
Malam itu Britney tidur hanya memeluk guling, padahal dalam hatinya Britney sudah sangat merindukan Daniel rindu aroma tubuhnya, rindu memeluk tubuhnya yang kekar dan rindu akan sentuhan bibirnya yang lembut.
Apalagi Britney dan Daniel sudah cukup lama tidak melakukannya karena Britney ketakutan hamil, tapi kalau sedang dingin begini dan sedang marahan begini entah kenapa has ratnya malah meningkat. Britney mer em as kedua bongkahan labu import miliknya sendiri, membayangkan kalau yang sedang melakukannya ada Daniel.
Tak terasa memainkan kedua labu importnya sendiri membuat area bawahnya saat ini sudah lembab dan itu malah memancing has ratnya lebih tinggi lagi..
"Ahh sial, ayolah Brit sadar! Kenapa disaat sedang marahan begini aku justru memikirkan Daniel menyentuh tubuhku," Gumam Britney.
Malam itu Britney tidak dapat memejamkan kedua matanya, dia terus tidur miring kiri dan miring kanan kadang juga terlentang lalu tengkurap. Sungguh menyebalkan, biasanya Daniel akan mengusap-usap rambut Britney ketika Britney sulit tidur.
"Kenapa tidak ada suara lagi? Apa Daniel sudah tidur? Aku sebenarnya tidak benar-benar marah si, hanya kesal saja karena selalu dibuat menunggu!" Britney duduk ditepi ranjang, kakinya sudah gatal ingin mengintip apa yang sedang dilakukan suaminya saat ini di kamar sebelah.
Klek..
Dibukanya pintu kamar yang tadi dia banting perlahan kedua kakinya berjalan dengan penuh kehati-hatian agar Daniel tidak mengetahui bahwa Britney akan mengintipnya. Pintu kamar itu rupanya tidak ditutup oleh Daniel, tentu saja membuat Britney bisa leluasa melihat apa yang sedang dilakukan oleh Daniel.
Terdengar suara dengkuran halus yang berasal dari bibir suaminya, rupanya Daniel sudah tidur nyenyak padahal keduanya sedang marahan, tapi bisa-bisanya Daniel tidur lelap begitu saja! Ditatapnya wajah Daniel dari kejauhan oleh Britney, laki-laki itu seperti sangat lelah akibat pekerjaannya.
Britney sedikit merasa bersalah karena tadi sempat membanting pintu dengan sangat keras didepan kedua mata Daniel, padahal Daniel juga pasti tidak ingin telat menjemput hanya saja pekerjaan membuatnya kelelahan lalu ketiduran.
"Besok biar aku datang ke kantor dan membawakan makan siang untuknya." Gumam Britney.
Britney kembali ke kamarnya lalu naik keatas ranjang berharap kedua matanya segera terpejam dan memasuki alam mimpi.
Keesokan harinya Elrald keluar dari dalam apartemennya dengan berpakaian rapi serta id card yang menempel disaku depan jas yang ia kenakan, disusul dengan Sierra yang juga baru saja keluar dari apartemennya. Keduanya saling melirik dan setelahnya Sierra langsung membuang muka.
"Pagi," Elrald menyapa lebih dulu.
"Ga usah so akrab deh!"
"Tentu saja harus akrab, kita kan tetangga,"
Sierra melirik sebentar dan terlihat El yang memakai id card bertuliskan nama perusahaan Daniel dibawah namanya, yaitu D.E skin.
"Tunggu!"
"Katanya jangan so akrab, giliran jalan duluan malah suruh tunggu," ledek Elrald.
Sierra menatap seksama id card yang dipakai oleh Elrald.
"Kau bekerja di perusahaan D.E skin? Sebagai apa?"
"Kepo!"
__ADS_1
"Heh bocah, aku tanya serius cepat jawab!"
"Sudah ku bilang aku bukan bocah!"
"Oke oke, namamu Elrald kan?"
"Panggil El saja!"
"Oke El, aku ulangi pertanyaan ku! Kau bekerja di perusahaan D.E skin? Perusahaan Daniel Elzias kan?"
"Tentu, aku bekerja sebagai sekertaris pribadi Tuan Daniel! Kau tau kan nona, perusahaan itu adalah perusahaan kosmetik terbesar di negara ini?" Elrald percaya diri mengenalkan pekerjaannya pada Sierra.
