Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Prabasonta Adiwiyata


__ADS_3

Sebagai seorang pengacara andalan, Praba dituntut harus bersikap profesional dalam keadaan apapun.


Karakter Praba yang maskulin dan perfeksionis, membuat banyak dikagumi kaum hawa. Tak sedikit kliennya jatuh hati padanya.


Bahkan ada seorang wanita yang terang terangan melamarnya setelah memenangkan kasus hak asuh anak melawan mantan suaminya.


Sidang pencemaran nama baik yang dijalani Praba sementara di tunda hingga Minggu depan. Praba merasa tak puas dengan hasil yang didapatnya. Pasalnya saksi saksi yang dihadirkan diruang persidangan sangat memberikan pelaku.


Pihak penggugat pun juga merasa tak puas.


Setelah meninggalkan ruang sidang, Praba bergegas pergi meninggalkan Pengadilan.


"Pak Praba, bagaimana kalau saya mengundang anda makan malam bersama" Sela Anita berdampingan bersama Praba.


"Lain kali saja nona, saya sibuk untuk malam ini" Jawab Praba tak menoleh ke arah Anita sedikitpun.


"Apa lelaki ini beneran normal ?" Batin Anita masih tak percaya bahwa Praba menolak undangan makan malam darinya.


Sebagai seorang artis, Anita dituntut berpenampilan menarik. Anita sudah merasa cukup menarik dan cantik. Tetapi Praba tak sedikitpun memberikan responya pada Anita.


Anita Basuki adalah artis pendatang baru yang namanya makin melesat karena film yang dibintanginya sukses dipasaran.


Dia memiliki wajah yang cantik dan bertubuh seksi. Tak jarang membuat beberapa kaum Adam sangat mendambakannya.


"Oke, mungkin lain waktu" Sela Anita mengulurkan tangannya untuk berterimakasih pada Praba karena telah menangani kasusnya.


Praba masuk kemobilnya, Praba tipe Lelaki yang tak mau ribet. Dia mulai menjalankan mobil yang memiliki lambang kuda berponi warna hitam tersebut.


Ya mobil Praba adalah Ford Mustang edisi GT. Bagi yang sering menonton film sekuel fast furious pasti paham betul dengan mobil pamungkas Dominic Toretto.


Bedanya Dom lebih memilih tipe klasik dari Ford Mustang yakni Dodge ChargerΒ seri kedua tahun 1968-1970 sedangkan Praba memilih model masa kini yakni Ford Mustang GT Fastback. Mobil canggih yang masih sangat langka berada di Indonesia.


Praba memacu kendaraan besinya menuju kearah Rumah sakit tempat ibunya dirawat.

__ADS_1


Tak lupa Praba mampir dulu ke salah satu florist terdekat dari rumah sakit untuk buah tangan ibunya.


Tak berapa lama Praba telah sampai di parkir VIP rumah sakit Medistra. Meski hari sudah sore, parkir Rumah sakit tersebut tidaklah sepi.


"Hari ini kau sibuk sekali" Sapa Abigail pada Oca saat mereka berdua di dalam lift Rumah sakit.


"Ah, aku merasa biasa saja dok" Jawab Oca menyembunyikan masalah yang dialaminya. Pasalnya dia sangat kesal telah melewati hari ini.


Bagaimana tidak, Oca baru saja bertemu Mantan kekasihnya waktu di Sekolah Menengah Atas dulu. Lelaki yang pernah mematahkan hatinya dulu.


Lift pun terbuka, Oca dan Abigail bersama sama menuju tempat parkir rumah sakit. Saat itu juga Oca tak sadar telah berpapasan dengan Praba. Dan Praba pun tak menyadari kehadiran Oca karena terhalang oleh Abigail waktu Oca dan Abi berjalan secara sejajar.


"Do you like Coffe dokter?" Tanya Abi basa basi.


"Coffe ? not bad, i need caffeine for now" Sahut Oca dengan senyum manisnya.


"Kau cantik saat kau tersenyum dok" Puji Abigail melihat seutas senyum di sudut bibir wanita disamping dirinya.


🍁🍁


Praba masuk ke ruang rawat inap ibunya. Miranda telah dipindahkan ke ruang rawat inap karena kondisinya makin membaik.


Praba meletakkan bunga disamping bed ibunya. Ruangan tersebut dipenuhi oleh buket buket bunga beraneka warna dari beberapa tamu dan kerabat Miranda.


Ruangan VIP tersebut sangatlah luas untuk ukuran ruang rawat inap. Selain dilengkapi fasilitas mewah, ruangan tersebut juga terkesan nyaman.


"Bagaiman keadaan ibu ?" Tanya Praba mencium tangan ibunya.


"Dia kembali nak" Kata ibunya to the point' menatap putra sulungnya.


Mendengar perkataan ibunya, Praba sudah mengetahui arah pembicaraan mereka.


"Apa Bara juga mengetahuinya ?" Tanya Praba

__ADS_1


"Tentu saja sudah, mereka telah bertemu" Jawab Miranda menjelaskan pada putranya.


"Harusnya Bara adalah orang pertama yang berbincang padanya setelah dia keluar dari ruang operasi" Imbuh Miranda


"Maksud ibu bagaimana ?" Tanya Praba masih tak mengerti dengan kata kata mengambang ibunya.


"Oca lah yang bertanggung jawab atas Operasi ibu tadi pagi" Jelas Miranda bersemangat kepada Praba.


"Bukankan dokter ibu adalah dokter Adrian ?" Tanya Praba masih belum mencerna kata kata ibunnya.


"Dokter Adrian berhalangan hadir, jadi Oca lah yang menggantikannya" Imbuh Miranda.


"Berarti Bara sudah bertemu dengannya, itu bagus kan ?" Sindri Praba dengan senyum kecutnya.


"Kalian masih akan bersaing memperebutkan Oca ?" Cecar Ibunya yang masih lemah.


"Praba tak tertarik ibu, dari dulu Praba sudah mengikhlaskan Bara bersama Oca" Jelas Praba tak mau kalah.


"Tetapi kenyataannya Bara malah tak mengejar Oca lagi seperti waktu dulu" Balas Ibunya.


Praba diam membisu mendengar kata kata ibunya.


🍁🍁🍁


Semoga Novel ke 3 saya ini banyak yang suka ya.


Minder tahu akutuh sama otor otor yang lain. Karya mereka bagus bagus banget.


Like πŸ‘


Vote πŸ‘


Komen β™₯️

__ADS_1


__ADS_2