Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Firasat


__ADS_3

Rutinitas pagi ini dimulai dengan bangunnya Oca dari tidurnya. Ketika membuka matanya Oca sudah bermalas malasan. Pasalnya dia tak memiliki jadwal kerja untuk pagi ini.


Dia masih terngiang ngiang kata kata Abi ketika ia menelpon Oca kemarin.


Seutas senyum merekah dibibir Oca untuk menyambut hari ini.


Oca kemudian bangun dan menuju dapur untuk mengambil segelas air minum dari tempat penyimpan miliknya.


Setelah itu dia membuka lemari pendingin di sebelah tempatnya berdiri. Oca berniat mengambil selembar roti gandum untuk mengisi perutnya pagi ini.


Oca pun duduk di meja makan sambil memakan roti dan segelas susu di depan tempatnya duduk.


Oca mengambil gelas berisikan susu dan meminumnya, ketika ingin meletakkan kembali ke meja, gelas tersebut tiba tiba terjatuh dari tangannya.


Kemudian ia membersikan pecahan gelas tersebut lalu mengepel lantainya. Tanpa sengaja ketika Oca mengambil pecahan gelas tersebut jari telunjuknya tergores bekas pecahan gelas tersebut.


Buru buru ia mengambil plester dan menutup lukanya.


Setelah rutinitas sarapannya, Oca mulai beryoga mandiri.


Sudah lama dia tak melakukan aktivitas fisik yang melibatkan meditasi dan peregangan tersebut.


🍁🍁


Sudah hampir waktunya Oca berangkat bekerja. Karena hari ini dia kebagian shift sore sampai malam.


Sekitar pukul setengah dua siang Oca turun dari Unit Apartemen miliknya.


Dari jauh ia sudah melihat Sopir pribadinya, Oca sangat kagum dengan kesanggupan Asep selama bekerja. Pekerjaannya juga tak buruk dan bisa di pertahankan.


Dari jauh Oca menelisik Asep dari atas sampai bawah.


Oca menatapnya heran dengan penampilan Sopir barunya itu.


"Apa ini gaya baru ..?" Sindir Dokter cantik itu pada Sopirnya.


"Maksud anda ..?" Asep masih belum bisa mencerna pertanyaan Bosnya.


"T-shirt dengan sepatu pantofel ?" Ejek Oca sambil terkikik menahan tawanya.


Kemudian dia masuk ke mobilnya.


"Sial.. aku lupa menggantinya..." Asep mengutuk dirinya di dalam hati, kemudian menyusul Oca masuk ke mobilnya.


Dalam mobil Oca senyam senyum sendiri melihat kelakuan supirnya yang malu malu.


Sepanjang perjalanan mereka saling mengobrol membahas hal hal seperti orang pada umumnya.


Suasana canggung yang terjalin selama ini sudah mencair seiring berjalannya waktu. Oca juga tak segan menceritakan pengalamannya pada Asep.


🍁🍁


Ketika Oca keluar dari mobil karena sudah sampai di Depan rumah sakit dimana ia bekerja, dia melihat sepasang muda mudi yang sedang bercengkrama keluar dari mobil juga.


Dilihat dari keintimannya orang pasti mengira mereka sepasang kekasih. Dan benar saja, mereka adalah Danila yang sedang bersama Bara.


"Kak Oca.. " Panggil Danila sambil melambaikan tangannya kepada Oca.


Ingin sekali rasanya Oca bergegas meninggalkan mereka berdua agar Bara tak membuat masalah untuknya.


Oca memaksa senyum kecutnya untuk mereka. Mau tak mau Oca harus berbaikhati pada mereka.


"Hai, kalian... Bagaimana mamamu ? kemarin aku buru buru pulang dan tak sempat menengoknya.." Sapa Oca basa basi.

__ADS_1


"Mama baik baik saja kak !" Jelas Danila sambil merangkul pinggang Bara disampingnya.


"Jangan seperti ini sayang, nanti ada yang iri melihat kedekatan kita.." Ejek Lelaki tampan disamping Danila.


"Apa kakakmu kurang romantis Bar ?" Celoteh Danila pada Bara.


"Bagaimana mungkin bisa romantis ? dia pria tua yang tak pernah tersenyum sebelumnya .." Sindir Bara ketika melihat Oca tak sedang sendiri.


"Kau dan kakakmu yang sedang sakit gigi itu sama nyebelinnya.." Sahut Oca meninggalkan mereka berdua.


Mereka bertiga kini berjalan bersamaan masuk ke dalam rumah sakit tersebut.


"Sopir baru.." Bara menanyai Oca sambil tersenyum licik.


"Papaku yang mengirimkannya.." Sahut Oca sekenanya.


"Kelihatanya Chemistry kalian cocok kak.." Ejek Bara menggoda Oca sambil menyenggol Danila dengan sikunya.


"Apanya yang cocok, masak kak Oca sama supir Bar.. yang benar saja, minimal CEO lah kaya di tipi tipi.." Celoteh Danila tak puas dengan pernyataan Bara.


"Aku sudah punya calon sendiri.!" Ujar Oca tak mau kalah juga.


"Kakak Bara kan ?" Selidik Danila dengan polosnya.


"Bukan, dia dokter dirumah sakit ini juga !" Jawab Oca dengan malu malu.


Dia bergegas menuju ke tempat kerjanya dengan senyum tersungging di bibirnya.


🍁🍁


Seorang lelaki mengemudikan mobil milik Bosnya menuju tempatnya bekerja, Siang ini dia masih ada janji untuk menemui seorang kliennya.


Setiba di kantornya, dia pun keluar dari mobil Bosnya dan memberikan kunci mobil kepada pegawainya agar di parkirkan.


