Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 105


__ADS_3

Mendengar penuturan tentang sosok laki-laki yang menjadi suami Joanna, Elrald rasanya ingin sekali menemui Joanna tapi apalah daya dirinya belum jadi apa-apa.


Setelah diingatkan oleh Domanick, Elrald kembali ke rumah sakit bersama Larisha. Sepanjang perjalanan Elrald sampai menarik nafas panjang terus menerus, dadanya terasa sesak memikirkan keadaan Joanna saat ini.


"Yang aku dengar Joanna buru-buru dinikahkan karena dia mencoba untuk kabur berkali-kali! Tapi saat kami datang ke acara pernikahannya, suaminya terlihat laki-laki baik dan ramah kau jangan terlalu khawatir!" kata Larisha.


Meskipun Larisha sudah mengatakan suami Joanna seperti laki-laki baik-baik, tapi entah kenapa perkataan Domanick terus terngiang-ngiang dikepala Elrald. Akhirnya Larisha dan El sampai di rumah sakit, keduanya menuju ruangan Britney.


"Momy!"


"Nyonya Risha oh akhirnya kau datang juga!" Angeline memeluk besannya itu.


"Nyonya Angeline apa Britney membuat mu kerepotan?"


"Tidak kok Britney anak yang kuat dia benar-benar wanita hebat,"


"Terimakasih ya kau sudah menemani putriku disaat-saat tersulit dalam hidupnya!"


"Justru aku yang harus berterimakasih padamu Nyonya, kau Sudi membiarkan Putri mu satu-satunya menemani Daniel yang sakit keras hingga dia sembuh seperti sekarang!".


"Mom, tidak kecapean langsung kesini?" Daniel memeluk Larisha.


"Tidak Niel, momy kan ingin segera melihatmu yang sudah sembuh kau gemukan sekarang!"


"Iya sekarang Daniel makannya banyak sekali!" kata Angeline.


"Excusme kalian melupakan aku?" Britney menyunggingkan bibirnya karena diacuhkan sejak tadi.


"Eh iya momy lupa!"


"Momy jahat sekali!"


Keesokan harinya keluarga Daniel dan Britney datang ke rumah sakit untuk menemani proses bersalin Britney. Tuan Lan merasa cemas karena putri satu-satunya akan menjalani operasi Caesar demi melahirkan keturunan group Limson.


Larisha juga tak kalah khawatir karena Larisha tau Britney anak yang manja dia takut Britney mengalami hal buruk sat operasi berlangsung.


"Pikirkan yang baik-baik saja kak!" kata Laluna.


"Iya Luna!"


"Mom, Britney pasti bisa kok dia kan sudah tidak manja lagi momy yang tegang ya!" Domanick mengusap-usap pundak Larisha.


"Iya mom anak itu sekarang sudah jadi sosok yang dewasa dan berani, Brit pasti bisa melahirkan anak pertamanya dengan lancar," Bright menyandarkan kepalanya pada Larisha.


Akhirnya Britney dibawa ke ruangan operasi sementara yang lainnya menunggu didepan ruangan operasi, hingga berjam-jam berlalu Daniel semakin tidak tenang karena belum ada tanda-tanda kalau operasinya berhasil.

__ADS_1


"Mom kok engga ada tangisan bayi sampai sekarang?"


"Belum lah Niel, ku tunggu sebentar lagi!"


"Gimana ya mom jika,"


"Hus, Niel kau jangan berpikiran buruk!" tegas Damian.


Namun lamanya operasi Caesar yang dilakukan oleh Britney membuat Daniel terus gelisah memikirkan nasib bayi dan ibunya didalam sana.


Oek, oek, oek..


Binar bahagia terpancar dari seluruh keluarga yang menunggu saat suara bayi terdengar dari dalam ruangan operasi. Semua anggota keluarga memberikan selamat pada Daniel karena hari ini dia resmi menyandang nama seorang ayah.


Setelah beberapa saat Dokter keluar dan memberikan selamat sementara Ibu dan bayinya sedang dipersiapkan untuk berpindah ke ruangan rawat biasa.


Hingga beberapa saat setelah bayi itu lahir Britney yang sudah dipindahkan ke ruangan rawat biasa pun, akhirnya sadar perlahan kedua matanya terbuka pelan-pelan! Dilihatnya sekeliling dirinya ada banyak orang dan seorang bayi yang sedang diperebutkan untuk digendong oleh anggota keluarganya.


