Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Dia Akan Pulang


__ADS_3

"Aku akan menyusul belakangan..!" Suara dari sambungan telepon yang Oca genggam di tangan kanannya.


"Oke take care.." Balas Wanita cantik itu dengan senyum sumringah diwajahnya.


Pasalnya hari ini Mama dan Adik Abi akan tiba di Jakarta, Abi telah menyusun rencana untuk mengatur pertemuan pertama bagi Mereka.


Abi sendiri memiliki waktu luang weekend ini dan ingin memanfaatkan momen tersebut untuk mempertemukan Oca dengan keluarganya.


Hari ini Oca harus dandan maksimal untuk menyambut calon mama mertuanya.


Oca telah mengumpulkan banyak semangat dan energi agar tetap fit untuk hari ini.


Sambil berdendang manja ia mulai memoles makeup ke wajahnya, untuk kali ini ia ingin sedikit ber make up tak seperti hari harinya.


Dia ingin berangkat lebih awal karena ingin membelikan sesuatu untuk menyambut keluarga Abi. Dia lupa meminta nomor hp Asep sebelumnya.


Sebenernya ia ingin hari ini pergi sendirian saja tanpa harus ditemani oleh Sopirnya itu.


"Kenapa dia selalu merusak pemandangan pagiku.." Gerutu Oca ketika melihat pria yang selama ini di bencinya.


Dia kesal karena bertetangga dengan Saudara dari Bara itu.


"Tumben kau sendirian, mana sopirmu ?" Praba pun heran kenapa Oca keluar sepagi ini. Dia pura pura menanyai Oca agar bisa memancing informasi yang akan ia dapatkan.


Tanpa Menoleh, Oca berjalan ngacir meninggalkan Praba menuju parkiran mobilnya.


"Dandananmu membuatmu terlihat tua ..!" Ejek Praba, karena Oca tak merespon perkataan Praba tadi.


Oca berbalik dan melirik ke arah sumber suara yang keluar dari mulut Praba.


"Bisa bisanya dia menghakimi penampilanku, apa dia tak berkaca dulu.." Gerutu Oca memendam kekesalan dalam hati.


"Terimakasih pujiannya senior .." Sahut Oca membalas perkataan Praba dengan sikap Elegannya.



Kemudian dia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan lelaki yang menurutnya kekanak kanankan itu.


Oca menggerutu sepanjang jalan sambil mengemudikan mobilnya. Dia masih tak terima Praba menyebutnya tua.


Sesekali ia melirik ke kaca diatas kepalanya untuk memastikan bagaimana sempurnanya penampilannya.


Dia harus terlihat bagus untuk pertemuan kali pertamanya dengan keluarga Abi.


Lamat lamat ia melihat hal yang tak beres dari spion sisi kanannya.


Oca melihat sebuah mobil hitam mengikutinya dari belakang,


"Cih..." Eramnya menghembuskan napas kasarnya.



Dia sangat tahu siapa orang yang berada di dalam mobil Ford Mustang tersebut.

__ADS_1


Oca malas meladeni manusia tak penting itu.


Oca tetap konsisten dengan kecepatan mobilnya, ia tak menambah ataupun mengurangi kecepatan mobilnya.


Manusia berjenis kelamin laki-laki itu masih saja membuntuti mobil Oca, "Jangan cari masalah Oca,,, keep calm ini hari bahagia bagimu.." Oca menyemangati dirinya sendiri agar tak mudah terpancing emosi.


Mobil yang dikendarai Oca kemudian menepi ke sebuah florist terdekat.


Oca kemudian turun dari mobilnya menuju toko bunga tersebut.


Dari kejauhan, Praba masih memperhatikan setiap gerak gerik Oca. Lelaki tersebut heran untuk apa pagi pagi sekali Oca mencari bunga.


Karena dengan penampilannya saat ini, Oca pasti tak ingin dekat dekat darinya. Beda lagi bila ia berpenampilan cupu.


Oca lebih terbuka pada dirinya saat berpenampilan sebagai Asep, sopir pribadinya.


Bibirnya tak henti hentinya tersenyum mengingat setiap momen kebersamaan antara dirinya dan Oca saat sebagai Asep.


Banyak terjadi hal hal lucu, karena Oca menganggap Asep itu unik.


Tak berapa lama, Oca sudah menjatuhkan pilihannya pada buket bunga tulip merah.


Oca memilih bunga tulip karena itu menurutnya spesial baginya.



Tulip merah banyak digunakan untuk mengungkapkan perasaan cinta. Cocok dengan kodratnya yang melambangkan kebesaran cinta.


Dahulu kala, menurut buku yang pernah Oca baca, konon ada seorang pangeran bernama pangeran Farhad. Ia jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Shirin. Namun Shirin meninggal dunia, hingga Pangeran Farhad sangat sedih dan putus asa. Ia memilih mengakhiri hidupnya untuk mengikuti gadis pujaannya yang telah mendahuluinya. Akhirnya pangeran Farhad melompat dari tebing. Tetesan darah pangeran Farhad muncul pada tulip merah. Hal inilah yang membuat tulip merah bermakna cinta abadi yang tak kenal pamrih.


