
"Dasar Jorok, kau bau oli !" Oca mencoba meronta dalam dekapan pria yang kini memeluknya erat.
"Apa lelaki seperti ini yang pantas menjadi imamku di dunia dan akhirat ? yang benar saja sikap seenaknya aja, sikap berkuasanya dia aku sungguh pusing memikirkan dia !" Dalam hati wanita cantik itu bergumam sendiri.
"Lepaskan aku lapar, ayo jalan?" Pinta Oca secara tiba tiba.
"Baiklah, karena aku sudah puas memelukmu, aku akan menuruti semua maumu baby," Pria itu mulai menjalankan mobilnya kembali.
Oca mengamati cara mengemudi lelaki disampingnya, ia sangat ingat betul bagaimana Asep menjalankan tugasnya sewaktu itu.
"Kenapa aku begitu bodoh karena tak menyadarinya !" Oca teringat pertama kali ia berjumpa dengan Asep.
Oca pernah mengamati cara menyetir Asep yang lain tak seperti sopir pada umumnya.
Kebanyakan sopir akan sangat hati hati dalam membawa mobil bosnya. Namun Pria itu sungguh percaya diri sambil mengucapkan kata kata " Pria sejati tahan di segala macam Medan ?" Oca kemudian menarik napasnya dalam dalam.
"Andai aku menyadari sebenarnya Asep itu kau, aku tak akan mau jadi bosnya."
"Maunya jadi istrinya ?" Goda Praba menelisik sekilas wajah ayu wanita disampingnya.
"Kau pintar sekali menipuku, lihat saja nanti aku akan membalasnya,"
"Mau makan apa ini ? jagung bakar puncak lagi ? atau toge goreng supaya calon suamimu ini makin subur sayang ?"
"Kucing Mesum...." Oca meneriaki telinga Praba yang sedang berkomentar mengemudi.
Namun si empunya siluman kucing, sedang menahan senyum lantaran bisa menggoda wanitanya kembali.
"Lalu apa ? katanya lapar ? jangan makan yang murah murah aku ini pengacara dengan bayaran mahal Oca,"
"Aku mau rendang paru, yang dibeli langsung di dekat jam Gadang asli BukitTinggi Sumatera Barat,"
"Mulai lagi, belum di sentuh udah minta aneh aneh !" Pria itu mendengus kesal lantaran ulah wanitanya.
"Bisa tidak kau penuhi wahai pengacara dengan bayaran termahal ?"
"Aku sih ayo aja, mau langsung ke Bandara oke oke aja sekalian kita bisa berlibur berduaan," Praba sudah tak sabar menunggu jawaban menohok dari Oca. Pasti ia akan menolaknya.
"Pulang dulu, aku harus mempersiapkan barang bawaanku, dan kau perlu mandi loh badanmu bau keringat bercampur oli !" Oca akhirnya punya alasan untuk menolak ajakan lelaki di depannya.
"Harusnya tak masalah, apa yang harus di bawa barangmu ? dan lagi aku bisa mandi di Airport Lounge."
Praba masih tak mau kalah, kan lumayan bila Oca kalah ia bisa test Drive dulu untuk penjajakan.
"Lain kali saja ya ?" Wanita itupun juga tak mau kalah, kali ini senjatanya kata kata manis diiringi senyuman.
"Jadi kita harus kemana ?" Toh pada akhirnya runtuh juga pertahanan dan wibawa Bos Praba lagi lagi di tangan wanitanya.
"Pulang," Sahut Oca singkat.
"Masakan aku makan malam ya ?" Lagi lagi si Jelmaan kucing jadi jadian ini mulai merayu lagi.
"Aku bukan pembantumu !" Balas Oca dengan kesal.
"Galak amat sih, kali aja usahaku berhasil Yank?"
Mendekati komplek Apartemen milik mereka berdua, lagi lagi mobil Praba tiba tiba berhenti.
Praba kemudian turun untuk mengecek kembali.
Kali ini Oca tak mau tinggal, ia pun turun dan memeriksa bagian mesin mobil bersama pria itu.
"Radiator Overheat," Ucap wanita itu pelan.
__ADS_1
"Bukan sayang, ini kipas radiatornya yang bermasalah. Tadi aku sempat membetulkannya namun ini kumat lagi!"
"Beli mobil lagi, kau kan kaya ?"
"Aku memang berencana membeli mobil baru, mungkin kita bisa membeli dua sebagai hadiah pernikahan kita !"
"Jangan ngaco, kalaupun iya aku mau yang mahal !" Sahut Oca dengan kesal masuk kembali ke mobil Praba.
"Rolls-Royce ? Bentley ?" Hartaku tak akan habis kalau hanya sekedar membeli kedua mobil itu." Praba kemudian masuk kembali ke mobilnya dan mencari ponselnya.
Ia berencana menelpon montir langgananya, sambil menunggu montir datang. Ia bisa menggoda Oca kembali.
