Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 71


__ADS_3

Melihat Joanna kerepotan Elrald pun berinisiatif membantunya.


"Biar aku bantu bawakan,"


"Eh engga usah kak,"


"Tidak apa-apa," Elrald mengambil alih dua kantong makanan dari tangan Joanna kemudian lanjut berjalan lebih dulu.


Dari belakang Joanna berjalan mengikuti langkah kaki Elrald.


"Oh my God punggungnya aja keren banget, kira-kira udah punya pacar belum ya kak El??" batin Joanna.


Britney yang melihat kedatangan Elrald dan Joanna langsung menyambutnya.


"Terimakasih kak El,"


"Ini dari Joanna nona,, tadi saya bantu bawakan!"


"Brit, gimana jadi besok ke Kanada?"


"Kita ngobrol diluar aja yuk!"


"Ya udah deh,"


Britney dan Joanna pergi mengobrol diluar sementara kedua orangtua Daniel, Larisha, Tuan Lan dan Elrald berada didalam kamar.


"El bagaimana keadaan di kantor,"


"Niel baru aja lidah momy ini belum kering, jangan bicarakan masalah kantor dong nak," protes Angeline.


"Tidak ada masalah apa-apa Tuan, semua berjalan dengan lancar anda tenang saja!"


"Baguslah kalau begitu, besok aku akan pergi ke Kanada entah berapa lama aku menjalani pengobatan di sana,"


"Saya akan jenguk Tuan Daniel ketika libur,"


"Aku harap kau benar menjengukku sudah aku bayangkan betapa membosankannya pengobatan disana! Nanti akan ada orang yang menggantikan jabatan ku di kantor!"


"Siapa Tuan?"


"Entahlah, bisa orangtuaku, atau Dady Lan atau siapapun itu, orangtuaku nanti yang atur,"


"Baiklah Tuan yang penting anda cepat sembuh,"


Elrald kembali meninggalkan rumah sakit karena kantor tidak bisa ditinggal lama-lama.


"Eh Brit, kak El itu punya pacar engga si?"


"Cih, aku tau inti dari pertanyaan mu itu kemana,"


"Ya aku si hanya tanya saja Brit, memang apa salahnya tapi kak El itu bicara sekedarnya saja tidak mau mengajak ngobrol aku apa gitu,"


"Mungkin tidak enak jika mengajak ngobrol lagi pula kan kak Elrald itu kerja Jo, jadi bicaranya ya formal gitu,"


"Tapi kan ini di luar kantor Brit,"


"Tetap saja kan ini masih jam ngantor Joanna,"


"Kalau malam?"


"Coba saja aku juga tidak pernah ngobrol dengannya,"

__ADS_1


"Yasudah aku disini sampai malam ya?"


"Untuk menemani aku?"


"Ye, untuk modusin kak El lah,"


"Dasar! Ya sudah aku dukung,"


"Aaa benar ya? Asik makasih Brit, eh lalu kalau besok kau ke Kanada kuliah mu bagaimana?"


"Entahlah aku mungkin akan cuti dan tinggal di Kanada untuk menemani Daniel,"


"Brit, aku akan sangat merindukan mu,"


Malam harinya Tuan Lan dan Larisha mengajak orangtuanya Daniel untuk beristirahat di rumah saja, lagipula mereka belum istirahat sejak datang dari Jerman.


"Brit, momy tinggal ya harus packing pakaian kita juga untuk besok pagi!"


"Iya mom, lagipula ada Joanna yang nemenin,"


"Britney momy Angel sama Dady Damian juga pulang dulu ya, kabari kalau Daniel," Angeline tidak melanjutkan pembicaraan.


"Mom, aku tidak apa-apa lihatlah aku sehat,"


Tinggal Britney dan Joanna saja yang menemani Daniel didalam ruangannya.


"Sayang tumben itu sahabat mu sampai malam tetap disini,"" bisik Daniel.


"Oh Joanna lagi ngasih umpan by,"


"Hah, umpan apa?"


"Umpan untuk deketin sekertaris pribadi mu Tuan Daniel yang hobi ngegosip!" ujar Joanaa dengan nada candaan karena sejak tadi bisa mendengar jelas Daniel dan Britney membicarakannya.


"Namanya juga usaha," sahut Joanna.


Sedang asik mengobrol tiba-tiba Elrald datang membawa beberapa berkas yang memerlukan tanda tangan dari Daniel.


"Malam Tuan Niel, Nona!"


"Malam El, satu lagi engga disapa?" tanya Daniel.


"Siapa Tuan?"


"Tuh!" Daniel menunjuk kearah Joanna yang sedang duduk di sofa.


