
Setelah menjalankan fisioterapi untuk pasiennya di tempat ia bekerja, Oceana kembali duduk di ruangannya bersama dengan Tami. Assisten sekaligus perawat yang selama ini telah bekerja sama dengannya.
Oca mengambil air minum yang berada di dalam Tumblr yang selalu ia bawa selama ini.
"Dok, benarkan dokter telah menikah ?" tanya Tami dan membuat Oca menyemburkan air yang berada didalam mulutnya.
"uhuk.. uhuk, " Oca tersedak mendapati pertanyaan Tami.
"Benar," sahut dokter bedah syaraf tersebut.
"Dengan pengacara itu ?" Tami memberondongnya dengan banyak pertanyaan.
"Iya, aku juga tak menyangka bahwa akan menikah secepat ini, maaf Tami aku tidak mengundang kalian semua karena ini benar benar mendadak !" jelas Oca membenamkan kepalanya diantara kedua tangannya yang menengadah.
Tami melihat sepertinya Oca memiliki sebuah masalah yang membuatnya terlihat frustasi seperti ini.
"Tenang saja, aku selalu bersamamu dok !" tutur Tami memberikan semangat untuk Oca.
Karean Oca terlihat bermalas-malasan hari ini.
Sebagai sahabatnya Tami harus menyemangati wanita yang memakai jas putih tersebut.
Sebuah panggilan masuk di interkom ruangannya, Oca diminta ke ruang rawat inap Ratih karena ada hal yang mendesak.
Begitu mendengar ada hal penting yang menyangkut pasiennya, Oca langsung menjalankan tubuhnya keluar dari ruang kerjanya dan menuju ruang rawat inap VIP yang ditempati Ny. Ratih tersebut.
Dokter wanita itu melangkahkan kakinya ke arah ruang rawat inap kelas atas tersebut.
Tanpa pikir panjang, Oca langsung membuka kenop pintu kamar tersebut.
Didalam ruangan Ny. Ratih telah berdiri lelaki paruh baya dan seorang wanita muda, serta perawat yang menemani Ratih.
Perawat menjelaskan bahwa tubuh Ratih makin melemah, dan suhu badannya makin bertambah. Oca ingin memeriksa keadaan Ratih terlebih dahulu.
Namun lelaki tua dan wanita muda itu memandang dirinya dengan tatapan kurang menyenangkan.
"Apa yang kau lakukan pada anakku ?" sergah lelaki tua itu dengan nada Bariton miliknya.
"Saya dokter penanggung jawabnya, maaf kalian ada hubungan apa dengan pasien saya ?" sahut Oca pura pura tak tahu dan masih berbicara dengan nada halus. Oca mengecek suhu tubuh Ratih, ia takut tubuh Ratih akan menolak donor dari Widya.
"Aku ini papanya, atas dasar apa kau mempertanyakan padaku ?" hardik papa Ratih.
"Papa ? yang saya tahu tuan Gandhilah yang menjadi wali Bu Ratih."
"Anda berkata papanya ? lalu dimana saat anak anda memerlukan anda disampingnya ?" sindir Oca tak mau kalah.
"Jaga bicara anda dokter, anda tahu anda berhadapan dengan siapa ?" bentak Sandra tak terima kliennya di berlakukan sembarangan oleh Oca.
"Dan lagi anda siapa ? apa hak anda menghalangi aku memeriksa pasien ? aku dokternya dan aku yang paling tahu mengenai keadaannya ! tak peduli kalian adalah presiden dan wakilnya sekalipun !" jawab Oca dengan nada ketus dan tegas. Ia sudah emosi pada papa Ratih ditambah lagi ia bertemu dengan wanita dalam masa lalu Praba juga yakni Sandra.
Kedua orang yang berada di dalam ruangan tersebut diam tak bersuara setelah mendengarkan kata kata Oca.
"Kak Tami, bilang pada yang tidak berkepentingan silahkan meninggalkan ruangan karena pasien akan menjalani serangkaian test !" perintah Oca pada Tami.
Dokter cantik itu masih diliputi rasa emosi yang luar biasa karena sikap papanya Ratih.
"Seorang papa akan selalu melindungi putrinya, bukan malah mendorong putrinya melakukan kejahatan !" imbuh Oca melirik tajam kearah Pak Nurman papa Ratih.
__ADS_1
"Jaga bicaramu nona, mentang mentang kau istri Prabasonta lalu kau bisa berlaku seenaknya !" sindir Sandra.
"Kenapa ? apa aku salah bicara ? seseorang yang telah mengirim preman-preman untuk menggagalkan aku mengoperasi Bu Ratih apa pantas aku menghormatinya?" bentak Oca tak kalah bengis.
"Satu lagi, kamu hanya masa lalu suamiku jadi untuk apa aku gentar melawanmu ?" dengan sedikit menaikan nada bicaranya, Oca menekankan bahwa saat ini dirinyalah satu satunya wanita yang berada di dalam hati Iblis Prabayar.
Keduanya pun melangkahkan kaki mereka keluar ruangan setelah Tami meminta mereka untuk meninggalkan ruangan VIP tersebut.
Oca memeriksa denyut jantung dan tekanan darah Bu Ratih. Oca tak mendapati hal aneh yang perawat itu katakan.
"Mungkin ini reaksi obat imunosupresan yakni obat penekan kekebalan tubuh," tutur Oca.
Penerima transplantasi hati harus minum obat anti penolakan selama hidupnya. Obat ini juga dikenal sebagai immunosuppressants dan membantu mencegah tubuh pasien menolak hati yang baru. Sistem kekebalan yang kuat mungkin mengenali hati baru sebagai 'benda asing' dan menyerang sel-selnya.
