Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Kabur


__ADS_3

(Yank .. dimana? )


Satu pesan masuk dari suamiku. Aku mengacuhkannya dan tak membalas pesan tersebut. Rasanya aku ingin pergi jauh sangat jauh.


(Kamu dimana.. anak-anak nyariin kamu yank). Dia mengirimkan photo anak-anak yang sedang tertidur,aku begitu teriris melihat kedua anak ku yg sedang tidur nyenyak.


(Yank..)


(Sayang.. jawab aku.. kamu lagi dimana? ini udah malam )..


Suamiku terus menerus mengirimkan pesan bahkan beberapa panggilan pun aku tolak. Hatiku kalang kabut, entah apa yang harus aku lakukan. Rasanya ingin ku akhiri saja hidupku. Aku begitu frustasi.


(Sebenarnya ada apa sih .. kenapa kamu tiba-tiba begitu)


(Aku tak ingin pulang ). Balas ku kemudian


(Apa yang membuat mu tak ingin pulang)


(Aku berdosa aku istri durhaka, aku tak ingin pulang)


jawabku sambil terisak, sungguh hati ini sakit mengatakan itu.


(Sekarang kamu dimana.. . share lokasinya biar aku jemput .. nanti kita bahas ini di rumah) ". Dia lah suamiku tetap sabar menghadapi sikap aku yang keras kepala tak pernah emosian.


"(Aku telah mengkhianati kamu .. aku berdosa) ".


"(Pulanglah dulu .. ini sudah malam.. gak baik untuk seorang wanita masih diluar sendirain.. aku khawatir)"


"(Tak perlu khawatirin aku .. aku baik baik saja )". Aku lemparkan gawai ku kekursi,tak peduli suamiku yg terus menerus menelponku.


Aku berteriak memukul-mukul setir mobil, ada penyeselan dalam diri ini.. melakukan hal bodoh. Kurang apa suamiku sehingga aku menghianatinya.


("Yank.. pulanglah..).


(Kenapa kamu bisa senekat ini .. ada apa sebenarnya ).


Aku tak membalasnya dan membiarkan gawai ku terus berdering panggilan dari suamiku.


Jam 2 malam aku masih berada didalam mobil,aku bingung harus tidur dimana,sedangkan tak punya saudara dekat, dengan kepala yang masih pusing dan mata bengkak akibat menangis aku tancap gas menuju rumah temanku,dengan kecepatan tinggi aku melaju dan hampir saja menabrak mobil milik orang. Kemudian aku memarkirkan mobil di sebuah toko 24 jam dan mengirimkan pesan kepada seseorang .


("Jemput aku ")..


(Jemput dimana ) balasnya,kemudian aku mengirimkan lokasinya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian dia datang aku langsung masuk kemobilnya. Sepanjang jalan aku hanya bisa menangis dan terus menangis.


*************


5 jam sebelumnya.


"yank ... aku izin mau arisan.. tapi aku nyetir sendiri.. aku bareng teman-teman ". Ucapku manja pada suami. Yank panggilan sayangku pada suami.


"Yasudah .. hati hati bawa mobilnya".


"Aku titip anak-anak ya .. soalnya teman aku juga gak bawa "


"Iya." . Balasnya sambil tersenyum.


"Makasih ya.. kamu memang suamiku paling baik". Aku seperti anak kecil kegirangan yang dapat balon aku cium suamiku dan berlalu.


Sudah rapi dengan baju arisan  ,lalu aku tancap gas menuju rumah temanku untuk menjemputnya. Sambil menunggu tak lupa aku selfi-selfi di dalam mobil. Setelah puas selfi tak lupa juga aku menguploadnya di IG. Tak lama ada DM masuk. Betapa kaget nya ternyata yg ngDM ialah mantanku, mantan yang tak bisa aku lupakan selama ini. Aku mencoba melupakannya namun saat aku akan berhasil melupakannya dia malah hadir kembali kehidupanku. Ada rasa bahagia di hati ini.


(Makin cantik) .tuturnya


Aku membacanya penuh kegirangan, wajahku merah merona. Dia yang selama ini aku rindukan,setelah 7 tahun tak tau kabarnya.


(Terimakasih ) jawabku so cuek.


(Cc mau kmna).


(Arisan). Jawabku simple


(Ketemuan yuk ).


Aku membaca pesan terakhirnya sambil mengangguk-angguk tanda mengiyakan, meskipun sbnrnya dia tidak tau apa yang aku lakukan. Tak ada kucing yang nolak dikasih ikan asin. Aku langsung menjawab dengan senang hati.


