Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 45


__ADS_3

Dengan sedikit memaksa Daniel meraih tengkuk leher Britney hingga bibirnya berhasil menyentuh lembut bibir Britney yang berwarna merah muda dan sedikit polesan lipglos berwana senada.


Daniel melu m at bibir Britney terus menerus sambil satu tangannya yang berada di tengkuk leher Britney meraba-raba disekitaran leher. Daniel terus menekan bibirnya hingga Britney akhirnya menyerah dan membalas lum a t an dibibir Daniel.


Keduanya berciuman cukup lama, hingga Daniel hampir kebablasan dengan satu tangannya yang sudah meraih kancing baju Britney, namun pikiran sadar Britney masih berfungsi hingga ditepaknya tangan Daniel yang satu itu.


Britney melepaskan ciumannya, yang membuat Daniel sedikit kecewa karena masih ingin menikmatinya.


"Mulai deh tangannya gentayangan kemana-mana!" Britney merapihkan bajunya.


"Maaf ya habis bikin gemes terus si!" Daniel membukakan seat belt Britney, lalu keduanya turun dari mobil.


"By aku masuk dulu ya?"


Satu tangan Daniel masih menahan tangan Britney.


"Tunggu dong!"


"Ih apa lagi?"


"Nanti sore jadi ya? Pengen ajak kamu jalan-jalan sore, mau ya?"


"Iya deh iya, tapi kalau sampai telat lagi! Siap-siap saja itu terong aku tumis!"


"Ih galak banget istriku, jangan dong Brit nanti kamu sendiri yang gelisah nanti engga bisa gede lagi!"


Britney pun mencubit perut Daniel karena takut pembicaraan mereka didengar oleh orang lain.


"Aduh sakit sayang!" Daniel meringis.


"By ini di kampus, jangan bicara sembarangan!"


"Iya ya sudah, inget ya Brit perhatikan saat dosen menerangkan, kalau saat itu kau fokus pasti nanti akan mudah paham!"


"Iya beres Tuan CEO yang tampan, bye!" Britney berlarian meninggalkan Daniel.


Akhirnya Daniel berhasil meluluhkan hati Britney, membuatnya kembali bersemangat untuk bekerja karena sudah mendapatkan asupan pagi-pagi dari istrinya. Setibanya di kantor, Elrald sudah berada dimeja kerjanya!


Daniel yang melihat Elrald sedang serius bekerja tidak menyangka karena anak muda itu sangat giat dan kreatif sekali, benar yang dikatakan oleh staf HRD bahwa Daniel tidak akan kecewa memperkerjakan mahasiswa tingkat akhir seperti Elrald.


"Pagi Tuan Daniel," El berlari kearah Daniel dengan beberapa lembar kertas.


"Pagi El, kau sudah daritadi sampai?"


"Lumayan, karena apartemen ku tidak jauh dari kantor Tuan, oh ya ini kemasan foundation yang aku sempat ajukan pada Tuan Daniel, dan seperti ini bentuk blushnya nanti!" Elrald memperlihatkan hasil desainnya kepada Daniel.


"Ini keren sekali El, sebenarnya kalau saja bulan ini tidak ada launching serum glowing skin aku pasti sudah memilih untuk segera membuat prodak ini El!"


"Tidak usah terlalu terburu-buru Tuan, lagipula aku belum menghitung biaya produksi bila membuat kemasan semewah ini!"


"Baiklah tapi prodak ini wajib kau siapkan dari sekarang El, karena ini pasti akan laris di pasaran!"


"Siap Tuan, oh ya ini jadwal anda hari ini! Pukul 08.00 pagi kita harus kunjungan ke pabrik untuk melihat produksi serum disana!"

__ADS_1


"Oke, aku akan cek email yang masuk dulu baru setelah itu kita ke sana!"


"Baik Tuan!"


Sementara itu di kampus!


Britney yang siang ini tidak ada lagi mata kuliah, memutuskan untuk pergi ke kantor Daniel, tapi sebelumnya Britney membeli dua kotak makanan untuk dia bawa sebagai makan siang dirinya dan suaminya di kantor.


