
Britney hari ini pergi bersama dengan Felicia dan Joana untuk nongkrong di cafe yang biasanya mereka datangi! Joana dan Felicia menjemput Britney menggunakan mobil Joana lalu ketiganya melaju dengan kecepatan tinggi.
"Eh ngeri deh jangan ngebut-ngebut song Jo!" pinta Britney.
"Biasa Brit, pamer bisa dikasih izin bawa mobil sama orangtuanya,"
"Alah sirik aja kau Fel, Brit gimana kemampuan menyetir aku lumayan kan?"
"Iya tapi kan baru dikasih izin bawa mobil jadi jangan ngebut-ngebut!"
"Iya deh, oke aku akan kurangi kecepatannya,"
Ketiganya sampai di cafe tempat biasa mereka nongkrong, lalu memesan minuman yang serupa dan beberapa cemilan. Sudah setengah jam ketiganya tertawa lepas membicarakan banyak hal, tanpa diduga Sierra juga datang ke cafe itu bersama satu teman baru di kantornya.
Sierra yang melihat Britney tertawa lepas seperti itu, jiwa irinya meronta-ronta dan segera mengajak temannya untuk menghampiri Britney.
"Emang susah ya punya istri yang ga ada gunanya kaya gitu! Suami sibuk kerja, istrinya bisanya foya-foya doang," sindir Sierra.
Britney yang menyadari kehadiran Sierra dan Sierra duduk tepat dihadapan meja Britney and geng, langsung kesal dengan sindiran yang sudah dipastikan itu ditujukan untuknya.
"Kenapa iri ya? Karena engga pernah dimanjakan oleh laki-laki yang kau sukai? UPS, kan laki-laki yang kau sukai malah menggilai ku, kasian!" ledek Britney yang langsung disambut gelak tawa oleh Joana dan Felicia.
Hahahaha.....
Sierra langsung menggebrak meja dihadapannya, lalu menghampiri Britney dan teman-temannya yang masih duduk santai menghadapi Sierra.
__ADS_1
"Dengar Britney, jika aku tidak bisa memiliki Daniel maka aku akan menghancurkannya sampai jadi debu!"
Mendengar Sierra mengancam tentang suaminya, jelas saja Britney langsung naik pitam dan menggebrak meja dihadapannya.
Brag.
"Heh ngomong apa kau Sierra? Berani kau mengusik suamiku, aku akan membuat perhitungan denganmu!"
Byur...
Sierra meraih minuman dimeja Britney dan menyiramkannya pada wajah Britney secara tiba-tiba.
"Gimana enak rasanya disiram?"
"Heh kok kasar si jadi cewek?" Joana dan Felicia langsung tidak terima Britney diperlakukan seperti itu.
"Ih kita colok aja tuh matanya Jo!"
"Fel, Jo, biarin aja ga usah kalian ladenin,"
"Tapi Brit, astaga basah sampai ke baju-baju nih!" Joana membantu Britney membersihkan minuman yang disiram oleh Sierra.
"Fel!" sebuah kode dari Britney yang sepertinya Felicia sudah sangat paham betul akan kode itu.
"Oke!"
__ADS_1
Saat itu cafe masih sangat sepi dan belum ada pengunjung lain, jadi beruntung lah Britney hanya menjadi tontonan gratis bagi para pelayan cafe saja. Felicia berjalan menuju meja kasir, setelah mendapatkan apa yang dia pinjam, Felicia pun kembali ke mejanya dan memberikan itu pada Britney.
Britney dan Felicia pun tersenyum, membuat Joanna tidak mengerti. Britney berjalan kearah meja Sierra sambil tersenyun manis pada Sierra.
"Kau, mau berdiri disitu? Kau tidak tau kalau kau mengganggu pemandangan kedua mata indah ku?"
"Tau, makanya aku mau pergi cuma sebentar aja!"
Setelah mengatakan hal yang membingungkan Sierra, satu tangan Britney langsung menarik rambut panjang Sierra lalu satu tangannya lagi menggerakkan gunting yang tadi dia sembunyikan dibelakang.
Krek, krek, krek..
Aaaaaa...
Britney menggunting rambut Sierra hingga potongan rambutnya tidak beraturan lagi.
Hahahaha..
"Tau kan bila macam-macam padaku, pembalasannya lebih-lebih dari sekedar disiram minuman!"
Britney melemparkan rambut yang sudah dia potong kewajah Sierra.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Britney the real mengalir darah mafia, bisa buka salon nih Brit udah bakat potong rambut orang😄