Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Korban Prank


__ADS_3

...Kisah Romantis...


...Mengejar dirimu...


...Takkan ada habisnya...


...Membuat diriku menggila...


...Bila hati ini...


...Menjatuhkan pilihan...


...Apapun akan kulewati...


...Hari ini sayang...


...Sangat penting bagiku...


...Kau jawaban yang aku cari...


...Kisah hari ini kan kubagi denganmu...


...Dengarlah sayang kali ini...


...Permintaanku padamu...


...Dan dengarlah sayangku...


...Aku mohon kau menikah denganku...


...Ya hiduplah dengan ku...


...Berbagi kisah hidup berdua (hu hu)...


...Cincin ini sayang...


...Terukirkan namamu...


...Begitu juga di hatiku...


...Hujan warna warni...


...Kata orang tak mungkin...


...Namun itu mungkin bagiku...


...Sebuah tanda cintaku...


...Dan dengarlah sayangku...


...Aku mohon kau menikah denganku...


...Ya hiduplah dengan ku...


...Berbagi kisah hidup berdua...


...Dan dengarlah sayangku (dengarlah sayangku)...

__ADS_1


...Aku mohon kau menikah denganku...


...Ya hiduplah dengan ku (hiduplah bersamaku)...


...Berbagi kisah hidup...


...Habiskan sisa hidup...


...Menikahlah dengan ku...


...Sayangku...


Glenn Fredly 🌹


ā˜˜ļøā˜˜ļøā˜˜ļø


"Serius ma, mama akan membawa Oca kemana ? kenapa buru buru sekali ?" Oca masih tak mengerti kenapa Mamanya menyeretnya dengan paksa keluar dari kamar pribadinya.


"Diam dan jangan banyak bicara, mama akan menjadikanmu Ratu sesungguhnya !" Sahut sang mama tanpa menoleh kearah anaknya sama sekali.


Dari atas tangga, Oca melihat ruang keluarganya telah disusun rapi dan berhiaskan macam macam dekorasi bunga dan semacamnya.


"Mak, ada kondangan ya ?"Celetuk Oca sebelum menuruni anak tangga di rumahnya.


Ia melihat seluruh keluarganya sudah berkumpul dengan busana rapi. Hanya dia seorang yang masih berpakaian seadanya.


Ada juga beberapa orang yang Oca tak kenal, Mungkin mereka adalah tamu yang sengaja diundang oleh orang tuanya.


Acara ulang tahun kakeknya bertepatan dengan ulang tahun berdirinya perusahaan papanya, biasanya sebelum acara puncaknya beberapa kerabat sudah hadir di tempat yang punya hajat.


"Belum siap siap ?" Russel mengernyitkan dahinya mengamati putri semata wayangnya masih berbalut piyama biru motif owlnya.


"Memangnya ada apa sih ?" Selidik Oca masih tak tahu arah pembicaraan kedua orang tuannya.


Meski sudah ada beberapa tamu yang hadir, Oca masih tak sungkan bersikap manja pada kedua orang tuanya.


"Kau akan tahu nanti, pasti kau akan sangat berterimakasih pada mama," Sahut sang mama tertawa cekikikan sambil menutup mulut dengan tangan kanannya.


Deru langkah kaki jenjang pria bersaut sautan, bergegas mempercepat langkahnya setelah menerima kabar subuh tadi. Bila ia tak segera menemui Sang pemberi informasi, ia tak akan pernah lagi bertemu dengan wanita yang paling ia cintai didunia ini.


Langkahnya kemudian berhenti di sebuah rumah mewah. Rumah tersebut sudah dipenuhi berbagai macam dekorasi suatu acara. Tampak jelas diingatkannya kemarin sang calon istri sudah meminta ijin darinya untuk menghadiri acara ulang tahun kakeknya.


Pria tersebut melanjutkan langkah kakinya masuk kedalam rumah besar tersebut. Tak peduli dengan keadaan di sekelilingnya, saat ini yang ada di kepalanya hanya bayangan sang wanita. Jangan sampai ia kabur lagi sepertinya sebelumnya.


Melihat sosok yang sangat ia rindukan sedang berdebat sang mama, rasa khawatirnya makin menyeruak di relung hatinya.


Ia semakin yakin bahwa sang calon mertua akan memisahkan dirinya dengan sang kekasih, oleh karena itu ia buru buru masuk mendekati sang wanita pujaan hatinya.


