Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 119


__ADS_3

Ditendangnya tubuh Jazz yang sudah ambruk dipasir putih.


"Ayo bangun bajingann!"


Tak mau kalah dari Domanick, Jazz kembali bangkit untuk melanjutkan pertarungan. Keduanya kembali saling serang dan saling pukul, akhirnya tubuh Jazz dibanting oleh Domanick hingga dia tidak bisa berdiri lagi.


Diinjaknya kedua kaki Jazz oleh Domanick membuat Jazz berteriak kesakitan dan akhirnya memohon ampun pada Domanick.


"Ampun Nick,"


Aaaaaa......


Para penjaganya panik melihat betapa hebatnya kekuatan bertarung seorang Domanick hingga membuat Jazz untuk pertama kalinya memohon ampun pada orang.


Melihat Jazz sudah tidak berdaya ditangan Domanick, Elrald dan Sierra bangun menghampiri Joanna. Mereka bertiga saling berpelukan.


Melihat Britney berdiri disamping Daniel, mereka menghampiri Daniel dan Britney. Tangis Joanna pecah saat bertemu dengan Britney karena sudah 3 tahun ini dia tidak bertatap muka dengan sang sahabat.


"Brit,"


"Joa," Britney dan Joanna berpelukan sementara Sierra hanya bisa menundukkan wajahnya dihadapan Daniel.


Tanpa basa-basi Sierra mengulurkan tangannya pada Daniel.


"Niel aku minta maaf atas kesalahan dimasa lalu yang aku lakukan terhadap mu dan Britney, aku sangat menyesal!"


Sierra sangat takut bila permintaan maafnya ditolak oleh Daniel karena Daniel masih membencinya, tapi diluar dugaan Daniel menerima uluran tangan Sierra keduanya berjabat tangan.


"Aku telah mendengar mu dari El, kau banyak berubah sekarang ini Sierra dan ini adalah Sierra yang aku kenal pertama kali! Kau mau membantu orang dan hatimu baik,"


"Terimakasih Niel, terimakasih!"


Melihat Daniel dan Sierra sudah kembali akur, Britney pun tersenyum pada Sierra dan disambut oleh senyuman balik oleh Sierra.


"Brit aku minta maaf sekali dulu aku sejahat itu padamu!"


"Tidak apa-apa Sierra semua sudah berlalu! Aku senang kita bisa bertemu lagi Sierra,"


Melihat mereka semua malah bermaaf-maafan sementara Domanick baru saja selesai membuat wajah Jazz penuh dengan darah karena terus ditendang oleh Domanick.

__ADS_1


"Tuan Nick terimakasih banyak anda sampai repot-repot datang kesini!"


"Sama-sama, ya apa boleh buat kembaran ku menangis terus jika aku tidak melakukan tindakan apapun untuk menolong kalian!"


"Aku akan mengurus laporan ke pihak kepolisian Tuan,"


"Kau benar, sebaiknya kau yang urus karena aku malas ada komunikasi dengan pihak berseragam itu!" Domanick menepuk pundak Elrald.


Setelah urusan Jazz beres mereka semua meninggalkan pulau, berikut juga dengan Jazz yang meringkuk tubuhnya diikat untuk dibawa ke pihak kepolisian.


Joanna sangat bahagia karena dia dikelilingi oleh sahabat dan laki-laki yang baik hingga akhirnya dia bisa keluar dari pulau itu. Elrald juga sudah memutuskan tidak akan mengembalikan Joanna pulang ke rumah orangtuanya karena sikap orangtuanya tidak bisa dibenarkan.


Setibanya di kota Elrald dan Joanna serta Sierra membawa Jazz ke kantor polisi untuk membuat laporan dan juga agar Jazz segera ditahan di sel tahanan. Sementara Domanick langsung berpamitan pada Daniel dan Britney karena masalah sudah selesai.


Britney dan Daniel tidak bisa ikut ke kantor polisi karena Liam sudah terlalu lama mereka tinggalkan di kediaman Larisha dan Tuan Lan. Karena itu mereka berdua langsung mengunjungi kediaman Larisha dan Tuan Lan.


Setibanya di halaman kediaman Tuan Lan, Liam sedang berlari kesana-kemari sementara Larisha dan Tuan Lan sampai kewalahan karena anak itu aktif sekali, dari mulai didalam rumah sampai berlari ke halaman rumah Liam masih tetap bergerak lincah.


