
Dengan senyum tersungging di sudut bibirnya, Oca keluar dari mobil Bara dengan rasa bangga. Kemudian disusul oleh Bara sendiri.
Dia berhasil mempermalukan mantan kekasihnya. Sebenarnya dia tak berencana ingin membalas dendam karena Oca sudah berniat tak ingin ada masalah lagi dengan Pria tersebut.
Niat awalnya adalah ingin memberi pelajaran yang berharga kepada Bara agar bisa belajar teknik balapan. Siapa yang tahu malah Praba masuk kedalam jebakan Bara sendiri.
"Plukk" Suara Oca dan Bara menggabungkan kepalan tangan membentuk tinju. Bara dan Oca merasa puas dengan hasil yang mereka dapat.
Sambil tertawa bersama Oca dan Bara berlaku meninggalkan Praba yang masih mematung didalam mobilnya.
"Oca..." Sapa seorang Lelaki mendekati Oca dan Bara.
Mata Oca terbelalak melihat Lelaki tersebut kini berada ditempat ini, dia tak menyangka bahwa Abi akan datang kesini. Dan anehnya dia sendirian.
"Abi" Sapa Oca dengan lembut tanpa dibuat buat tentunya. Oca sangat tulus berteman dengan Abi.
"Kau mengenalnya kak ?" Bara menelisik hubungan antara Oca dan Lelaki tersebut, dia tak ingin rencananya gagal.
"Abi adalah teman dokterku dirumah sakit" Oca memperkenalkan diri Abi kepada Bara.
"Kamu suka melihat balapan Ca ?" Abi penasaran sedang apa Oca berada si circuit ini.
"Dia malah ...." Kata Kata Bara terpotong setelah Oca membungkam mulut besar Bara. Dia tak ingin Abi salah padam dengan dirinya.
Dan kemudian Oca langsung menggandeng tangan Abi menjauhi arena Balap mobil tersebut.
"Aku mendatangi apartemenmu karena kau tak membalas pesanku, aku menunggu di lobby tapi satpam memberitahuku bahwa kau bersama seorang wanita meninggakan Casa Grande" Jelas Abi terengah-engah mengkhawatirkan Oca.
"Tami yang mengantarkan aku ke Sentul, kemudian aku menyuruhnya pulang" Sahut Oca merasa bersalah telah membuat Abi khawatir.
"Aku tahu, Tami lah yang memberitahuku" Abi kini sudah mulai tenang.
Kini mereka berjalan bersama menuju dimana mobil Abi terparkir. Melihat Oca hanya mengenakan Kaos Oblong dan celana pendek, hati nurani Abi tergerak untuk memberikan jaketnya kepada Oca.
Abi memakaikan jaketnya ke badan Oca dengan sangat hati hati. Oca pun kaget dibuatnya.
"Terimakasih, dan maaf sudah membuatmu khawatir Abi" Ucap Oca kini merona merah pipinya untung saja ini malam hari.
"Tak masalah, aku senang melakukannya" Balas Abi membukakan pintu mobilnya untuk Oca saat mereka sudah berada di dekat mobil Abi.
__ADS_1
Kedua kakak beradik Adiwiyata tersebut menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya. Bara sampai melonggo dibuatnya melihat kemesraan antara Oca dan Abi.
Sedangkan Praba, you know lah dia pasti membara hatinya. Tak dapat dipungkiri bahwa Praba masih mengingat kenangan masa lalu bersama Oca.
Kini melihat Oca bersama Pria lain dengan mesranya dua kali di depan matanya, membuat Praba merasa menyesal dulu pernah menyakiti perasaan Oca.
ππ
Cerita singkat tentang Abigail Galvano yang akrab dipanggil Abi. Abi adalah dokter idola perempuan di Rumah sakit tempat ia bekerja. Dia merupakan anak sulung dari keluarga yang berkecukupan.
Ayahnya adalah merupakan seorang dokter juga, sedangkan ibunya adalah dosen. Besar dilingkungan yang cukup berpendidikan membuat Abi sangat menjaga attitude dan hangat.
