Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Tak Terduga


__ADS_3

Kata orang sepasang pengantin baru mengeluarkan aura aura positif dan Penuh kasih sayang.


Lalu bagaimana dengan pasangan pengantin baru kita ini ? Apa mereka masih romantis seperti tadi malam ?


Ternyata enggak, kedua anak manusia yang kini sedang dalam flight menuju Jakarta saling sibuk dengan gadget ditangan mereka.


Yang wanita sibuk memilih foto foto yang akan dia upload ke sosmednya. Foto foto saat pesta ulangtahun kakeknya.


Sedangkan sang suaminya sibuk membaca perkara yang baru saja di email anak buahnya. Yakni sebuah kasus baru yang akan ia pelajari untuk melemparkan kasus itu kepada lawyernya yang lain.


"Lebih penting mana ? aku atau ponselmu !" gerutunya mengamati Praba yang sedari tadi tak mengindahkan pandangan matanya dari ponselnya.


"Yank, untuk menyegarkan akun rekeningku aku harus bekerja keras !"


"Siapa yang percaya ? kamu bahkan akan mencairkan deposito mu !" sindir Oca.


"Jadi kamu mendengarnya dear ?" karena rahasia Praba sudah terkuak ia akhirnya pura pura tak tahu.


"Siapa yang percaya Prabasonta akan jatuh miskin setelah kehilangan uang sebesar 20 Milyar ?"


"Yank, aku menyimpan deposito untuk masa depan kita juga !" bujuk sang suami tak mau kalah.


"Belom lagi akun yang lain, aku lihat kwitansi pembelian mobil juga pakai akun bank yang lain !"


Nah, sekarang bukan lagi ia yang mencerca pertanyaan seperti ketika di persidangan, namun dirinya tak berkutik ketika istrinya mencercanya.


"Pandai sekali istriku," jawabnya dengan kata kata tersudutnya tak lupa ia mencubit hidung mancung sang istri lantaran gemas.


"Mas, aku tak ingin ikut campur dengan keuanganmu ! yang aku minta kamu jangan terlalu mengorbankan waktumu untuk bekerja hingga kamu membutuhkan obat tidur untuk mengatasi masalahmu !" deg Jantung sang pengacara tiba tiba tersentuh mendengar penuturan sang istri.


"Baiklah, aku janji mulai sekarang Mas tak akan bekerja dengan berlebihan, namun kebutuhan kita memaksa Mas harus ekstra bekerja lebih !" Ia kemudian menggenggam erat tangan sang istri.


"Meski gajiku tak sebesar pendapatanmu, namun aku masih bisa makan dari sahamku di perusahaan papa !"


Karena Oca mengaitkan dengan perusahaan papanya, Praba makin kepikiran dengan kata kata Papa mertuanya.


PT Gunung Mulia Logam merupakan perusahaan perhiasan besar yang mengisi pasar perhiasan di dalam negeri dan luar negeri. Banyak Brand Brand terkenal memakai bahan baku dari perusahaan papa Oca.


Perbincangan mereka harus terhenti lantaran seorang pramugari cantik dan masih muda sedang mondar mandir dengan tampang khawatir.


"Apa yang terjadi ?" tanya salah seorang penumpang di kabin first class sama seperti yang kedua pengantin baru itu tempati.


"Ada seorang wanita hamil yang akan melahirkan," sahut sang pramugari tersebut, pramugari tersebut kini berjalan kearah economie seat selesai ia berbicara dengan penumpang tersebut.


"Mas, kalau dia melahirkan disini bagaimana ?"

__ADS_1


"Coba kamu bantu yank !"


"Aku bukan SpOG ataupun Bidan Mas !" Keluh Oca menekuk wajahnya.


"Kamu pasti bisa yank !" pria itu memberikan semangat untuk sang istri agar membantu wanita hamil tersebut.


Kini Oca berjalan dengan langkah tergesa-gesa ke kabin ekonomi diikuti sang suami tentunya.


Ia melihat seorang wanita hamil besar sedang mengisap usap perutnya sambil meringis menahan sakit.


"Selamat pagi, kalau boleh tahu berapa usia kandungan ibu saat ini ?" sapa Oca ketika ia sudah berada di dekat sang wanita hamil tersebut.