"Sayang kau sudah sadar?" Daniel mengusap kepala Britney.


"By apa aku sudah melahirkan?"


"Itu kau lihat, bayi kita sedang diperebutkan!"


"Wah anak momy ganteng sekali si!"


"Iya dong mom, kaya dadynya!"


Semua orang berbahagia atas kelahiran putra pertama dari pasangan Britney dan Daniel.


"Jadi kapan kalian akan kembali? Daniel juga sudah sembuh jadi tidak ada alasan lagi kalian tinggal di Kanada?" tanya Tuan Lan.


"Dua Minggu lagi mungkin dad, ada beberapa yang harus kami urus dulu!"


"Besok Dady harus pulang karena perusahaan tidak bisa ditinggal lama-lama, Dady banyak urusan!"


"Iya tidak apa-apa Dad, nanti aku Britney dan momy Angeline akan menyusul!"


"Baiklah kalau begitu, segeralah pulang untuk mengadakan pesta kelahiran putra mu di sana!"


"Baik dad!"


Keluarga Daniel dan Britney hanya satu hari menginap setelah kelahiran anak Britney karena mereka semua sibuk dengan urusan masing-masing, sementara Daniel dan Britney serta Angeline akan menyusul pulang ke negaranya nanti setelah urusan disini selesai.


Daniel ingin survei ke beberapa tempat terlebih dahulu untuk membeli gedung yang nantinya akan dipakai oleh Elrald, sementara Britney harus kembali mengurus perpindaham kuliahnya.

__ADS_1


"Sayang besok aku dan El akan mencari gedung nanti kau tidak usah ikut di rumah saja bareng momy dan Dede bayi ya?"


"Iya deh by, aku juga masih mager kemana-mana habis melahirkan ingin diam di rumah!"


Malam harinya Britney tidak bisa tidur karena bayinya terus rewel, membuat Angeline dan Daniel terbangun dan berusaha bergantian menggendong bayinya.


"Kalau digendong-gendong baru diem mom," Britney sangat mengantuk.


"Ya sudah kau tidur saja, sejak sore kan kau belum tidur Brit! Biar momy yang timang-timang si bayi usil yang maunya digendong terus!" Angeline mencium pipi lembut bayi tampan itu.


"Tidak lah mom, masa aku tidur sementara momy harus menjaga bayi ku!"


"Engga apa-apa sayang, aku akan gantian dengan momy kau istirahat saja ya!" bujuk Daniel.


"Ya sudah aku tidur sebentar ya by!"


"Iya sayang, tidurlah! Daniel menyelimuti tubuh Britney.


Sementara Angeline membawa bayi itu ke ruang tamu sambil terus ditimang-timang. Daniel pun pergi ke dapur untuk membuatkan dua gelas kopi untuk dirinya dan Angeline agar kuat bergadang untuk menjaga si bayi.


"Niel kau kan baru sembuh apa boleh begadang begini?"


"Tidak apa lah mom, toh begadangnya engga tiap hari!" Daniel meletakkan dua cangkir kopi dimeja.


Keesokan harinya pagi-pagi Angeline menyiapkan sarapan sementara si bayi akhirnya tidur nyenyak di pagi hari.


"Dasar usil malem dia jadikan siang, sekarang pagi dia jadikan malam by coba lihat nyenyak sekali tidurnya bayi ini,"


"Iya nih memang bayi gantengnya pengen usilin momynya nih ya,"


"Aku bantu momy siapin sarapan dulu ya by,"


"Iya sayang, aku jaga si bayi ya!"


Rupanya di dapur Elrald sudah membantu Angeline menyiapkan sarapan.


"Mom biar aku dan Kak El aja yang siapkan sarapan! Semalam kan momy sudah begadang sampai pagi!"


"Benar nih tidak apa-apa?"


"Iya tidak apa-apa, momy tidur saja nanti kalau sarapan sudah siap Brit bangunkan!"


"Tanggung, nanti saja momy tidurnya habis sarapan! Momy mau santai di ruang televisi saja Brit,"


"Iya ya sudah,"

__ADS_1


__ADS_2