Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Dua kakak beradik Adiwiyata


__ADS_3

Kejadian 10 tahun yang lalu


šŸšŸ


"Aku sudah lama menyukai Oca kak" Kata Seorang pemuda kelas 2 SMP yang masih memakai seragamnya.


"Aku tak tahu ada hubungan apa antara kau dan Oca, tapi Oca adalah kekasihku" Bentak Anak SMA yang lebih besar dari anak SMP tadi.


Kedua anak lelaki itu saling bersitegang di halaman belakang sebuah rumah megah.


Kedua pemuda tersebut adalah kakak beradik Adiwiyata. Yakni Prabasonta dan Barapathi Adiwiyata.


Mereka berdua saling menyukai gadis yang sama, yakni Oceana Saphira.


Atau akrab dipanggil Oca. Oca adalah gadis yang tinggal dalam satu komplek rumah mereka.


Bara dan Oca telah terlebih dahulu kenal. Karena mereka telah bersama pada saat kanak kanak.


Sedangkan Praba sendiri adalah anak laki laki pendiam yang merupakan Kaka kelas Oca.


Oca adalah salah satu murit favorit siswa laki laki di sekolahnya. Tak ayal hal tersebut membuat Praba jatuh hati padanya.


Apalagi selain cantik, Oca juga merupakan siswi berprestasi. Bukan karena ayah Oca adalah ketua Yayasan di sekolah mereka.


Kembali lagi ke pertengkaran kedua Putra Adiwiyata yang masih remaja. Praba masih tak terima adiknya menyukai kekasihnya.


Pertengkaran mereka terdengar oleh ibunya.


Ibunya bernama Miranda Maheswari. Sebagai seorang ibu, Miranda tak tega melihat kedua buah hatinya bertengkar seperti itu.


Kini kedua anaknya sama sama mengurung diri masing masing dikamarnya.


Muka mula Miranda masuk ke kamar Bara dan menasehatinya.


"Apa perasaan mu itu nyata anakku ?" Selidik Miranda menatap tajam Putra bungsunya.


"Bara menyukai kak Oca Bu" Keluh Barapathi.


"Tapi Kak Oca adalah kekasih kakakmu" Bujuk Miranda pada Bara.

__ADS_1


"Tapi Bara lah yang lebih dulu mengenal Oca" Bara masih tak mau mengalah pada Kakaknya.


Miranda yang bingung, kini menemui putra sulungnya dikamarnya.


Kamar Remaja tersebut dipenuhi banyak buku buku dan sebuah ring bola basket. Karena Praba memang aktif dalam permainan bola tersebut.


"Ibu boleh masuk Praba ?" Tanya Miranda.


"Boleh ibu" Sahut Praba dengan sopan santun.


"Ibu tadi baru saja berbicara Dengan Bara, adikmu baru saja akhil baligh dia masih belum bisa menjelaskan bagaimana perasaannya jadi ibu mohon jangan diambil hati ya" Nasehat Miranda menenangkan putra sulungnya.


Praba memang dikenal keras dalam pendiriannya, tak banyak bicara dan bersikap acuh.


"Kalau dia menyukai Oca, kenapa sebelum Praba berpacaran dengannya Bara tak mengutarakan perasaannya" Keluar Praba dari mulutnya.


Miranda menatap langit langit kamar putranya, dia masih bingung bagaiman cara membujuk kedua Putranya.


"Ibu rasa perasaan Bara ke Oca hanyalah kasih sayang antara kakak dan adik seperti biasa. Bara cemburu melihat kedekatan kalian berdua" Bujuk Miranda.


"Praba akan memikirkan sendiri masalah ini ibu" Kata Praba mencoba menenangkan hati ibunya.


"Ibu mempercayakannya padamu Praba" Puji Miranda diikuti meninggalkan kamar putra sulungnya.


Kemudian keesokan harinya Praba memutuskan hubungannya dengan Oca secara sepihak. Meski mereka baru berpacaran satu Minggu.


šŸšŸ


Kini Praba meninggalkan ruangan ibunya, lalu menuju ke bagian humas rumah sakit tersebut untuk menanyakan jadwal praktek dokter Oceana.


"Beliau sudah pulang, maksud saya dr Oca" Jawab petugas tersebut.


Entah kenapa tiba tiba saja langkah kaki Praba menuntunnya ke bagian humas rumah sakit ini dan menanyakan perihal jadwal praktek dokter Oceana.


Setelah mendapatkan jawabannya, Praba kemudian masuk kembali keruangan ibunya.


Kali ini ibunya sedang beristirahat. Praba tak membangunkan ibunya.


Disamping sudah duduk Lelaki muda yang tak lain adik laki lakinya Bara.

__ADS_1


"Kau bertemu dengannya kak?" Tanya Bara dengan sinisnya.


Praba tak menjawab pertanyaan adiknya, dia lebih memilih duduk didekat bed ibunya.


"Kali ini aku tidak akan mengganggu kalian" Keluarlah kata kata dari mulut Bara.


"Kami tak memiliki hubungan apapun" Jawab Praba tanpa melihat Bara sedetikpun.


"Aku minta maaf telah menghancurkan hubungan kalian" Kata Bara lirih.


"Kau tak ada hubungannya dengan kandasnya hubungan kami karena aku tak pernah mencintai wanita itu" Kelas Praba panjang lebar.


"Kalau begitu, aku masih memiliki kesempatan dong ?" Goda Bara kini menatap mata kakak laki-lakinya sambil menunggu jawaban menohok dari Praba.


"Terserah" Ya hanya kata itu yang terlontar dari mulut Dingin Praba.


"Aku bahkan telah memiliki kekasih" Ejek Bara menambah panjang sindirannya.


šŸšŸ


Kini Oca dan Abi berada di sebuah Coffe shop Gayanti Coffe Roestery. Kedai kopi dengan unsur kunonya yang sangat nyaman untuk penikmat kopi.


"dok, apa anda tak keberatan bila besok saya menjemput anda ?" Tanya Abi dengan tiba tiba.


"Oh .. iya terserah anda dok" Jawab Oca sesingkatnya.


"Tak ada yang marah kan ?" Tanya Abi lagi


"Kenapa ada yang marah, paling Tami dan Alisa yang marah" Goda Oca sambil tersenyum.


"Aku tak ada hubungan dengan mereka" Sahut Abi tak ingin Oca salah paham.


"Mereka fans anda" Ejek Oca lagi.


"Susahnya jadi orang ganteng" Kata Abi membanggakan dirinya.


"Aku tak menyangka anda bisa narsis juga dok" Sindir Oca


šŸšŸšŸ

__ADS_1


__ADS_2