"Minggir nona, anda tak lihat apa istri saya sedang kesusahan dan anda mengganggunya !" hardik seorang lelaki disampingnya sambil menggenggam tangan wanita hamil tersebut.


"Apa hakmu bersikap kasar pada istriku ?" tegur Praba dari arah belakang Oca ketika seorang pria memarahi Oca.


"Mas," tegur Oca tak mau kalah, ia tak suka dengan sikap arogansi Praba.


"Perkenalkan saya, Oceana Saphira saya seorang dokter bedah Syaraf dari rumah sakit Medistra Jakarta !"


"Kau dengar sendiri bukan ?" maki Praba dengan nada emosi yang masih belum hilang.


Para Pramugari yang mengelilingi wanita hamil itu menatap Oca dengan tatapan memohon.


"Kamu pasti bisa dek !" sang suami tak henti hentinya memberi semangat.


"Kita bawa pasien ke tempat yang lebih nyaman, di seat saya saja !" usul Oca sambil menunjuk kearah kabin first class.


Para pramugari membawa pasien ke tempat duduk Oca karena tempat itu lebih nyaman.


"Siapkan air hangat !" pinta ia pada salah satu pramugari yang pertama ia lihat kebingungan tadi.


"Aku butuh benda tajam untuk memotong plasenta, apa kau punya ?"


"Kami ada peralatan makan, pisau dapur serta gunting !" Sahut Pramugari tersebut.


"Rebus mereka selama 15 menit lalu bawakan untukku, aku tunggu !" setelah memberi tahu pramugari itu Oca kemudian menyusul pasien tersebut ke tempat duduknya.


Di kabin VIP tersebut sudah riuh oleh keberadaan pasien tersebut. Beberapa pramugari sudah menenangkan mereka semua. Tak hanya itu sang kapten dan co pilot juga meminta para penumpangnya untuk tetap tenang dan jangan panik serta menyemangati wanita hamil tersebut.


Kini Oca dan seorang pramugari membantu pasien tersebut untuk melepas celana pasien dan menggantinya dengan kain yang berasal dari pemberian salah satu penumpang.


Para penumpang yang tadinya sempat ribut, kini saling memberi dukungan pada wanita hamil tersebut. Para penumpang wanita bahkan bersiap bila Oca membutuhkan bantuan.


Kini wanita yang bernama Oceana tersebut akan mengecek jumlah pem**bukaan dari pasiennya.

__ADS_1


Wanita cantik itu tanpa rasa jijik memasukan jarinya ke dalam alat kelamin sang pasien. Sebelumnya ia sudah membersihan tangannya dengan antiseptik yang selalu ia bawa kemana-mana.


Dilihat dari kondisi pasien yang sudah mengeluarkan cairan ketuban dan kontraksi sudah lebih sering, dan lebar mulut rahim sudah sekitar 4 cm, Oca sudah mengumpulkan bahwa pasien sudah pembukaan 4.


"Masih pembukaan 4 nyonya, dan kepala sang bayi sudah berada di bawah, Mungin kita akan menunggu sekitar 30-60 menit paling lama !" jelas Oca.


"Tapi ini sudah mulai sakit dok !" Keluh sang pasien tersebut.


"Kalau boleh saya tahu ini kehamilan ke berapa ?" tanya Oca sambil mengelus elus pasien agar memberinya rasa nyaman.


"Baru pertama kali ini !" sahut sang pasien.


"Sabar dulu nyonya, semua ada prosesnya kita nikmati saja setiap prosesnya !" nasihat Oca lalu berjalan ke arah belakang guna mencuci tangannya.


Oca melihat suaminya sedang berbicara pada suami pasien tersebut ketika ia hendak ke toilet.


"Bagaimana dek ?" cecar Praba penasaran dan juga pria calon ayah disampingnya tersebut.


"Baru pembukaan 4, Tuan saya mohon beri dukungan untuk istri anda. Karena dukungan dari anda sangat dibutuhkan saat ini !"


Setelah mendapatkan nasehat dari Oca, pria itu berlari guna menemui istrinya.


Pun sama halnya dengan Oca, ia buru buru untuk membersihkan tangannya di toilet pesawat.


šŸ€šŸ€šŸ€


Baca juga novel novel teman saya ya šŸ™










Maturnuwun šŸ™

__ADS_1


__ADS_2