Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Aku Cuma Punya Hati.


__ADS_3

"Aku benar benar dipecundangi olehnya, sial bisa bisanya aku jatuh ke dalam jebakannya."


Umpat Oca sambil menyetir sembarangan.


"Sudah kuduga dari dahulu


Kamu tak benar-benar mencinta


Aku yang hanya tahu mencintamu


Dengan penuh ketulusan hati," ( Novita Dewi _ Cinta Pura Pura )


Dari dalam kantong jasnya ponselnya tak berhenti untuk berdering. Oca enggan sekali melihat siapa yang menelponya.


Sesekali manik matanya menatap kearah dedaunan yang berguguran di jalanan ibukota saat mendekati musim hujan ini.


Hatinya sakit sekali, luka itu yang membuatnya merasakan bagai ditusuk sembilu.


Entah kemana pikirannya bisa membawanya, Dia menyetir tanpa arah dan tujuan.


Mobil yang ia kendarai kemudian berhenti di salah satu Showroom mobil bekas.


Buru buru Oca menyambar tas di samping tempat ia duduk kemudian berjalan keluar dari mobilnya.


Sebelum masuk ke dalam showroom tersebut, ia masih menyempatkan menelpon mamanya.


"Ma, mungkin hari ini Oca tak pulang !" Segera saja setelah ia berbicara pada Mamanya Oca langsung memutus sambungan telepon dengan mamanya tanpa mendengarkan jawaban dari Mamanya.


Kemudian ia berbincang dengan pemilik showroom tersebut setelah dipersilahkan oleh pegawai pemilik showroom mobil tersebut.


Dia masih merasa risih dengan bunyi dering dari ponselnya. Bunyi itu sangat menggangu transaksinya dengan pemilik Showroom.


Lantaran kesal, Oca kemudian mematikan daya ponselnya.


🍁🍁


Sementara Oca merasa kesal dengan ponselnya, Seorang lelaki berteriak frustasi lantaran tak bisa menghubungi wanita itu.


"Kau terlambat 3 menit Gusti, aku memberimu waktu 15 menit." Bentak lelaki yang sedang diliputi rasa khawatir tersebut.


Ia tak memperdulikan asistennya, segera saja ia menyambar kunci mobil dari tangan Gusti dan membawa mobil tersebut pergi.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau diluar jangkauan,," Suara Operator tersebut membuat lelaki itu makin naik pitam.


Ingin sekali ia melempar earphone yang bertengger manis di telinga kanannya.


"Bandara ? Tak mungkin, dia wanita yang penuh strategi !" Umpatnya di dalam mobil.


Hatiku menangis, hatiku berteriak


Aku ingin mencintai seorang saja


Aku membuatmu menangis dan menyakitimu


Tapi sekarang aku tak bisa melupakanmu

__ADS_1


Jadi aku menangis


Cintaku menangis


Bahkan ketika dunia melawanku


Kau tetap tinggal di sisiku


Satu-satunya hal yang kuberikan padamu hanya bekas luka saja


Aku bahkan tak punya hak untuk memegangmu


Hatiku menangis, hatiku berteriak


Aku ingin mencintai seorang saja


Aku membuatmu menangis dan menyakitimu


Tapi sekarang aku tak bisa melupakanmu


Jadi aku menangis


"Maafkan aku," Ucapnya lirih.


🍁🍁


Oca bersalaman dengan pemilik Showroom tersebut.


Sebelum pulang ia sempat mengamati mobilnya. Mobil yang selama ini menemaninya saat suka dan duka.


Mobil yang membuatnya mengenal supir barunya, Mobil yang membuatnya kehilangan cintanya.


Oca sudah rela melepas mobilnya, mungkin ia bisa mengganti dengan mobil baru yang lebih keren. Itu pikirnya, namun setelah ia meninggalkan mobil dan naik taksi, ia merasa ada sesuatu yang hampa dari dirinya.


Lalu kemanakah ia akan pergi ?


Gusti bekerja dengan serius memeriksa setiap nama dari daftar yang sedang ia bawa.


Dia tak menemukan nama Oceana Saphira dari daftarnya.


"Bos, Nona tak masuk dalam daftar penerbangan Domestik maupun internasional di Bandara ini," Secara jelas Gusti memberikan laporan yang sudah ia pastikan hasilnya.


