
Dengan senang hati Elrald memegangi tubuh Joanna yang menubruknya! Dilepaskannya tangan Elrald oleh Joanna dari pinggulnya, sementara Britney dan Daniel terus mendesak agar Joanna mengatakan ulah siapa merah-merah dilehernya itu.
"Joa, kau tidak bisa lari! Apa benar itu ulah dia?" Britney menunjuk kearah Elrald.
Sementara Elrald yang tidak tahu menahu tentang perdebatan apa yang dilakukan pagi hari ini oleh Joanna, Britney dan Daniel sampai-sampai Joanna menubruknya. Disaat yang sama Sierra kembali dari halaman rumah untuk ikut sarapan bersama.
"Itu ada banyak bekas kissmark dileher Joa, itu ulah kak El kan?" Britney semakin penasaran.
"Bukan, kau ini sembarangan bicara saja!" Joanna berusaha mengelak dan terus menutupi lehernya dengan rambut panjangnya itu.
"Benar itu ulahku semalam!" Elrald mengatakan dengan santai.
Membuat semua orang melongo dibuatnya, termasuk juga Sierra yang saat ini berada tepat dibelakang Elrald.
"Wah kau lebih liar daripada aku El!" ledek Daniel sambil menahan tawa dengan Britney.
"Kapan-kapan aku mau ya by kaya Joanna,"
"Iya sayang nanti malam ya!"
"Eh kalian ini tidak lihat ada momy disini, malah ngomongin begituan!"
"Ups maaf mom, kalau momy kan sudah puluhan tahun sudah bosan kalau Brit sama hubby kan masih pengantin baru,"
Rasanya darah ditubuh Sierra berdesir hebat mendengar Elrald melakukan itu pada Joanna, padahal kesepakatan mereka adalah El harus menjaga jarak dengan Joanna demi kesehatan mental Sierra yang saat ini tengah mengandung.
"Kenapa kau tidak mengakui yang sesungguhnya pada mereka?" tanya Elrald pada Joanna.
"Mengaku apa? Ini kan pemaksaan," ketus Joanna.
"Pemaksaan tapi kau mendesahh terus tuh semalam,"
"Kak El," Joanna mencubit perut Elrald karena bicara tanpa tau malu.
"Aw, sakit!" ringis Elrald sambil memegangi tangan Joanna yang mencubit perutnya.
Tapi tangan itu buru-buru ditepis oleh Joanna saat melihat tatapan mata tajam Sierra.
"Pagi semua!" Sierra berhasil meredam emosinya meskipun kepalanya sudah mendidih akibat mengetahui Elrald dan Joanna masih berhubungan tapi demi bisa mengambil simpati dari semua orang Sierr menutupi emosinya.
"Pagi Sierra," jawab Angeline.
"El, kau sudah beli susu hamil untuk ku semalam kau tidak datang lagi ke kamar ku?" Sierra meraba pundak Elrald.
Seketika itu juga Joanna langsung menjaga jarak dari Elrald dan duduk dikursi meja makan.
__ADS_1
"Belum, maaf Sierra aku lupa!"
"Tidak apa, kita kan bisa pergi berbelanja hari ini bersama kebetulan aku sedang ingin makan sesuatu juga denganmu, iya kan nak kau ingin pergi dengan Dady mu ya!" Sierra mengelus-elus perutnya sendiri.
"Tapi aku akan mengantar Joanna ke kampus dulu!
"Kan Joanna bisa ikut dengan Daniel dan Britney? Bukankah bayi ini sangat penting untuk mu El?"
"Aku dan hubby mau berduaan, dan kak El memang kami tugaskan mengantar Joa," ketus Britney.
"Sudahlah Brit, aku bisa ke kampus sendiri aku bukan anak kecil yang harus diantar olehnya,"
"Belanja bisa nanti siang, pagi ini aku akan mengantar Joa ke kampusnya karena aku tidak mau dia berangkat sendiri dihari pertama dia kuliah,"
"Oh begitu, ya sudah El kalau memang kita belanjanya siang tidak apa-apa aku ngerti kok!"
Sierra memilih cara aman dan tak lagi berusaha memisahkan Elrald dari Joanna, agar semua orang percaya kalau dia sudah jauh lebih baik dan dewasa.
"Niel, nanti momy kan ada bisnis fashion baru dengan teman momy pulang bisa sore atau malam, momy minta El dan Joa kalian jangan terlalu lama perginya ya kasian Daniel sendiri di rumah!"