"Aduh Liam, Oma sama opa bisa-bisa pingsan deh jangan lari-lari dong nak,"


Daniel dan Britney turun dari dalam mobil.


"Acik momy dan Dady uyang (asik momy dan Dady pulang)," Liam malah semakin gencar berlari kearah Britney dan Daniel.


Melihat wajah ngos-ngosan Tuan Lan dan Larisha, Britney dan Daniel sampai geleng-geleng kepala.


"Liam pasti engga bisa diem ya daritadi? Liam nakal?" Britney langsung menggendong Liam.


Anak itu hanya geleng-geleng kepala karena dituduh nakal.oleh Britney.


"Duh Oma sama opa keliatannya habis olahraga sampai keringetan begitu!"


"Haduh parah sekali anak kalian itu, bener-bener engga mau diam mirip sekali dengan momynya saat kecil tapi ini versi cowok!" sindir Tuan Lan.


"Dad," Britney melotot kearah Tuan Lan.


Mereka masuk kedalam rumah untuk mengabarkan kejadian tadi di pulau. Agar anteng Britney tetap menggendong Liam sambil menceritakan bagaimana Domanick menghajar Jazz sampai babak belur.


"Sekarang kemana anak itu? Dia tidak mampir ke rumah Dady dan momy?" tanya Tuan Lan.

__ADS_1


"Sepertinya kak Nick ada kencan dad dengan wanita, besok dia baru kembali ke Jerman!" kata Britney karena begitulah yang dia dengar dari Domanick sendiri.


"Anak itu benar-benar ya mom bagi dia itu urusan ranjang memang lebih penting daripada kita orangtuanya!"


"Sudah dad sabar lagipula masih untung Nick mau menolong Joanna, tapi momy masih penasaran kenapa bisa Nick meninggalkan pekerjaannya dan datang menolong Joanna?"


Ckckck...


Britney menahan tawanya karena ada trik jitu yang dia buat agar saudara kembarnya itu mau datang, yaitu dengan menangis kencang ditelepon. Britney tau Domanick sangat menyayanginya dan tidak bisa mendengar Britney menangis kencang begitu..


"Aku berpura-pura menangis ditelpon mom, makanya kak Nick panik dan langsung mau menolong,"


"Dasar kau ini,"


Daniel menoleh kejam tangannya waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 sore.


"Sayang kita pulang yuk Liam juga kayanya udah capek tuh main terus dari pagi,"


"Iya by, mom dad kami pamit pulang ya!"


"Engga menginap aja Niel?" tanya Larisha.


"Lain kali saja mom, kalau weekend!"


"Ya sudah kalian hati-hati ya, apalagi ini Liam jangan samapi lolos dari pandangan mata kalian bisa-bisa dia nyelonong keluar apartemen!"


"Iya mom," kata Britney sambil terus menepuk-nepuk punggung Liam yang sudah anteng didalam dekapannya.


Setelah berpamitan dari Larisha dan Tuan Lan, Britney dan Daniel meninggalkan kediaman mewah tersebut dan kembali ke apartemen mereka.


Setelah kejadian itu Elrald kembali ke Kanada, dia juga turut memboyong Joanna tapi Sierra menolak untuk ikut ke Kanada karena dia tidak mau mengganggu El dan Joanna.


Akhirnya Daniel dan Britney memperkerjakan Sierra kembali di kantor D.E skin dan Sierra sangat bersyukur untuk hidupnya yang sekarang. Berita pun dirilis tentang penangkapan seorang anak pengusaha karena telah melakukan perbuatan penyekapan dan juga keke rasan dalam rumah tangga terhadap istrinya sendiri.


Orang tua Joanna didatangi oleh orangtua Jazz yang meminta Joanna untuk mencabut laporan itu jika tidak makan orang tua Joanna akan menanggung akibatnya. Mendapatkan ancaman tersebut orang tua Joanna hampir mati kelimpungan karena mereka sendiri tidak mengetahui kemana Joanna pergi.


"Bagaimana ini dad, aku takut sekali dengan orang tuanya Jazz mereka pasti akan membunuh kita!"


"Aku akan mendatangi Britney, siapa tau dia mengetahui keberadaan Joanna sekarang ini mom! Kau tenang ya!"

__ADS_1


__ADS_2