Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Cemburu.


__ADS_3

"Sungguh indah bila kita bisa menggapai sebuah kebahagiaan, Namun kadang apa yang kita inginkan tak sesuai harapan."


🌼🌼🌼


"Atau kau berharap aku yang pergi ?" Sindir kekasihnya dengan tatapan mata menelisik tajam.


"Salah lagi kan ? dasar wanita !" Tak abis abisnya Lelaki itu menggerutu lantaran sikap dingin yang ditunjukan Oca.


Meski begitu toh nyatanya Praba tak kuasa meluapkan kekesalannya, buktinya dia tunduk dengan wanita pujaannya. Terbukti dia selalu mengekori kemanapun Oca melangkahkan kakinya.


"Hei, aku akan mengantarkan kamu !" Ia menggandeng tangan wanita yang berjalan beberapa langkah di depannya.


"Jangan sentuh aku ! aku bisa berteriak disini !" Kembali Oca menyemprot amarahnya.


"Lalu siapa yang harus ku sentuh ?" Lelaki itu tak mau kalah, ia menaikan satu tingkat suaranya lantaran kesal dibuat Oca.


Mendapati Lelaki di sampingnya makin emosi, Emosi Oca sendiri kian memuncak. Kedua tangannya mengepal keras.


"Kau urus saja klien wanitamu itu."


"Huahahaha .." Praba tiba tiba tertawa mendengar umpatan Kekasihnya.


"Jadi itu alasannya, kau cemburu padaku sayang ?" Praba makin yakin ketika melihat wajah Oca berubah kemerah merahan lantaran menahan malu.


"Jangan sembarangan bicara !" Tak peduli apa yang akan dikatakan Praba, Oca meninggalkannya tanpa menoleh sedikitpun ke belakang.


Pria itu kini memendam rasa tawanya, Rasa tawa yang ia tahan lantaran bisa melihat wanita didepannya kini sedang emosi lantaran cemburu padanya. Ia sangat yakin sekali, karena mimik wajah Oca tak bisa dibohongi.


"Aku suka melihatmu seperti ini sayang," Sambil menarik tangan Oca dengan paksa, laki laki tersebut mengajak teman wanitanya masuk ke mobil Oca.


Mata wanita itu terbelalak kaget melihat sesuatu di depan matanya. Hal yang sangat mustahil ia temui di sini yakni mobil yang selama ini ia pakai kemana mana sedang terparkir rapi di depan matanya.


"Bagaimana bisa ? aku sudah menjualnya, ini tak masuk akal !" Komat Kamit mulutnya menggerutu tak jelas.


"Apa kau lupa, kekasihmu ini orang penting ?" Praba mendorong tubuh Oca agar masuk kedalam mobilnya.


"Sial.. Lelaki ini masih seenaknya saja,"


"Apa kau suka kejutan dariku ?"


"Tidak ?"


"Sayang ayolah, aku sudah melakukan segala hal apa kau akan terus seperti ini padaku ?"


Seperti biasanya ia mulai menjalankan mobil kekasihnya sama seperti saat ia menjadi supirnya.


"Berhenti memanggilku sayang, aku benci itu !"


"Istriku..." Seketika mata Oca melotot hingga membuatnya hampir terlepas keluar mendengar pria disampingnya memanggil dirinya dengan sebutan istri.


Tepat disaat itu, Praba mendekatkan dirinya tepat di depan wajahnya.


Jantung Oca pun berdegup kencang, perasaan ini sama halnya ketika ia dan Asep alias Praba (ah syudah lah sama saja aku nyebutnya) akan berciuman dulu.


Merasa sedang terpojok, dan tak ingin membuat Pria itu makin beringas tentunya. Sekonyong konyongnya Oca mendorong tubuh Praba menjauh darinya.


"Sial gagal !" Umpat lelaki itu frustasi atas kelakuan Oca.


"Aduh..., kau ini wanita kenapa tenaganya kuat sekali !"

__ADS_1


"Salah sendiri, aku bisa menjebloskanmu ke penjara dengan pasal Sexual Harassment !" Ancam wanita itu.


"Aku baru mau memasangkan seatbelt Oca, kenapa kau berfikiran aneh aneh tentangku ?"


Sambil mengelus pinggang sebelah kirinya bekas lukanya dulu.


"Apa itu masih sakit ?" Melihat Praba meringis akibat ulahnya tadi, mau tak mau Oca memperhatikan lelaki disampingnya tersebut.


"Sedikit, apalagi kalau kau mendorong seperti tadi !" Keluhnya mengerjai wanita itu.


Biar 'ku lihat !" Sikap perhatian pada sesamanya Oca tunjukan meski ia sangat kesal dengan Praba. Mau tak mau luka itu akibat ia melindungi dirinya.


Ketika melihat bekas luka itu, ia teringat pertemuan pertama kali nya dengan Asep. Hatinya begitu sakit bila ia mengingat kejadian tersebut. Apalagi Praba juga memakai gesper yang sama seperti waktu itu.


"Kurasa ini baik baik saja, luka ini mengering dengan sempurna bahkan aku sendiri yang menjahitnya, dia pasti menipuku lagi !"


Oca mengamati bagian tubuh itu dengan seksama, sehingga konsentrasinya berpusat hanya pada luka itu. Tepat disaat itu, Lelaki yang sudah sedari tadi menahan godaanya langsung mendekap tubuhnya.


"Lepaskan !"


"Kumohon sebentar saja, aku merindukanmu sayang !" Makin erat ia memeluk wanitanya di dalam mobil.