(Ayo... habis arisan ya jam 8 di tempat biasa kita makan waktu dulu )


(Ok .. aku tunggu ya CC). Betapa senangnya hari ini, tak sabar ingin segera ketemu. Bagaimana dia yang sekarang, uh sepertinya semakin tampan gumamku mengukir senyum.


"Rin.. nanti anter aku ya . Ketemu seseorang ". Tukasku dikala rina masuk kemobil dan duduk disampingku.


"Kemana.. jangan bilang lo mau ketemu cowok". Dia memang sahabatku yang tau kalo aku belom bisa move on dari mantanku dia hampir tau semua kehidupanku.


"Iya".. jawabku sambil nyengir


"Gila lo.. udah nikah masih aja sering begitu.. dosa tau .. gw gak mau ikut-ikutan ah ".. jawab rina

__ADS_1


"Ya... rinn please.. kali ini aja ya.. jangan bilang siapa-siapa".. balasku memohon pada Rina.


"kalo ada apa-apa gw gak mau dilibatkan ya."..


"tenang ... gak bakalan bawa-bawa lo."


Setelah arisan selesai,aku segera mengabarinya Dito si cowok yang ngDm ku. Setelah memutari jalanan akhirnya ketemu juga. Aku dibuat terpana. Dito yang dulu berbeda dengan yang sekarang ,sekarang dia lebih gagah macho dan lebih bersih. Aku memperkenalkan temanku pada Dito, setelah saling kenal aku pergi berdua, dan Rina aku suruh tunggu ditempat makan itu.


Aku bersama Dito memutari keindahan kota dimalam hari,setelah  1 jam lamanya jalan-jalan malam ,kami kembali ke tempat makan dimana Rina menunggu, aku hendak keluar dari mobil , namun tanganku ditarik olehnya sehingga wajah kami beradu, hembusan nafas nya membuat aku terbius, sehingga terjadi ciuman, aku yang dibawa nafsu menikmatinya bahkan aku tak ingat jika aku sudah menikah dan punya anak. Kami berdua kaget karena Rina menggedor kaca mobil, untung saja kaca mobilnya tak terlihat dari luar, sehingga Rina tidak mengetahui apa yang barusan kami lakukan.


Aku segera membuka pintu mobil, Dito keluar dengan wajah malu dan Rina masuk kedalm mobil.


"Anak gw katanya panas, pulang yuk " nampak kekhawatiran di wajahnya. Aku yang merasa bersalah pada nya langsung mengiyakan.


"Dito gw pamit ya ". Tukasku pada dito sambil tersenyum.


Aku dan Rina segea berlalu dari tempat itu.


"Apa yang lo lakuin sama itu cowok". Dipertengahan jalan Rina mengintrogasiku.


"Lo ciuman ya " tanyanya lagi.


"hmmmm kok tau " . Jawabku tanpa berdosa


"Tau lah.. itu cowok tadi keluar dari mobil lo ngelap-ngelap mulutnya, emangnya gw gak faham apa". Aku hanya tersenyum.


"Sadar Mely kamu sudah nikah, gak baik begituan . Gimana kalau suami kamu begitu sama cewek lain kamu mau gak ". Rina menasehatiku.


Tanpa menjawabnya,entah kenapa ada rasa bersalah kepada suamiku. Tiba-tiba aku menangis sepanjang jalan sambil menyetir.


Rina yang melihat aku menangis pun merasa heran.


"kenapa lo nangis." tanya nya. Aku hanya diam.


Setelah sampai mengantarkan Rina pulang,aku tak langsung pulang kerumah, aku meratapi apa yang telah aku lakukan tadi bersama Dito, hampir saja aku Ena-ena kalau tidak Rina cepat-cepat ngetuk kaca mobil. Aku termenung didalam mobil dan menangis.


***********


Kenyamanan itu kini datang lagi bersama dia, lelaki yang ada di samping ku. Dito.


Sepanjang jalan aku hanya bisa melamun. Dito tak banyak tanya dan tetap fokus menyetir mobil.


(Kamu dimana yank).

__ADS_1


Pesan masuk membuyarkan lamunanku, aku membukanya dan ternyata banyak sekali panggilan tak terjawab dari suamiku.


(Aku tak mencintaimu ). Jawabku lalu kumatikan handphoneku.


__ADS_2