
"Kami pulang dulu," Pamit Miranda mengajak Sang Suami Prabusona untuk bersalaman dengan keluarga Oca.
"Kenapa buru buru sekali, kalian bisa ikut dalam acara nanti malam bersama anak kita," Russel meminta agar kedua besannya tersebut untuk tetap tinggal di kediamannya.
"Kau tahu sendiri, putra bungsuku seperti apa bukan ? dia tak seperti Menantumu yang dengan mudah aku tinggal begitu saja," Jawab Prabu dengan rasa kecewa.
"Sebenarnya kami juga ingin, hadir pada acara kalian namun kami harus tetap mengawasi Bara, anak itu masih harus banyak belajar dari kalian berdua !" Imbuh Miranda menjelaskan pada kedua Besannya.
"Sopirku akan mengantar kalian," Riana yang baru saja datang dari dalam sambil memberikan beberapa paper bag untuk besannya tersebut.
"Ri, aku mau mentahnya saja ?" Goda Miranda memandang sahabatnya tersebut sambil tersenyum puas.
"Kita akan segera mendapatkannya," Sahut Riana dengan senyum tak kalah liciknya.
Hal tersebut membuat kedua penganten anyar saling mencibir kedua mama mereka.
"Terimakasih ya Praba sayang, akhirnya ibumu ini untuk pertama kalinya merasakan uang 5 em dari dirimu !" Goda Miranda dengan senyum kemenangannya.
"Iya, setelah kalian bertiga merampokku ibu," Sahut sang pengacara yang baru saja sah menjadi suami Oca.
"Mas," Keluh Oca pada suaminya.
"Nak, kelihatannya kamu harus rajin bekerja karena istrimu tak jauh berbeda dengan ibumu !" Goda sang Ayahanda Prabusona.
"Kalian mau pulang ribet amat," Sahut Praba dengan ketusnya.
"Mas..!" Oca menaikan nada suaranya kemudian menyeret sang suami masuk ke dalam rumahnya.
"Apaan sih yank ? kamu sudah tak sabar ingin segera dibelah ya ?" Goda sang suami dengan nada menggoda, kali ini sangat menggoda daripada biasanya.
"Kenapa kamu bicara seperti itu pada Ayah dan Ibu ?" Tegur Oca merasa Praba sudah salah lantaran sikapnya barusan.
"Oh itu tadi ? kami biasa melakukannya dek, kami terbiasa bercanda seperti itu kok !" Sahut Praba meyakinkan Oca bahwa tindakannya tak menyalahi aturan. Dan ia pun tak segan segan lagi untuk sekedar memeluk istrinya di muka umum. Meski banyak dari kerabat sang Istri melihatnya.
"Jangan malu maluin dong, aku sentil nih !" Tegur Oca karena risih melihat sang suami dengan mudah memeluknya dimana saja.
"Apanya yang disentil dear ?"
"Anunya !" Sahut Oca kesal, kemudian wanita itu meninggalkan suaminya yang masih mematung mendengar sahutannya tadi.
"Nih, Mas ikhlas yank mau disentil sebelah mana ?" Pria itu dengan semangat empat lima mengekori kemanapun langkah sang istri.
__ADS_1
"Anunya Otakmu Mas, minta di bedah biar nggak bermasalah !" Sahut Oca tetap berjalan tanpa menoleh suaminya yang dibelakang sedang mengekori dirinya.
"Kirain, penonton kecewa nih Baby,"
"Kalian sudah makan belum ?" Sapa Natasya ketika berpapasan dengan pengantin baru tersebut.
"Belum Tante," Sahut Oca singkat. Ia sangat tahu sifat Tantenya tersebut, oleh karena itu ia ingin segera menghindar bila bertemu dengan Natasya.
"Ajaklah suamimu makan sayang !"
"Iyaaaaa !" Sahut Oca menarik paksa tangan Asep karena tak ingin Natasya mengorek informasi dari mereka berdua.
☘️☘️
"Setelah makan, ikutlah bersama papa nak !" Tiba tiba Papa Oca datang dan menepuk pundak sang menantu yang kini sedang asyik menikmati hidangan makan siangnya.
Russel kini duduk bersama kedua putra dan putrinya yang sedang makan siang.
