Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Girl of The Race


__ADS_3

Karena tersulut kata kata dari Bara, akhirnya Praba memenuhi tantangan dari Bara. Kini Oca sudah menunggu Bara untuk mengajari anak bandel tersebut.


Matanya terbelalak mana kala melihat sebuah dua mobil yang gak asing baginya menuju garis start. Buru buru dia membuka pintu mobil Bara dengan kasar.


Dia menuju kearah mobil yang sedang di kemudian Bara dengan tangan mengepalnya.


"Turun" Bentak Oca sambil menjulurkan jari telunjuknya ke wajah Bara dari depan mobil Bara.


"Slow kak" Bujuk Bara merayu Oca yang sedang tersulut emosinya. Bagaimanapun juga dia sudah berhasil membawa wanita tersebut untuk Sudi datang ke tempat ini.


"Aku bilang akan mengajarimu, bukan untuk race dengan Pria ini" Maki Oca menunjuk mobil Praba.


"Tahan, tahan jangan emosi" Bara berkata dalam hati dan kini mengatur napasnya. Kemudian dia membisikan sesuatu pada Oca.


Dia berharap agar Oca mau mempertimbangkan usulnya. "Ya Tuhan kali ini aku akan jadi anak baik" batin Bara berdoa di hatinya.


Oca kemudian masuk kembali ke Mobil milik Bara. Kini Bara dan Praba pun sudah siap diposisi startnya.


Oca menurunkan kaca mobil yang dikendarainya. "Masuklah" perintah Oca pada Bara yang berada si sebelahnya.


"Kau ingin aku bersamamu kak ?" Selidik Bara yang ragu akan kata kata Oca.


"Aku tak akan mengulangi lagi kata kataku" Keluh Oca dengan tatapan tajamnya.


Bara kemudian masuk ke mobil dan duduk disebelah Oca. Praba hanya tersenyum kecut melihat kedua anak nakal tersebut.


Praba pun keluar dari mobilnya, karena rasa kesalnya pada mereka berdua Praba menyeret seorang gadis dari Grid girl untuk menemaninya balapan.


"Kau lihat kak, Pria tua itu berani membawa wanita ke mobilnya" Sindir Bara memanas manasi Oca.


Oca bergeming sedikitpun melihat Perbuatan Praba. Dia tak merasa kesal sedikit yang ada dia merasa jijik saat ini.


Bruuuuuum ... Brummmmm Oca menendang pedal gas menunggu aba aba tiba. Tak mau kalah Praba pun juga melakukan hal yang sama.


"Kau lihat dan pelajari bagaimana caraku membungkam mulut brengse* sodaramu" Umpat Oca yang merasa bangga dan pede nya.


Seorang Grid girls telah bersiap memberi aba aba pada mereka berdua. Gadis tersebut telah membawa bendera balapan dan bersiap memberi aba aba mulai.


Gadis tersebut melihat kearah Mobil Oca, dan tersenyum. Dia begitu penasaran bagaimana bisa seorang wanita akan bertanding dengan Pria.


"Are you ready ?" Seru Gadis tersebut bertanya pada Oca disisi kanan lintasan sambil mengulurkan tangan kanannya.


Oca menjawabnya dengan mengegas mobilnya diikuti anggukan kepalanya.


Kini seseorang yang paling nervous adalah Bara. Pasalnya senjatanya makan tuan. Idenya untuk mengalahkan Praba malah berakhir dengan adu kecepatan antara Oca melawan Praba.


"And you, Ready ?" Seru Gadis itu lagi bertanya pada Praba yang sudah siap dengan semua resikonya.

__ADS_1


Praba pun juga mengikuti kelakuan Oca dengan menginjak pedal gas nya kuat kuat.


"One... Two .... Three... and Goooooo" Pekik Gadis tersebut seraya melemparkan saputangannya keatas kepalanya.


Oca dan Praba tak tinggal diam, mereka lalu tancap gas melajukan mobil mereka.


Kini posisi mobil Praba lah yang berada diposisi Oca.


Oca tertinggal cukup berjarak dengan mobil Praba.


Tak tampak raut khawatir di wajah cantik Oca, yang ada hanyalah sebuah ketenangan dan tanpa beban.


"Mobilmu menggunakan setelan gas besar, kita harus menghemat tenaga untuk diakhir pertandingan" Jelas Oca melihat Bara sedari tadi sedang memperhatikannya.


Disisi lain, Praba merasa aneh karena kedua rivalnya tak melakukan perlawanan.


"wanita itu tak mungkin membiarkanku menang dengan mudah, dia pasti memiliki rencana" Praba sangat tahu bagaiman sifat Oca. Karena Oca adalah gadis yang memiliki ide ide brilian yang telah lama dikenalnya.