"Sudah tenanglah, aku sudah datang menyelamatkanmu !" Bujuk Pria itu semerta merta datang memeluk sang Dewinya dari belakang secara tiba tiba.


Merasa ada yang tiba tiba memeluknya, dan suara itu tak asing di telinganya, membuat Oca menolehkan kepalanya.


"Apa yang kamu lakukan disini Mas ?"


"Menyelamatkanmu, Tante Riana mengancamku bila aku tak segera datang kemari dia akan membawamu pergi !' Jawab sang pengacara tampan tersebut.


"Yang benar saja, aku tak berniat kemana mana aku aja baru bangun tidur !" Sahutnya merasa tindakan dan kata kata sang kekasih sangat berlebihan.

__ADS_1


"Karena sudah berkumpul, bagaimana kalau kita segera mulai acaranya !" Sahut Salah seorang yang Oca rasa tamu di rumah papanya.


"Acara apa ?" Selidik Oca sangat ingin tahu, ia merasa ada hal yang sudah mamanya sembunyikan dari tadi.


"Menikahkan kalian !" Kali ini suara Russel papa Oca benar membuat kedua insan manusia itu seperti tersengat listrik bertenaga tinggi.


Mereka berdua kini saling pandang, menurutnya kata kata sang papa hanya sebuah lelucon saja. Akhirnya bukanya kaget mereka berdua malah cekikikan berdua.


"Apanya yang lucu ?" Hardik suara dari arah masuk. Suara yang keduanya sangat kenal. Suara yang sudah pernah menangkap basah kebaradaan mereka berdua ketika masih bermesraan.


"Tante Miranda,"


"Ayah,"


"Berarti ini beneran dong, ide gila siapa ini ma ?" Protes Oca kesal setengah mati lantaran kedua orang tuanya menutupinya selama ini.


"Duduk kalau kalian masih menganggap aku papa kalian !" Bentak sang papa tak kalah menakutkannya dari ancaman sang mama seperti biasanya.


"Jangan diam saja, lakukan sesuatu !" Bisik Oca lirik di telinga sang kekasih prianya.


"Aku juga tak keberatan sayang !!" Sahut sang calon suami dengan senyum kemenangannya.


"Jangan sembarangan mas, mah bisakah ditunda ? Oca bahkan belum mandi !" Dengan kesal Oceana memprotes para orang tua mereka. Menurutnya ini bukan pernikahan yang ia idam idamkan.


"Bagaimana bisa aku menikah hanya dengan memakai piyama dan belum mandi ? aku tak mau moment sekali seumur hidupku menyedihkan." Dengan wajah kusut dan belum mandi, mau tak mau wanita cantik itu menuruti permintaan papanya.


"Kedua calon sudah hadir, kedua orang tua pun sudah hadir bersama saksi, mari kita mulai !" Ucap salah satu tamu yang Oca yakini sebagai seorang penghulu.


"Tunggu dulu," Oca menolak dengan memberi peringatan dengan kedua tangannya.


"Apalagi yank ? udah pas momentnya !"


"Bisakah aku mandi dulu, kan nggak enak buat pepotoan kalau masih kaya gini belom lagi cincin kawin."


"Siapa bilang, nih ibu udah nyiapin !" Sodor Miranda memberikan sebuah kotak kayu yang menjadi tempat sepasang cincin berlian.



"Masih kurang Bu, maharnya apa ?" Telisik sang penghulu menengahi yang sedang berseteru.


"Saya hanya minta apa saja yang dia bawa saat ini !" Jawab sang calon mempelai perempuan.


"Sungguh mulia sekali putriku !" Puji Russel dan Riana terharu.


"Yank, aku tak bawa banyak uang Cash kamu tahu sendiri aku buru buru kemari setelah menerima telpon dari mamamu !"


"Aku tak hanya menerima pembayaran cash Mas, seluruh isi saldo di tabunganmu juga bisa !" Sahut Oca dengan nada kesal.


"Apa ?"


Oca mengambil ponsel sang kekasih, ia kemudian membuka layanan aplikasi perbankan dari akun rekening sang pengacara tersebut.


Matanya terbelalak ketika Melihat deretan angka angka dengan jumlah sebelas digit.


"Pin ?" Cecar sang wanita yang kini sudah mengotak atik posel canggih di tangannya.


"258951,"

__ADS_1


"Done, 20 Milyar telah mendarat aman di akunku !"


🌹🌹🌹


__ADS_2