Oca bergegas membawa masuk bunga tulip merah yang ia beli ke dalam mobilnya.


Oca masih sempat melirik mobil berwarna hitam dibelakangnya.


"Belum pergi juga, Astaga pria sialan itu mau apalagi.." Gerutu Oca mendekati mobil Praba karena sudah tak tahan ingin meluapkan emosinya.


Kemudian Oca menyilangkan kedua tangannya disampingnya pintu Mobil Praba.


Mendapati perlakuan Oca barusan, Praba kemudian menurunkan kaca mobilnya.


"Apa kau tak ada kerjaan lain selain menguntit orang wahai Tuan Pengacara ?" Oca menanyai Praba dengan emosi yang masih ia kontrol.


"Aku ingin meminta bantuanmu .." Sahut Praba melepas kaca mata hitamnya kemudian keluar dari mobilnya.


"Orang ini sungguh berani mencari masalah dengan diriku .." Umpat Oca dalam hati tak mengeluarkan emosinya.


"Kau lupa, kau bilang akan membalas budiku karena sudah mengantarmu tempo hari.." Praba menjelaskan Oca agar wanita itu tak melupakan janjinya.


Sambil memonyongkan bibirnya, Oca mengingat ingat kejadian waktu itu.


"Katakan apa itu !" Titah Oca dengan nada kesal yang ditahannya.


"Kau ingat pelaku peracun sianida ? Bantu aku membujuknya agar mau membuka kasus itu lagi.." Pinta Praba, dia tahu Oca orang yang susah ia takhlukan. Tapi Oca memiliki sisi sosial yang tinggi. Oca tak tega melihat ada orang yang disakiti.

__ADS_1


"Kenapa harus aku ?" Ejek Oca masih tak paham.


"Kau orang yang bisa melunakan hatinya, karena aku yakin dia bukan otak pembunuhannya.." Bujuk Praba kemudian.


"Lalu apa untungnya untukku ??" Oca mulai bernegosiasi dengan pria yang ia anggap sialan tersebut.


"Aku bisa mempertimbangkanmu jadi Nyonya Prabasonta.." Bujuk Praba yang melihat respon Oca mulai tertarik.


"Lupakan, aku tak tertarik.." Oca menyahutnya singkat lalu berbalik menuju mobilnya.


"Jangan khawatir, aku juga tak memilihmu, hanya mempertimbangkan saja.." Sahut Praba kesal karena Oca menolaknya.


"Siapa yang mau jadi istrinya.." Keluh Oca kembali masuk Ke mobilnya untuk kembali melanjutkan perjalanannya ke tempat kerja.


Sambil menahan emosi karena Oca telah menolaknya mentah mentah, Praba pun tak mengikuti Kemana Oca pergi dan bertolak pergi ke kantornya.


Biasanya jam segini ia sudah standby di Apartemen Oca, Berhubung hari ini dia menyetir sendiri, Praba bisa menuntaskan pekerjaannya lebih cepat.


🍁🍁


Mendekati jam makan siang, Abi menghubungi Oca yang masih berada di ruangan prakteknya.


Hari ini dia tak ada jadwal Operasi dan tak ada jadwal Menjadi penanggung jawab sebagai dokter jaga.


"Masih di Rumah sakit ?" Tanya Abi ditelepon.


"Iya, Kamu jangan lupa makan ya .." Balas Oca pada Abi kekasihnya. Meski mereka tak ada kata jadian, namun mereka nyaman dengan hubungan tersebut. Apalagi Abi mengajaknya untuk lebih serius ke arah yang lebih resmi yakni menikah.


"Mungkin Mama dan adikku sudah sampai, kalian tunggu aku di restoran XXX.." Jelas Abi.


Mama dan adek Abi jauh jauh datang dari Bandung untuk menemui calon menantunya. Sedangkan Abi sendiri, sekarang sedang berada di perjalanan dari Bogor menuju tempat yang telah mereka rencanakan.


Abi sedang bertugas di Bogor sebagai relawan mengatasi masalah penyakit yang akhir akhir ini meresahkan warga sekitar.


Setelah selesai menutup telepon, tiba tiba Tami masuk dan memberitahunya bahwa Oca menerima tamu dari jauh.


Oca mempersilahkan tamu tersebut untuk masuk. Dan bersiap menyapa tamu yang Oca tak ketahui identitasnya.


"Oceana Saphira .??" Tanya Seorang Perempuan paruh baya dengan lemah lembut.


"Iya saya sendiri, apa anda pasien saya ?" Oca masih belum mengenal tamunya tersebut.


Kemudian wanita tersebut memeluknya dengan mesra penuh kasih sayang.


"Dia menceritakn banyak hal tentangmu nak.." Jelas Wanita Baya itu.


"Anda mama Abi ?" Tanya Oca memastikan apa yang sedang dirasakannya.


🌼🌼🌼



__ADS_1


Lebih cocokan mana ??


Warning, episode berikutnya akan ada banyak air mata ya sayang 😭😭


__ADS_2