Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Suamiku


__ADS_3

Setelah selesai mencuci tangannya, wanita yang baru saja selesai membantu proses operasi klien sang suami itu kini mulai melepaskan seragam operasinya. Kemudian ia berjalan celingukan, matanya menyapu ke kanan dan ke kiri.


"Operasi kali ini sukses dok !" sapa dr Anton yang menjadi ketua tim saat operasi berlangsung. Teguran itu sedikit mengagetkan Oca.


"Anda hebat dok, aku kagum pada anda !" puji dokter cantik idola para lelaki jomblo tersebut.


"Anda juga hebat, kalau bukan atas batuan anda, mungkin kami tak pernah bisa membujuk pasien dan satu hal lagi, proses belajar anda sangat jenius !" dokter ahli penyakit dalam itu kembali memuji Oca.


"Saya tinggal sebentar ya dok," ucap Oca yang sedari tadi tak mendapati suaminya. Oca kira pria itu bersama Gusti menemani Widya hingga sadar. Namun nyatanya tak ada.


Tak sengaja ia bertemu Bara di Lobby rumah sakit. Oca melihat adik iparnya itu sedang asyik merayu resepsionis.


"Bara.." sapa Oca.


"Sudah selesai operasinya ?" tanya Bara memalingkan wajahnya karena ketahuan ia sedang merayu wanita cantik.


"Kau sendirian ? Mana pria kaku itu ?"


"Seperti biasa, abangku selalu berkelahi bila bertemu musuhnya !" sahut Bara dengan santai.


"Gandhi ???" tanya Oca kaget.


"Iya," Bara mengajak sang kakak ipar pulang bersama. Bara kira kedua pengacara kurang kerjaan itu akan berkelahi di tempat lain, namun nyatanya mereka berdua masih di tempat parkir.


"Tak tahu malu !" maki Oca melihat keduanya masih saling adu argumen.


"Seperti yang kakak lihat, malah tadi lebih parah mereka akan berkelahi di depan ruang operator untung ada yang menegur mereka !"


"Hentikan !" Oca berteriak ketika Gandhi akan membalas memukul sang suami.


Karena lengah oleh teriakan dari wanita yang ia idam idamkan, dengan secepat kilat Praba melayangkan pukulan ke pelipisnya.


"Mas," Oca mengulangi teriakannya kembali.


Karena kedua masih tak mau berhenti, Oca mau tak mau mendekat kearah mereka berdua yang sedang berkelahi.


"Sudah kubilang kan berhenti kalian sepertinya anak kecil saja !" bentak Oca pada keduanya.


"Jangan ikut campur urusan lelaki !" Bentak Gandhi.


"Kau pikir kau siapa ha ? seenaknya mengatur aku, lagi pula ini rumah sakit jangan mengganggu para pasien !" bentak Oca karena tak terima Gandhi membentaknya.


"Pria ini menuduhku ingin mencelakai dirimu nona, yang benar saja mana mungkin aku ingin menyakiti orang yang aku sukai !!" jelas Gandhi berapi api.

__ADS_1


"Apa maksudmu ? coba ulangi sekali lagi !" maki Prabasonta mencengkeram kerah baju Gandhi lantaran ia tak terima Gandhi menyukai istrinya.


"Kenapa kau selalu membelanya ? kenapa kau selalu berpihak pada pria munafik ini ?" cecar Gandhi merasa kesal.


"Jaga ucapanmu, aku bisa membunuhmu kalau kau menyakiti dia !" Tak terima Gandhi memperlakukan Oca dengan ketus, Praba yang sudah tersulut emosinya itu ingin sekali memukul mulut Gandhi.


"Lali siapa lagi yang akan membelanya kalau bukan aku ? karena dia suamiku !" jawab Oca spontan.


"Suami ?" ucap Gandhi lirih tak percaya.


"Suami ?" seru Alisa yang kebetulan lewat dengan beberapa temannya. Karena mendengar keributan makanya Alisa dan kawan kawannya mencari tahu dengan mendekati sumber keributan.


Oca menoleh ke arah suara yang tak asing baginya, ia melihat Tami dan ketiga temannya yakni perawat gigi yang jaraknya tak lebih dari 3 meter.