"Tumben sekali ganti mobil Pak ?" Tanya Pegawainya tersebut.


"Kalau lecet sedikit saja, karirmu akan tamat.." Imbuh Lelaki itu sedikit kesal pada pegawainya.


"Lelaki tua ? sakit gigi ?.. apa tak ada kata lain yang lebih bagus untukku.." Eram Pria tersebut sambil masuk ke ruang kerjanya.


Dia masuk ke ruang kerjanya dengan kesal dan membanting pintunya.


Kemudian merebahkan dirinya dengan duduk di kursi kebesarannya.


Dia menunduk melihat Sepatu pantofel yang belum sempat ia ganti sebelumnya. Senyum indahnya terukir di sudut bibirnya mengingat momen dimana Bosnya menertawainya tadi.


Tiba tiba seseorang masuk ke ruangan dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Pak, anda sudah ditunggu Pak Bharata .." Kata Pegawai perempuan yang merupakan asistennya.


"Aku akan menemuinya dalam 10 menit.." Sahut Lelaki itu.


Setelah Dewi, sang Assisten keluar Lelaki tersebut mengganti pakaian Casual nya dengan setelan jasnya.


Siapa sangka, Pria angkuh dan dingin itu bisa memerankan dua buah karakter dalam waktu bersamaan.


Selesai mengganti pakaiannya, Praba keluar dari ruangannya untuk menemui Kliennya.


Dengan sorot mata yang tajam dan mulut setajam pedang dia bisa menghancurkan lawan hanya dengan sekali berbicara.


Bharata adalah rekan Lawyer Praba, dia sedang menangani kasus pembunuhan yang kemarin sempat menggegerkan Negara ini karena kematian politisi disebabkan oleh racun sianida.


Pak Bharata sebagai kuasa hukum pelaku, kini pelakunya telah dijatuhkan hukuman 15 tahun penjara karena telah sengaja merenacanakan pembunuhan.

__ADS_1


Beliau ingin kasus ini dibuka kembali, alasannya karena beliau yakin bahwa kliennya tak bersalah.


Dia juga tak meminta upah dari pelaku kasus tersebut. Beliau murni membantu kliennya atas dasar kemanusiaan.


Tetapi masalahnya, Si pelaku yang kini sedang menjalani masa tahannya tak ingin kasus ini dibuka kembali.


Praba harus memutar otaknya untuk menangani kasus ini kembali.


🍁🍁


Sudah hampir pukul Sepuluh malam Oca baru saja keluar dari tempat ia bekerja. Langkah kakinya menyelusuri tempat parkir di halaman gedung rumah sakit ia bekerja.


Kekecewaannya ia dapatkan lantaran tak menemukan Sopir antiknya. Hatinya menerka nerka kemana kemungkin Sopirnya.


Waktu terus berlalu, Oca sudah menunggu untuk waktu yang tak sebentar.


"Huh.." Hembusan napas kasarnya ia keluarkan sambil berjalan ke arah jalanan guna mencari taksi.


Sambil berjalan, fokus pandangannya hanya melihat Handphone di tangannya. Dia tak menyadari bahwa ada jalan yang berlobang. Alhasil heelsnya terpelosok masuk ke lubang.


Yang membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh.


"Anda tak apa apa Bu ?" Tanya Asep membantunya berdiri kembali.


Oca tak apa apa, dia hanya merasa kaget. Lebih kaget lagi saat mengetahui ujung heelsnya patah.


#Flasback


Di Suatu Pusat perbelanjaan dikawasan Sudirman Thamrin, Oca sedang berbelanja ditemani oleh Kekasihnya Abi.


Kala itu Abi ingin memilihkan sepatu yang cocok untuk Oca.


Pilihannya jatuh pada sepatu berwarna ungu tua.



Sepatu tersebut terkesan simpel namun cukup elegan.


"Sepatu yang indah akan membawamu ketempat yang indah.." Pesan Abi pada Oca kala itu.


Kini sepatu pemberian Abi telah rusak, dan Oca terlihat sedih dengan hal tersebut.


"Maafkan aku telat menjemput mu Bu.." Bujuk Asep yang melihat Bosnya kecewa.


Sambil menenteng sepasang sepatunya Oca berjalan tanpa alas kaki menuju mobilnya.


Hati nya sedih karena tak bisa menjaga barang pemberian Abi.


Sepanjang perjalanan Oca hanya termenung dan tak membuka mulutnya sama sekali.


Dia tak menyadari bahwa kini mereka telah sampai di Tempat tinggalnya. Lamunannya buyar ketika Asep membukakan pintu untuknya.


"Bu, aku sungguh minta maaf.." Bujuk Asep yang merasa bersalah, dia mengira Bosnya marah terhadapnya.


"Kau ini bicara apa ? Pulanglah ini sudah malam apa perlu aku memesankan mu ojek atau taksi online.." Cecar Oca pada Asep sambil menadahkan tanganya pada Asep sebagai tanda meminta kunci mobilnya.


"Saya bisa pulang sendiri .." Sahut Asep


"Baiklah, aku sudah berbaik hati tadi menawarkan bantuan.." Gerutu Oca sambil berjalan masuk ke Dalam gedung Apartemen miliknya.


"Berbaik hati memesankan Ojek ? yang benar saja.." Gerutu Praba dalam hati.


Sedari tadi dia memperhatikan Betapa wanita itu sangat menjaga sepatunya. Meski sudah rusak namun ia masih menyimpannya.

__ADS_1


"Apa sepatu itu memiliki nilai tersendiri di hatinya ?" Batin Praba menerka nerka.


🌼🌼🌼


__ADS_2