"Kau ada di mana ? aku benar benar menyesal telah menyakiti perasaanmu," Keluh Pria itu sambil memukul stir bulat di depannya.


Cinta menangis, cinta memanggil anda


Karena aku tidak bisa membiarkanmu pergi kali ini


Karena senyummu adalah hidupku


Karena hanya kau yang dapat membuatku hidup


Hatiku menangis.


🍁🍁

__ADS_1


"Ini sudah larut malam dok, beristirahat lah dari tadi anda berjaga," Tegur seorang dokter mendekati Oca yang sedang duduk termenung.


"Aku akan melakukan pengecekan malam," Wanita itu pun berdiri dan melangkahkan kakinya guna beranjak dari tempatnya duduk.


Dari cara berjalannya, bisa dipastikan bahwa wanita itu sedang memikirkan masalah yang cukup dalam.


Ketika ia berjalan di lorong rumah sakit, tiba tiba ia merasakan sebuah sentuhan hangat di tangannya. Sentuhan yang selama ini ia rindukan. Sentuhan yang selalu bisa menenangkan hatinya.


Butir butir cairan bening itupun kembali merangsak keluar dari mata indahnya, Kesedihan yang selama ini ia rasakan. Kesepian yang selama ini ia rasakan kini hadir lagi.


"Aku kuat Abi, Orang itu tak mungkin membuatku terpuruk. Percayalah padaku !" Gumam Oca lirih. Matanya terpejam merasakan hadirnya sosok yang selama ini selalu mendampinginya, Sosok yang selalu menguatkannya.


Oca memeriksa setiap pasien di ruang rawat inap. Wanita itu sudah memantapkan hatinya untuk memilih menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.


Tanpa terkecuali di ruang rawat Malika.


Teman sekolahnya kini sudah keluar dari ruang ICU. Kini Malika sudah bisa di rawat di ruang rawat seperti pasien pada umumnya.


Namun kondisinya masih sangat lemah.


"Hai Oca," Sapaan akrabnya dari teman sekolahnya.


"Bagaimana keadaanmu Ma ?"


"Kau lihat sendiri, aku cukup kuat bertahan dari penyakit ini !" Sahut Malika dengan tawanya.


"Aku akan menemanimu disini Ma,"


"Apa kau tak punya rumah ?" Malika mencibir teman lamanya yang saat ini seperti sedang memendam permasalahan.


"Aku tak ada tempat untuk bersembunyi Ma," Oca berjalan menuju bad rumah sakit Malika.


"Untung saja ada kau Ca, kau lihat seluruh keluargaku tak ada satupun yang menemani aku." Keluh wanita anak konglomerat itu.


🍁🍁


Begitu mendengar bunyi BIP dari pintu sebuah apartemen yang sedang dibuka, Lelaki itu merasa sangat lega. Betapa tidak wanita yang sedari tadi ia cari kemana mana tak kunjung ketemu.


Namun perasaan lega itupun sirna, lantaran bukan wanita yang ia idam idamkan yang telah membuka hunian tersebut.


"Praba ?" Tanya Riana heran pada lelaki yang terpaku di depan matanya.


"Apa Oca ada di rumah ?" Masih dengan mimik resah yang tak berubah lelaki itu melayangkan sebuah pertanyaan pada Mama Oca.


"Dia menghubungi Tante bahwa dia tak akan pulang, Tante kira dia bersamamu nak ?"


"Praba akan mencarinya Tante,"


Pria tersebut berbalik arah kemudian sedikit berlari meninggalkan hunian tersebut. Dia sudah menduganya bahwa Oca akan melakukan hal hal di luar perkiraan dirinya.


"Jangan mencoba lari dariku, karena aku pasti akan menemukanmu cepat atau lambat !" Pria itu dengan kasar membuka pintu mobilnya dan mencari wanitanya kembali.


β€œJika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang”


(Kahlil Gibran)

__ADS_1


Pria itu terus mencari kemungkinan dimana Oca berada, dia hampir saja menyerah dalam pencariannya. Namun rasa sayangnya yang besar membuatnya memendam rasa lelah dan rasa menyerahnya. Meski harus menguras tenaga dan waktu juga tentunya.


🌼🌼🌼


__ADS_2