Terjebak Masa Lalu

Terjebak Masa Lalu
Aku Milikmu.


__ADS_3

"Darimana kau tahu aku menyimpan kartu toll ku ?" Tegur Oca dengan nada gusar, bisa terlihat dari raut mukanya yang kini tak santai.


Lidah Praba mendadak Kelu oleh pertanyaan spontan dari Oca. Dia benar benar tak berkutik kali ini. Pertanyaan dari Oca tersebut lebih tajam dari pertanyaan pertanyaan tajam yang pernah ia terima saat di pengadilan.


Namun Praba dengan tenang bisa menguasainya, berbeda dengan kali ini dia benar benar tak berkutik dengan pertanyaan dari Oca tersebut.


"Apa kau selalu memata matai diriku ?" Tebak Oca karena dirinya melihat gelagat aneh dari lelaki yang sedang mengemudi tersebut.


"Iya selama ini aku sudah memata matahimu nona..." Jelas Praba mulai berbohong.


"Bagaimana aku tak tahu kau menyimpannya ? aku sendiri yang meletakkan barangmu ini dan memakainya setiap hari. Bahkan kau sering lupa mengisinya." Gerutu Praba dalam hati. Meski begitu hatinya merasa sedikit lega karena penyamarannya tidak jadi terbongkar.


"Lupakan, aku tak akan meladeni orang sepertimu." Oca lagi lagi memalingkan mukanya kearah lain.


"Kau sedang berbicara denganku atau dengan jalan raya ?"


"Aku bicara dengan rumput liar." Sahut Wanita yang memiliki pesona tersendiri bagi Praba tersebut.


"Aku suka melihatmu merajuk seperti itu,"


Oca tak bergeming mendengar pendapat dari pria menyebalkan disamping dirinya. Ia sibuk memainkan ponselnya. Ingatan dengan Abi kembali muncul mana kala ia melihat wallpaper di ponselnya.



Ia ingat saat saat bersama Abi, Abi lah yang selalu ada saat ia butuh sesuatu ataupun saat perasaannya tak nyaman.


Abi selalu menjadi pendengar terbaik ketika Oca berkeluh kesah. Abi pulalah yang selalu mengingatkan Oca agar tak lupa menjaga kesehatannya.


"Aku sungguh merindukanmu Abi." Mata Oca kembali memerah hampir berkaca kaca.


Ia sungguh tak bisa melupakan semua kenangan bersama Abi meski Oca telah melampiaskan ke minuman beralkohol.


Melihat perubahan ekspresi di wajah Oca, Praba ragu ingin menanyakan perihal wanita disampingnya. Mungkin saat sedang menjadi Asep dia bisa lebih leluasa berinteraksi dengan Oca. Namun saat menjadi dirinya yang sesungguhnya ia merasa jauh dari Oca.


"Kau sungguh beruntung Asep, meski memiliki penampilan tak cukup baik namun kau bisa dekat dengan dia." Praba mengutuk dirinya sendiri di dalam hati.


Sebenernya dia merasa iri terhadap karakter yang ia perankan. Atau lebih tepatnya ia cemburu pada dirinya yang lain.


Kok bisa ?? entah lah hanya Praba sendiri yang bisa merasakannya.


Tanpa suara dan tanpa kata sepasang anak manusia tersebut melewati perjalanan singkat mereka menuju Bandara.


Tak terasa waktu berlalu cepat. Kini mereka telah sampai di Tempat tujuan. Yakni Bandara Soekarno Hatta.


Setelah memarkir mobil milik Oca, Praba kemudian membukaan pintu mobil untuk Oca. Namun usaha mencari perhatian itupun gagal lantaran Oca sudah keburu keluar dari mobil duluan.


Mereka berdua kemudian menuju terminal kedatangan Domestik area.


Oca celingak-celinguk mengamati sekitar mencari keberadaan Mamanya.


Menurut mamanya seharusnya mamanya sudah Landing dengan cantik saat ini.


Praba berjalan berdampingan bersama Oca.


Dari jauh ia melihat seseorang yang ia kenal. Sangat kenal malahan.


Sorang pria yang menyadari keberadaan Praba bersama seorang wanita.


Pria tersebut berusia kurang lebih seumurnya, kali ini Pria tersebut berjalan kearah Praba dan juga Oca.


Pria tersebut merupakan saingan Bisnis Praba. Pria tersebut merupakan Advokat juga dan sering menangani kasus yang berlawanan dengan Praba.


Praba semakin waspada mana kala pria itu tersenyum kearahnya. Untung saja Pria tersebut belum sempat melihat wajah Oca.


Pria tersebut bernama Rudy Sugandhi yang akrab di panggil Gandhi.


Semakin Gandhi mendekat, Praba semakin merasa keberadaan Oca akan terancam bila Gandhi mengetahui identitas Oca. Karena Gandhi orang yang dapat menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan lawannya.


Praba kemudian menarik Oca ke dalam pelukannya.


"Diamlah dan jangan bergerak, ada sedikit masalah." Pinta Praba tiba tiba.


Ketika Oca ingin mengatakan sesuatu, Praba makin erat memeluknya.


"Tuan Prabasonta..." Panggil Gandhi basa basi.


Praba hanya tersenyum membalas sapaan Gandhi. Ia tak ingin membiarkan Gandhi melihat siapa Oca.

