
Sierra melotot tajam kearah El setelahnya dia meraih koper miliknya namun sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan kediaman itu, Sierra sempat berbicara pelan pada El.
"Aku tidak akan lupa perlakuan mu padaku," setelahnya Sierra pun pergi berlalu dari hadapan El.
Semua ucapan Sierra sama sekali tidak dipedulikan oleh El dan yang lainnya, mereka kini lega Sierra tak lagi tinggal di rumah ini dan El tak perlu lagi merasa bersalah.
"El sudah jangan dipikirkan lagi soal Sierra yang terpenting sekarang kau tau kalau dia tidak mengandung anakmu dan Sierra bukan wanita yang baik untuk mu!"
"Iya Nyonya, aku lega mengetahui kebohongannya sebelum aku menikahinya,"
"Kalau begitu kau tidak perlu mengantar kami ke rumah sakit El, tenangkan saja dirimu untuk hari ini,"
"Tapi Nyonya,"
"Sudah tidak apa-apa,"
"Terimakasih Nyonya,"
El mungkin masih tidak percaya ada wanita seperti Sierra yang dengan gilanya mengaku hamil, sehingga El merasa sedikit shock atas kejadian ini, lain hal dengan El nampak Joanna dari kejauhan tersenyum mengembang saat mengetahui ternyata itu hanya kebohongan Sierra.
Angeline dan Elrald masuk ke dalam rumah begitu juga dengan Joanna, Daniel dan Britney sesekali El melirik kearah Joanna dan itu terlihat oleh Britney membuat Britney memiliki ide untuk membuat keduanya bisa ngobrol berdua.
"Momy, apa ini karena si bayi ya kok aku benci melihat wajah Joa, aku tidak mau dia ikut dengan kita,"
Angeline pun mengerti atas kode yang diberikan oleh menantunya itu.
"Iya sayang itu pasti efek kehamilan, memang suka ada wajah yang kita benci, bau yang kita benci! Kalua begitu biar Joa di rumah saja ya tidak usah ikut,"
"Benar, lagipula setelah kemo akan ada pemeriksaan tambahan jadi kau di rumah saja Joa,"
"Iya kerjakan tugas kuliah ku sekalian juga boleh, please!" kata Britney.
"Aku bosan di rumah, aku ikut saja dengan kalian,"
Elrald langsung melirik kearah Joanna begitu gadis itu tidak ingin tinggal di rumah bersamanya, padahal El merasa sangat merindukan Joa.
"Tapi aku benci melihatmu," Britney kembali berusaha memancing.
"Terserah, yang jelas aku akan tetap ikut!" Joanna buru-buru keluar rumah dan menuju mobil yang sedang dipanaskan.
"Aku juga akan ikut!" kata El yang juga langsung nyelonong keluar rumah.
"Aneh mereka berdua, tunggu apa lagi si gangguan kan sudah dihempas?" Angeline menggelengkan kepalanya.
"Sudah mom, biarkan saja mereka begitu nanti juga akur sendiri,"
"Ini sudah sayang, cepatlah aku tidak sabar untuk segera sembuh!"
"Iya By, senang kau bersemangat begini!"
Angeline mengemudikan mobil, Daniel duduk disamping Angeline sementara Britney dijok belakang mobil, El dan Joanna dibiarkan pergi menggunakan mobil satunya lagi.
"Aku sudah membereskan masa lalu ku,"
"Lalu?"
"Kita akan bersama mulai sekarang,"
__ADS_1
"Nanti kalau ada lagi wanita yang mengaku dihamili oleh mu bagaimana?"
"Joa, kau pikir aku laki-laki macam apa?"
"Macam buaya,"
"Aku berani menjamin itu tidak akan terjadi,"
"Lagipula aku masih kuliah, kenapa buru-buru?"
"Karena aku sudah menginginkan mu, memangnya kau tidak mau menyusul sahabat mu?"
"Menyusul apa?"
"Hamil,"
"Hah? Kak El nyebelin banget, pokoknya aku tidak mau hamil saat kuliah,"
"Enak tau!"
"Ish dasar mesumm,"
Joanna bergidik ngeri mendengar hal seperti itu, sebenarnya Joanna sampai detik ini tidak pernah melakukan hal seperti itu meskipun dia kerap kali berbohong pada Felicia dan Britney bahwa dia sering bermain dengan pria menggunakan pengaman agar tidak dianggap cupu.
