Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Aku Akan Pulang.


__ADS_3

"Beneran besok pulang ?" Tanya sang Arjuna dengan nada manja yang terkesan tak terima bila sang kekasih akan meninggalkan dirinya.


"Apa aku terlihat bercanda senior ?" Cecar sang wanita tak kalah kesalnya, pasalnya ia merasa kelakuan sang kekasih itu tak masuk akal. Bagaimana bisa ia melarangnya menemui kedua orangtuanya dengan alasan tak ingin Oca pergi jauh.


"Lalu aku bagaimana sayang ? aku tidur dengan siapa selama dua hari ?"


"Kenapa di otakmu hanya berisi hal hal mesum Mas ?" Bentak Oca karena sudah tak tahan dengan kelakuan Praba saat ini.


"Naluri !" Sahutnya singkat tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Malam ini tidurlah diluar !" Seloroh Oca sambil menyodorkan selimut dan bantal untuk sang kekasih setelah perdebatan panjang antara mereka.


Bagaimana tidak, ketidakpuasan Praba sudah dilayangkan dari mereka pulang kerja hingga kini sehabis makan malam menuju ke peraduannya.


"Kok bisa ?" Protesnya kesal karena Oca memberinya bantal serta selimut ditangannya.


"Aku kesal seharian ini padamu !" Sahut Oca segera, setelah itu dengan kasar wanita itu menutup kamar sang kekasih.


"Sayang,, tindakanmu ini sungguh keterlaluan ! bagaimana bisa kau menyuruh suamimu ini tidur diluar ?" Suara Praba dari luar kamar sambil menggedor gedor pintu.


"Bodoh amat !!" sahut Oca sekenanya. Toh sang kekasih juga tak bisa mendengarnya.


Malam ini dirinya akan tidur dengan nyenyak seperti malam malam sebelum lelaki arogan itu mendekatinya.


Tak ada rasa was was serta khawatir dengan perlakuan Praba padanya.


Oca tak perlu memikirkan bagaimana dirinya akan lolos dari cengkraman sang pengacara yang sedang mencari mangsa.


"Waktunya tidur, selamat malam dunia !" Gumamnya di tempat tidur Praba yang luas tersebut.


Sedangkan di luar kamar, kita bisa melihat seorang pria sedang meratapi nasibnya kini.


Bahwa wanitanya sudah meneterlantarkannya saat ini.


"Wanita itu sungguh kejam bila sudah marah, ancamannya lebih mengerikan daripada vonis kanker !" Gumamnya pelan.


Saat ini, mau tak mau Praba harus mengalah demi sang kekasih. Ia sedang berbaring di atas sofa ruang tamu Apartemen miliknya.


Pikirannya kalut setelah mendapatkan hukuman dari sang wanita pujaannya. Kini ia sedang memikirkan bagaimana caranya agar sang wanita mau membukaan hati dan pintunya.


Berkali kali ia coba menelpon Oca, bukan jawaban manis, melainkan Oca tak mengangkat satupun panggilan dari dirinya.


"Dia benar benar cari masalah dengan aku !" Gerutunya ketika belasan panggilan dari dirinya tak satupun diangkat wanita cantik tersebut.


Pria itu tak kehilangan akal, Ia mencari kunci cadangan pintu kamarnya.


Ketika ia berhasil mendapatkannya, ia pun bersorak kegirangan seperti seorang pecandu lotre yang berhasil mendapatkan Jackpod besar.


Tak ingin berlama lama, Pria menawan tersebut kini berusaha membuka pintu kamarnya dengan bantuan kunci cadangan ditangannya.

__ADS_1


Rasa kesalnya kembali muncul ketika ia mendapati pintu itu bukan hanya di kunci dari dalam, namun Oca tak melepas kunci tersebut dari lubangnya. Alhasil gagal sudah sang pria berkharisma tersebut untuk membobol kamar yang ditempati Wanitanya tersebut.


Praba harus menelan pil pahit kekalahan dari ide yang sudah direncanakannya. Baru kali ini dia merasa sedih dan kecewa, bukan karena ia kalah dalam persidangan, namun ia kalah untuk menjebol pertahanan sang kekasihnya yakni Oca.


Untuk meredakan rasa kesalnya, ia kemudian melanjutkan pekerjaan yang belum ia selesaikan ketika di kantor.


Banyak hal hal yang harus ia pecahkan dan harus ia cari solusinya. Meski rasa rindu telah menggerogoti dalam hatinya lantaran tak bisa bersama dengan sang Oca.


"Sial*n aku sungguh tak bisa lepas dari dirinya, senyumannya sikap manjanya membuatku tak berkutik bila di dekatnya," Pria itu tak dapat berkonsentrasi dalam kerja lemburnya. Pikirannya selalu dipenuhi oleh bayang bayang sang wanita.


"Baru saja pisah ranjang, apa lagi ia meninggalkan ku ?" Gerutunya menepuk jidatnya.


Namun, tiba tiba terdengar suara ada yang membuka pintu ruang kerjanya.


Tampak seorang wanita yang sudah ia idam idamkan kehadirannya. Wanita itu masuk membawakan secangkir kopi untuknya.


"Masih ingat aku ?" Sindirnya kesal melihat Oca mendekati dirinya.


"Kamu kan sedang lembur ? aku membawakan kopi untukmu Mas, selamat lembur ?" Katanya dengan wajah berseri-seri.


