Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 75


__ADS_3

"Britney benar, aku akan mengantarmu sampai rumah!" ujar Dokter Fred.


"Baiklah momy pulang dulu ya Niel, kabari momy ya Brit kalau terjadi sesuatu,"


"Iya mom jangan khawatir!"


Keesokan harinya!


Britney dan Daniel terbangun bersama dengan Britney yang tidur diranjang pasien sambil memeluk Daniel.


"By aku seperti melihat Joanna dan kak El, apa aku sedang mimpi ya?"


"Tidak sayang, kau tidak mimpi itu mereka ada dihadapan kita!"


Britney langsung beringsut dan mengucek-ngucek matanya, dilihatnya benar ada Joanna dan Elrald dihadapannya pagi-pagi begini.


"Joa, oh my God kau benar-benar ada disini?" Britney memeluk Joanna dan keduanya loncat-loncat bersama.


"Britney aku merindukan mu!"


"Tunggu! Britney melepaskan pelukannya.


"Kenapa kau bisa ada disini? Mana Feli?"


"Feli tidak berhasil membujuk orangtuanya untuk pindah kuliah disini, hanya aku yang berhasil membujuk orangtuaku!"


"Wait, itu artinya kau akan kuliah bersamaku disini?" Britney kegirangan dan terus loncat-loncat.


Membuat Daniel dan Elrald juga ikut tersenyum bahagia melihat Britney kembali ceria, beberapa hari kebelakang Britney sudah banyak melalui hal-hal yang menyedihkan beruntung lah kehadiran Joanna disini membuat Britney kembali ceria.


"Iya Paman Lan dan bibi Larisha yang membujuk orangtuaku agar aku bisa menemani mu Brit,"


"Asik, momy Angeline juga sudah membeli rumah kau pasti akan betah disini Joa,"


"Oh ya, asik asik!"


Keduanya kembali berpelukan sambil terus meloncat-loncat kembali seperti Teletubbies Tingkiwingki dan Dipsi.


"Tuan Niel aku senang ditugaskan disini!"


"Aku sudah duga kau akan senang El, pekerjaan kantor memang memuakkan!"


Hahaha..


Keduanya tertawa bersama, setelah saling mengobrol akhirnya mereka sarapan bersama-sama sambil menunggu suster datang untuk membawa Daniel mulai melakukan kemoterapi.


Angeline pun datang sendirian ke rumah sakit karena Dokter Fred sudah kembali ke Singapura pagi ini.


"Nah ini Joanna dan Elrald sudah datang!"


"Hallo Nyonya!" sapa Elrald.


"Hallo Bi," sapa Joanna.


"Momy Angie sudah tau kalau Joanna akan menemani ku disini?"


"Iya momy sudah tau, Dady Lan kan telepon kemarin katanya biarkan jadi kejutan untukmu, makanya momy diam saja!"

__ADS_1


"Kompak sekali kalian!"


Tak lama dua orang perawat datang dengan membawa kursi roda untuk membawa Daniel ke ruangan kemoterapi, Britney dan yang lainnya pun mengikuti dari belakang.


Hampir 3 jam berlalu dan Daniel baru selesai keluar ruangan kemoterapi, wajahnya terlihat sudah lelah dan semakin pucat. Hari ini belum selesai karena ada beberapa macam pengobatan lagi yang harus dijalani oleh Daniel, jadi semuanya ikut menunggu sampai hari ini pengobatan selesai seluruhnya.


Sore harinya Daniel baru diizinkan untuk pulang, dan pengobatan selanjutnya akan dilakukan 3 Minggu kemudian. Mereka pun pulang ke rumah baru dengan menggunakan taxi, selama perjalanan Daniel terus merasakan mual efek dari kemoterapi itu memang akan merasakan mual yang lumayan parah hingga beberapa hari pasca kemoterapi dilakukan.


"Sayang tahan ya sebentar lagi kita sampai rumah!"


Daniel bersandar pada pundak Britney dan Britney terus menguatkan Daniel memberikannya pelukan hangat hingga akhirnya mereka sampai di rumah baru yang dibeli Angeline, mereka semua turun dari masing-masing taxi karena memakai dua taxi.


"Wah rumahnya luas sekali bi!" kata Joanna.


"Iya kan biar kau betah menemani Britney dan engga ngerengek minta pulang!"


"Aku memang lebih betah jauh dari momy dan dadyku biar bisa bebas!"


