Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Bidak Catur


__ADS_3

"Ah hanya itu, kamu kaya anak kecil saja sayang ?" Bujuk sang Mama mengajak Oca untuk kembali ke kamarnya dan menyelesaikan ritual spa-nya.


"Ih mama, emang Oca wanita apaan ?"


"Hei, Ratus V itu kan untuk kesehatan organ kewanitaan nak, kamu ini nakes masa hal seperti itu tak tahu ?" Goda sang mama guna membujuk sang putri.


"Tapi Oca belum pernah melakukan hal seperti itu mah !" Seloroh Sang anak memprotes perintah mamanya.


"Tak ada tapi tapian, siapa yang percaya kalian sudah tinggal serumah," Riana memaksa anaknya masuk ke dalam kamar mandi untuk melanjutkan kegiatan perawatannya.


"Berani sumpah deh," Sahut sang putri sebelum Riana memblokade pintu kamar mandi sang putri. Ia pun bertitah pada kedua terapis tersebut agar tak membiarkan putrinya meninggalkan perawatannya sebelum tuntas.


"Siap nyonya !!" Sahut kedua terapis tersebut beriringan.


"Nona, mama anda sangat menyayangi anda aku jadi terharu !" Puji salah seorang terapis pada Oca. Dan salah satu dari terapis sedang menyiapkan racikan ratus dan memasukan rempah rempah tersebut kedalam wadah dari tanah liat.


"Aku jadi ingat melakukan hal seperti ini sebelum menikah !" Celetuk Si terapis tersebut.


"Menikah ?? ini konyol," Sahut wanita yang sedang dipaksa sang mama melakuan perawatan yang lain tak seperti yang pernah dia lakukan.


"Iya, biar calon suami makin betah gak keluar kamar !" Sahut terapis satunya lagi diselingi kedipan mata.


Ingin sekali Oca mencolok mata mereka berdua yang berani beraninya mengolok olok dirinya. Berani berani sekali ia menggoda putri dari pengusaha perhiasan Russel Anwar.


Karena takut dengan ancaman sang mama, mau tak mau Oceana harus menuruti semua kemauan mamanya. Agar kucuran dana dari sang papa masih terus mengalir ke dalam saldo tabungannya.


☘️☘️


"Barang barang ini mau di letakkan dimana Ri ?" Tegur sang kakak Natasya pada Riana.


Riana menoleh ketika sedang menata dekorasi syukuran di kediamannya. Ia melihat Natasya dan beberapa ARTnya sibuk membawa masuk beberapa bingkisan yang terbungkus rapi nan cantik cantik.


"Masukkan kamarku saja, kalau di kamar Oca dia akan menyadarinya," Sahut Riana tanpa menghentikan kegiatan merangkai bunganya.


"Bagaimana kau dan Russel akan tidur, ini banyak banget loh RI ?" Tegur Sang kakak.


"Lebih baik Russel tak tidur daripada Oca marah marah, sekarang dia dimana ?" Dia yang Riana maksud adalah sang putri kesayangannya.

__ADS_1


"Dia sedang bermain catur dengan papanya, kelihatannya dia sangat merindukan papanya," Ujar Natasya dengan sifat sok akrabnya.


Sementara itu, gadis yang sedang mereka bicarakan sedang berkutat dengan pion pion catur demi mengalahkan sang papa.


"Bagaimana pekerjaan mu sayang ?" Tegur sang Papa sambil menjalankan bidak kuda caturnya sesuai langkah huruf L.


"Luar biasa Pa, banyak hal tak terduga sebagai seorang dokter bedah !" Sahut sang putri mengamankan posisi pertahanan Menteri di permainan catur mereka.


"Tak terduga seperti sopir barumu ?" Goda sang papa tak mau kalah dari Langkah Oca.


"Haisssh jangan bahas dia lagi, ini semua karena ide kalian !"


"Bukankah itu lebih baik untukmu, buktinya kalian malah tinggal bersama ?" Manik mata sang Papa kini meliriknya dengan tajam kearah Oca.


"Itu kesalahan Oca pah, setelah pulang dari sini Oca janji akan mencari Apartemen baru !"


"Kenapa ? harusnya kalian cari hunian rumah di Agen Real estate, kalau Praba tak sempat mintalah bantuan Prabu," Usul sang Papa membuat Oca salah langkah dan harus merelakan papanya mengambil bidak Menterinya.