Gadis yang duduk disamping Praba sesekali menoleh ke arahnya, gadis tersebut merasa bangga karena sudah dipilih oleh lelaki tampan untuk diajak balapan.


Praba pun merasa risih melihat tatapan gadis tersebut, kalau bukan karena rasa kesalnya pada mereka berdua mana mungkin Praba mau berduaan dengan gadis tak jelas asal usulnya.


Setengah dari lap pertama kini Oca sudah mulai menambah kecepatannya, dia ingin menguji bagaimana skill Praba saat ini.


Apa masih sama seperti dulu atau sudah berubah mengingat kini Praba bukan Bocah nakal lagi.


"That's you, now is real you Baby" Ucap Praba melihat keluhan Oca saat ini. Senyum manisnya terukir indah dibibirnya.


Pada tikungan berikutnya Oca akan memberikan sebuah kejutan, tikungan tajam inilah yang tadinya dipakai Praba untuk mendahului Bara.


"Let's drift now !" Tegas Oca membuyarkan lamunan Bara.


Oca sudah mengurangi transmisi giginya, kini dia sudah berada di gigi ke 2 dan memainkan handremnya.


Setelah dirasa tikungan tersebut sudah didepan mata, Oca langsung melancarkan aksinya tepat di sisi lancip tikungan Oca mengurangi gigi mobilnya ke gigi satu. Hal tersebut membuat akselerasi mobilnya makin naik dan meluncur lebih kuat.


Dan... Wusssst Oca seketika membanting stirnya ke kiri. Praba kehilangan kesempatan menutup laju jalannya mobil Oca.


Bara seketika melongo dibuatnya, wanita ini benar benar tak berubah sedikitpun. Dia masih sama seperti dulu.


"Kak kau bar bar sekali" Puji Seorang Barapathi Adiwiyata.


Praba sudah menyangka akan ada kejutan dari Oca untuk dirinya. Gadis yang dulu ia kenal kini sudah menjadi wanita yang mengerikan. Tapi meski Oca berhasil membalapnya, Praba tak merasa kesal sedikitpun. Dia akan tetap profesional hingga akhir Balapan.


Marshall kini memberitahukan bahwa Balapan tersisa 1 lap lagi dengan mengibarkan bendera dengan kode angka 1.


Marshall itupun merasa sangat kagum dengan ketrampilan para anak muda tersebut.

__ADS_1


🍁🍁


Di lap terakhir ini, posisi Oca masih berada di depan Praba, Bara sedari tadi merasa senang dan juga merasa was was.


Dia senang karena Oca bisa mengalahkan kakaknya yang sombong dan Arogan. Tetapi dia juga merasa was was karena bila kakaknya menang dia tak akan mau menuruti idenya nanti.


"Kenapa kau tak senang Bar ?" Sindir Oca melihat gelagat Bara yang menunjukkan tanda tanda aneh disampingnya.


"Ah mana mungkin, aku senang kalau kakak bisa menang" Bara membohongi Oca dengan terpaksa.


"Kau lihat yah kejutanku untuk kakakmu Bar" Ejek Oca melihat tingkah laku Bara yang seperti seorang anak yang ketahuan pulang malam oleh orang tuanya.


Praba tak akan menyia nyiakan kesempatan kali ini, dilihatnya didepan ada tikungan tajam lagi. Dia akan membalas perbuatan Oca.


Lagi lagi Praba gagal mendahului Oca. Praba kesal dibuatnya, dia tak menyangka Oca masih sama yakni ahli dalam menguasai Medan tajam.


Kini hanya tersisa satu tikungan lagi agar bisa maju ke garis finish. Oca merasa tenaga mobil Bara sudah hampir menurun, jadi dia tak akan menyia nyiakan kesempatan terakhirnya.


Praba pun juga sama, dia akan melakukan drift lagi seperti tadi.


Karena posisi mobil Oca berada di sebelah kiri saat ini, itu membuat Praba mudah untuk menikungnya.


"1,2,..3" Praba menghitung untuk mendahului Oca. Tanpa ia sadari Oca ternyata malah membelokkan Stirnya ke kanan. Sontak saja itu membuat kedua mobil mereka bersentuhan.


Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Oca untuk segera lepas dari Praba.


Dan berhasil tentunya, berkat rencana matangnya Oca kini melenggang mendekati garis finish kemudian tak sampai satu detik disusul oleh Praba.


🌼🌼🌼


Teman maaf ya kemarin aku gak update.


Menurut kalian gimana sih novel ini ?


Suka tidak ?


Sukanya apa ?


Kalau tidak kalian kenapa tak suka ?


Komen dibawah ya πŸ‘‡


Like πŸ‘


Rate πŸ‘


Vote πŸ™

__ADS_1


__ADS_2