Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 106


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Daniel berpamitan untuk pergi bersama dengan Elrald survei beberapa bangunan untuk dijadikan pabrik pembuatan parfum. Sementara Britney mengajak bayinya untuk berjemur diteras depan rumah.


Bayinya menggeliat saat merasakan sapaan mentari pagi yang menyinari dirinya, efek lama gelap gulita didalam perut sekarang terang benderang jadi bayinya menggeliat terus.


"Anak momy sudah bangun ya? Udah puas Bobonya ini? Mau rewelin momy lagi ini ya?" Britney menimang-nimang bayi tampannya itu.


Setelah survei ke beberapa tempat Daniel dan Elrald akhirnya menemukan gedung yang cukup luas tapi harganya masih ramah dikantong, akhirnya mereka sepakat untuk mengambil gedung itu. Sebelum adanya' transaksi pemilik gedung meminta waktu beberapa Minggu untuk menyiapkan berkas jual belinya terlebih dahulu.


"El nanti kau saja yang transaksi aku serah terima surat-menyurat kalau menunggu berminggu-minggu aku tidak bisa ikut mendampingi karena harus pulang ke negara kita!"


"Baik Tuan, terimakasih banyak!"


"Nanti aku yang akan transfer pembayarannya kau jangan khawatir, fokus saja dan segera beli alat-alat untuk produksi ingat jangan dulu pekerjaan orang terlalu banyak, bertahap saja"


"Baik Tuan aku akan selalu mengingat pesan darimu!"


Setelah deal dengan harga sekian dan pembayaran akan dilakukan setelah surat-menyurat jadi, Daniel dan Elrald pun pulang kembali ke rumah. Tidak terasa hari sudah mulai gelap setibanya di rumah, Britney dan Angeline baru saja selesai memasak hidangan makan malam.


"Wah pantas saja dari luar tercium aroma sangat lezat rupanya makan malam sudah siap!"


"Bagaimana Niel, kalian sudah mendapatkan gedung yang cocok?"


"Sudah mom, cukup luas dan harganya juga masih terjangkau, ada si yang lebih murah dari gedung yang kita deal kan itu ya El, tapi bangunannya seperti sudah terlalu tua ngeri lah takutnya hanya bertahan 5 tahun sudah roboh!"


"Iya benar tuh, mending bayar mahal sedikit tapi awet dan masih kuat gedungnya!"


"Kak El semangat ya kami yakin kau pasti bisa membuat prodak terbaik bahkan parfum yang kau buat akan mendunia!"

__ADS_1


"Terimakasih nona, mudah-mudahan saja aku tidak mengecewakan kalian!"


Kini tiba waktunya Britney, Daniel, Angeline dan bayi mungil mereka meninggalkan Kanada! Negara yang cukup memberikan memori baik yang membekas dihati Daniel dan Britney disamping Daniel sembuh total dari kangker, negara ini juga menjadi saksi kelahiran anak pertama mereka.


Sekarang rumah itu telah kembali di jual oleh Angeline berikut 3 unit mobilnya karena Elrald menolak untuk tinggal di rumah itu! Rasanya sudah terlalu banyak jasa keluarga Daniel untuknya jadi Elrald memutuskan untuk menjual apartemennya di negara mereka lalu membeli apartemen di Kanada ini.


Daniel, Britney dan Angeline kembali ke negara mereka membawa pulang hadiah terbesar dari Kanada yaitu bayi mungil yang tampan! Dan Daniel kembali pada rutinitas sehari-harinya yang super sibuk apalagi kini pengganti Elrald masih dalam beradaptasi dengan pekerjaannya.


Kembali memegang kendali penuh atas perusahaan D.E skin karena orangtuanya sudah kembali ke Jerman. Sementara Daniel dan Britney kembali tinggal di apartemen, Britney pun memutuskan kuliah daring dan tidak mau memakai jasa baby sister untuk mengurus anaknya.