"Bebas pacaran ya?" ledek Angeline.


"Itu tau!"


Britney menggandeng Daniel dan Elrald berada dibelakangnya.


"Bagaimana Brit, Niel lumayan kan rumahnya?"


"Bagus mom," puji Britney.


"Lebih bagus lagi kalau besok kita beli mobil mom, kasihan taxi tadi kena muntah olehku!" ujar Daniel.


"Iya cukup mom,"


"Ayo masuk! Masuk!"


Mereka masuk Daniel dan Britney diberikan kamar yang paling luas di lantai bawah agar Daniel tidak perlu naik turun tangga di rumah ini, terdapat juga jendela kaca besar yang bila dibuka kebun disamping rumah ini dapat menjernihkan mata.


Sementara Joanna diberikan kamar dilantai 2 bersebelahan dengan kamar Elrald, sedangkan Angeline sendiri dilantai bawah juga bersebrangan dengan kamar Britney dan Daniel.


Britney langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang, maklum beberapa hari ini tidurnya tidak pernah nyenyak karena menginap terus di rumah sakit, hingga tanpa sadar Britney ketiduran sementara Daniel masih betah memandangi wajah Britney yang terlihat kelelahan.


Dilantai atas!


"Sial!!! Gimana bisa aku lupa tidak membawa charger, handphone laubet lagi!"


"Masa ganggu Britney dia pasti lagi istirahat, bibi Angeline juga pasti istirahat! Apa ada ya dilaci-lacu dekat televisi?"


Joanna keluar kamar, dan disaat yang sama Elrald juga keluar kamar! Namun langkah kaki Joanna kembali memutar dan hendak masuk kedalam kamar lagi.


"Joa,"


"I-iya kak,"


"Kau tadi mau keluar? Mau kemana?"


Joanna akhirnya kembali berbalik dan menatap Elrald.


"Aku mau cari charger handphone,"

__ADS_1


"Pakai punyaku saja!"


"Memang tidak dipakai?"


"Tidak kok, sebentar aku ambilkan!"


"Iya kak,"


Elrald kembali kedalam kamarnya dan mengambilkan charger untuk Joanna, setelah itu dihampirinya lagi Joanna dengan membawakannya charger.


"Ini!" Elrald menyerahkan charger itu.


"Aku akan segera kembalikan kak!"


"Tidak usah buru-buru,"


"Iya kak,"


Elrald pun pergi meninggalkan Joanna, namun rasa penasaran Joanna akhirnya membuatnya memberanikan diri untuk bertanya.


"Kak!"


Elrald kembali berbalik.


"Iya?"


"Kakak mau kemana?"


"Aku mau didepan rumah lihat suasana malam di sini!"


"Aku boleh ikut?"


"Pakai jaket, diluar dingin!"


Hati Joanna langsung berbunga-bunga karena Elrald memperbolehkannya untuk ikut, terlebih Elrald perhatian sekali memintanya memakai jaket.


"Iya kak, aku cas handphone dan ambil jaket dulu, tunggu ya!"


Joanna buru-buru mengambil jaket tebal, dan tak lupa handphone juga dia cas, tak lupa poles wajah tipis-tipis dulu biar menarik perhatian Elrald.


Keluar kamar, Elrald masih setia berdiri didepan pintu kamar Joanna.


"Ayo kak!"


Keduanya berjalan bersamaan menuruni tangga lalu keluar rumah untuk berjalan-jalan disekitaran rumah. Ditemani oleh bintang-bintang di langit dan memang benar udara diluar sangat dingin.


"Masih dingin?"


"Tidak kok kak,"


"Kalau masih dingin bilang ya! Nanti aku lepas jaket ku,"


Lagi dan lagi perhatian Elrald membuat Joanna semakin terbang melayang ke angkasa memetik bintang lalu mengantongi bintang, wanita mana yang tidak baper mendapatkan perhatian seperti itu dari laki-laki muda yang tampan dan pekerja keras seperti Elrald.


Lain hal dengan perasaan Joanna yang tengah kasmaran, Elrald pergi keluar rumah karena jika dia diam didalam kamar hanya akan membuatnya mengingat tentang Sierra.


"Sierra dimana kau? Aku ingin melihatmu, aku ingin mendampingi mu disaat-saat kau hamil anak kita!" dalam hati Elrald.

__ADS_1


__ADS_2