
Sebelum berangkat bekerja seperti biasanya kini wanita yang memiliki paras cantik itu sudah berganti pakaian setelah mandi dan berdandan di rumah keluarga Adiwiyata.
Rumah mewah yang penuh kehangatan ini kini menjadi tempat tinggalnya untuk saat ini setelah Praba memutuskan memakai tempat tinggal dirinya untuk menampung keluarga dari kliennya.
Oca sungguh merasakan bagaimana dimanja selayaknya anak sendiri Oleh Miranda dan suaminya Prabusona. Orang tua dari kekasihnya Praba.
Sebelum berangkat pun, Miranda masih sempat memasakkan sendiri masakan untuk calon menantunya. Apalagi kedua anaknya Lelaki, Miranda memang mendambakan seorang anak perempuan.
Kini dia sudah bersiap untuk segera berangkat bekerja setelah berpamitan pada orang tua kekasihnya dan juga Bara sang adik rese dari Praba.
Oca merasa akhir akhir ini dia sering diikuti, pernah suatu ketika ia mengkonfirmasi Praba mungkin Praba menyuruh orang untuk mengikuti dirinya. Namun jawaban mengambang dari sang kekasihlah yang ia dapatkan.
Seperti biasa hari ini ia bertugas di ruang praktiknya, dan ia mendapatkan kabar baik dari dr Anton bahwa Ny. Ratih sudah boleh pulang untuk hari ini.
Hatinya kini lega, namun yang jadi persoalan adalah mencari donor hati untuk Ny. Ratih karena semua keluarganya tak ada yang bersedia mendonorkan hatinya.
Karena di Indonesia orang sangat tabu mengenai donor hati.
Transplantasi hati atau cangkok hati adalah suatu tindakan operasi untuk mengganti hati yang rusak dengan hati yang sehat, baik hati yang berasal dari donor kadaver (mayat) maupun donor hidup (living donor).
Dulu pernah ada kegagalan dalam Transplantasi hati yang berasal dari donor Kadaver karena terjadi ketidakseimbangan antara donor kadaver dengan calon penerima donor sehingga dikembangkan teknik transplantasi hati dengan menggunakan donor hidup.
☘️☘️
Rumah kediaman Adiwiyata.
Seorang wanita paruh baya yang beridentitas sebagai nyonya utama di keluarga Adiwiyata tersebut sedang berjalan kesana kemari memerintah beberapa pelayannya untuk menata sebuah ruangan yang dulu merupakan kamar anak lelakinya.
Kamar tersebut kini akan ia sulap menjadi tempat peraduan sang calon putri pilihan anak sulungnya.
Beberapa benda sudah ditata rapi, seperti Lemari, meja rias khas wanita serta beberapa perlengkapan wanita dengan kualitas premium.
Miranda lah yang memilih dan memberi arahan pada pekerjanya.
Namun, ketika Miranda sedang berkonsentrasi membetulkan posisi rak sepatu untuk menata beberapa sepatu putrinya tiba tiba ARTnya memberi tahu bahwa ada kiriman beberapa barang berharga untuknya.
Yang pertama Miranda lihat adalah perhiasan mahal, kemudian beberapaTas Dengan lambang 4 huruf, Sepatu serta lukisan. Beberapa barang barang mewah tersebut dibawa oleh jasa antar paket ke dalam kediamannya. Miranda sangat tahu siapa dalang dibalik kiriman ini semua.
__ADS_1
Tak berselang beberapa lama, ponselnya berbunyi, ia membaca nama yang tertera di layarnya.
"Ibuku ? Apa ibu menyukainya ?" Suara khas sang Putra Mahkotanya memanggilnya.
"Ambil semua barang sogokan mu nak, ibu bisa membelinya sendiri atau harus memalak Ayahmu !" Makinya sembari menutup telepon dari Anak sulungnya.
"Bisa bisanya ia menyogok ibunya, bukanlah dia Pegawai anti KKN pengacara macam apa dia itu !" Gerutunya kesal kemudian menyuruh pengirim paket tersebut untuk membawa semua barang itu ke dalam gudang penyimpanan keluarga.
Miranda sudah mematahkan serangan pertama dari putra tertuanya. Ia sungguh tak menyangka putranya akan mencoba sekuat tenaga untuk merayunya agar mau mengembalikan Oca padanya.