Namun alih alih bermesraan Praba bersama Oca buyar lantaran seseorang mengetuk kaca pintu mobilnya.


Buru buru Praba melonggarkan pelukannya dan melihat keluar mobil.


"Sialan menggangu saja !". Praba kemudian membuka kaca mobil untuk memastikan ada hal apa.


"Siang pak !, mobil anda menghalangi jalan mobil saya,"


"Hahahah ! Syukurin emang enak ?" Oca mencibir pria disampingnya itu. Tawanya tak henti hentinya ia keluarkan.


"Mungkin 'ku tak akan bisa


Jadikan dirimu


Kekasih yang seutuhnya mencinta


Namun kurelakan diri


Jika hanya setengah hati


Kau sejukkan jiwa ini,"


Suara ringtone dari ponsel Oca, Buru buru ia menyambar benda tipis namun pintar tersebut di dalam tasnya. Melihat Malika menelponya tak segan segan ia langsung mengangkat tombol hijau di layar ponselnya.


"Lagu favoritnya masih tak berubah !" Pria disampingnya menahan merah di pipinya.


Namun hatinya kembali terenyuh manakala ia mengingat lirik lagu tersebut.


"Hari ini jadwalku siang hingga malam Ma !" Suara Oca menjelaskan jadwalnya pada Malika.


"Temani aku nanti malam, aku akan memberikan apapun yang kau inginkan !" Wanita itu memohon agar Teman baiknya itu mau menemaninya seperti kemarin.


"Carikan aku gadun kaya Ma !" Celetuk Oca singkat namun kata singkatnya itu menyebabkan pergulatan di pikiran pria disampingnya yang saat ini sedang mengemudi.


"Jangan sembarangan bicara dear !" Keluhnya kesal lantaran ucapan yang terlontar dari mulut kekasihnya.


"Eh, siapa itu ? pacarmu marah Ca !" Malika sedikit terkejut.

__ADS_1


"Aku jomblo Ma, Carikan aku suami !" Sahut Oca sebelum Praba merebut ponsel dari tangan Oca.


"Ayo kita ke KUA !" Umpat lelaki itu kesal dibuatnya.


"Ogah !"


"Sekali lagi kau berkata seperti itu, aku gak segan segan untuk melampiaskan nafsuku !" Praba melirik tajam kearah wanita disampingnya.


"Mengerikan sekali !" Selesai berkata demikian mulut Oca mencibir jawaban dari Praba.


"Mau di coba disini ? Aku sih ayo aja !"


"Sekali lagi kau bahas hal itu lagi, aku gantung kepalamu !" Lirikan Oca tajam kearah pria disampingnya.


Praba tak henti hentinya tertawa mendengar lelucon dari Oca.


"Ingin diantar kemana ? katanya jadwal Siang ?"


"Pulang !"


"Ikut Aku bekerja mau ?" Gemas sekali Praba dengan kata kata cuek dari Oca. Sedari tadi semua perkataannya selalu saja mendapatkan penolakan yang serius.


"Untuk apa bertanya padaku, aku tahu sekali sifatmu meski aku menolaknya juga tak ada gunanya. Lelaki keras kepala sepertimu tak ada duanya." Oca menjawabnya dengan kesal.


"Sayang,, beruntung sekali aku, kau orang yang paling mengerti tentang diriku !"


🍁🍁


Dari kejauhan, seorang pegawai valey di kantor Praba sudah menyambut mereka berdua. Begitu mobil yang mereka naiki berhenti, Petugas itu langsung menerima kunci mobil Oca dan memarkirnya.


Oca agak sedikit kaku untuk keluar dari mobilnya. Namun hal itu tak menyurutkan niat Praba, segera saja ia menggandeng tangan kekasihnya tersebut dengan mesra.


"Lepaskan ?" Ucap Oca pelan pelan.


"Oca, kau harus memberiku wibawa di kantorku jangan macam macam !" Ancam Lelaki itu tak ingin Oca bertindak sembarangan.


"Aku malu !"


"Apa ? mereka semua ada dibawah kendaliku jadi untuk apa malu ?" Dengan sombongnya Praba membanggakan dirinya.


Setiap Mata memandang hormat kearah mereka berdua. Tak ada yang berani berbicara sedikitpun ketika Praba lewat di samping para karyawannya. Yang ada hanya ucapan sapaan seperti selamat pagi, siang dan selamat datang.


"Aku yakin mereka semua begitu bukan karena menghormatimu, namun karena mereka takut padamu !"


"Kenapa bukankah itu lebih baik ?"


"Tentu saja tidak, seorang pemimpin yang baik itu bersikap hangat dan perhatian ke pegawai !" Selesai berbicara seperti itu Oca kemudian menginjak kaki Praba.


Semua orang terkejut melihat perlakuan Oca, dan yang lebih mengejutkan lagi Praba tak berani membalas ataupun memarahi Oca. Sangat berbeda ketika Praba bersikap pada mereka semua.


"Luar biasa Wi, gila ilmu apa yang cewek bos punya ya ?" Celetuk Gusti pada Dewi ketika kedua sejoli itu hampir berpapasan dengan Bos mereka.


"Ayo kita belajar dari beliau Gus, Agar Pak Praba tak semena-mena dengan kita ?"


🍁🍁🍁


Ih Gusti dan Dewi mau ngerencana in apa ya Readers ???


__ADS_1


Awas ya jangan sampai Bos kalian keluar tanduknya πŸ˜βœ‹


__ADS_2