudmu kau meminta suamiku menginap, lalu aku anakmu sendiri kau abaikan dad?"


Hahahaha..


"Tentu saja Daniel berhak mengajak istrinya yang bawel dan menyebalkan itu, tenang saja!"


"Ish, orangtua macam apa yang berkata begitu pada anaknya sendiri!"


Tuan Lan pun mematikan teleponnya setelah berbicara ditelepon dan menggoda Britney hingga membuatnya kesal.


"Dady mau membicarakan bisnis ya denganku?"


"Hmm, apa kita harus menginap disana?"


"Ya sudah, kita pulang ke apartemen dulu! Lagipula hari libur memang sebaiknya kita berkunjung ke rumahmu!"


"Ini handphone mu by!" Britney hendak menyerahkannya pada Daniel tapi ragu-ragu.


"Kenapa kok berat banget balikin handphonenya?"


"Habis tadi kau bilang itu telepon dari selingkuhan, apa kau berpikir untuk selingkuh dariku by?"

__ADS_1


"Tidak sayang, kau ini aku kan hanya becanda saja mana mungkin aku selingkuh darimu!"


"Yang benar, apa aku diizinkan melihat isi dari handphone mu?"


"Periksa saja sayang, aku tidak keberatan kok!"


Britney pun menyunggingkan senyum dibibirnya lalu mulai memeriksa isi dari telepon genggam suaminya itu, terlihat beberapa pesan masuk dari beberapa wanita yang nomornya tidak di save oleh Daniel.


Pesan-pesan masuk itu berisi godaan dan pujian untuk Daniel.


"Oh my God apa ini? By, lihat kenapa banyak sekali pesan dari nomor yang tidak kau save?"


"Memang banyak, itu sebagian sudah aku hapus kok! Mereka yang kirim pesan kebanyakan anak dari klien-klien perusahaan ku!"


"Ih ganjen banget si mereka ga punya harga diri!" Britney menghapus seluruh pesan masuk dari nomor-nomor yang Daniel sendiri tidak pernah berminat untuk save nomornya.


"Jangan tergoda ya by, kau kan sudah punya aku!"


"Memiliki mu saja aku sudah merasakan anugerah yang luar bisa Brit, aku tidak butuh yang lain lagi!"


Daniel mengusap rambut panjang Britney dengan penuh rasa sayang.


Setibanya di apartemen Daniel dan Britney mengemasi beberapa pakaian ganti untuk menginap sementara di rumah Tuan Lan, sembari mengemasi pakaian, Britney jadi teringat Daniel kan sedang banyak masalah di kantor.


"By, bagaimana urusan serum glowing skin itu? Apa nanti akan tetap diluncurkan?"


Britney pun membuka sosial media dan memperlihatkan prodak serum dari kompetitor perusahaan Daniel yang sudah launching itu banyak peminatnya.


"Lihat by, serum perusahaan Sierra banyak yang beli padahal ide itu susah payah kau buat!"


"Tenang sayang, aku percaya Elrald akan segera mengatasi masalah ini! Mereka bukan hanya akan dituntut menarik prodak itu, tapi juga akan terancam ganti rugi pada perusahaan ku dengan jumlah yang sangat banyak!"


"Kau matre juga ya by!"


"Kan uangnya juga buat istri," Daniel mengedipkan matanya.


Britney pun gelendotan dibahu suaminya itu, Britney tidak menyangka menjalani hubungan dengan laki-laki yang usianya terpaut dari dirinya ternyata sesuatu hal yang sangat indah! Daniel sangat dewasa dan selalu bisa membuat Britney merasakan jatuh cinta disetiap harinya.


"Aku jadi penasaran dengan cara apa Elrald akan menyelesaikan masalah ini?"


"Yang pasti dengan cara licik juga!" kata Daniel.


"Rasakan saja itu Sierra, sudah ditolak eh malah berkhianat biarkan saja El menggunakan cara licik pokoknya orang licik seperti Sierra harus mendapatkan balasan yang sama liciknya juga!"


Selesai memasukkan pakaian mereka kedalam koper, Daniel merangkul pinggul Britney dan keduanya meninggalkan apartemen untuk menuju ke rumah Tuan Lan.


Mereka akhirnya tiba di kediaman Tuan Lan, security langsung menurunkan koper dibagasi dan membawanya masuk kedalam sementara Daniel menggandeng Britney untuk menemui Tuan Lan.


"Tuan dimana?" Daniel bertanya pada salah seorang pelayan.

__ADS_1


"Tuan sedang di ruangan kerjanya!"


Daniel dan Britney pun menemui Tuan Lan di ruangan kerjanya.


"Malam dad," Britney membuka pintu ruangan kerja Tuan Lan.


"Kalian sudah sampai? Maaf ya Niel, memintamu menginap disini,"


"Tidak apa Dad, Britney juga senang kok bisa menginap di rumah orangtuanya!"


"Brit, kau tidak menyusahkan suamimu ini kan?"


"Tidak, iya kan by?"


"Iya sayang!"


"Haduh romantisnya kau Niel, persis seperti Dady waktu dulu pada momynya Britney,"


"By, besok saja ngobrol-ngobrol laginya, aku ngantuk!"


"Yasudah kau sana tidur duluan, biar Daniel disini bersama Dady!"


"Enak aja, aku tidak bisa tidur jika suamiku tidak ada di sampingku dad!"


"Oh, jangan-jangan kalian mau? Kalian sudah suntik KB kan?"


"Belum, kan sudah habis masa KBnya satu Minggu lalu,"


"Loh nanti kalau kau hamil bagaimana Brit?"


"Biarkan saja lah Dad, lagipula aku ingin kok dihamili oleh suamiku!"


"Hus Brit," Daniel merasa ucapan Britney terlalu fron tal.


"Apa kalian berubah pikiran Niel? Kalian mau mencetak anak dari sekarang, dan ingin segera memiliki anak?"


Daniel pun tertunduk malu, kenapa si hal ranjangan seperti ini sampai harus dibahas dengan ayah mertua langsung.


"Iya Dad, bahkan hubby selalu meminta aku layani setiap hari!" dengan polosnya Britney bicara tanpa disaring.


Membuat kedua bola mata Daniel melotot, tidak percaya istrinya bicara sangat full garr seperti itu didepan ayahnya sendiri. Tuan Lan pun tercengang mendengar ternyata Daniel perkasa juga minta dilayani setiap hari, padahal Tuan Lan belum sempat memberikan hadiah berupa obat kuat untuk menantunya itu.


Sebelum Britney bicara makin parah lagi, Daniel langsung membekap mulut Britney dengan tangannya.


"Dad, aku antar Britney ke kamar dulu nanti aku akan kesini lagi!"


Emm,,, emmm, emm..


__ADS_1


__ADS_2