Namun hal tersebut akan ia pastikan tak akan terjadi selama Miranda masih mendapatkan dukungan dari sang suami.
Berbanding terbalik dari sang ibu, seorang Pria berpenampilan rapi tersebut kini harus menelan pil pahit dari kekalahan pada babak pertama, bukan kekalahan dari sidang-sidang yang ia tangani namun kekalahan untuk membujuk sang ibu agar mengembalikan sang Dewi pujaan hati.
Kini Pria yang sedang merindukan kekasihnya tersebut harus memutar otaknya agar ide ide gilanya muncul kembali.
Lantaran rasa kesalnya sudah di kalahkan ibunya, membuat Iblis Prabayar sapaan cinta dari wanitanya tersebut melampiaskan ke seluruh jajaran karyawannya.
Seperti biasa Praba minta ini, itu marah marah begini begitu pada semua karyawannya.
Hingga membuat Dewi komplain untuk menelpon sang pujaan bos edannya.
"Dari tadi pagi, pak Praba marah marah dok, seluruh karyawan kena imbasnya dia yang telat datang rapat malah memarahi kami yang datang tepat waktu katanya kami terlalu awal datang !" Tutur Dewi dengan suara sendunya.
"Oke, aku akan memberikan hukuman padanya !"
☘️☘️
Tepat seperti janjinya, Oca sudah tiba di Firma hukum sang kekasih pujaanya. Kekasih yang menjadi idola para wanita yang terpana ketika melihatnya. Idola bagi wanita yang belum pernah mengenal Praba sebelumnya, karena bila sudah mengenal Praba para wanita itu pasti tak ada yang betah dengannya.
Tanpa permisi, Oca membuka pintu ruang kerja sang idola wanita tersebut. Sambil membawa sekotak makanan kesukaannya.
"Hai, lihat aku bawa apa ?" Sapanya dengan girang ketika melihat wajah murung sang kekasih.
"Baby, kau datang ? kenapa tak memberi tahu sebelumnya ?"
"Surprise..." Pekiknya duduk di depan sang lelakinya.
__ADS_1
"Mas, aku mendapati laporan sikap arogansi mu muncul kembali ?" Keluh Oca mencoba mengkonfirmasi info yang ia terima.
"Istriku sungguh perhatian, ayo kita makan dulu dan setelah itu..." Praba tak melanjutkan kata katanya ia hanya mengisyaratkan dengan lirikan nakalnya.
"Aku ingin membekap matamu dengan sushi sushi ini sayang ?" Ancam Oca pada sang lelaki.
"Tidakkah kau merindukan aku ? kau dan ibuku mempermainkan aku sayang !" Keluhnya manja sekalian membuka mulutnya agar sang Dewi menyuapinya.
"Mas, kau pikir ini lucu betul kata Tante Miranda kita tak boleh tinggal bersama sebelum kita menikah apa kata orang ?"
"Aku tak peduli, bahwa kita sudah sering tidur bersama meski tanpa ikatan pernikahan, yang penting kita saling mencintai !"
Oca menyuapi mulut Praba dengan potongan potongan sushi di dekatnya.
"Yank, ini beli dimana ? enak sekali,"
"Kami tak tahu mas, aku membuatnya sendiri dari potongan potongan pasien tubuh yang diamputasi," Sahut Oca dengan sinis.
Praba sungguh tertawa mendengar lelucon yang Oca ceritakan. Kegalauannya kini berangsur angsur membaik lantaran kunjungan dari sang kekasih.
"Ini restoran langganan aku dan mamaku, owner nya teman baik mama, jadi aku pinjam dapurnya untuk membuat sushi sushi tersebut."
"Istriku bukan cuma cantik, juga pintar memasak !" Puji Praba sambil memeluk sang wanita ketika Oca membereskan sisa makanan Praba setelah selesai makan bersama.
"Ada maunya kan ?" Sindir Oca
"Heeh," Praba menganggukan kepalanya kemudian berusaha merayu Oca dengan mencium lehernya.
"Ini di kantor !"
"Nanti pulanglah ke rumahku, atau aku jemput pulang kerja ya ?" Bujuk Praba untuk mendapatkan hati sang wanita.
"Aku sudah janji pada Paman Prabu dan Tante Miranda mas,"
__ADS_1
"Jangan khawatir, Mas sudah merencanakan semuanya tinggal kamu iya atau tidak ?"
🌼🌼🌼