"Aku pulang dulu, kau kan masih menunggu servis mobilmu jadi aku naik taksi aja ya ?"
"Perjalanan kita kan sudah dekat dari Apartemen kita, kita bisa berduaan disini sambil menunggu montir itu datang."
"Lebih baik aku pulang jalan kaki daripada harus menunggu berduaan bersamamu !"
Oca kemudian ke luar dari mobil Praba. Tak lupa ia membawa tas dan bunganya.
"Kenapa tak ditinggal saja, kau kesulitan membawa barang barangmu sayang !" Pria itu mau tak mau mengikuti kemanapun Oca berjalan.
"Ini kan barang penting, di dalam tas banyak barangku,"
"Bunga itu ?" Sindir Praba menunjuk buket bunga mawar yang sedang Oca bawa.
"Ya Tuhan kenapa aku tak sadar membawa bunga darinya ?" Oca bergumam dalam hatinya.
"Aku selalu menghargai pemberian dari Orang, bukan ada maksud apa apa !"
Praba melihat Oca berjalan dengan heels-nya, Praba meyakini bahwa itu akan sangat menyiksanya.
"Kita pesan taksi online ya ?" Usul pria itu kemudian mengambil alih barang yang Oca bawa.
"Kalau kau terluka, aku kan sedih menurut lah !" Bujuk Pria itu.
"Ini kan sudah dekat buat apa buang buang duit untuk naik taksi,"
"Ini yang emak gue suka, calon bini yang pelitnya kebangetan!"
"Percuma saja aku kerja susah cari duit kalau kau tak mau menghabiskannya !" Praba berjalan lebih dekat kemudian berjongkok didepan Oca.
"Ngapain disitu ?"
"Naiklah ke punggungku, kakimu pasti capek dan besok siapa tahu harus operasi berdiri ?"
"Aku bisa jalan sendiri Praba," Oca meyakinkan Praba bahwa dirinya baik baik saja.
"Naiklah, kalau tidak aku kan mencumbumu langsung disini tanpa ampun," Ancaman Praba membuat Oca bergidik ngeri.
"Bisa bisanya seorang penegak hukum berbicara bahwa akan melakukan pelecehan di tempat umum ?"
"Naik tidak ?" Praba sudah siap siap akan menerkam Oca seprti seekor Singa jelmaan dari kucing Mesum.
Lantaran takut akan terjadi sesuatu, Oca pun menuruti kata kata Praba. Ia naik ke punggung lelaki tersebut.
Oca berada di gendongan pria itu sambil membawa bunga darinya juga.
"Apa kau ingat aku pernah menggendong seperti ini ?" Cecar Praba merasa menang atas wanitanya.
Oca hanya menganggukkan kepalanya, Ia memang ingat waktu ia masih sekolah ia pernah jatuh waktu memanjat pohon mangga bersama Bara. Dan Kakak lelaki Bara lah yang membawanya karena kakinya keseleo.
"Kenapa kau dari dulu selalu jadi gadis nakal"
__ADS_1
"Aku suka tantangan !" Sahut Oca singkat, pipinya merona merah bila mengingat momen memalukan ini.
"Ingat, kau hanya boleh seperti ini padaku saja, tak boleh dengan lelaki lain termasuk Bara juga !"
"Kenapa kau bawel sekali Siluman kucing ?" Oca menggerutu gak jelas.
Namun tangannya makin erat memeluk leher Pria tersebut.
"Apa ada upahnya ini ?"
"Aku akan memberimu aspirin bila susah tidur !"
"Untuk apa ? Aku sudah punya obat sendiri !"
"Itu baguslah, apa obatnya ? jangan salah minum Obat,"
"Obatnya adalah ..." Praba memotong kata katanya..
"Apa ?" Tanya Oca penasaran.
"Kelon,"
"Listrik Prabayar..." Oca meneriaki telinga Praba.
Sepanjang perjalan mereka, mereka habiskan dengan saling menggoda satu sama lain, banyak orang yang takjub dengan kemesraan mereka berdua. Namun tak jarang banyak juga Orang yang iri melihat kelakuan mereka berdua.
☘️☘️☘️
Little Things
Your hand fits in mine like it's made just for me
But bear this mind, it was meant to be
And I'm joinin' up the dots with the freckles on your cheeks
And it all makes sense to me
I know you've never loved the crinkles by your eyes
When you smile
You've never loved your stomach or your thighs
The dimples in your back at the bottom of your spine
But I'll love them endlessly
I won't let these little things slip out of my mouth
But if I do, it's you, oh, it's you, they add up to
I'm in love with you and all these little things
You can't go to bed without a cup of tea
Maybe that's the reason that you talk in your sleep
And all those conversations are the secrets that I keep
Though it makes no sense to me
I know you've never loved the sound of your voice on tape…
__ADS_1
One Direction