"Hanya itu saja ?" Sindir sang Pria masih tak terima dengan perlakuan kekasihnya.


Oca menganggukan kepalanya kemudian berbalik arah untuk meninggalkan sang kekasih yang akan melanjutkan pekerjaannya.


"Temani aku, sebentar saja ?"


"Aku mengantuk, lain kali saja !"


"Aku bisa sendiri sayang," Sahut Oca masih tetap kekeh pada pendiriannya.


"Sayang, serius aku butuh dirimu !" Dengan tatapan memohonnya, sang kekasih memintanya untuk tetap tinggal di sampingnya.


"Sebentar saja," Sahut Oca akhirnya luluh dengan rengekan gaya manja sang Arjuna.


Lalu ia duduk disampingnya sang kekasih, ia hanya duduk saja menemani. Sesekali sang kekasih Oca mencuri curi pandang kearahnya.


Tampak senyum penuh kemenangan terukir di sudut bibir Praba. Pasalnya ia telah berhasil membujuk sang Dewi pujaannya untuk tetap bersamanya.


"Tinggal merayunya sedikit dengan kata kata manja dan aku akan mendapatkannya malam ini !" Praba mendapatkan ide licik untuk mendapatkan kekasihnya.


"Apa kau akan terus terusan menatapku seperti itu Mas ? Kalau minta ditemani cepatlah bekerja aku sudah ngantuk !" Protes Oca karena sedari tadi Pria disampingnya tersebut sering menatapnya.


"Kalau mengantuk, tidurlah !" Titah sang kekasih yang sedang berbunga bunga saat ini.


"Baiklah," Sahut Oca berdiri untuk meninggalkan Praba seorang diri.


Namun baru saja ia akan berjalan, lelaki itu menghalangi langkahnya dengan menarik tangan Oca.


"Katanya suruh tidur ?"

__ADS_1


"Maksud Mas tidur disini !" Selesai berucap demikian, Pria itu menarik tubuh sang kekasih kearahnya. Karena Oca tak siaga, ia pun jatuh tepat diatas Kekasihnya yang sedang duduk dikursinya.


"Menyenangkan sekali, bekerja sambil ditemani kamu !"


"Dan kamu sudah menipuku !" Ujar Oca dengan nada kesalnya. Pasalnya ia sudah dikerjai abis abisan oleh sang kekasih.


"Aku suka sekali melihatmu kesal seperti ini, itu mengingatkan kita saat jaman sekolah dulu."


"Kau selalu menggodaku !" Keluh wanita itu mengingat ingat momen ketika mereka masih satu sekolah.



"Salah sendiri menggemaskan !"


"Tapi aku juga membencimu kala itu !" Oca tertunduk mengingat apa saja yang sudah Praba lakukan padanya dulu.


"Maafkan aku, aku tak akan mengulanginya lagi aku berjanji dengan segenap nyawaku sayang," Pria itu tak ingin kekasihnya makin larut dalam masalah yang sudah mereka alami waktu dulu.


Ia makin mengeratkan genggaman tangannya pada sang wanita. Praba tak ingin membuat wanitanya bersedih hari seperti dulu.


"Jangan tinggalkan aku lagi seperti dulu, karena sungguh aku bisa gila Oca." Ucapnya mengecup kepala sang kekasih yang masih berada di dalam pelukannya.


Ingin sekali ia, mencium sang wanita yang masih berada di pangkuannya, namun lagi lagi ia harus menelan pil pahit itu lagi. Lantaran sang kekasih sudah berada jauh di alam mimpinya.


☘️☘️


Pada akhirnya, kemarin malam sang Arjuna membawa gadis pujaannya kembali ke kamarnya. Setelah ia membaringkan tubuh sang kekasih, ia melanjutkan pekerjaannya yang masih belum beres.


Kini dua insan manusia masih saling mendekap satu sama lain. Keduanya masih enggan untuk membuka matanya, meski hari sudah menyapanya kembali.


Dalam pikiran sang pria, ia masih enggan untuk melepas kepergian sang wanita yang akan pulang kerumahnya.


Namun berbeda dalam pikiran sang wanita, Ia masih enggan bangun lantaran masih ingin bermalas-malasan dengan waktu liburnya.


Tak ada pergerakan atau aktivitas lain dari mereka, keduanya masih saling berpelukan dalam tidurnya.


Oca tak ingin membangunkan sang Pria, lantaran bahaya kalau sedikit saja ia membangunkan singa yang sedang kelaparan tersebut.


Namun, ia masih ada suatu hal yang harus ia kerjakan. Yakni bersiap siap untuk pulang menemui kedua orang tuanya.


Pelan pelan Oca menggeser tubuhnya untuk menjauhi sang kekasih.


"Aman, dia masih tidur !" Ucapnya dalam hati.


Secepat kilat ia berjalan menjauhi kamar tersebut untuk bersiap siap. Karena ia sudah janji akan pulang pagi ini.


"Semangat sekali ia ingin meninggalkan aku !" Protes Praba yang sedari tadi pura pura tidur dengan semua tingkah polah Oca.


Pria itu kemudian menyusul kemana perginya sang kekasih. Karena ia tahu sang kekasih tak akan meninggalkan dirinya tanpa ijin darinya.

__ADS_1


☘️☘️☘️


__ADS_2