Setibanya di kantor Daniel, Britney melihat suaminya itu sedang berjalan bersama beberapa orang menuju lift di loby utama kantor ini, tapi diantara orang-orang yang sedang berbincang dengan suaminya sosok Elrald seperti tidak asing bagi Britney, segera Britney berlarian agar bisa mengejar Daniel dan karyawan-karyawannya.


"By!"


Suara Britney membuat Daniel menghentikan langkahnya, begitu juga dengan karyawan-karyawannya yang hendak masuk kedalam lift.


"Britney!"


Huh..


"Capek juga lari,"


Elrald menatap Britney, gadis itu seperti mahasiswi cantik baru di kampusnya.


"Kau!"


"Loh kok kakak senior ada disini?"


"Kau mahasiswi baru kan?"


Membuat para karyawan lain menahan tawa, baru kali ini ada yang berani menunjuk CEO mereka dan mengatakan orang ini.


"Iya dia istriku El, kalian saling kenal?"


"Oh tidak kenal Tuan, hanya saja di kampus banyak teman-temanku yang memperhatikan istri anda!"


Hahahah..


"Itu si hal biasa kak, kan aku memang mempesona!" Britney menyombongkan diri.


"Jadi istriku banyak ditaksir oleh mahasiswa disana?"


"Em sepertinya begitu Tuan!"


Daniel pun mengernyitkan dahinya, dan merasa harus memindahkan istrinya dari kampus yang sekarang.


"Sepertinya aku harus pikirkan kampus yang hanya diisi oleh mahasiswi saja!" Daniel masuk kedalam lift.


Lalu disusul.oleh Britney dan yang lainnya.


Ting.


Pintu lift terbuka, Daniel yang tadinya mau mengadakan meeting karena Britney datang secara mendadak meeting dengan beberapa karyawan harus dia tunda.


"El meeting ditunda ya!"

__ADS_1


"Baik Tuan!"


"Dah kak," Britney melambaikan tangan pada Elrald dan tangan yang digunakan untuk melambai itu langsung diraih lalu digenggam oleh Daniel.


Daniel membawa Britney masuk kedalam ruangannya, melihat wajah Daniel ditekuk begitu membuat Britney penasaran.


"By kenapa dengan wajahmu?"


"Pikirkan saja sendiri!" Daniel duduk disofa dan disusul oleh Britney.


"Mana ku tau kalau kau tidak bicara,"


"Kau pasti kegenitan kan di kampus? Apa kau juga genit dengan sekertaris ku itu?"


"Siapa? Elrald maksudnya?"


"Tuh kan langsung hafal namanya,"


Haha...


"Kau jeulous by?"


"Menurutmu?"


"Tenang saja, mereka tidak ada yang sekaya dirimu by jadi aku tidak akan tergoda!"


"Apa kau bertahan jadi istriku karena aku kaya?"


"Tidak bukan begitu maksduku! Tuh kan salah lagi,"


Daniel pun menghela nafas panjang dan masih cemburu karena Britney jadi idola di kampusnya.


"Sudahlah jangan bahas itu lagi, ini aku bawakan makan siang untuk kita makan taraaa!!!!" Britney mengeluarkan dua kotak makanan Japanese.


"Jadi tidak lapar!" ketus Daniel.


Kesal dengan suaminya yang terus cemburu, Britney pun langsung menarik dasi yang dikenakan oleh Daniel lalu menyambar bibir suaminya itu.


Saat ini tubuh Britney bahkan sudah berada dibawah tubuh Daniel, sofa di ruangan Daniel memang lumayan luas jadi tidak terlalu sempit jika dipakai untuk tiduran.


"Kau tidak merindukan aku by?"


"Tentu saja rindu, sebaiknya tidak perlu penuhi keinginan Dady dan momy mu karena aku tidak akan bisa tahan sekarang!" Daniel menatap nakal.


Britney pun meraih tengkuk leher Daniel dan keduanya tenggelam dalam ciuman yang dalam. Kedua tangan Britney membantu Daniel melepaskan jas yang dia kenakan, setelah jas terlepas entah kemana Britney membuka dasi yang dikenakan oleh Daniel dan tadi sempat dia tarik dasi itupun jatuh ke lantai.


"Siang ini kau mengga i rah kan sekali Brit,"


"Kau juga tampan by, membuatku ingin memilikimu saat ini juga!"


♥️♥️♥️


__ADS_1


__ADS_2