
"Kamu yang menyiapkan ini semua Mas ?" puji Oca dengan tatapan yang berbinar binar.
Meski tak ada makan malam romantis atau makan malam di hotel mewah, namun rumah yang sudah Praba renovasi sudah menjadi kado terindah bagi Oca.
"Maafkan ya Dek, kali ini tak ada dinner romantis seperti sebelumnya dan Mas juga belum sempat mengisi lemari pendingin dengan beberapa bahan makanan." Pria itu tampak murung setelah menjelaskan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Ini sudah lebih dari cukup Mas, aku sangat bahagia," puji sang istri. Oca membalikkan badannya dan memeluk sang suami.
"Aku mencintaimu dari dulu hingga nanti !" Praba mengutarakan perasaannya pada sang istri.
"Aku tahu, makanya aku pede menghadapi Sandra !" cicit wanita yang masih berada dalam pelukannya.
Praba mendelik heran mendengar Oca menyebut nama Sandra. pasalnya Oca memang tidak memiliki hubungan apa apa dengan Sandara lebih tepatnya Oca tak mengenal Sandra.
"Maksud kamu apa yank ?" kedua alis sang pengacara menyatu dalam menatap sang istri.
Oca menjelaskan kedatangan Sandra dan Nurman ke ruangan Ratih sebelum Oca dipanggil oleh suster yang menjaga Ratih
"Dia sempat demam dan menggigil, namun saat ini sudah kembali normal itu karena efek samping obat yang ia minum !" jelas Oca pada sang suami meski ia tahu bahwa Praba tak akan memahami penjelasan darinya
"Sayang, apa kamu tak kenapa kenapa ?" Praba mengkhawatirkan wanita yang masih ia peluk saat ini juga.
"Mereka tidak akan bisa menyentuhku walau hanya seujung rambutku Mas karena aku.." sahut Oca tak meneruskan kalimatnya.
"Karena kamu istri pengacara fenomenal yakni Prabasonta Adiwiyata !" selesai berbicara seperti itu Praba menggendong sang istri dengan gaya ala-ala bridal style.
Lelaki itu membawa masuk sang istri ke dalam kamar mandi di dalam bekas kamar Oca yang dulu pernah ia tinggali.
Pria itu membawa sang istri kedalam kamar yang sudah ia renovasi beberapa hari terakhir. Ia sudah memilihkan beberapa furniture yang ia beli bersama sang ibunda Miranda.
Miranda adalah sekutu bagi Praba untuk saat ini. Miranda membantu memulihkan beberapa perabot yang cocok untuk selera Oca.
"Ibu kan ?" tanya Oca pada lelaki yang masih menggendongnya saat ini.
Pria itu hanya mengangguk, sudah bukan hal aneh lagi bila Praba tak kesetanan seperti biasanya. Pria itu akan berubah menjadi ganas bila malam tiba.
__ADS_1
Bukan berubah Seperti Edward Cullen dalam sekuel Twilight Saga yang memiliki mata bisa berubah menjadi merah secara tiba tiba.
Bentuk perubahan Praba bukan dari matanya, Namun dari balik celananya. Hal tersebut sudah Oca kira sebelumnya.
Keduanya pun menuntaskan apa yang sudah diharapkan oleh sang lelaki di kamar mandi. Kamar mandi bekas Oca dulu kini sudah di renovasi juga. Dulu peralatan mandinya lengkap dengan mainan anak anak, kini kamar mandi tersebut berubah menjadi kamar mandi dewasa.
"Mau dinner diluar ?" tegur Praba ketika sang istri mengeringkan rambutnya yang masih basah.
"Kalau sudah jam segini, susah untuk reserv restoran yank, makan dirumah aja Delivery," jawab Oca tanpa menghentikan aktivitasnya mengeringkan rambut dengan sebuah hairdryer.
"Mau dipesankan apa ?"
"Malam ini aku sungguh ingin makan Suki Mas," sahut sang istri dengan tatapan memohon.
"Ngidam ?" pikir sang pengacara mengerutkan dahi mendengar permintaan sang istri.