Obat anti penolakan dapat menurunkan sistem kekebalan dan mencegahnya menyerang organ baru, tetapi obat ini juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi.
Oca tidak menemukan gejala penolakan tubuh Ratih terhadap benda asing, hanya kenaikan suhu tubuh saja yang di keluhkan.
Ratih juga berangsur-angsur pulih kesadarannya.
Meskipun obat anti penolakan ini membantu untuk mencegah penolakan organ, tetapi hal ini masih dapat terjadi pada sebagian kasus. Namun demikian, kondisi penolakan ini masih bisa dipulihkan jika tanda-tanda terdeteksi dan diobati lebih dini.
ππ
"Anda baik baik saja dok ? perlukah kita memesan kopi ?" sapa Tami ketika keduanya selesai memeriksa keadaan Ratih.
"Aku ingin minuman dingin, untuk mendinginkan isi kepalaku !" sahut Oca. Keduanya kini berjalan di lorong rumah sakit dan Tami mengajaknya mampir ke kantin sebelum pulang.
Keduanya kini memesan minuman favorit mereka dan beberapa cemilan.
Oca melihat penunjuk arah di pergelangan tangannya.
"Kak, aku menunggumu di depan Lobby !" suara adik lelaki Prabasonta yakni Bara di seberang telpon Oca.
"Iya," satu kata kemudian Oca mematikannya.
Ia sungguh kesal bagaimana tidak, setelah iblis itu mendapatkan apa yang ia minta, ia melupakan Oca begitu saja dan menyuruh Adik lelakinya untuk menjemputnya.
πΌπΌ
Flashback beberapa jam yang lalu,
Seorang lelaki tampan sedang berbelanja di sebuah toko perabotan rumah di daerah Jalur Sutera Blvd.
Pria itu memilih beberapa perabot yang akan ia gunakan untuk mempercantik rumah masa depannya bersama seorang wanita cantik yang telah ia nikahi secara dadakan.
Setelah ia membayar lunas dengan sisa-sisa saldo di rekening satunya, Pria itu kemudian pulang untuk segera mendekorasi interior rumahnya.
π
Sambil menunggu perabotan yang ia pesan dikirim kerumahnya, pria itu mulai mengerjakan hal hal yang bisa ia kerjakan terlebih dahulu sebelum sang istri tiba bersama Bara.
__ADS_1
Pria itu menyiapkan beberapa hadiah untuk sang istri tercinta, dengan terampil ia membeli sekaligus mengemas beberapa kado untuk sang istri dengan suka rela. Meski ditambah embel embel imbalan sesuatu di belakangnya (pasti) siapa sih yang nggak tahu sifat iblis ini.
Ketika jam sudah menunjukan waktu sang istri pulang kerja, pria itu buru-buru menyelesaikan pekerjaannya.
πΌπΌ
"Kita mau kemana Bar ?" tanya Oca pada saudara iparnya itu.
"Abangku menyuruhku membawamu ke suatu tempat kak, dan kau pasti akan menyukainya," jawab Bara sambil mengemudikan mobilnya.
Oca tak mengerti kemana Bara akan membawanya, ia bukan tak ingin mempercayai adik iparnya. Namun ia malas bermasalah dengan sang suami bila Bara melakukan sesuatu.
Namun rasa khawatir Oca sirna begitu ia dan Bara melewati jalan jalan yang ia hapal betul arahnya. Jalan yang dulu selalu ia lewati bersama mereka.
"Bar, kita mau ke rumahmu ?" tanya Oca saat itu juga.
"Ke rumah kakak," sahut Bara.
"Serius Bara, jangan bercanda !" Oca menegur adik laki laki Praba tersebut.
Mobil Bara tiba tiba menepi ke salah satu rumah mewah yang tampak indah. Rumah tersebut terlihat baru saja di renovasi mungkin kurang lebih sebulan yang lalu.
Bara membukakan pintu mobil untuk istri Abangnya tersebut. Ia mengajak Oca yang masih terpaku tak beranjak dari tempat duduknya untuk keluar dari mobilnya.
"Kak, ayo !" ajak Bara.
Ingin sekali Oca berteriak, namun tak bisa.
Oca mengamati sekeliling rumah itu, Dan Bara menuntunnya masuk setelah memarkir mobilnya di tempat parkir yang seharusnya.
Rumah itu masih sama tak berubah seperti 10 tahun yang lalu. sedikitpun tak berubah, hanya warnanya saja yang terlihat baru.
Bara mengajak kakak iparnya untuk masuk, dan menyuruh Oca untuk membuka pintu rumah itu sendiri.
"Silahkan kak ?" pinta Bara mempersilahkan Oca untuk masuk ke rumah tersebut.
Oca membuka pintu rumah yang sudah lama ia tinggalkan. Ia tak menyangka akan datang ke rumah itu lagi. Meski kali ini statusnya hanyalah tamu.
"Welcome home Sweet heart !" sapa lelaki bertopi warna pink dari dalam rumah.
"Sumpah ingin sekali aku ....mu iblis Prabayar !" Oceana Saphira
πΌπΌπΌ
Neng Oca gumush pisan ekspresinya kaya abis menang togel aja.
Oh iya Author ada bonus Visual Mbak Sandra nih.
Keren nggak ?
__ADS_1
Ojo lali jempol e Yoo rek, biar Saya makin semangat ngelarin novel ini. ππ
Kamsahamida and Saranghamida π