Ia sangat bahagia, akhirnya sang Putri bisa bersanding dengan orang yang tepat dari sekian kandidat yang ia pilih.
"Serius banget Pa, mau kemana ?" Potong sang putri disela makan siangnya.
"Papa kayaknya yakin banget sama pilihan papa ?" Sindir Oca sambil matanya melirik Sang suami yang masih mengunyah makanan di mulutnya.
"Yank, aku ini kandidat satu satunya loh ! mana ada yang mau menerimamu selain Mas ?" Goda sang suami karena tak tahan dengan guyonan Oca barusan.
"Sudah sudah, kalian lanjutkan saja makannya ! Papa tunggu di depan Praba," Kata Russel Anwar sebelum pergi meninggalkan kedua anaknya.
"Yank, kayaknya papa mertua serius banget loh nitipin kamu ke Mas," Bisik sang Pengacara ganteng yang duduk disamping Oca.
"Abisnya mau bagaimana lagi, kata kamu tadi hanya kamu satu satunya yang menyukai aku Mas !"
"Memang benar, hanya Mas satu satunya yang boleh menyukai kamu. Kalau ada orang lain yang menyukaimu, Mas akan patahkan tangannya saat ini juga !"
"Sayang, setelah ini kita fitting baju kamu buat nanti malam ya," Mama Oca tiba tiba datang menemui mereka ketika sang papa sudah berjalan kearah luar rumah.
"Praba, papa sudah memberitahumu nak ?" Tegur Sang Mama mertua.
"Sudah Ma,"
"Ada hal yang ingin papamu bicarakan padamu nak !"
__ADS_1
☘️☘️
Setelah mereka berdua menyelesaikan makan siangnya, Oca dan mamanya pergi ke fitting room di rumah kediaman Anwar.
Keluarga Anwar memiliki designer pribadi yang selalu menyiapkan setiap busana sesuai permintaan sang Nyonya Anwar.
Oleh karena itu, Keluarga Anwar memiliki satu ruangan khusus untuk sekedar menjadi tempat mencoba berbagi busana koleksi terbaru ataupun lama milik mereka.
Karena Riana dikenal sebagai sosialita yang memiliki selera fashion yang tak main main. Terbukti diusianya yang tak muda, wanita setengah Abad itu masih terlihat Modis dan trendy.
Pertama Tama Mamanya memilihkan dress warna hitam dengan aksen blink blink. Mamanya sangat menyukainya. Dress itu terlihat pas untuk sang putri.
"Mah, Oca sangat menyukainya namun Pria itu pasti akan memarahi Oca ma," Keluh Oca memeriksa seluruh detail dress tersebut.
"Iya, belahannya terlalu terbuka nak, bukan hanya suamimu saja yang akan protes tapi Papamu juga akan memarahi mama kalau kamu memakainya !"
"Apalagi orang sangat pencemburu berat seperti Praba, penyakit cemburunya sudah kronis ma," Imbuh Oca dengan senyum renyahnya.
"Aduh, putri mama sekarang sudah membuka harinya dengan tulus." Puji sang mama tak kalah girangnya dengan sang putri.
"Dia selalu memperlakukan Oca dengan baik meski dengan cara yang tak biasa, dan dia juga selalu nurut dengan Apa yang Oca suruh !" Tutur Sang Putri dengan wajah meronanya.
"Alhamdulillah, mama ikut senang nak akhirnya kalain bisa saling menerima dan mengisi satu sama lain."
"Satu lagi, dia kaya kan ma ? uangnya tak habis habis sepeti yang mama harapkan menjadi menantu mama,"
"Husssshhhh, sembarangan kalau Praba dengar kan nggak enak Oca," Mamanya menegur Oca karena sikap tak seharusnya.
"Oca hanya bercanda ma, tapi dia memang benar benar kaya siapa yang percaya uangnya akan habis setelah aku memindahkan saldo tabungannya, buktinya dia bisa membelikan Oca Bentley dalam waktu satu malam,"
"Apaaaaa ?" Riana kaget dengan penuturan sang putri kesayangannya.
"Ini serius ma, bahkan mobil itu atas nama Oca, Oca jadi merasa tak enak padanya " Ujar Oca meyakinkan mamanya.
"Luar biasa Praba, masa depanmu aman nak !"
🌼🌼🌼
__ADS_1