Keinginannya untuk tidak kehilangan momen penting saat masa pertumbuhan anak menjadi pertimbangan mengapa Britney tidak mau menggunakan jasa baby sister, Britney memilih menjalani hidupnya dengan mengasuh anak dan mengurus suami hanya saja ada asisten rumah tangga yang hanya datang pagi dan pulang siang hari untuk beres-beres apartemen.


Sejak sudah pulang ke negaranya belum pernah Britney sekalipun bertemu dengan Joanna karena dari gosip yang beredar dari group sekolah mereka! Kini Joanna adalah istri seorang pemilik beberapa tempat wisata terkenal di negara ini, bahkan suaminya memiliki pulau pribadi didalamnya terdapat vila mewah yang kadang disewakan kepada orang-orang penting di negara ini.


Joanna menjadi sosok yang sulit dihubungi bahkan oleh Felicia sekalipun. Hari ini Britney sudah membuat janji temu dengan Felicia disalah satu cafe didekat apartemen miliknya, Britney pergi sambil membawa bayinya.


Tiba di cafe, Felicia sudah menunggu dan keduanya akhirnya bertemu.


"Bikin bukanya udah sering?"


"Ye, iya tapi engga jadi-jadi,"


Ckckck.


"Dasar, kau apa kabar Fel? Sorry aku baru bisa menemui mu sekarang,"


"Baik kok Brit, engga apa-apa kali aku ngerti kan baby yang baru lahir engga boleh keluar rumah dulu!"

__ADS_1


"Kita pesan minum ya!"


Keduanya memesan dua minuman dan dua makanan berat. Sambil menunggu makanan datang, Feli dan Britney bercerita banyak hal lalu pembicaraan mereka pun tiba-tiba mengarah pada Joanna.


"Lalu apa sampai sekarang Joa belum bisa dihubungi?"


"Iya Brit, parah engga si aku pernah ke rumah orangtuanya saking aku sahabatnya nih khawatir banget sama Joa, eh sampai disana aku dibilang pengangguran ga punya kesibukan dong sama orangtuanya karena dianggap ikut campur masalah anak mereka, gila kan?"


"Keterlaluan banget si, kalau aku sudah minta bantuan ketua group Limson baru rasa tuh orangtuanya Feli!"


"Iya Brit, makanya sekalian ketemu aku ingin kita bahas masalah Joa ini, apa kau bisa meminta orang dari group Limson untuk menyelidiki keberadaan Joanna?"


"Bisa, gampang itu si! Tapi kenapa kau sangat khawatir begitu?"


"Dengar-dengar dia maniak cewek Brit, dan kalau kau tidak percaya tanya pada kak Nick pasti dia tau! Sama-sama cassanova mereka berdua!"


"Aku jadi khawatir setelah mendengar ceritamu Fel, bagaimana keadaan Joa sekarang?"


Dunia yang sangat sempit entah dunia ini memang memiliki takdir hidup yang lucu, Joanna berada di pulau milik suaminya di sana suaminya kadang-kadang pulang dan Joanna hanya tinggal bersama dengan beberapa pelayan.


Hari ini kedatangan pelayan baru dialah Sierra, karena kesulitan mencari pekerjaan di perusahaan akhirnya Sierra bekerja apa saja yang penting bisa menyambung hidup. Hari itu Sierra berkeliling vila mewah dan besar itu namun ada yang mencuri perhatiannya saat mendengar suara tangisan dan suara laki-laki yang sedang marah-marah.


Hanya saja Sierra tidak dapat mendengar jelas karena pintunya terbuka sedikit sekali.


"Kasihan sekali wanita didalam sana, apa wanita itu dipukuli?" dalam hati Sierra yang tidak sempat melihat sosok didalam ruangan tersebut.


"Katakan sekali lagi padaku! Kau tadi bilang apa?" bentak laki-laki muda dengan mata melotot.

__ADS_1


"Kita sudah menikah tidak bisakah kau berhenti membawa pe la cur-pe la cur murahan itu? Ini salah Jazz!" kedua pipi Joanna memar akibat siksaan suaminya yang bernama Jazz.


Jazz memang seorang Cassanova seperti Domanick hanya saja Jazz berprilaku sangat kasar terhadap wanita termasuk pada Joanna.


__ADS_2