ππ
Tak berapa lama, Restoran yang mereka pesan telah mendatangkan peralatan makan untuk makanan Thailand tersebut. Lengkap dengan pramusajinya.
Demi memenuhi permintaan istrinya yang nyeleneh, sang pengacara harus menggelontorkan koceknya lagi.
Suki adalah kudapan yang umum dinikmati dengan cara Dine in tapi kali ini Praba sudah menyulap dining room rumah mereka menjadi ala ala Restoran Suki.
"Yeaayyy, kita tak perlu ke repot repot Hanamas*," seru Oca dengan mata berbinar binar.
"Kamu senang bukan ?" goda Praba menelisik tatapan mata sang istri.
"Tentu saja, aku bahkan melupakan bahwa hari ini ulang tahunku dan kamu sudah menyiapkan semua ini !" Wanita itu tersenyum tak lupa kedua telapak tangannya dijadikan topangan untuk menahan wajahnya.
Oca sungguh terharu dengan semua yang telah suaminya lakukan untuknya hari ini. Mulai dari kejutan yang tak terpikirkan dan juga hadiah hadiah lainnya. Termasuk makan malam dadakan yang ia inginkan.
Keduanya mulai menyantap kudapan yang di inginkan Oca setelah sang pramusaji menuntaskan pekerjaannya. Tak ada umpatan, makian serta lelucon yang biasa mereka layangkan pada keduanya. Hari ini murni hanya ada kata kata manis dan rayuan.
__ADS_1
"Istirahatlah yank, kamu harus mengumpulkan tenaga buat besok !" pinta Oca ketika keduanya selesai menyantap hidangan tersebut.
"Besok adalah ending dari drama sianida, Mungin mereka akan menyusahkan kamu aku sudah mengatur semuanya !" keduanya kini telah berada di dalam peraduan baru yang mereka tempati sebagai suami istri.
Besok adalah sidang putusan untuk kasus Widya, pria itu tak akan membiarkan ada orang yang akan menyentuh sang istri. Praba sudah memberikan perlindungan berlapis untuk berjaga jaga, termasuk menyuruh sang adik untuk menjaga kakak iparnya.
Malam ini iblis mesum tersebut akan melonggarkan aturan untuk Oca. Aturan yang biasanya ia gunakan untuk pertandingan sepak bola pada malam hari. Pertandingan sepak bola yang sangat Praba gemari saat ini.
"Main bolanya malam ini diganti besok pagi saja ya Dek ?" goda Praba dengan senyum liciknya.
"Kenapa tidak dihapus saja daftar permainan sepak bola dari hidup kamu yank ?"
"Tak bisa, karena itu penting untuk harga diri sebuah club' sepak bola Dek!"
Oca merengut kesal dengan jawaban sang suami yang ia nilai hanya mementingkan napsu belaka.
"Pokoknya hingga sebuah tim sepakbola terbentuk dek," sahut Praba dengan tawa kekehnya.
"Sebelas maksud kamu Mas ?" Oca mendelik kaget dengan pernyataan dari sang suami.
"Iya !" Praba tak kuasa menahan tawanya karena sukses menggoda sang istri.
Karena kesal, Oca melampiaskan dengan menutup selimut ke sekujur tubuhnya. Ia malas bila harus melihat lelaki mesum itu berbaring disebelahnya.
Kalau bukan karena sudah memberinya kejutan mungkin Praba akan berakhir di tendangnya. "Ah memikirkan lelaki itu tak ada habisnya, kenapa aku bisa terjebak bersama makhuk aneh ini ?" Oca bermonolog dalam hatinya.
πΌπΌπΌ
Maaf ya telat muncul, tapi jangan khawatir gaessss buat pecinta mas Iblis tetep stay tune saja ya karena di akhir cerita akan ada kejutan dari aku π€π€
Tetep dukung aku ya gengsss meski aku menamatkan cerita ini nantinya.
Aku bukan siapa-siapa tanpa kalian.
Peluk hangat buat kalian pembaca setia novel remahan citato ini π *emot huge nggak ada π€
__ADS_1
Sampai jumpa di next episode π