Sementara Joanna langsung cengengesan akhirnya penantiannya tidak sia-sia menunggu Elrald sejak sore pucuk dicinta mangsa pun tiba.


"Malam Joanna,"


"Malam kak El,"


"Tuan ini ada beberapa berkas yang memerlukan tanda tangan anda, silahkan dibaca dulu!"


"Oke aku akan baca dulu, dan apa aku boleh minta tolong El,"


"Minta tolong apa Tuan?"


"Aku dan istriku lapar sekali belikan kami makanan El, makanan di rumah sakit bosan,"


"Baiklah Tuan!"

__ADS_1


"Pakai kartu ini, dan pergilah bersama Joanna biar dia yang pilihkan karena dia tau makanan kesukaan istriku!"


Elrald melirik kearah Joanna dan Joanna pun merasa senang Daniel membantunya menarik perhatian Elrald.


"Baiklah Tuan,"


"Sudah sana Jo!" perintah Britney.


Joanna pun mengikuti Elrald dari belakang dengan wajah senang karena untuk pertama kalinya bisa pergi berduaan dengan Elrald, meskipun sangat canggung tapi bisa sedekat ini dengan Elrald membuat bumi seperti berhenti berputar bagi Joanna.


"Anak itu pasti malu-malu by,"


"Kalau kau memang tidak malu-malu saat dulu aku mencoba mendekatimu?"


"Dulu kau kan tidak menyukai mu,"


Daniel pun menarik pinggul Britney hingga membuat Britney jatuh kedalam pangkuan Daniel.


"Kalau sekarang, apa kau sudah menyukai ku?"


"Tentu saja, kalau aku tidak menyukai mu mana mungkin aku mu kau tiduri sampai jadi baby,"


Daniel meraup bibir Britney keduanya kembali saling menye sap dengan memperdalam ciuman itu.


"Obat-obat itu sangat pahit, tapi beruntung aku memiliki bibirmu yang manis," Daniel berhenti sejenak menciumi bibir Britney.


Britney pun mendorong tubuh Daniel hingga Daniel pun terlentang diatas ranjang dan Britney berada diatasnya sambil kembali melum at bibir Daniel namun saat sedang menikmati momen kemesraan ini, sakit dikepalanya kembali datang dan membuat Daniel harus melepaskan ciuman itu.


"By, apa sakit lagi?"


Aaaa...


Daniel hanya bisa meringis kesakitan, dan itu membuat Britney panik.


"Sayang, minum obatnya dulu!" Britney bergegas mengeluarkan satu pil obat pereda nyeri berikut air putih untuk Daniel.


Setelah meminum obat itu Daniel masih terus meringis kesakitan memegangi kepalanya, membuat Britney tidak kuasa menyaksikan suaminya menderita sendirian seperti saat ini.


"Ya Tuhan kuatkan aku, aku harus kuat aku tidak boleh stres demi calon anak kami!"


Britney memegangi perutnya, sementara Daniel masih meringis kesakitan.


"By, sayang sini aku peluk by! Aku mohon jangan kesakitan lagi!"


Kedua mata Britney sudah berkaca-kaca, saat ini Britney memeluk tubuh Daniel, bernyanyi sebuah lagu tentang kisah cinta sejati hingga Daniel pun larut dalam nyanyian merdu istrinya.


Britney masih memeluk tubuh Daniel dan bernyanyi lagu-lagu tentang perasaan cinta yang tulus pada seorang kekasih, hingga lambat laun Daniel berhenti meringis kesakitan dan akhirnya tertidur efek obat yang dia minum.


Air mata Britney akhirnya menetes mengenai wajah Daniel yang sudah tertidur, Britney memperdalam pelukannya dan kembali menangis tanpa suara.


Sementara didalam mobil Elrald dan Joanna pergi bersama untuk menuju ke salah satu restoran dan membeli makanan kesukaan Britney.


"Apa masih jauh?"


"Lumayan kak,"


Dalam pikiran Elrald masih memikirkan keberadaan Sierra yang tengah mengandung anaknya, jadi tidak ada hasratt baginya untuk mengajak bicara wanita lain apalagi wanita itu adalah wanita yang usianya masih muda seperti Joanna.


"Ya ampun kak El cuek banget si, apa aku engga punya kesempatan untuk lebih dekat lagi dengannya?" dalam hati Joanna.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Joanna udah mundur ajalah, Elrald itu ga akan suka sama wanita muda dia sukanya wanita tua kek maak othor gini😂 jadi kepo usia yang baca novel ini apa setua maak juga atau masih pada muda kaya Joanna dan Britney y????


__ADS_2