"Kau, jari kau yang menggantikan posisiku di perusahaan itu? Bocah seperti mu?"
Hahahah..
"Danie itu sebenarnya membuat lelucon macam apa si dengan menggantikan posisi ku oleh bocah tengil macam ini! Apa dia sudah ketularan bodoh oleh istrinya yang bocah itu?"
"Hei nona Sierra, aku lihat id card perusahaan mu adalah kompetitor perusahaan kami! Kita lihat saja siapa yang lebih bisa membuat perusahaan kita masing-masing lebih maju lagi, kau yang sombong atau aku yang kau sebut bocah!" Elrald pergi setelah menggibaskan dasinya kedekat wajah Sierra.
Sierra masih saja terus tertawa terbahak-bahak setelah mengetahui jabatan yang dia tinggalkan di perusahaan Daniel, diisi oleh anak ingusan seperti Elrald.
"Sebenarnya aku malas menanggapi bocah ingusan itu, karena dia tidak selevel denganku! Tapi boleh lah, kita lihat saja! Aku akan membuat prodak kalian yang akan launching sebentar lagi itu, di cap sebagai penjiplak karena perusahaan ku akan launching dengan ide yang sama dan lebih dulu dari perusahaan kalian! Tunggu saja!"
Berangkat dari apartemen Daniel, seperti biasa Daniel akan mengantarkan Britney ke kampus keduanya naik kedalam mobil namun masih belum tegur-teguran sejak tadi.
Didalam perjalanan Daniel melirik kewajah cantik istrinya itu, dilihatnya Britney masih agak bete gara-gara semalam.
Ekhem..
Namun Britney justru mengalihkan pandangannya ke jendela, melihat jalanan yang terpantau ramai lancar padahal hari masih pagi.
"Britney!" panggilnya halus.
"Hmm," Britney hanya berdehem.
"Nanti sore aku pulang cepat, kita jalan-jalan sore dan makan malam diluar ya? Kau mau kan?"
"Paling juga hanya janji, nanti yang ada sebelum makan malem udah ke yang duluan karena makan janji-janji palsu," bernada sindiran.
"Yasudah, nanti aku akan langsung saja tunggu didepan kampus," Daniel tak ingin memperpanjang masalah.
"Hmm,"
__ADS_1
"Brit, aku kangen!"
"Kangen tapi kok bisa bobo nyenyak, Eh!!!" Britney langsung menutup mulutnya sendiri karena keceplosan bicara kalau Daniel tidur nyenyak.
"Kau mengintip?"
"Tidak, kenapa juga aku mengintip,"
"Itu tadi bilang aku tidur nyenyak,"
"Ish terlalu percaya diri,"
"Semalam aku memang tidur nyenyak, aku lagi capek banget, pengen si dipijitin istri tapi istrinya lagi ngambek, meskipun dia lagi ngambek tapi wajahnya justru malah semakin cantik," Daniel meraih satu tangan Britney.
Membuat Britney mau tidak mau akhirnya menatap wajah Daniel, pagi ini Daniel sangat tampan memakai stelan jas berwarna hitam dan juga kemeja dalamnya berwarna hitam.
Digenggamnya satu tangan Britney oleh Daniel, sementara satu tangan Daniel masih berada distir mobilnya.
"Pengen cium bibirnya!" goda Daniel.
Britney pun mulai menahan senyum dibibirnya akibat terus diperlakukan semanis ini oleh Daniel. Dike Cup-nya tangan Britney oleh Daniel lalu setelahnya tetap dia genggam hingga mobil itu memasuki halaman kampus dan berhenti.
"Lepas, udah sampe!"
"Kiss dulu, baru aku lepas!"
"Tidak mau, aku masih marah!"
"Kan nanti sore mau diajak jalan-jalan, jangan marah lagi dong Brit," Daniel menarik tangan Britney agar Britney semakin dekat dengannya.
"Sini dong bibirnya,"
"Gak mau by,"
"Gereget deh kelamaan tau!"
Daniel pun menarik tengkuk leher Britney.
♥️♥️♥️
El kalau seleraku tante-tante, ini othor juga Tante-tante kok El, bisa dicoba dulu El😂Daripada sama Sierra jahat begitu, mending sama othor El.
__ADS_1