Kepribadian Abi yang ramah dan hangat membuatnya dikagumi oleh kaum hawa baik yang masih jomblo ataupun memiliki kekasih. Terutama Alisa dkk.
Tetapi Abi hanya menganggap mereka semua adalah partner kerja saja.
Melihat betapa manis dan hangatnya Abi, semua pasti nyaman berada di dekatnya.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan sikap dan perilaku Praba. Meski tak dapat dipungkiri Praba memiliki paras yang menawan tetapi siap Praba terkesan cuek dan dingin. Apalagi saat persidangan Sikap Praba tak kalah menakutkan dari Jaksa Penuntut Umum.
Praba tak segan segan mematahkan argumen argumen dari pengacara lawannya.
Abi dan Oca kini meninggalkan tempat tersebut. Diikuti hengkangnya dua kakak beradik Adiwiyata.
ππ
Pagi ini Oca mengawali harinya dengan biasa, yakni bangun pagi, mandi kemudian sarapan. Oca sedang menikmati kudapan paginya sambil ditemani siaran berita di Televisi.
Chanel TV tersebut menyiarkan sebuah kejadian pembunuhan. Oca mengamati dengan seksama, dia teringat telah menangani korban yang diduga serangan jantung kemarin pagi di UGD.
Ternyata hasil pemeriksaan Lab telah dikantongi oleh pihak berwajib. Hasil Labnya telah diserahkan oleh Rumah sakitnya langsung kepada Polisi karena Polisi memintanya sebagai barang bukti.
Seperti dugaan Oca sebelumnya, Bapak bapak tersebut telah diracuni. Didalam tubuh Mayat tersebut terdapat 213 mg racun Sianida.
Kini pihak berwajib setelah mendapatkan laporan terkait dengan dibantu bukti dari Lab serta hasil autopsi akan mengusut hingga tuntas kasus tersebut.
Karena lelaki tersebut merupakan politisi partai politik yang akan maju pada Pilkada mendatang.
Mungkin dia memiliki musuh dari lawan politiknya itu hanya hipotesa awal.
__ADS_1
Oca mendapatkan panggilan mendesak dari karyawan rumah sakitnya bahwa dirinya diminta datang lebih cepat karena polisi meminta keterangan darinya.
Karena bagaimanapun Oca lah yang pertama menangani korban tersebut meski Oca juga bersama dokter jaga juga.
Kedua dokter tersebut akan dimintai keterangan awal. Baru saja tinggal di Jakarta, Kini Oca sudah berkecimpung dalam kasus yang membuatnya sakit kepala.
ππ
Oca berangkat kerja lebih awal, Karana dia menaati peraturan agar tak membawa mobil maka Oca memesan sebuah Taxi online.
Oca masih belum juga mengurus kepemilikan untuk SIM nya.
"Dokter Oca, anda sudah ditunggu di ruangan direktur" Kata Resepsionis yang melihat kedatangan Oca saat ini.
"Aku harus siap" Oca mulai memenangkan dirinya sendiri yang kini masih merasa gugup.
"Keep calm Oca, everything has good" Batinnya lagi.
Deru langkah kaki Oca menggema di lorong rumah sakit menuju kantor direksi. Detak jantungnya kian memburu mengingat dia akan berhadapan dengan pihak berwajib.
Oca kini memasuki sebuah ruangan VIP, disana telah duduk dua orang penyidik dari kantor Polisi setempat.
Kedua Polisi tersebut mempersilahkan Oca dengan sopan. Oca membalasnya dengan senyuman meski dirinya masih gugup.
"Tenang saja dok, kami hanya meminta keterangan saja anda jawab saja sesuai kenyataan" Jelas Salah satu Polisi yang bernama Anton. Kenapa Oca tahu namanya Anton ? Karena Oca melihat nama di seragam yang dikenakan oleh Anton.
πππ
Bonus foto Park Shin Hye yah Readers βΊοΈ
Uwu kan ?
Like π
Komen π
Rate π
__ADS_1
Vote π€β₯οΈ