"Ih papa ih, bikin Oca gak konsen kan ? ngapain coba bahas Pria itu ?" Keluh sang putri dengan nada manjanya.


"Kamu ini sudah dewasa, apa kamu akan terus kekananak kanakan Seperi itu ? harus punya planning dari awal. Mau sampai kapan kalian akan terus seperti itu ?" Russel menasehati sang putri agar memikirkan masa depannya.


"Sebagai seorang istri, kelak kamu harus menuruti semua kata kata suamimu. Harus menjaga kehormatan suamimu dan juga menyayangi keluarga suamimu seperti keluargamu sendiri !" Kali ini Papa Oca memberikan nasehat khusus untuk Oca. Tak seperti nasehat nasehat ketika ia mengunjungi Oca selama di Sidney ataupun di Jakarta.


"Iya Pa, Oca akan selalu mengingat kata kata Papa !" Dengan berat hari Oca harus bertekuk lutut dari papanya lantaran iya tak konsentrasi dalam permainan catur melawan papanya.


Setelah kalah dari permainan catur melawan papanya, Oca berencana mengajak Alan untuk main Game Online di Komputernya.


☘️☘️


Karena semalaman begadang war di permainan bersama Alan sang sepupu, membuat Oca kesiangan bangun.


Sudah hampir pukul sepuluh namun tak ada tanda tanda ia akan membuka matanya.


Berulang kali mamanya mengetuk pintunya dan berulang kali pula Oca tak bergeming dengan panggilan dari mamanya.


"Waduh, gimana ini kak ? Oca tak membuka pintunya, jangan jangan dia kabur lagi ?" Keluh Riana pada saudaranya.

__ADS_1


"Kenapa dia harus kabur ? kita kan tidak membocorkan rencana kita." Sahut Natasya meredakan kekhawatiran sang adik kandungnya.


"Kalau dia beneran kabur bagaimana ?" Rintih Riana membayangkan bahwa Putrinya akan kabur meninggalkan kediamannya.


"Dia tak mungkin kemana mana ? kau ada kunci cadangan Di ?" Tanya Natasya pada adiknya yang sedang kalud takut akan gagal rencananya.


Setengah jam berlalu, Oca tak kunjung membuka pintu kamarnya. Alhasil dengan bantuan kunci cadangan yang dimiliki oleh papanya, Riana berhasil membuka pintu kamar putri semata wayangnya.


Gadis kecil yang sudah dewasa itu masih meringkuk dengan memeluk guling serta memakai piyama tidur bermotif owl.


"Asatagaaaa Oca,,, kamu tidur apa pingsan ?" Bentak Riana menggoyang goyangkan tubuh putrinya.


"Ada apa sih ma ?" Suara serak khas bangun tidur dari Oca menyambut jeritan sang mama yang terdengar merdu bak penyanyi sungguhan.


"Ini sudah jam berapa ?"


"Oca kan libur ma, lagian acara ulang tahun kakek kan masih nanti malam !" Sahut Oca tanpa membuka manik matanya.


"Pantas saja mereka tak bisa menjalankan tugasnya !"


"Mereka siapa ma ?" Akhirnya Oca bangun dari posisi tidurnya menjadi duduk di tepi ranjangnya.


"Makeup artist dan Wardrobe !" Sahut Sang Mama kesal.


"Kaya mau kondangan kemana aja ribet amat pakai make up artist," Cibir sang Putri beranjak bangun dari posisi duduknya menuju kamar mandi.


"Mau kemana ?"


"Mandi lah, kan mama sudah bangunin Oca," Sahut Putrinya dengan wajah tak berdosa.


Riana geram dan menyeret putri semata wayangnya keluar kamar, Meski Oca masih tak percaya apa yang akan mamanya lakukan padanya.


Nyawanya masih belum terkumpul sepenuhnya. Kesadarannya masih sangat minim, dengan muka polos khas bangun tidur dan rambut ala kadarnya ia mengikuti kemana mamanya membawanya pergi.


"Kita akan kemana ma ?" Protes Oca pada mamanya.


"Cari duit !" Sahut Riana kesal setengah mati pada sang putri kesayangannya.

__ADS_1


🌼🌼🌼


__ADS_2