__ADS_1


"Bermesraan di tempat umum apakah sudah menjadi hobi anda ?" Sindir Gandhi kesal melihat Praba hanya diam saja.


Oca mencubit pinggang Praba, ia kesal karena Praba seenaknya saja memeluknya di tempat umum. Apa lagi ia baru tahu hobi aneh Praba.


"Aku sedang sibuk, kita bicarakan lain waktu Pak Gandhi." Sahut Praba makin mengeratkan pelukannya setelah Oca tiba tiba mencubitnya tepat di tempat bekas luka sayatan pisau tempo hari.


"Baiklah, kita bicarakan lain waktu saja." Ujar Gandhi menjauhi Mereka berdua.


Praba merasa sedikit lega mana kala Gandhi telah pergi menjauh.


Namun dari arah samping sepasang mata sedang memperhatikan keduanya.


Si pemilik mata itupun mendekati mereka berdua yang masih dalam posisi berpelukan.


"Oceana Saphira,,," Panggil seorang wanita dengan kencangnya.


"Mama ??" Oca buru buru melepaskan pelukan Praba dari dirinya dan berusaha setenang mungkin agar mamanya tak curiga.


"Setelah berduaan semalaman kalian masih belum puas ?" Riana memarahi Putri satu satunya.


"Ayolah ma, ini hanya salah paham." Bujuk Oca mengiba pada mamanya.


"Maaf Tante, saya rasa anda sudah berlebihan." Imbuh Praba.


Riana sebenarnya ingin tertawa setelah memergoki anaknya bersama Praba. Namun tawanya ia simpan dalam hati.


"Jadi itu alasannya kamu tak mau menjemput mama ?" Riana berjalan menenteng travel bagnya kearah luar Bandara.


Buru buru Praba membantu mama dari Oca tersebut. Melihat kesungguhan Praba, Riana jadi tak tega ingin memarahi keduanya.


Praba kemudian membukakan pintu untuk Riana. Bagaimanapun juga, Praba harus bersikap sopan pada mama Oca supaya mama Oca bisa berpihak padanya.


Oca mengulurkan botol minum untuk mamanya, ia sengaja ingin merayu mamanya agar tak memarahi mereka berdua.


"Hubungan kalian Sekarang seperti apa ?" Riana mulai menanyai mereka berdua setelah meneguk air yang diberikan Oca padanya.


"Hubungan apa maksud Mama ?" Oca masih tak terima di sebut mamanya memiliki hubungan dengan Praba.


"Kami baik baik saja Tante." Jawab Praba menjelaskan.


"Aku akan meminta Orang tuamu segera mengesahkan hubungan kalian." Ancam Riana sambil menahan tawanya.


"Apa kalian akan begini terus sampai cucu mama lahir ? tanya ikatan pernikahan ?" Goda Riana di bangku belakang.


"Kok jadi bawa bawa cucu segala sih ma ?"


"Tante maunya bagaimana ? Praba nurut saja."


Ingin sekali Oca menjitak kepala pria disampingnya.


"Lupakan masalah pernikahan mama aku kan sudah menjelaskan kalau aku akan melanjutkan sekolah Oca ma."


"Sebelum itu kan Bisa." Mama Oca masih tak berubah pendiriannya.


"Sebelum Oca berangkat Oca memiliki kejutan untuk mama." Kata Oca sambil mengeluarkan dua lembar tiket konser sebuah boyband Korea.


Boyband asuhan Big Hit Entertainment ini akan mengadakan tour keliling dunianya.


Beruntung bagi Oca karena ia termasuk Member VIP Army jadi ia bisa dengan mudah mendapatkan VIP ticket.


"Apa mereka tampan ?" Tanya Riana


"Tentu saja."


"Lebih tampan mana dari papamu ?"


"Hei, papa adalah lelaki paling tampan dimuka bumi ini." Kata Oca sambil tertawa diikuti Riana.


"Bagaimana dengan Praba ?" Goda Mamanya.


"Jauh, mereka masih muda." sahut Oca singkat


🀭🀭


🌼🌼🌼


__ADS_1


Sabar ya sobat 😁


🍁🍁


Terdengar lirih bisikanmu


Di antara bayang-bayangmu


Terucap kata cinta


Yang dulu tersimpan


Dan tak mau pergi


Sekejap cinta yang terjalin


Dan menjadi sebuah cerita


Yang tak mungkin terlupa


Terukir di hati


Dan tak mau pergi


Mungkinkah kumiliki


Cinta seperti ini lagi


Jangan biarkan aku


Kehilangan dirimu


Coba dengarkanlah sumpahku


(Janji suci) dari hati


Aku cinta kamu


Jangan dengar kata mereka


Yang tak ingin kita satu


Yakinkan aku milikmu


Aku milikmu


Jalinan cinta tulus suci


Terpadu terikat erat


Jangan terpisah lagi


Waktu 'kan menguji


Cinta kita berdua


Mungkinkah kumiliki


Cinta seperti ini lagi


Jangan biarkan aku


Kehilangan dirimu


Coba dengarkanlah sumpahku


(Janji suci) dari hati


Aku cinta kamu


Jangan dengar kata mereka


Yang tak ingin kita satu


Yakinkan aku milikmu


Aku milikmu…

__ADS_1


Aku milikmu by _ Dewa 19


__ADS_2