Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 48


__ADS_3

"Hah apa aku tidak dengar Brit?"


"Aku mencintaimu Daniel!" teriak Britney membuat orang-orang disekelilingnya menatap kearah Britney.


Daniel pun tersenyum lalu mengacak-acak rambut Britney.


"Kalau begitu kau mau kan jadi ibu dari anak-anakku?"


"Maksudnya aku hamil secepatnya?"


Daniel pun mengangguk karena rasa dalam hatinya terhadap Britney semakin besar sehingga dia ingin segera memiliki hasil buah cinta mereka secepatnya.


Daniel pun menggenggam erat kedua tangan Britney untuk kembali meyakinkannya agar mau melepas KB dan mau hamil meskipun masih kuliah.


"Bagiamana kau mau kan tidak memasang KB lagi?"


Britney pun sejenak berpikir sebenarnya dia masih ingin hidup seperti anak seusianya, tapi melihat wajah tampan Daniel yang penuh harap membuat Britney tidak tega menolak keinginannya.


"Baiklah aku mau secepatnya hamil,"


"Benarkah? Terimakasih sayang, aku sangat bahagia kau mau menuruti permintaan ku!" Daniel memeluk Britney lalu menge cup dahi Britney dengan penuh cinta.


Malam hari setelah menonton festival kembang api, Daniel dan Britney memutuskan untuk pulang! Namun sejak tadi handphone Daniel terus bergetar tanda panggilan masuk di handphone miliknya.


"Tunggu Brit, aku mau angkat telepon dulu!"


"Oke!"


Daniel merogoh handphone dari saku celananya! Dilihatnya dilayar handphone itu nama Elrald, rupanya yang sejak tadi menelpon adalah Elrald.


"Hallo El, ada apa?"


"Tuan Daniel, sudahkah melihat tayangan iklan di televisi?"


"Tayangan iklan? Ayolah El aku bukan orang yang suka menonton televisi, apalagi iklannya!"


"Tuan harus lihat iklan di televisi atau tidak di media sosial sekarang, perusahaan Revoulinde meluncurkan prodak terbaru yang sama persis dengan prodak yang akan kita luncurkan akhir bulan ini Tuan!"


"Apa? Kita adakan rapat darurat sekarang juga, kau beritahukan pada semua staf untuk datang ke kantor sekarang!"


"Baik Tuan, sebagian memang masih lembur dan masih berada di kantor!"

__ADS_1


"Aku akan segera kesana!"


Daniel buru-buru menutup teleponnya, wajahnya berubah seperti sedang memikirkan banyak hal.


"Britney, aku minta maaf tapi bisakah kau pulang menggunakan taxi? Ada hal penting yang harus aku urus!"


"Tapi by, aku ingin kau bersamaku malam ini!"


"Tolong sayang, aku sedang dalam masalah!" Daniel buru-buru pergi meninggalkan Britney, sementara Britney masih terdiam menatap punggung laki-laki dewasa yang dia cintai itu.


Huhh...


"Lagi-lagi aku kalah pentingnya dengan sebuah pekerjaan, tapi aku penasaran dengan masalah yang terjadi apa perlu aku ke kantor Daniel sekarang?"


Setibanya di kantor Daniel segera menuju ruangan meeting dengan langkah kaki terburu-buru Daniel meremat kepalanya karena membayangkan semua masalah yang akan terjadi kedepannya.


"Tuan kau sudah datang?"


"Apa semua sudah berkumpul? Masing-masing perwakilan dari divisi?"


"Sudah Tuan!"


"Oke, aku akan memulai meeting!"


Tapi dengan entengnya prodak yang harusnya launching akhir bulan, malah diplagiat oleh kompetitor dan Daniel sudah pastikan bahwa itu ulah Sierra bahkan mereka launching lebih dulu membuat perusahaan Daniel terancam sebagai perusahaan plagiat jika tetap nekat launching diakhir bulan dengan prodak yang sangat mirip.


"Sebaiknya kita jangan dulu memikirkan kerugian Tuan, tapi solusi yang terbaik sebelum masalah itu bisa kita atasi!"