"Baik Nyonya,"
"Iya Bi, aku akan belanja dengan cepat dan pulang menemani Niel di rumah!" Sierra tersenyum manis.
"Aku sudah sehat mom, tidak perlu khawatir!" jujur saja justru Daniel malas bila Sierra cepat pulang ke rumah.
"Apa mungkin aku benar-benar sudah jatuh cinta pada El? Jika hati ini memang menjatuhkan pilihannya pada El, maka tidak ada satu pun wanita yang berhak mendapatkan tatapan manis seperti itu dari El!" dalam hati Sierra.
Britney dan Daniel pamit dari meja makan menuju kamar mereka dan bersiap berangkat ke kampus, begitu juga Joanna yang menyudahi sarapannya dan hendak menuju lantai atas.
"Joa tunggu!" panggil Sierra.
"Ada apa?"
"Aku boleh pinjam catokan tidak?"
"Nanti aku ambilkan!"
"Eh aku ikut saja keatas, kau kan repot bawa tas dan buku-buku," Sierra berdiri dan ikut dengan Joanna.
Sesampainya didalam kamar, Joanna mengambilkan catokan rambut miliknya, dan Sierra menerimanya.
"Joa,"
"Iya?" sambil memasukkan buku- kedalam tasnya.
__ADS_1
"Kau tau kan aku sedang mengandung anak dari El,"
"Semua orang juga tau!"
"Kalau begitu, bisakah untuk tidak dekat-dekat dengan ayah dari bayiku ini? Kami sebentar lagi akan menikah, jadi ku harap kau jangan lagi mengharapkan El,"
"Aku tidak mengharapkannya lagi sejak aku tau dia menghamili mu! Dan satu hal lagi, aku tidak peduli kalian sebentar lagi akan menikah atau apapun itu, sebaiknya kau suruh dia untuk tidak lagi mengganggu ku!"
"Bisakah aku percaya dengan ucapan mu itu, setelah aku melihat bekas kissmark diseluruh lehermu itu Joa? Kau seperti wanita yang tidak memiliki harga di jika begitu,"
"Aku sudah bilang dia melakukannya dengan memaksaku, aku sudah menghindar dan melawan tapi tidak bisa!"
"Kalau begitu pergilah berkencan dengan laki-laki lain agar El tidak lagi melakukan itu padamu!"
"Oke dengan senang hati!"
"Baguslah kalau begitu, maaf ya Joa kalau bicaraku sedikit kasar padamu tapi hormon ibu hamil memang membuatku sangat sensitif sesama seorang wanita aku yakin kau bisa menjaga jarak dari El karena dia sebentar lagi akan jadi seorang ayah!"
Setiap kata yang keluar dari mulut Sierra membuat Joanna sangat muak dan ingin cepat mengakhiri semua pembicaraan ini dengannya, disatu sisi Joanna berpikir memang sebaiknya dia mulai berkencan dengan laki-laki lain agar Elrald tidak lagi mendekatinya.
Meskipun dihatinya memang hanya ada nama Elrald, tapi melihat kondisi keduanya yang sudah minim harapan untuk bersama, membuat Joanna lebih mementingkan akal sehatnya dibandingkan dengan perasaannya.
Didalam kamar Britney dan Daniel sudah berpakaian rapi lalu keluar rumah menuju mobil.
"By ingat ya sehabis makan siang obatnya diminum!"
"Iya sayang, istriku fokus saja belajar jangan khawatirkan aku!"
"Kau yakin akan menyetir?"
"Ya untuk hari ini, besok baru aku akan mengantarmu tapi El yang mengemudikan mobilnya!"
"Oke,"
Didalam perjalanan menuju kampus.
"By, kita harus bantu Joanna,"
"Bagaimana caranya? Apa tidak apa-apa jika kita memisahkan Sierra dari El demi Joa, lalu bagaimana nanti nasib bayi yang sedang dikandung oleh Sierra?"
"Tapi kan belum tentu juga itu anak kak El, dan belum tentu juga Sierra hamil by,"
"Maksudmu Sierra berpura-pura hamil, atau dia hamil bukan anak El?"
"Iya kan tidak ada salahnya jika kita membawanya ke Dokter kandungan, Sierra itu punya seribu satu cara licik untuk mencapai apa yang dia mau!"
__ADS_1
♥️♥️♥️