Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
SAH


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu, kita bisa memulai acara akadnya ?" Ujar seorang penghulu pada seluruh hadirin yang berada di ruangan tersebut.


"Tunggu sebentar !" Lagi lagi Oca meminta interupsi.


"Yank apa lagi ? Mas udah keluar duit banyak nih buat halalin kamu," Sahut sang mempelai laki laki.


"Aku tak mau ada yang memfoto secuilpun, aku tak siap karena belum mandi !" Gumam sang mempelai wanita sambil menunduk malu.


"Yang penting kan saaaaah !!" Sahut semua orang berbarengan.


Bagaimanapun Oca akhirnya tunduk dihadapan para orang tua dan kerabatnya.


Kini mau tak mau dia harus menekan egonya untuk Sudi menikahi pria cintanya. Meski pernikahan ini tak sesuai dengan rencananya.


Sang Pria dengan di arahan Penghulu sudah mengucap 2 kalimat Syahadat sebagaimana menjadi syarat sah Akad nikah.


Kini Russel, papa Oca sudah bersiap melaksanakan akad nikah sebagai wali dari Oca.


Keduanya pun akan mengikrar janji suci dihadapan para saksi dan kerabatnya.


Para wanita serta mama keduanya tak kuasa meneteskan air mata karena berhasil merencanakan sebuah momen tepat untuk mereka berdua.


"Saaaaahhh.." Pekik Seluruh orang yang menghadiri prosesi sakral tersebut ketika sang Pengacara mengucapkan transfer.


Karena pada hakikatnya, mahar bisa berupa apa saja dan seharusnya tidak memberatkan. Mahar juga seringkali didiskusikan sesuai kesanggupan dan keinginan masing-masing calon pengantin.ย Artinya, mahar tak harus berupa uang tunai.


Ditulis pada situs Bimas Islam milik Kementerian Agama Islam RI, mahar adalah pemberian yang wajib diberikan calon suami kepada calon istri, baik berbentuk uang, barang, atau jasa yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.


Kini kedua buku nikah sudah di depan keduanya, saatnya untuk membaca dan menandatangani kedua buku tersebut.


"Meski ini bukan pernikahan impianku, tapi ya sudah lah mau bagaimana lagi !" Keluh sang wanita yang kini sudah sah menjadi istri sang pengacara tersebut.


"Apa kamu tak ikhlas dek ?"


"Ikhlas yank, aku udah dapet kompensasi lebih dari kamu !" Sahut sang wanita itu kembali.

__ADS_1


"Bahkan kamu tak menyisakan sedikitpun untuk tiket pulang yank !" Keluh Pria itu dengan wajah kaludnya.


Jawaban dari Praba membuat gelak tawa dari keluarga masing masing dari mereka berdua.


Pasalnya, baru pertama kali mereka menemukan pasangan pengantin yang seperti Oca dan Praba.


Seperti pasangan pengantin pada umumnya ketika selesai menandatangani dokumen pernikahan, kini mereka akan melanjutkan dengan Acara penyematan cincin di jari manis keduanya.


Sepasang Cincin yang sudah disiapkan oleh Miranda, kini sudah berada dalam genggaman keduanya.


Keduanya akan menyematkan masing masing cincin untuk jari manis mereka. Diikuti suara riuh dari hadirin yang mengikuti prosesi acara.


Biasanya, setelah saling menyematkan cincin satu sama lain kedua mempelai akan bersalaman mesra dan juga mempelai laki laki akan mengecup mesra sang wanita.


Praba sudah tak sabar untuk segera mempraktekkan hal yang sering ia lihat ketika akad nikah yang pernah ia hadiri sebelumnya.


Ketika ia akan melakukan tugasnya, kedua wanita yang sudah menyiapkan acara tersebut mengajak Oca meninggalkan tempat acara.


Keduanya memandang Oca dengan tatapan mesranya.


"Apa apaan ini ? pasti ada maunya ya kan ?" Gumam Oca ketika kedua lengannya di tarik oleh Miranda dan Riana.


"Lalu ?" Tanya Wanita yang kini sudah berubah status menjadi istri sang pengacara tersebut.


"Ibumu ini yang sudah 30th menjadi ibu Praba tak pernah sekalipun ia memberi ibu transferan segitu banyak," Imbuh Miranda merayu Oca.


"Tunggu dulu, kalian menjerumuskan Oca untuk seumur hidup bersama dengan Pria itu dan kalian minta imbalan ?" Sindir Sang Putri pada keduanya.


"Ah, kalian juga sudah tinggal bersama !" Sindir Riana tak mau kalah.


"Mau berapa sih ma ?" Gumam Oca kesal sekali pada kedua ibunya karena sudah mempermainkan dirinya.


"Kami masing masing 7,5 dan kamu 5!" Usul Riana merayu Putrinya.


"Aku setuju Ri, kita kan yang susah payah menyusun acara ini," Miranda tak mau kalah dari sang besan.

__ADS_1


"No, Oca harus yang paling banyak dong ini menyangkut kehidupan Oca jangka panjang !" Hardik sang Putri pada kedua ibunya.


"Terus Oca maunya berapa ?" Miranda menengahi pembicaraan antara ketiganya.


"10 miliyar buat Oca, sisanya kalian bagi dua ! Deal ?" Usul dari sang putri membuat keduanya nampak berunding satu sama lain.


"Oke deal," Kata keduanya.


Kini ketiga wanita yang sudah berhasil mendapatkan apa yang mereka mau, keluar dari tempat mereka berunding dengan menghukum senyum merekah di bibir mereka.


"Lucu sekali, kalian bertiga sudah berhasil merampokku .." Sindir pria yang sudah habis mereka kuras hartanya.


"Jadi gak ikhlas Mas ? Mau dibalikin ? Ayo aja ke pengadilan !" Ancam sang penerima paling besar dari pembagian harta tersebut.


"Sayang aku kan hanya bercanda," Pria itu persis seperti biasanya bila sudah berada dibawah ancaman sang istri yang baru saja ia nikahi.


"Acara sudah selesai, kamu mandilah nak !" Ujar sang Papa yang sedari tadi menahan tawanya.


"Aku merasa hari ini adalah hari menyebalkan, bagaimana bisa baru bangun tidur di kawinkan begini !" Batin Oca bergegas pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Langkah kakinya tiba tiba berhenti ketika sepasang langkah kaki jenjang mengikutinya dari belakang. Ia kemudian membalikan badannya ke belakang.


"Kenapa mengikuti aku ?" Tegurnya pada lelaki yang kini menjadi suaminya.


"Apa salahnya ? aku ini suamimu !" Jawaban dari Praba menegaskan statusnya kini pada Oca.


"Tunggu saja diluar Mas, temani mereka aku hanya sebentar saja."


"Tapi aku ingin menemanimu !" Sahut sang pengacara dengan mulut manisnya seperti biasanya.


"Nggak enak loh kalau dilihat Orang," Bujuk Oca menempelkan jari telunjuknya pada mulut suaminya.


"Kenapa kita sudah sah loh yank, mau dilihat siapapun aku tak peduli !"


Sepeti biasanya, Lelaki itu selalu menggoda sang istri yang kini sudah menjadi hak milik dirinya diatas hukum dan agama.

__ADS_1


"Terserah," Hanya itu jawaban singkat dari Sang istri ketika suaminya mengikutinya dari belakang.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


__ADS_2