"Kau dengar itu, Aku ini suaminya ! suami sahnya secara hukum dan Agama," kata Praba menegaskan dengan intonasi tinggi.


Ketika Praba akan mengajak sang istri pulang, para teman temannya memblokade jalannya untuk menemui sang istri.


Oca menautkan kedua alisnya, ketika Alisa dan Genk kini terlihat meminta penjelasan darinya.


"Benar yang Elu katakan tadi neik ?" Alisa yang masih belum percaya, ingin mendengarkan langsung dari mulut temannya itu.


Oca ragu untuk menjelaskan, karena proses pernikahannya tak seperti yang ia mau.


Mau bagaimana lagi, akhirnya Oca hanya mengangguk saja.


"Lo pasti bercanda kan Oca ? mana mungkin kau bermain main dengan pernikahan !" tegur salah satu perawat gigi tersebut.


Oca tersenyum kecut pada temannya karena harus mengikuti suaminya.


Ia memberikan kode yang kira kira kalau di tilik bunyinya "maaf ya laki guwe posesif !"


šŸšŸ


"Aku tak percaya, dia pasti membuat lelucon," cibir Alisa pada teman temannya ketika melihat sahabatnya pergi dibawa lelaki yang ia bilang suaminya tadi.


"Kalau masih belum percaya, bisa tanyakan saja padaku !" sambung Bara tiba tiba mendekati kerumunan para gadis gadis kecil nakes tersebut.


"Emang siapa elu ? kenapa kami kudu tanya ke elu ?" cibir Alisa gusar pada Bara yang menurutnya terlalu ikut campur.


"Karena aku adik ipar Oceana !" sahut Bara tanpa ragu. Ia pun ikut pergi menyusul sang kakak.


šŸ€šŸ€

__ADS_1


"Kenapa kau menatap ku seperti itu Mas ?" selidik Oca mengamati tatapan tak biasa dari suaminya yang sedang menyetir.


"Kenapa ? apa sebagai suamimu aku tak boleh menatapmu yank ?" goda Praba mengerlingkan matanya pada Oca yang sedang duduk di sebelahnya.


"Terserah !" sahut Oca singkat.


"Akhirnya istriku mengakui aku sebagai suaminya dihadapan publik,"


"Bukankah itu benar ? atau kamu tak berencana mengakui hubungan kita ?" Oca balik bertanya pada pria disampingnya.


"Kenapa ? apa aku ada alasan untuk tak mengakui hubungan suami istri diantara kita ? ini bahkan yang sudah lama aku inginkan dan baru saja tercapai atas rencana kedua orang tua kita dek," tutur Praba panjang tegas panjang lebar. Praba pun menggenggam tangan Oca dan menariknya kedalam dekapannya.


"Aku tak suka bila kamu selalu berurusan dengan Gandhi," ucap Wanita yang kini sudah sah menjadi istri Praba tersebut.


"Kamu tak dengar apa yang ia katakan tadi ? dia bilang dia menyukaimu ?" Praba masih emosi bila mengingat pernyataan rasa dari Gandhi pada istrinya.


Aliran darahnya berdesir kencang bila mendengar nama Gandhi. Apalagi kini ia tahu bahwa Gandhi menyukai istrinya.


"Apa masalahnya ? kita tak bisa melarang orang untuk tak suka pada kita, setiap orang berhak atas hatinya." bujuk Oca.


"Tapi aku tak suka bila dia mendekati kamu yank !"


"Biarkan saja, bukankah kamu sudah menang Mas ?" goda Oca dengan suara manja khas dirinya. Oca pun mencubit pinggang sang suami lantaran Pria itu masih terlihat murung.


"Jangan menggoda Belalai yang bukan milik gajah dear !" protes Praba pada sang istri yang ia nilai sudah membangunkan nalurinya.


šŸšŸšŸ









And Last, the one and only

__ADS_1



cerita dari otor pecinta terong unyu kinyis kinyis bak kismis manis, yang akan membuat kalian makin meringis bila sudah membaca sampai abis.😁😁


__ADS_2