Padahal Joanna masih belum berani melakukan hal seperti itu dengan para mantannya.
Setibanya di rumah sakit, mereka semua mengantar Daniel ke ruangan kemoterapi di sana sudah ada Dokter Steve dan beberapa perawat.
"By semangat ya habis ini kita USG liat si bayi, jadi kau harus segera sembuh aku mencintaimu!"
Daniel pun mencium bibir Britney, sementara Angeline tersenyum haru melihat menantu dan anaknya yang berjuang bersama demi mengalahkan penyakit itu.
"Mom, aku masuk dulu kedalam!"
"Semangat anakku, doa momy selalu untukmu setiap saat! Jangan lupa, momy dan Dady tidak bisa hidup tanpamu jadi kau harus sehat kembali," Angeline menitihkan air matanya.
Britney yang melihat Angeline menangis, padahal selama ini Angeline terlihat sangat tegar tapi siapa yang tau isi dalam hatinya begitu rapuh hingga dia menangis hari ini. Britney dan Daniel pun memeluk Angeline bersama-sama.
"Semangat Daniel!"
"Semangat Tuan Niel!"
Setelah diberikan semangat oleh semua orang, Daniel pun masuk memulai pengobatan kemoterapinya.
"Mom, mau aku belikan minuman yang segar?"
"Boleh sayang, maaf momy tadi menangis momy hanya tidak sanggup saja terus melihat putra momy harus menjalani pengobatan terus menerus seperti ini,"
"Iya engga apa-apa mom, menangis itu perlu biar hati engga sesak ya udah Brit belikan momy minuman yang segar dulu ya!"
"Brit biar aku saja yang beli, sekalian aku mau jalan duduk mulu pantat sakit,"
"Biar aku saja nona!"
"Sudah aku saja,"
"Ya sudah kita pergi bersama,"
__ADS_1
"Tidak usah, aku ingin pergi sendiri!"
"Eh sudah-sudah malah berantem, sudah sana kalian pergi berdua!" kata Britney.
Akhirnya Joanna dan El pergi berdua untuk membeli minuman segar. Setibanya di outlet minuman yang letaknya berseberangan dengan rumah sakit, seorang laki-laki muda dengan berpakaian rapi menghampiri Joanna.
"Joa,"
"Exel, kenapa kau bisa ada disini?"
"Iya ya kebetulan sekali, aku mendapat kabar bahwa keponakan ku kecelakaan pagi tadi jadi aku ke rumah sakit ini kau sendiri?"
"Suami Britney, dia kan pengobatan di rumah sakit ini juga!"
"Bye the way aku sudah ditunggu keluarga ku, nanti sore kau tidak lupa kan?"
"Oh yasudah pergilah! Iya aku tidak lupa kok!"
Joanna tersenyum manis sambil melambaikan tangan pada Exel yang baru saja meninggalkan outlet minuman, sejak tadi El terus menatap sinis kearah Joanna.
"Kau mau balas dendam padaku?"
"Balas dendam apa, kak El terlalu berprasangka buruk padaku!"
"Batalkan janji temu kau dengan laki-laki tadi,"
"Tidak mau, aku kan jomblo bebas lah mau jalan dengan siapa saja,"
"Joa,"
Joanna tersenyum puas melihat wajah El yang seperti udang rebus dikala sedang cemburu begitu. Setelah minuman yang mereka beli jadi, Joanna dan El kembali menemui Britney dan Angeline didekat ruangan kemoterapi.
"Brit aku ke toilet dulu ya,"
"Perlu ku antar, toilet dilantai ini sepi soalnya?"
"Tidak usah, memangnya aku penakut!"
Joanna pergi sendirian masuk ke dalam toilet, benar kata Britney memang lantai ini khusus untuk pasien kangker yang menjalar kemoterapi jadi sepi sekali karena jadwal kemo kan bergantian.
Dibukanya salah satu pintu toilet itu oleh Joanna, namun saat hendak menutup pintu satu tangan mencekalnya.
"Kak El?"
Elrald kemudian masuk lalu mengunci pintu toilet itu.
"Biar aku yang kunci!"
"Ih sana keluar! Ini toilet cewek kenapa kesini?"
"Berjanji dulu batalkan pertemuan dengan laki-laki itu, baru aku akan keluar!"
"Kalau aku tidak mau?"
"Ada hukuman untukmu!"
__ADS_1