"Lalu bagaimana El, aku berpikir untuk mengganti kemasan dan memulai kembali pembuatan iklan apa ada solusi lebih baik dari itu!"


"Jangan Tuan, kalau kau menarik apa yang sudah kita buat hingga final mereka akan senang! Bagaimana kalau diakhir bulan kita launching dulu prodak yang seharusnya launching dibulan depan? Kita majukan sebagai pengganti serum?"


"Bagaimana apa persiapan untuk prodak BB cream sudah rampung?"


"Sudah Tuan, hanya tinggal pembuatan iklan, banner sudah beres dan produksi di pabrik juga sudah lumayan banyak!" ujar seorang staf.


"Baiklah kita lakukan cara itu, lalu bagaimana dengan serum?"


"Aku akan membereskan itu Tuan, aku akan buat si plagiat itu mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menarik kembali prodak mereka, serta mengganti royalti ganti rugi pada perusahaan kita!" kata Elrald.


"Kau yakin bisa melakukannya El?"

__ADS_1


"Aku yakin Tuan! Tapi aku meminta kerjasama dari semua staf disini, agar kalian fokus untuk launching BB cream lupakan sejenak masalah serum yang terpenting akhir bulan kita tetap launching prodak yang sudah kita buat!"


"Baik! Kami mengerti!"


"Tim marketing, tolong sewa buzzer untuk membuat tranding prodak BB cream kita di semua sosial media! Jangan terlihat kita sedang ada masalah oleh kompetitor, mereka akan senang jika melihat kita blunder!"


"Baik Tuan Niel!" serempak.


Elrald mengernyitkan dahinya mengingat ucapan Sierra ternyata tidak main-main ingin bersaing dengannya.


"Lihat saja Sierra aku yang kau anggap anak kecil ini akan membuat mu bertekuk lutut padaku!" Dalam hati Elrald.


Malam harinya, Elrald pulang ke apartemen sebisa mungkin terlihat tenang dan melupakan sejenak urusan pekerjaan! Saat tiba di loby utama Elrald melihat Sierra sedang tersenyum sumringah sambil berjalan dan memainkan rambutnya.


"Hai seksi!" goda Elrald.


"Kau? Anak kecil kenapa kau terus saja muncul dihadapan ku?"


"Sudah ku bilang kan, aku bukan anak kecil ini aku belikan kue tiramisu untukmu!"


"Darimana kau tau aku suka kue tiramisu?"


"Dari wajahmu yang manis, aku yakin bahwa kau pecinta tiramisu!" goda Elrald.


Lama kelamaan Sierra dapat melihat Elrald sebagai sosok laki-laki, karena gombalan-gombalan Elrald membuat Sierra terbawa perasaan.


"Ini benar untuk ku?"


"Tentu saja! Selamat malam nona seksi!" Elrald masuk kedalam lift duluan sementara Sierra pun akhirnya mengejarnya.


"Tunggu! Aku juga kan akan naik lift!" Sierra mulai melunak.


"Kau, apa kau tau sore tadi perusahaan ku meluncurkan prodak baru? Prodak itu aku yakin akan merajai pasar wanita dan menjadi paling laris!"


"Wow, selamat ya Sierra! Aku sepertinya mendengar itu di kantor, orang-orang di kantor mengatakan memang agak sedikit mirip, tapi itu wajar dalam bisnis!"


"Oh ya? Apa Daniel tidak marah? Atau dia tidak frustasi melihat launching produk perusahaan ku?"


Hahahaha...


"Sierra kau itu serakah sekali si, sudah cantik, manis, seksi lucu lagi! Gemes deh, Tuan Daniel tidak marah, bahkan Tuan Daniel mengapresiasi perusahaan kalian karena serum itu terlihat keren dan mirip dengan prodak yang akan kami luncurkan!"

__ADS_1


Sierra pun kebingungan, tapi kenapa bisa Daniel dan stafnya santai-santai saja. Kalau memang Daniel nekat meluncurkan produk itu itu artinya nama perusahaan mereka akan tercoreng.


"Apa perusahaan kalian akan tetap launching serum yang sama dengan perusahaan ku akhir bulan ini?" Sierra sangat penasaran.


__ADS_2